Reporter          : Ilex Vis

radiovisfm.com, Banyuwangi – Institutr Pertanian Bogor (ITB) mengajak Pemkab Banyuwangi melakukan kerja sama di bidang pertanian, menyusul Banyuwangi di kenal sebagai daerah yang memiliki potensi di dunia pertanian.

Saat mengunjungi Banyuwangi, Rektor IPB Dr Arif Satria mengatakan, pihaknya ingin menjadikan Banyuwangi sebagai laboratorium pertanian dan ketahanan pangan.

“Harapannya di Banyuwangi akan muncul inovasi-inovasi di bidang pertanian, perikanan, dan ketahanan pangan. Rombongan akademisi IPB ini berada di Banyuwangi selama tiga hari,” papar Arif.

Arif mengaku, IPB memiliki tekad untuk pengembangan smart farming karena itu pihaknya membutuhkan mitra daerah yang memiliki satu visi seperti Banyuwangi.

Banyuwangi dinilai sangat potensial karena memiliki visi yang sama, yakni meninggalkan yang konvensional dan beralih ke cara-cara modern.

“Selama ini, IPB telah memberikan banyak inovasi pertanian bagi Indonesia,” ungkap Arif.

Bahkan setiap tahun, dari total 100 inovasi yang mendapat penghargaan dari pemerintah Indonesia 40 persen berasal dari IPB. Arif menjelaskan, pihaknya menjajaki terlebih dahulu apa yang dibutuhkan dan apa yang bisa dikembangkan di Banyuwangi.

“Saat ini pendekatan pertanian, perikanan, dan pendidikan tidak seperti sebelumnya, kini sudah mengalami banyak revolusi yang sangat cepat,” ungkapnya.

Arif mengakui telah banyak mendengar kemajuan-kemajuan Banyuwangi termasuk di bidang pertanian. Seperti pengembangan varietas beras organik, berbagai jenis durian, bawang putih, dan varietas pertanian lainnya.

“Ini akan menjadi kerja sama yang saling menguntungkan. Kami juga ingin mengembangkan inovasi pertanian yang telah dikembangkan di Banyuwangi, misalnya seperti varietas padi IPB 3S, dan lainnya,” kata Arif.

Varietas yang dikembangkan memiliki produktivitas yang tinggi. Satu hektar lahan yang biasanya menghasilkan 7 – 8 ton, namun dengan varietas IPB 3S bisa menghasilkan 11 ton padi. Selain itu kerja sama juga bisa dilakukan dalam bentuk akademis. IPB saat ini telah membuka kampus di Sukabumi dan hal serupa juga bisa dilakukan di Banyuwangi. “Kami tidak menutup kemungkinan mengenai itu. Bisa juga mengembangkan sekolah vokasi di Banyuwangi yang sesuai dengan kebutuhan daerah. Misalnya program studi durian, buah naga, dan lainnya, yang bisa meningkatkan produksi pertanian daerah,” pungkas Arif.

Bupati Banyuwangi Abdullah Azwar Anas menyambut baik rencana kerja sama ini. Dia berharap kerjasama tersebut bisa memperkuat sayap sektor pertanian dan perikanan di tengah pesatnya perkembangan pariwisata Banyuwangi.

“Kami inginkan keduanya bisa jalan bareng. Pariwisata tumbuh dan sektor pangan tetap kuat, tapi tentu tantangannya tidak mudah,” papar Bupati Anas.

Bupati Anas mengaku percaya IPB yang memang expert di sektor pertanian akan membantu mengantisipasi tantangan di sektor pertanian dan perikanan, utamanya budidaya ikan air tawar.

“IPB telah terbukti memiliki banyak inovasi di bidang pertanian, perikanan, dan ketahanan pangan,” tutur Bupati Anas.

Oleh karena itulah, pihaknya akan meniindak lanjuti dengan datang ke IPB untuk merumuskan bentuk kerja samanya. Karena banyak hal yang bisa dilakukan bersama IPB.

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *