Reporter          : Ilex Vis

radiovisfm.com, Banyuwangi – Dalam penggerebekan di kawasan Dusun Gunung Remuk Desa Ketapang Kecamatan Kalipuro menjelang sahur, Satreskoba Polres Banyuwangi berhasil menangkap 2 orang tersangka pengedar dan pemakai narkotika jenis sabu.

Untuk pengungkapan kasus pertama, kepolisian menangkap Muh Nur Husen (22) di rumahnya di Dusun Gunung Remuk RT 01 RW 05 Desa Ketapang Kecamatan Kalipuro Banyuwangi.

Dalam penangkapan yang di lakukan sekitar pukul 00.35 WIB ini, diamankan barang bukti 2 paket sabu seberat 4,45 gram yang terbagi dalam 1 paket sabu seberat 2,23 gram dan 1 paket lainnya seberat 2,22 gram. Serta 1 bendel plastic klip, 1 buah timbangan digital dan 2 unit ponsel.

Kasat Narkoba Polres Banyuwangi, AKP Muh.Indra Najib mengatakan, sebelum melakukan penangkapan, kepolisian mendapat laporan dari masyarakat bahwa akan ada transaksi di kawasan Gunung Remuk Ketapang.

“Kepolisian pun berhasil menemukan identitas serta lokasi dari transaksi yang di laporkan tersebut, hingga berhasil menangkap tersangka Nur Husen di rumahnya,” tutur Kasat Narkoba.

Dia menjelaskan, sebelum tertangkap, tersangka baru saja menerima pasokan sabu dari seorang pengedarnya yang di akui bernama Fathur Rozy warga Jalan Kedinding Lor 2 nomor 29 RT 03 RW 01 Kelurahan Tanah Kali Kedinding Kecamatan Kenjeran Kota Surabaya. Kepolisian pun langsung melakukan pengejaran terhadap laki laki berusia 39 tahun tersebut.

“Hanya selang beberapa jam, kepolisian berhasil menangkap tersangka di pinggir jalan di kawasan Dusun Gunung Remuk Desa Ketapang Kecamatan Kalipuro Banyuwangi,” ujar Kasat Narkoba.

Perwira asal Aceh tersebut mengaku, dalam penangkapan ini, kepolisian mengamankan sejumlah barang bukti diantaranya 1 paket narkotika jenis sabu seberat 0.16 gram, 1 lembar potongan karcis bus, 1 buah dompet hitam dan 1 unit ponsel. Karena sebelum tertangkap, tersangka baru saja melakukan perjalanan dari Surabaya ke Banyuwangi untuk menghantarkan sabu sabu pesanan tersangka Nur Husen.

Kasat Narkoba menambahkan, pihaknya sangat membutuhkan informasi dari masyarakat mengenai kemungkinan adanya peredaran narkoba di wilayahnya.

“Karena sekecil apapun informasi sangat bermanfaat bagi kepolisian untuk memberantas peredaran narkoba di Banyuwangi,” pungkas AKP Muh.Indra Najib.

Kini, kedua tersangka harus mendekam di dalam sel tahanan Mapolres Banyuwangi. Dan atas semua perbuatannya, mereka di jerat pasal 114 subsider pasal 112 UU RI nomor 35 tahun 2009 tentang narkotika, dengan ancaman hukuman minimal 5 tahun penjara.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *