Reporter          : Ilex Vis

radiovisfm.com, Banyuwangi – Satreskoba Polres Banyuwangi berhasil mengungkap jaringan peredaran pil koplo antar kecamatan, dengan mengamankan 5 orang tersangka dan salah satunya adalah perempuan.

Awalnya, kepolisian menangkap Mafaza Zainul Fiqri warga Dusun Kertosari RT 01 RW 02 Desa Gombolirang Kecamatan Kabat di sebuah warung, tepat di pojokan sebelah selatan SMA Negeri 1 Rogojampi Dusun Gurit Desa Pengantigan Kecamatan Rogojampi. Dari tangan pemuda berusia 20 tahun tersebut di amankan barang bukti 20 butir pil jenis Trihexyphendiyl yang dibungkus dalam 2 plastik klip.

Kasat Narkoba Polres Banyuwangi, AKP Muh.Indra Najib mengatakan, penangkapan tersangka ini merupakan buntut dari saksi Doni Warisman yang sebelumnya ditangkap kepolisian, karena kedapatan membawa 10 butir pil Trihexyphenidyl yang di akuinya di beli dari tersangka Mafaza.

“Saat di tangkap, tersangka sedang menunggu pembelinya yang janjian di TKP,” ujar  Kasat Narkoba.

Kepada aparat kepolisian, tersangka Mafaza mengaku mendapatkan obat obatan sediaan farmasi tersebut dari seorang perempuan, yang disebut sebut bernama Widia Wati bertempat tinggal di Dusun Gurit Desa Pengantigan Kecamatan Rogojampi, yang baru saja lulus SMA.

“Sejumlah anggota tim Satreskoba pun bergerak menuju rumah perempuan berusia 18 tahun tersebut hingga berhasil di lakukan penangkapan terhadap tersangka,” tutur Kasat Narkoba.

Dari aksi ini, kepolisian mengamankan barang bukti 90 butir obat jenis Trihexyphenidyl, uang tunai Rp 20.000 dan 1 unit ponsel. Pengembangan penyidikan kepolisian tidak hanya sampai disini saja. Pasalnya, tersangka Widia mengaku mendapat pasokan obat obatan tersebut dari seorang temannya, Hendrianto (36).

“Kepolisian langsung bergerak menuju rumah laki laki yang hanya tamatan SMP tersebut, yang ada di kawasan Dusun Krajan RT 01 RW 01 Desa Singolatren Kecamatan Singojuruh Banyuwangi,” papar Kasat Narkoba.

Disini, petugas hanya mengamankan barang bukti uang tunai Rp 470.000 yang merupakan hasil penjualan pil koplo serta 1 unit ponsel.

Kasat Narkoba mengaku, kepolisian kembali mengungkap jaringan para tersangka tersebut dengan menangkap Ainul Fajar Hamami warga Dusun Krajan RT 02 RW 01 Desa Singolatren Kecamatan Singojuruh di sebuah warung kopi tidak jauh dari rumahnya, saat menunggu pelanggannya.

Dari tangan laki laki berusia 21 tahun itu, kepolisian menyita 48 butir obat Trihexyphenidyl, uang tunai sebesar Rp 675.000 dan 1 unit ponsel. Rupanya, pengungkapan kasus pil koplo yang di lakukan Satreskoba mengembang ke wilayah Kecamatan lain.

“Kepolisian berhasil menangkap Kevin Suradana (18) di rumahnya di Dusun Pasembon RT 01 RW 04 Desa Sambirejo Kecamatan Bangorejo Banyuwangi dengan diamankan barang bukti 26 butir obat jenis Trihexyphenidyl dan uang tunai sebesar Rp 60.000, yang merupakan hasil penjualan obat obatan sediaan farmasi itu,” papar Kasat Narkoba.

Sementara itu, untuk pengembangan penyidikan lebih lanjut, kini kelima tersangka beserta seluruh barang buktinya diamankan di Mapolres Banyuwangi.

Dan atas semua perbuatannya, mereka di jerat pasal 197 subsider pasal 196 UU RI nomor 36 tahun 2009 tentang kesehatan, dengan ancaman hukuman maksimal 5 tahun penjara.

 

 

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *