radiovisfm.com, Banyuwangi – Balai Besar Konservasi Sumber Daya Alam (KSDA) Jawa Timur menerima penyerahan satwa dilindungi dari seorang warga, yaitu seekor burung nuri kepala hitam berparuh bengkok.

Hewan berjenis kelamin jantan tersebut milik Agus warga jalan Anggrek gang III Desa Patokan Kecamatan Situbondo Kabupaten Situbondo.

Kepala Seksi Wilayah 5 BKSDA III Jawa Timur, Sumpena mengatakan, menurut pengakuan si pemilik, burung tersebut didapatkan dari pemberian seseorang lalu di rawat hingga beberapa bulan.

“Setelah melihat adanya papan pengumuman melalui baliho yang di pasang pihak BKSDA di berbagai lokasi terkait dengan pemaparan satwa dilindungi, si pemilik satwa itupun dengan rela memberikannya tanpa meminta imbalan apapun,” ungkap Sumpena.

Pasalnya, berdasarkan UU nomor 5 tahun 1990 tentang KSDAH dan Ekosistemnya dan PP nomor 7 tahun 1999 tentang pengawetan jenis tumbuhan dan satwa liar, maka jika menemukan satwa di lindungi harus di kembalikan kepada negara.

Namun apabila menyembunyikan atau merawat secara diam diam, maka akan di kenakan sangsi hukuman 5 tahun penjara dan denda Rp 100.000.000.

“Selanjutnya, kami menitipkan satwa itu kepada Lembaga Konservasi (Taman Satwa) Mirah Fantasia Banyuwangi untuk di rawat sementara hingga batas waktu yang di tentukan, setelah nantinya di kembalikan ke habitatnya,” papar Sumpena.

“Karena habitat dari jenis burung nuri kepala hitam paruh bengkok itu, ada di wilayah Indonesia timur,” imbuhnya.

Meski demikian kata Sumpena, burung tersebut masih membutuhkan proses adaptasi sebelum di lepas liarkan, karena selama ini sudah terbiasa makan dan minum di siapkan oleh si pemiliknya.

“Dengan keberadaannya di Lembaga Konservasi, burung nuri itu di harapkan bisa mandiri,” tutur Sumpena.

Lebih lanjut Sumpena mengatakan, selama ini pihaknya terus gencar melakukan penyuluhan dengan pemasangan baliho dan papan pengumunan mengenai berbagai jenis satwa yang di lindungi Undang Undang.

“Jika ada masyarakat yang memiliki salah satu dari jenis satwa yang di maksud, di harapkan bisa mengembalikan kepada pihak terkait, dalam hal ini BKSDA,” pungkas Sumpena.

 

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *