Reporter          : Ilex Vis

radiovisfm.com, Banyuwangi – Kapal Labitra Adinda terbakar di perairan selat bali, saat hendak bersandar di dermaga LCM Pelabuhan Ketapang Banyuwangi, Kamis (17/5).

Kapal milik perusahaan pelayaran PT Karya Maritim Indonesia tersebut dinahkodai Singgih, di ketahui terbakar berjarak kurang lebih 200 meter dari bibir dermaga LCM. Kontan saja, sejumlah armada kapal yang berada di area setempat langsung memberikan pertolongan.

Salah satunya adalah kapal KMP Karya Maritim II yang mengevakuasi para penumpang satu persatu, untuk naik ke atas kapal.

Kasat Polair Banyuwangi, AKP Subandi mengatakan, kapal KMP Labitra Adinda tersebut berangkat dari Pelabuhan Gilimanuk Bali sekira pukul 14.00 WITA dengan membawa 18 orang penumpang serta 12 orang kru kapal. Sementara di dalam juga terdapat 5 unit kendaraan Truck Berat, 1 unit Kendaraan Kecil, 5 unit Knedaraan Truck Ringan dan 2 unit Sepeda Motor.

“Upaya evakuasi penumpang berlangsung cukup dramatis. Karena saat memindahkan para penumpang di kawasan perairan selat bali terjadi gelombang cukup tinggi mencapai 3 meter disertai angin kencang, yang menyebabkan evakuasi berjalan lama,” papar AKP Subandi.

Sementara itu, Basarnas dan Satpol Air juga menurunkan 2 unit perahu karet untuk mengevakuasi para kru kapal. Sedangkan kapal KMP Labitra Adinda ditarik oleh kapal KMP Karya Maritim II menuju ke area tepi pantai Bulusan Kecamatan Kalipuro untuk di lakukan pemadaman api.

“Dari kesaksian sejumlah penumpang, di duga api berasal dari dek belakang kapal. Dan kobaran api semakin membesar akibat angin bertiup cukup kencang,” ungkap AKP Subandi.

Sebanyak10 unit mobil pemadam kebakaran diturunkan ke lokasi untuk memadamkan api, namun pemadaman berlangsung cukup lama.

Meski demikian, Kasat Polair mengaku belum bisa memastikan penyebab terjadinya kebakaran kapal KMP Labitra Adinda tersebut karena menunggu hasil penyidikan pihak Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT).

Setelah berhasil dievakuasi, seluruh penumpang kapal di arahkan ke area bagian belakang Hotel Banyuwangi Beach guna di lakukan pendataan sekaligus mengembalikan kondisi kejiwaan mereka. Pasalnya, dari beberapa orang penumpang terlihat shock pasca mengalami incident tersebut.

 

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *