Reporter          : Ilex Vis

radiovisfm.com, Banyuwangi – Untuk menumbuhkan minat baca kepada masyarakat khususnya anak anak, PT Kereta Api Indonesia (KAI) menyalurkan bantuan Corporate Social Responbility (CSR) kepada taman baca pos kamling yang ada di area Perumahan Puri Brawijaya Permai Kelurahan Kebalenan Kecamatan Banyuwangi.

Bantuan CSR ini diserahkan langsung oleh Manager Humas PT KAI Daop 9 Jember, Luqman Arif kepada pengelola taman baca pos kamling, Eris Utomo.

“Bantuan ini kami berikan sebagai implementasi dari program kepedulian PT KAI kepada lingkungan sekitar, sekaligus mendukung program pemerintah dalam menumbuhkan minat baca khusunya kepada anak anak,” papar Luqman.

Pada kesempatan kali ini kata Luqman, pihaknya menyalurkan kepada taman baca pos kamling sebagai wujud dukungan PT KAI dalam menumbuh kembangkan minat baca. Luqman berharap, bantuan ini bisa dimanfaatkan untuk membangun sarana prasarana taman baca pos kamling tersebut.

“Misalnya, menambah display, koleksi buku juga fasilitas lainnya,” tutur Luqman.

Sesuai dengan namanya, taman baca pos kamling ini menempati dan memanfaatkan pos kamling sebagai sarana perpustakaan. Layaknya perpustakaan pada umumnya, taman baca pos kamling ini menyediakan bahan pustaka yang sangat berguna bagi pelaksanaan dan peningkatan proses belajar pada pendidikan non formal, guna memupuk ilmu pengetahuan, mengembangkan nilai nilai dalam masyarakat yang kreatif, disiplin dan bertanggung jawab.

Sementara itu, Pengelola taman baca pos kamling, Eris Utomo mengucapkan terima kasih terhadap PT KAI atas kepeduliannya yang telah membantu taman baca pos kamling untuk memasyarakatkan literasi, guna meningkatkan minat baca terutama kepada anak anak.

“Bantuan ini akan kami gunakan untuk membangun rumah baca yang berlokasi tepat di belakang pos kamling, yang selama ini menjadi jujukan warga berkumpul untuk membaca buku,” ungkap Eris.

Dia mengaku, rumah baca yang di bangun itu nantinya akan menjadi tempat yang nyaman bagi pengunjung. Pasalnya, selain desain yang mengacu pada rumah adat suku using, lokasinya juga di pinggir sungai sehingga suara gemericik air dinilai akan menambah suasana lebih nyaman.

“Tapi kami tidak akan meninggalkan pos kamling yang selama ini menjadi cikal bakal berdirinya taman baca masyarakat di lingkungan setempat itu,” pungkas Eris.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *