radiovisfm.com, Banyuwangi – Dua pemuda jebolan SD dan SMP di tangkap Satreskoba Polres Banyuwangi di lokasi yang berbeda, saat hendak mengedarkan pil koplo.

Awalnya, kepolisian menangkap Muhammad Nur Ramdani (20) warga Dusun Karangrejo RT 02 RW 02 Desa Karangsari Kecamatan Sempu Banyuwangi, di sebuah rumah kontrakan di kawasan Dusun Krajan RT 06 RW 05 Desa Genteng Kecamatan Genteng. Dari tangan pemuda lulusan SMP tersebut, kepolisian mengamankan barang bukti 50 butir pil jenis Trihexyhpenydil, 1 unit ponsel dan uang tunai sebesar Rp 29.000.

Satreskoba pun melakukan pengembangan penyidikan, hingga berhasil menangkap Agus Wantoro (24) warga Dusun Pecemengan RT 02 RW 03 Desa Blimbingsari Kecamatan Blimbingsari.

Pemuda yang hanya tamatan SD tersebut di tangkap kepolisian di jalan raya sempu tepatnya di depan Bakso Mopet masuk Desa Jambewangi Kecamatan Sempu Banyuwangi, saat hendak mengedarkan pil koplo.

Dari tangan tersangka, kepolisian berhasil mengamankan barang bukti 100 butir pil jenis Trihexyphenidyl yang di kemas dalam 10 plastik klip, dan 1 unit ponsel.

Kasat Narkoba Polres Banyuwangi, AKP Muh.Indra Najib melalui KBO Narkoba, Iptu Suryono Bhakti mengatakan, kedua tersangka tersebut bukan merupakan satu jaringan, namun adalah jaringan yang terputus.

“Kepolisian terus lakukan pengembangan penyidikan untuk mengungkap pemasok dari obat obatan sediaan farmasi kepada kedua tersangka,” ujar Iptu Suryono.

Dia mengaku, penangkapan ini di lakukan kepolisian setelah mendapat laporan dari masyarakat mengenai peredaran pil koplo di wilayah Kecamatan Sempu dan Kecamatan Genteng.

“Setelah di lakukan pengembangan penyidikan, Satreskoba pun menemukan identitas kedua pelaku hingga di lakukan penangkapan,” tutur Iptu Suryono.

Iptu Suryono menambahkan, kini kedua tersangka beserta barang buktinya di amankan di Mapolres Banyuwangi guna penyidikan lebih lanjut.

Atas semua perbuatannya, kedua tersangka di jerat pasal 197 subsider pasal 196 UU RI nomor 36 tahun 2009 tentang kesehatan, dengan ancaman hukuman maksimal 5 tahun penjara.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *