Home / Banyuwangi Hari Ini / BK : Candaan Bom Hanya Miss Komunikasi

BK : Candaan Bom Hanya Miss Komunikasi

Reporter : Daus VIS

radiovisfm.com, Banyuwangi – Badan Kehormatan DPRD Banyuwangi melakukan pemeriksaan kepada dua anggota dewan yang diduga melanggar undang undang penerbangan lantaran bercanda tentang bom di bandara.

Pemeriksaan BK terhadap anggoto komisi 3 Basuki Rahmat dan anggota komisi 4 Naufal Badri ini, dilakukan Selasa (29/5) sore kemarin.

Kesimpulan hasil pemeriksaan yang dilakukan oleh BK, sangat bertentangan dengan hasil pemeriksaan petugas keamanan bandara, yang menganggap perilaku dua anggota dewan tersebut meresahkan penumpang, hingga keduanya diturunkan dari pesawat. BK menganggap yang dilakukan oleh dua anggota dewan hingga menyebabkan penerbangan delay selama 30 menit itu, hanya miss komunikasi dan tidak ada pelanggaran etik.

Anggota Badan Kehormatan DPRD Banyuwangi Ruliyono menuturkan, pemeriksaan yang dilakukan terhadap basuki rahmat dan naufal badri ini, untuk mengorek keterangan mereka, guna mengetahui kronologi kejadian.

Berdasarkan pengakuan dari kedua anggota dewan kata Ruli, tidak ada pernyataan tentang bom saat dua anggota dewan tersebut berada di bandara banyuwangi pekan kemarin. Adapun permasalahan candaan bom hingga membuat basuki rahmat dan naufal badri gagal terbang ke jakarta tersebut hanyalah miss komunikasi antara anggota dewan dengan petugas keamanan bandara. Dari hasil pemeriksaan BK, Juga tidak ditemukan adanya pelanggaran etik yang dilakukan oleh ketua Hanura dan ketua partai Gerindra Banyuwangi tersebut.

Karena saat itu, Basuki Rahmad sedang bercanda dengan anggota dewan lainnya Makrifatul Kamila tentang isi tasnya. Tidak ada kata kata bom yang terlontar saat itu, sehingga masalah ini hanya miss komunikasi.

Sebelumnya diberitakan, dua anggota DPRD Banyuwangi harus berurusan dengan pihak keamanan Bandara Banyuwangi, pada hari Rabu (23/5) pekan lalu, setelah keduanya mengatakan soal bom di Bandara Banyuwangi.

Keduanya ‎diperiksa dan diamankan pihak keamanan Bandara Banyuwangi, karena melontarkan kata-kata bahan peledak atau bom saat petugas memeriksa tas milik salah satu anggota dewan.

Bahkan basuki sempat bersitegang dengan petugas lantaran marah saat diingatkan larangan bercanda tentang bom di bandara. hingga petugas bandara menahan kedua legislator banyuwangi tersebut untuk tidak berangkat. saat kejadian itu, penerbangan pesawat garuda yang ditumpangi rombongan anggota dewan tersebut sempat delay selama 30 menit. Akibat perbuatannya itu, ‎kedua anggota dewan tersebut gagal berangkat ke jakarta. Bahkan mereka terancam dijerat pasal Pasal 437 Ayat (1) junto Pasal 344 huruf e UU RI No 1 tahun 2009 tentang Penerbangan dengan ancaman hukuman maksimal 1 tahun penjara. Saat ini penanganan kasus keduanya diserahkan penyidik pegawai negeri sipil atau PPNS Bandara Juanda Surabaya.

 

About Daus VIS

Check Also

Dana Desa Meningkat, Menteri Desa : Gunakan Untuk Berdayakan Ekonomi Masyarakat

radiovisfm.com, Banyuwangi – Pemerintah Pusat meminta setiap desa menggunakan dana desanya untuk memberdayakan ekonomi dan …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *