Reporter          : Ilex Vis

Radiovisfm.com, Banyuwangi – Pemerintah Daerah berharap Palang Merah Indonesia (PMI) ikut serta mengatasi problem kemiskinan di Banyuwangi. Keberadaan PMI dinilai sangat penting sebagai cara mengkonsolidasi kepedulian social yang di galang melalui PMI itu sendiri utamanya di wilayah Banyuwangi.

Hal ini disampaikan Bupati Abdullah Azwar Anas saat memberikan sambutan singkatnya pada Pelantikan Dewan Kehormatan dan Pengurus PMI Kabupaten Banyuwangi masa bhakti 2018-2023 di Pendopo Sabha Swagatha Blambangan, Kamis (26/4).

“Ke depan tidak hanya Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Banyuwangi saja yang terlibat dalam mengatasi permasalahan warga miskin, tapi PMI cabang Banyuwangi juga ikut serta melakukan langkah cepat terhadap temuan masyarakat sakit yang tidak bisa berobat maupun warga miskin yang tidak bisa teratasi perekonomiannya tanpa menggunakan APBD,” papar Bupati Anas.

Dia mengaku, saat ini pemerintah daerah telah melakukan berbagai upaya untuk mengatasi problem kemiskinan dengan melibatkan 217 tenaga kesehatan, 45 puskesmas dan 2 RSUD yang telah menangani 316 pasien miskin yang tidak bisa berobat namun di lakukan perawatan di rumahnya masing masing.

“Jika ke depannya PMI bisa bersinergi dengan Baznas, maka ini akan jauh lebih sempurna dalam mengatasi persoalan warga miskin dengan cepat, tanpa harus saling menguatkan Ego Sektoral masing masing namun saling mensinergikan antar sector,” ujar Bupati Anas.

Bupati Anas juga berharap, PMI Banyuwangi memiliki aplikasi sederhana seperti yang dimiliki pemerintah daerah, untuk bisa mengintegrasikan layanan dan keluhan public yang bisa di atasi dengan cepat.

Sementara itu, menanggapi permintaan Bupati Anas tersebut, Ketua PMI Cabang Banyuwangi, Mufti Aimah Nurul Anam mengatakan, kolaborasi dengan semua pihak termasuk dengan Pemerintah Daerah ke depan akan lebih di optimalkan. Seperti terlibat dalam program Rantang Kasih, yakni ikut serta memberikan makanan kepada warga miskin lanjut usia yang tinggal sendiri ataupun tinggal di lahan milik orang lain.

“Selama ini PMI sudah berklobarosi dengan pihak swasta memberikan berbagai pelatihan kewirausahaan di semua kecamatan. Dan ke depan akan dicoba untuk di lakukan di setiap desa,” papar Mufti.

Mufti mengaku, pelatihan ini di lakukan PMI bersama Kadin dan Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (HIPMI) Jawa Timur.

Dalam Pelantikan Dewan Kehormatan dan Pengurus PMI Kabupaten Banyuwangi masa bhakti 2018-2023 ini juga dihadiri Ketua PMI Propinsi Jawa Timur, Imam Mutomo yang merupakan mantan Gubernur Jawa Timur.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *