Home / Banyuwangi Hari Ini / Keluarga Tidak Ingin Jenazah Bomber Surabaya Dimakamkan Di Banyuwangi

Keluarga Tidak Ingin Jenazah Bomber Surabaya Dimakamkan Di Banyuwangi

Reporter          : Ilex Vis

radiovisfm.com, Banyuwangi – Pihak keluarga tidak menginginkan jenazah terduga teroris pengebom gereja di Surabaya di makamkan di kampung halamannya di Banyuwangi.

Jenazah tersebut adalah Puji Kuswati (43) yang merupakan anak ketiga dari empat bersaudara pasangan H Kusni dan Minarti Isfani warga Dusun Krajan RT 03 RW 16 Desa Tembokrejo Kecamatan Muncar Banyuwangi.

Puji pelaku bom bunuh diri yang melibatkan 2 anak perempuannya di Gereja Kristen Indonesia (GKI) Diponegoro Surabaya. Sementara, 2 anak laki lakinya juga pelaku bom bunuh diri di Gereja Santa Maria Tak Bertuan Surabaya. Sedangkan suaminya, Dita Priyanto (47) pelaku bom bunuh diri di Gereja Pantekosta Pusat Surabaya (GPPS) Arjuno.

Rusiyono, perwakilan keluarga Puji mengatakan, hingga saat ini kondisi orangtua pelaku masih syok mengetahui kabar anaknya merupakan pelaku terorisme, apalagi melibatkan keempat anaknya.

“Pihak keluarga menginginkan Puji bisa dimakamkan di Surabaya sesuai domisili tempat tinggalnya,” ujar Rusiyono.

Dia menjelaskan, hingga saat ini belum ada permintaan dari pihak keluarga agar jenazah Puji di makamkan di Banyuwangi, dengan alasan sudah tercatat sebagai warga Surabaya bersama suaminya.

Rusiyono juga mengaku terus menenangkan orang tua Puji yang masih syok.

“Hingga kini, pihak keluarga pun tidak menggelar pengajian meski mengetahui Puji telah meninggal dunia sebagai pelaku bom bunuh diri itu,” pungkas Rusiyono.

Kepala Desa Tembokrejo Kecamatan Muncar Banyuwangi, Sumarto mengatakan, Puji Kuswati pelaku bom bunuh diri di Surabaya tersebut tidak tercatat sebagai warganya, karena sejak usia 20 bulan di rawat oleh bibinya di Magetan dan selanjutnya menikah dengan suaminya di Surabaya.

“Pihak keluarga tidak menyetujui pernikahan Puji dengan suaminya itu dan keluarganya pun tidak mendatangi proses pernikahannya,” ungkap Sumarto.

Sejak menikah itulah sifat Puji menjadi tertutup terhadap keluarganya sehingga diantara mereka tidak pernah ada komunikasi. Oleh karena itulah, pihak keluarga mengaku kaget saat mendapati Puji teridentifikasi sebagai pelaku bom bunuh diri di Surabaya bersama suami dan ke empat anaknya.

“Hingga saat ini pemerintahan desa tidak mendapati adanya pernyataan dari pihak keluarga yang menolak jenazah Puji untuk di bawa pulang ke kampung halamannya,” tutur Sumarto.

Selain itu, dari keluarganya pun tidak menggelar pengajian atas kematian Puji tersebut.

Dita Priyanto bersama istrinya Puji Kuswati merupakan pelaku bom bunuh diri yang menyerang tiga Gereja di Surabaya pada Minggu pagi, (13/5). Kedua pelaku juga melibatkan keempat anaknya untuk menjadi pelaku boom bunuh diri.

 

About Ilex VIS

Ilex VIS, salah satu jurnalis Radio VIS FM dan Penyiar. Anda bisa mendengarkan suara khasnya dalam program radio informasi, seperti Bingkai Pagi dan Inti VIS FM.

Check Also

Dana Desa Meningkat, Menteri Desa : Gunakan Untuk Berdayakan Ekonomi Masyarakat

radiovisfm.com, Banyuwangi – Pemerintah Pusat meminta setiap desa menggunakan dana desanya untuk memberdayakan ekonomi dan …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *