radiovisfm.com, Banyuwangi – Bupati Banyuwangi Abdullah Azwar Anas siap cuti kerja untuk menjadi Juru Kampanye (Jurkam) Pilkada Jawa Timur.

Hal ini di lakukan orang nomer satu pada jajaran Pemkab Banyuwangi tersebut, di saat ada pasangan calon yang datang dan memintanya untuk ikut serta dalam kampanye politiknya.

“Tentu pasangan Calon Gubernur dan Wakil Gubernur nomor 2 yang akan saya ikuti dalam Jurkam,” ungkap Bupati Anas.

Yang di maksud adalah pasangan Syaifullah Yusuf dan Puti Guntur Soekarno Putri.

Dia beralasan, karena pasangan calon tersebut di nilai akan melanjutkan visi dan misi yang di buat oleh dirinya saat masih pencalonan dulu.

“Diantaranya adalah program Smart Kampung dan Seribu Desa Wisata,” ujarnya.

Bupati Anas mengatakan, itu adalah gagasan dirinya saat pencalonan karena pembangunan harus di bangun dari desa serta program Smart Kampung menjadi pilihan untuk memudahkan masyarakat Jawa Timur di dalam kepengurusan surat surat administrasi.

“Rupanya pasangan calon nomor urut 2 akan mendefinisikan lebih detail tentang program Smart Kampung seperti apa yang sudah di lakukan oleh Pemkab Banyuwangi,” tutur Bupati Anas.

Bahkan, pasangan calon tersebut juga mengaku akan mengerjakan pelayanan public berbasis Mal yang mengintegrasikan semua pelayanan masyarakat.

Meski demikian, Bupati Anas mengaku belum bisa memastikan waktu cutinya untuk menjadi Jurkam Syaifullah Yusuf yang sebelumnya menjadi kandidat bersama dirinya dalam bursa Pilkada Jawa Timur tersebut.

“Program digitalisasi untuk warga miskin yang telah di gulirkan Pemkab Banyuwangi, seperti Jalin Kasih, kini mulai di tiru oleh sejumlah pemerintah daerah dan itu di jadikan sebagai bahan kampanye oleh pasangan calon yang lain,” kata Bupati Anas.

“Itu ditiru Kabupaten Trenggalek, tapi namanya tengok bawah dot com. Persis dengan milik Pemkab Banyuwangi,” ujar Bupati Anas.

Sebelumnya, pada Sabtu (6/1) lalu, Abdullah Azwar Anas resmi mengundurkan diri dalam pencalonannya sebagai Wakil Gubernur Jawa Timur berpasangan dengan Calon Gubernur Jawa Timur, Syaifullah Yusuf yang di usung oleh PDI Perjuangan dan PKB. Keputusan ini di ambil lantaran adanya pembunuhan karakter terhadap dirinya melalui foto syur mirip dirinya yang beredar, dan itu untuk menghormati para kiai, pendukung, dan partai penyokongnya agar dirinya tidak menjadi beban.

“Alasan kedua, saya tidak ingin mencederai pilgub Jawa Timur yang seharusnya menjadi momen pertarungan ide, gagasan, dan program,” kata Bupati Anas waktu itu.

Karena itu, pilihannya mundur cukup tepat agar pemilihan kepala daerah idapat lebih mencerdaskan bagi publik.

Bahkan saat itu, sejumlah ulama yang mendukung pencalonan Syaifullah dalam Pilkada Jatim 2018 mengaku mengembalikan persoalan foto calon Wakil Gubernur Jawa Timur pendampingnya, Abdullah Azwar Anas kepada PDIP sebagai partai politik pengusung.

Karena para kiai sudah bersepakat dalam menyikapi kasus ini dengan mengembalikan Anas ke PDIP.

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *