radiovisfm.com, Banyuwangi – Kapal Militer bertekhnologi tinggi hasil produksi Banyuwangi resmi di ekspor ke Rusia.

Kapal tersebut jenis X2K Carbotech Special Ops yang memiliki kecepatan tertinggi di Indonesia bahkan mungkin di Asia, yang melaju lebih dari 85 knots (160 km/jam). Kapal ini juga di rancang memiliki sertifikasi menahan kekuatan diatas G7 (gravitasi 7).

PT Lundin Industry Banyuwangi adalah perusahaan yang membuat kapal bertekhnologi tinggi tersebut, yang memiliki spesialisasi kapal militer berperforma tinggi. PT Lundin juga memproduksi kapal kapal pesiar yang di buat dengan material komposit terbaru beserat karbon dan Kevlar.

Ouwner sekaligus Direksi PT Lundin Industry, Liza Lundin mengatakan, kapal itu mempunyai lambung berukuran 38 feet yang biasa di gunakan untuk kapal kapal militer maupun kapal sport terbaru.

“Dengan ukuran lambung tersebut, kapal berteknologi tinggi ini adalah produksi kapal tercepat di Indonesia, bahkan Asia,” ungkap Liza.

Kapal kapal Carbotech ini hadir sebagai kapal operasi militer khusus atau sebagai kapal sport pribadi atau kapal balap dengan model yang di lengkapi kapasitas mesin 800-1100 HP.

Liza menjelaskan, Rusia memesan kapal buatan pabrikan Indonesia ini sebanyak tujuh kapal. Saat ini lima kapal telah dikirim ke negeri Beruang Merah tersebut.

Dan Kapal yang dibeli militer Rusia itu berhasil diujicobakan di Selat Bali, Senin (12/3). Ikut dalam sea trail tersebut Bupati Banyuwangi Abdullah Azwar Anas dan Direktur PT Lundin Industry John Lundin.

“Kapal yang di ujicobakan itu adalah kapal keenam,” tutur Liza.

Khusus kapal keenam dan ketujuh kecepatannya 85 knot, di atas kecepatan lima kapal yang telah dikirim sebelumnya 50 – 60 knot. Dua model kapal carbotech lainnya produksi Lundin juga telah digunakan untuk operasi militer di Swedia dan Rusia.

“Kami banyak menerima pesanan kapal untuk militer, seperti dari Bangladesh, Hongkong, Malaysia, Brunei dan Singapura,” pungkas Liza.

Bupati Banyuwangi Abdullah Azwar Anas mengaku bangga dengan adanya ekspor kapal hasil produksi Banyuwangi ke Rusia tersebut. Hal ini membuktikan industri kapal dalam negeri mempunyai daya saing tinggi di kompetisi global, sekaligus mendukung visi kemaritiman Presiden Jokowi.

“Saya optimistis, peluang industri perkapalan semakin terbuka lebar di Banyuwangi sekaligus diharapkan bisa menggerakkan perekonomian lokal,” tutur Bupati Anas.

Dia mencontohkan pengembangan dermaga kapal pesiar yang digarap anak perusahaan BUMN di Pantai Boom, Banyuwangi. Dengan investasi marina di Pantai Boom yang bakal menyedot kapal pesiar, dinilai ada potensi bisnis pemeliharaan dan penyimpanan kapal (docking).

“Selama ini, kebanyakan kapal pesiar melakukan docking dan pemeliharaan penunjangnya di Surabaya dan Bali,” kata Bupati Anas.

Sehingga menurutnya, ke depan harus bisa di Banyuwangi untuk semakin menambah penyerapan tenaga kerja dan membikin perputaran ekonomi baru di Banyuwangi.

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *