radiovisfm.com, Banyuwangi – Perhelatan Green and Recycle Fashion Week 2018 memasuki babak pembekalan atau Workshop, yang di laksanakan di GOR Tawang Alun, Rabu (14/3).

Sebanyak 150 an peserta dari tingkat TK, SD/MI, SMP/Mts, SMA/SMK dan Pondok Pesantren juga dari Mahasiswa dan Umum, mengikuti secara seksama pembekalan yang di sampaikan oleh pemateri dari komunitas desainer dari Malang dan Banyuwangi.

Sekretaris Dinas Lingkungan Hidup, Mohammad Solekhudin mengatakan, dengan adanya kegiatan ini di harapkan para peserta bisa memahami dan lebih terarah terhadap desain baju yang akan di tampilkannya nanti.

“Di harapkan pula, kegiatan Green and Recycle Fashion Week di tahun 2018 ini akan jauh lebih baik disbanding pelaksanaan tahun tahun sebelumnya,” ungkap Solekhudin.

Utamanya adalah pada hasil karya rancangan para peserta, sesuai dengan tema yang di tetapkan yaitu Beautiful Trash. Dimana, dalam penilaian nanti meliputi kriteria orisinalitas atau keaslian ide, karya dan keunikan. Juga kreativitas dan ketepatan yakni cara pengaplikasian pda desain baju, konsep dan inovasi desain.

“Penilaian lomba juga meliputi bahan yang di gunakan atau yang di utamakan adalah bahan bekas atau daur ulang dan bukan bahan baru. Yang di tetapkan adalah 80 persen sampah atau barang bekas dan 20 persennya adalah bahan lain,” papar Solekhudin.

Yang terpenting, dewan juri juga akan menilai performance atau penampilan serta make up peserta yang di sesuaikan dengan usianya.

Solekhudin menambahkan, untuk babak penyisihan kegiatan Green and Recycle Fashion Week tahun ini akan di gelar di area kantor Dinas Lingkungan Hidup Banyuwangi, Jum’at (13/3). Sementara untuk grand finalnya di laksanakan di area pantai cacalan, Sabtu (24/3).

Lebih lanjut Solekhudin menambahkan, tujuan dan manfaat dari di laksanakannya kegiatan ini adalah untuk memberikan nilai tambah pada penanganan sampah sehingga menjadi kegiatan yang menanamkan kepedulian terhadap lingkungan. Juga mengurangi Global Warning atau pemanasan global.

“Serta menghemat sumber daya alam dan sebagai sarana edukasi masyarakat tentang pemanfataan kembali sampah sehingga mempunyai nilai seni dan menghasilkan produk baru yang kreatif, inovatif, menarik dan bernilai jual,” pungkas Solekhudin.

 

 

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *