Home / Banyuwangi Hari Ini / Ratusan Anak Muda Banyuwangi Ramaikan Agribusiness Startip Competition

Ratusan Anak Muda Banyuwangi Ramaikan Agribusiness Startip Competition

Reporter          : Ilex Vis

radiovisfm.com, Banyuwangi – Sebanyak 140 tim tercatat meramaikan kompetisi usaha rintisan agribisnis (Agribusiness Startup Competition) yang digelar Pemkab Banyuwangi.

Kompetisi yang didedikasikan khusus untuk anak muda agar terjun ke bisnis pertanian itu ternyata mendapat sambutan luar biasa.

Kepala Dinas Pertanian Banyuwangi, Arief Setiawan mengaku tidak menyangka, ternyata banyak anak muda yang ingin dan sedang menggeluti bisnis pertanian.

“Ini terbukti dari banyaknya peserta yang mendaftar secara online,” ujar Arief.

Banyuwangi Agribusiness Startup Competition terdiri atas dua kategori, yaitu business plan (perencanaan bisnis) dan bisnis rintisan yang sudah berjalan.

Sebanyak 140 tim peserta itu terdiri atas 33 tim untuk bisnis rintisan yang sudah berjalan, dan 107 peserta mengajukan business plan.

“Dan dari ke 140 tim itu, sekitar 90 persennya berasal dari Banyuwangi sedangkan sisanya datang dari luar daerah dan ada pula yang bekerja sama dengan Institut Tekhnologi Bandung (ITB). Mereka berebut hadiah modal kerja Rp100 juta,” papar Arief.

Arief menambahkan, para peserta mengajukan diri untuk pengembangan usaha pertanian, seperti pupuk organik cair, produk olahan buah, aplikasi pertanian, hingga pengolahan peternakan dan perikanan.

“Saat ini telah masuk sesi interview dan mempresentasikan usahanya kepada juri, mulai rencana usaha, strategi pengembangan usaha, omset, hingga pemasaran,” imbuhnya.

Setelah interview, tim juri akan melakukan survei lapangan. Tim juri mengecek usaha yang diajukan peserta, baik yang rintisan ataupun yang tengah dirancang.

Arief menjelaskan, bagi pemenang, selain mendapatkan modal kerja, mereka mendapatkan mentoring program dari pakar keuangan, pemasaran kreatif, dan praktisi usaha pertanian sukses.

“Untuk peserta lainnya, tetap mendapatkan pendampingan pengembangan usaha dari praktisi bisnis yang bermitra dengan Pemkab Banyuwangi,” tutur Arief.

Lebih lanjut Arief mengatakan, kegiatan ini awalnya merupakan ide dari Bupati Abdullah Azwar Anas atas laporan dari Dinas Pertanian bahwa, saat ini sebagian petani yang menggarap sawahnya berkurang hingga 70 persen.

Dari jumlah tersebut adalah petani yang sudah berusia tua, sedangkan anak muda yang berkeinginan untuk bertani tidak sampai 40 persen.

“Sehingga Kegiatan ini, di harapkan terlebih dahulu muncul usaha rintisan, baru terlibat di dalamnya untuk menggarap pertanian,” pungkas Arief.

Bupati Banyuwangi Abdullah Azwar Anas mengatakan, kompetisi ini digelar untuk mengajak kaum muda terjun ke bisnis pertanian. Karena menurutnya, tren anak muda yang mau bisnis pertanian dinilai semakin susut. Semuanya ingin menjadi pegawai bank atau wiraswasta di bidang nonpertanian.

“Lewat ajang ini pemerintah daerah menunjukkan bahwa sektor pertanian bisa menghasilkan banyak uang, misalnya dengan nilai tambah padi, kopi, hortikultura, dan sebagainya,” papar Bupati Anas.

Dia menambahkan, ini merupakan kompetisi pertama. Ke depan, Pemkab Banyuwangi akan melibatkan perbankan agar bisa ikut langsung memberi hadiah dan pinjaman bagi pemenang.

Sementara itu, jadwal presentasi dan seleksi peserta Agribusiness Startup Competition di gelar di 5 lokasi, yakni di BPP Bangorejo, Aula Dinas Pertanian, BPP Rogojampi, BPP Genteng dan BPP Muncar.

 

About Ilex VIS

Ilex VIS, salah satu jurnalis Radio VIS FM dan Penyiar. Anda bisa mendengarkan suara khasnya dalam program radio informasi, seperti Bingkai Pagi dan Inti VIS FM.

Check Also

Dana Desa Meningkat, Menteri Desa : Gunakan Untuk Berdayakan Ekonomi Masyarakat

radiovisfm.com, Banyuwangi – Pemerintah Pusat meminta setiap desa menggunakan dana desanya untuk memberdayakan ekonomi dan …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *