radiovisfm.com, Banyuwangi – Palang Merah Indonesia (PMI) Banyuwangi bersama Dinas Kesehatan kembali menggelar pemeriksaan mata dan operasi katarak gratis bagi masyarakat Banyuwangi.

Kegiatan ini hasil kerja sama dengan Yayasan Kemanusiaan Indonesia (YKI) The John Fawcett Foundation, yang di gelar selama empat hari Rabu hingga Sabtu (21- 24/3) di gedung PMI Cabang Banyuwangi.

Disini, masyarakat yang telah mendaftar akan diperiksa secara bergiliran. Mulai dari gangguan mata minus, plus atau silinder, operasi katarak, hingga pemasangan bola mata palsu (protase). Kegiatan yang sudah ke enam kalinya ini, di sambut antusias oleh sekitar 2000 warga kurang mampu yang mengikuti program tersebut.

Bupati Banyuwangi Abdullah Azwar Anas yang membuka acara tersebut menyatakan apresiasi yang tinggi kepada PMI dan Yayasan John Fawcett yang kontinyu menggelar aksi sosial ini.

“Bagi kami ini adalah sinergi yang positif untuk membantu meningkatkan derajat kesehatan warga, terutama warga kurang mampu. Selain itu, juga sebagai sinergi yang nyata untuk membantu pembangunan di bidang kesehatan,” papar Bupati Anas.

Warga yang tertarik program ini, sebelumnya telah discreening di puskesmas, selanjutnya baru diambil tindakan di sini.

Dalam kesempatan itu, Bupati Anas tampak menyapa dan memberikan semangat kepada pasien yang akan melakukan pemasangan bola mata palsu.

Salah satunya, Lutfiana (9), gadis kecil yang tidak memiliki bola mata sebelah kanan sejak lahir. Selama ini, siswi kelas 3 SDN Blimbingsari 1 ini hanya melihat dari bola mata sebelah kirinya saja.

Kepala Dinas Kesehatan Banyuwangi, Widji Lestariono mengatakan, jumlah peserta yang mengikuti kegiatan ini di nilai sudah terpenuhi sesuai dengan yang ditargetkan yakni 2000 orang.

“Jumlah ini merupakan penjaringan melalui pendaftaran di 45 puskesmas yang tersebar di seluruh kecamatan di Banyuwangi,” ujar Kepala Dinas yang biasa di sapa Dokter Rio tersebut.

Dia mengaku sangat mengharapkan kegiatan ini terus di laksanakan, untuk bisa mengangkat kesehatan mata masyarakat menjadi lebih berkwalitas.

“Katarak merupakan penyakit yang paling menjadi atensi bagi masyarakat, karena kebutaan itu separuhnya atau sekitar 50 persennya di sebabkan karena penyakit katarak,” pungkas dokter Rio.

Sementara itu, Senior Project Manager YKI The John Fawcett Foundation, Nyoman Wardana merinci ada 200 warga yang mendaftar operasi katarak, 20 pemasangan bola mata, sisanya pemeriksaan mata dan pembagian kaca mata gratis.

Untuk pemeriksaan mata ini dilaksanakan selama empat hari. Hari pertama dan kedua sebanyak 750 pasien, hari ketiga 500 pasien dan hari keempat akan dilakukan pemeriksaan keliling di sekolah-sekolah.

“Selama pengobatan ini,kami membawa 5 dokter spesialis mata dan 25 tenaga medis,” ungkap Nyoman.

Untuk operasi katarak dilakukan di dalam 2 bus klinik yang disediakan YKI, dengan waktu antara 7 – 12 menit.

“Untuk pemasangan bola mata, membutuhkan waktu agak lama, karena bola mata tidak bisa langsung di pasang. Diukur terlebih dahulu baru nanti dibuatkan dan dipasangkan,” papar Nyoman.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *