Reporter          : Ilex Vis

radiovisfm.com, Banyuwangi – Pemerintah Daerah menyatakan, masyarakat Banyuwangi satu suara di dalam menyikapi kasus teror bom yang terjadi di sejumlah daerah dalam beberapa hari terakhir ini.

Hal ini di sampaikan Wakil Bupati Banyuwangi, Yusuf Widiatmoko pada acara Dialog Memperkuat Persatuan dan Kesatuan Bangsa membangun Kebersamaan dalam Keberagaman Berbasis Kearifan Lokal di Kantor Pemkab Banyuwangi.

“Kami bersama komponen forpimda bertekad akan saling menjaga sambil tetap mewaspadai segala sesuatu yang berpotensi menimbulkan ekses negative,” tutur Wabup Yusuf.

Menurutnya, forpimda Banyuwangi dan para tokoh agama maupun masyarakat Banyuwangi sudah sepakat untuk tetap kompak dan solid menjaga kedamaian Banyuwangi di tengah pluralisme yang ada. Semua saling menjaga dan tetap mewaspadai segala sesuatu yang berpotensi menimbulkan hal negative.

“Banyuwangi merupakan daerah yang penduduknya terdiri atas beragam agama, suku dan budaya. Ini justru menguatkan Banyuwangi sebagai daerah yang menjunjung tinggi hak dan kebebasan beragama bagi pemeluknya,” papar Wabup Yusuf.

Ini terbukti Banyuwangi pernah meraih Harmony Award atau Anugerah Kerukunan Umat Beragama dari Kementerian Agama (Kemenag) tahun 2017.

Wabup Yusuf mengaku, penghargaan ini diberikan lantaran Banyuwangi dinilai mampu mewujudkan kerukunan antar umat beragama dan mampu mengelola perbedaan dengan bijak. Penduduk Banyuwangi yang mayoritas muslim justru mengayomi pemeluk agama lainnya. Dan forpimda mengaku akan terus mempertahankan hal ini.

“Banyuwangi sendiri dihuni oleh beragam umat beragama yang diakui pemerintah maupun aliran kepercayaan. Tapi Banyuwangi tetap dalam kondisi yang terjaga kondisifitas wilayahnya,” papar Wabup Yusuf.

Dia menambahkan, Kesbangpol mempunyai semua data jumlah penduduk beserta agama dan aliran kepercayaannya. Termasuk aktivitas yang mereka lakukan, namun selama ini dinilai tidak ada gesekan maupun adu domba yang terjadi.

“Semua pihak akan tetap meningkatkan pengawasan lebih intens, mengingat teroris ini telah menyebar di berbagai kota di Indonesia,” pungkas Wabup Yusuf.

Acara tersebut juga menghadirkan pembicara Asisten Deputi VI Kesatuan Bangsa Kementrian Koordinator Politik Hukum dan Hak Asasi Manusia (Kemenko Polhukam) Prof. Drs. Kusnaedi.

Kusnaedi mengatakan bangga dengan Banyuwangi karena dengan latar belakang suku budaya agama yang beragam bisa membentuk komunitas yang menjaga kesatuan persatuan bangsa.

“Ini adalah bentuk kearifan lokal yang telah teruji dalam menciptakan kerukunan dan persatuan serta bisa menjadi contoh bagi daerah-daerah lainnya,” ujar Kusnaedi.

Acara tersebut dihadiri Forum Pimpinan Daerah Banyuwangi dan Ketua Forum Kerukunan Antar Umat Beragama sekaligus ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) Banyuwangi Moh, Yamin dan Kepala Badan Kesbangpol Banyuwangi Wiyono.

 

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *