radiovisfm.com, Banyuwangi – Pemkab Banyuwangi menggelar kompetisi usaha rintisan agribisnis (Agribusiness Startup Competition) untuk mendorong anak muda menekuni bisnis pertanian.

Kompetisi terdiri atas dua kategori, yaitu kategori usaha rintisan yang sudah mulai berjalan dan kategori business plan.

Bupati Banyuwangi Abdullah Azwar Anas mengatakan, ajang ini digelar untuk mengajak sebanyak mungkin kalangan, terutama kaum muda, terjun ke bisnis pertanian yang mempunyai nilai tambah.

“Diharapkan anak muda tidak selalu berkeinginan untuk menjadi pegawai bank atau PNS. Karena ada sector pertanian yang menghasilkan banyak uang, misalnya nilai tambah padi, kopi, hortikultura, peternakan dan sebagainya,” papar Bupati Anas.

Dia menjelaskan, ajang ini memperebutkan hadiah modal kerja Rp100 juta.

“Ini kompetisi pertama, yang selanjutnya dievaluasi nantinya, dan ke depan akan melibatkan perbankan untuk ikut langsung memberi hadiah dan pinjaman bagi pemenang, ditambah hadiah modal yang lebih besar dari pemerintah daerah,” ujar Bupati Anas.

Selain modal kerja, para peserta terseleksi bakal mendapat pelatihan dari para mentor dan praktisi bisnis pertanian. Di antaranya pelatihan kewirausahaan, manajemen keuangan, dan pemasaran.

Bupati Anas mengaku, nantinya peserta terseleksi diajak mentoring dengan di hadirkan pengusaha pertanian sukses nasional agar kisah sukses itu bisa memotivasi anak muda Banyuwangi. Juga ada pelatihan manajemen keuangan dan pemasaran, termasuk desain kemasan dan sejenisnya.

“Sehingga, yang sudah mempunyai usaha bisa semakin bersaing. Dan yang masih merencanakan usaha, bisa lebih terarah.,” pungkas Bupati Anas.

Kepala Dinas Pertanian Banyuwangi, Arief Setiawan menambahkan, para peserta bisa mengikuti ajang ini dengan mendaftar melalui website Pemkab Banyuwangi, banyuwangikab.go.id/agribusiness. Dan persyaratan detil telah dipublikasikan melalui media sosial.

“Para peserta diwajibkan memberi gambaran dampak positif bisnis yang dikembangkannya,” ungkap Arief.

Misalnya, berapa jumlah tenaga kerja yang terserap dan persebaran manfaatnya bagi warga. Khusus kategori business plan harus membuat proposal perencanaan bisnisnya, sehingga akan dinilai sejauh mana proposal tersebut dapat diterapkan.

Arief mengajak sebanyak mungkin warga Banyuwangi, khususnya kaum muda, untuk menggarap potensi bisnis pertanian.

“Banyuwangi mempunyai banyak potensi, mulai tanaman pangan seperti padi, beragam buah dan sayur, serta berbagai hewan ternak,” kata Arief.

“Para peserta di persilahkan untuk berkreasi membuat berbagai bisnis olahan seperti dari lele, kambing, ayam, olahan sayur, olahan buah, olahan beras dan sebagainya,” pungkasnya.

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *