Reporter          : Ilex Vis

radiovisfm.com, Banyuwangi – Hingga memasuki hari ketiga, Senin (30/4), pencarian dari tim gabungan terhadap siswa SMP 16 Malang yang menceburkan diri ke laut di perairan selat bali, belum membuahkan hasil karena terkendala cuaca buruk.

Siswa kelas 3 SMP 16 Malang tersebut di ketahui bernama Firdan (15). Pada Jum’at malam (27/4) lalu, dia bersama rombongan teman sekolahnya hendak berlibur ke pulau dewata Bali setelah selesai ujian nasional. Namun sekira pukul 00 Sabtu dini hari (28/4), korban di ketahui menceburkan diri ke laut dan hal itu di perkuat dengan keterangan sejumlah temannya yang melihat aksi nekat korban tersebut.

Kasat Polair Banyuwangi, AKP Subandi mengatakan, dalam pencarian ini melibatkan 6 personel Satpolair dan 5 orang dari tim Basarnas dengan menumpang perahu karet milik Basarnas.

“Pencarian di lakukan dengan menyisir di sepanjang perairan selat bali hingga ke arah selatan hampir mendekati pantai muncar,” ujar AKP Subandi.

Dia menjelaskan, setelah tidak menemukan hasil apapun, pencarian berpindah ke arah utara hingga mencapai kawasan Pulau Tabuhan.

“Tapi disini terjadi gelombang cukup tinggi dan angin kencang, sehingga perahu yang ditumpangi tim gabungan menjadi oleng,” ungkap AKP Subanid.

Akhirnya, mereka memutuskan untuk beristirahat dan merapat di dermaga Pelabuhan Tanjung Wangi Banyuwangi.

Kasat Polair menjelaskan, dari upaya pencarian yang belum membuahkan hasil ini, nantinya pihaknya bersama tim Basarnas akan melakukan evaluasi apakah pencarian cukup di lakukan hingga di hari ketiga ini ataukah dilanjutkan sampai 7 hari ke depan. “Dari aturan yang ada, batas maksimal pencarian korban tenggelam dilakukan hingga selama 7 hari. Tapi jika terkendala cuaca buruk seperti saat ini, pencarian dilakukan sesuai dengan kondisi di lapangan,” papar Kasat Polair.

Kasat Polair mengaku, selama ini yang menjadi kendala dalam setiap upaya pencarian korban tenggelam di perairan selat bali adalah arus yang cukup kuat.

“Kami prediksikan, posisi jenazah korban masih berada di bawah laut akibat pusaran arus,” pungkas AKP Subandi.

Sebelumnya, bus rombongan SMP 16 Malang tersebut berangkat dari dermaga MB II Pelabuhan Ketapang Banyuwangi pada Jum’at malam (27/4) sekira pukul 23.40 WIB dengan menumpang kapal KMP Karya Maritim 3 yang di nahkodai Senen dan dijadwalkan bersandar di dermaga MB II pelabuhan gilimanuk bali pada 20 menit kemudian.

Saat ditengah laut itulah, korban meloncat dari atas kapal yang di perkuat dengan keterangan 2 orang temannya, Remondus (16) dan Rafli (16) yang melihat tindakan nekat korban tersebut. Menurut mereka,korban sempat berdiri menyendiri dibagian relling kapal lalu keduanya meneriaki korban agar ikut bergabung dengan teman temannya. Namun teriakan kedua temannya itu tidak di perdulikan,hingga korban nekat menceburkan diri kelaut.

Mendapati incident ini, nahkoda kapal langsung mengelilingi lokasi jatuhnya korban namun tidak berhasil ditemukan karena minimnya penerangan.

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *