Reporter          : Ilex Vis

Radiovisfm.com, Banyuwangi – Untuk mengenang jasa para mantan Bupati Banyuwangi terdahulu, Bupati Abdullah Azwar Anas menggelar do’a bersama di Pendopo Sabha Swagatha Blambangan, Jum’at (13/4).

Para Bupati yang didoakan adalah bupati yang memerintah Banyuwangi sejak zaman Indonesia merdeka. Mulai dari almarhum Raden Oesman Soemodinoto yang memimpin Banyuwangi mulai tahun 1942-1947, Raden Soegito Noto Soegito tahun 1955-1965, Letnan Purnawirawan Djoko Supa’at tahun 1966-1978, Susilo Soehartono tahun 1978-1983, Djoko Wasito tahun 1983-1988, Harwin Wasisto tahun 1989-1992 dan almarhum Samsul Hadi yang memimpin Banyuwangi ditahun 2000-2005. Juga mantan Bupati Ratna Ani Lestari yang berkuasa sejak tahun 2005-2010.

“Ini adalah cara pemerintah daerah di dalam menghormati orang-orang yang telah berjasa bagi Banyuwangi. Karena saat ini, hanya doalah yang bisa dikirimkan untuk mereka,” ungkap Bupati Anas.

“Bagi yang sudah wafat, semoga amal ibadah almarhum diterima disisi Allah SWT dan diterima segala amal ibadahnya. Sementara kepada mantan Bupati Ratna Ani Lestari, semoga selalu dalam lindungan Allah swt,” ujar Bupati Anas saat memulai do’anya.

Bupati Anas mengatakan, mengirimkan doa bagi para Bupati pendahulu adalah tradisi yang telah dilakukannya sejak awal menjabat. Karena menurutnya, semua Bupati terdahulu dinilai menjadi bagian yang tidak bisa dipisahkan dari segala kemajuan Banyuwangi.

“Saat ini kata Bupati Anas, Pemkab Banyuwangi tengah menyiapkan peraturan bupati (perbup) keprotokalan untuk para mantan Bupati, sebagai salah satu cara menghormati keluarga mereka,” kata Bupati Anas.

Sehingga, minimal saat acara-acara tertentu keluarga mantan Bupati mendapatkan pelayanan protokoler. Misalnya Kepada keluarga mantan bupati Samsul Hadi juga memberikan pelayanan keprotokolan ketika dibutuhkan. Bahkan, kepada mantan Bupati Ratna Ani Lestari yang sekarang ada di dalam tahanan lapas di Malang, Bupati Anas juga masih berkomunikasi. Hal ini untuk menyambungkan semangat.

Sementara itu acara doa berama tersebut turut dihadiri pengurus Nahdatul Ulama Banyuwangi. Terkait menjelang pelaksanaan konferensi cabang NU pada 21 April mendatang, Bupati Anas berpesan agar para kader NU tetap solid.

“Siapapun ketua yang terpilih nantinya, NU diharapkan harus tetap solid,” tutur Bupati Anas.

Pasalnya, soliditas Nahdlatul Ulama akan berpengaruh pada kondusivitas Banyuwangi. Karena selama ini, NU telah menjadi salah satu mitra strategis pemerintah daerah dalam berbagai sektor.

“Selama ini, sinergitas antara NU dengan Pemda telah berjalan baik. Ini, penting untuk terus dijaga,” kata Bupati Anas.

Pihaknya ingin terus bersama-sama untuk membangun Banyuwangi bersama dengan NU. Permohonan Bupati Anas tersebut, diamini oleh Rais Syuriyah PCNU Banyuwangi KH. Hisyam Syafaat yang ikut hadir dalam pertemuan tersebut.

“Semua kandidat yang akan mencalonkan menjadi ketua NU, untuk bersaing dengan baik dan sehat,” pungkas Bupati Anas.

Pertemuan tersebut dihadiri oleh jajaran syuriyah dan tanfidziyah PCNU Banyuwangi. Juga diikuti oleh Rais Syuriyah dan Ketua Tanfidziyah MWC NU se-Kabupaten Banyuwangi. Para kiai yang hadir antara lain KH. Ali Masykur, KH. Zainullah Marwan, KH. Ali Makki Zaini, KH. Ahmad Shiddiq, dan beberapa kiai lainnya.

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *