Laporan pengaduan masyarakat tersebut, bisa disampaikan melalui panitia pengawas lapangan di tiap desa dan kelurahan

Reporter : Daus VIS

radiovisfm.com, Banyuwangi – Panitia Pengawas Pemilu (Panwaslu) kabupaten Banyuwangi berharap proses pencocokan dan penelitian atau coklit data pemilih pilgub bisa mengakomodir seluruh warga yang sudah punya hak pilih masuk dalam daftar pemilih. Untuk memaksimalkan pengawasan proses coklit data pemilih oleh jajaran KPU Banyuwangi, Panwaskab telah membuka posko pengaduan, untuk menampung masyarakat yang belum tercover di daftar pemilih.

Ketua Panwaslu Banyuwangi Hasyim Wahid menuturkan, saat ini KPU masih melakukan proses coklit data pemilih hasil perbaikan untuk ditetapkan menjadi daftar pemilih sementara. Selama proses coklit berlangsung hingga penetapan daftar pemilih tetap, Panwaslu membuka posko pengaduan masyarakat yang tidak terakomodir masuk dalam daftar pemilih.

Posko pengaduan tersebut berada di desa dan kelurahan di Banyuwangi, yang berfungsi untuk menampung pengaduan masyarakat yang merasa sudah memiliki hak pilih tapi tidak tercover dalam daftar pemilih. Pengaduan tersebut juga bisa disampaikan jika ada masyarakat yang tidak didatangi oleh petugas pemutakhiran data pemilih untuk didata sebagai pemilih pilgub.

Laporan pengaduan masyarakat tersebut, bisa disampaikan melalui panitia pengawas lapangan di tiap desa dan kelurahan. Jika ada laporan masuk terkait persoalan data pemilih, panwas akan merekomendasikan kepada jajaran KPU untuk menindaklanjutinya.

Hasyim Wahid menambahkan, posko pengaduan ini selain menerima pengaduan terkait daftar pemilih, juga menerima pengaduan terkait dugaan pelanggaran pemilu.

“ Kami membuka posko pengaduan bagi masyarakat yang merasa belum dicoklit “, kata Hasyim.

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *