Reporter          : Ilex Vis

Radiovisfm.com, Banyuwangi – Pemkab Banyuwangi mendapat penghargaan Pembangunan Daerah Terbaik dari Pemerintah Pusat.

Penghargaan yang sebelumnya dikenal dengan Anugerah Pangripta Nusantara ini diberikan Presiden Joko Widodo kepada Bupati Banyuwangi Abdullah Azwar Anas pada acara pembukaan Musyawarah Perencanaan Pembangunan Nasional Rencana Kerja Pemerintah 2019 di Jakarta, Senin (30/4).

Penghargaan ini diberikan karena Banyuwangi dinilai berprestasi dalam perencanaan dan pencapaian pembangunan.

Bupati Anas menyatakan berterima kasih atas apresiasi dari pemerintah pusat kepada Banyuwangi. Menurutnya, dukungan pemerintah pusat terhadap inovasi daerah dinilai sangat kuat, sehingga memotivasi Banyuwangi untuk terus berbenah dan berupaya menghasilkan kinerja yang terukur dalam membangun daerah sesuai program Nawacita Presiden Jokowi.

“Banyuwangi mendapatkan penilaian terbaik berdasarkan beberapa aspek penilaian,” ungkap Bupati Anas.

Salah satunya, adalah analisis teknokratis Banyuwangi untuk perencanaan program dinilai baik, khususnya dalam menyusun pagu indikatif untuk kecamatan.

“Pada tahap awal, kami menyusun kuadran yang membagi wilayah kecamatan menurut tingkat pendidikan, kesehatan, dan perekonomian hingga terlihat kecamatan mana yang tertinggal atau lebih maju dari lainnya,” papar Bupati Anas.

Dari kuadran tersebut, lanjut Bupati Anas, anggaran lantas dialokasikan menyesuaikan kondisi di setiap kecamatan. Untuk kecamatan dengan skor rendah, maka anggaran akan digelontor ke arah sana sehingga tidak semua kecamatan dipukul rata anggarannya. “Kuadran itulah yang menjadi acuan kami untuk menetapkan pagu anggaran di setiap kecamatan,” tutur Bupati Anas.

Misalnya Kecamatan Wongsorejo yang sebelumnya berada di kuadran empat atau rendah, sekarang sudah naik ke kuadran yang lebih tinggi karena semua program difokuskan kesana. Mulai pendidikan, kesehatan, hingga sektor pertanian.

“Selain itu, sejumlah inovasi pembangunan daerah yang dikerjakan juga menjadi tambahan poin tersendiri dalam penilaian,” kata Bupati Anas.

Mulai dari program Rantang Kasih yang mendistribusikan makanan bergizi setiap hari ke warga lanjut usia, Garda Ampuh untuk anak putus sekolah, kolaborasi dengan Go-Jek menyediakan layanan antar obat untuk warga miskin, hingga Mal Pelayanan Publik yang pertama di Indonesia yang dibangun oleh pemerintah kabupaten.

Bupati Anas menjelaskan, semua inovasi yang dinilai adalah inovasi yang mengarah pada upaya mewujudkan kesejahteraan masyarakat, kemudahan pelayanan publik, hingga inovasi yang berupaya meningkatkan daya saing daerah.

“Di bidang daya saing yang dinilai adalah ikhtiar membangun terminal wisata terpadu dan pembangunan bandara yang mengangkat kearifan local,” pungkas Bupati Anas.

Kepala Badan Perencanaan dan Pembangunan Daerah (Bappeda) Banyuwangi Suyanto Waspotondo menambahkan, semua sistem pembangunan itu mampu menghasilkan sejumlah capaian.

Di antaranya kemiskinan yang melorot drastis ke level 8,6 persen dari sebelumnya selalu di atas dua digit. Pendapatan per kapita juga melonjak menjadi Rp41,46 juta pada 2016.

“Bukan hanya perencanannya yang bagus, tapi juga dicek capaian pembangunannya, serta apa dampaknya ke ekonomi masyarakat,” tutur Suyanto.

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *