Reporter          : Ilex Vis

radiovisfm.com, Banyuwangi – Pada H-4 Lebaran, penumpang kapal pejalan kaki yang menyeberang dari Pelabuhan Gilimanuk Bali ke Pelabuhan Ketapang Banyuwangi mencapai 60 ribuan orang lebih.

Berdasarkan data pada ASDP, tercatat ada 60.463 orang yang sudah menyeberang dari pulau Bali ke Jawa pada H-4 lebaran, Senin (11/6). Sedangkan kendaraan roda 2 sebanyak 13.572 unit dan kendaraan roda 4 berbagai jenis mencapai 6.580 unit dengan didominasi mobil pribadi.

Sementara di hari yang sama, penumpang pejalan kaki yang di seberangkan dari Pelabuhan Ketapang Banyuwangi ke Pelabuhan Gilimanuk bali sebanyak 21.639 orang. Kendaraan roda 2 hanya mencapai 682 unit dan kendaraan roda 4 sebanyak 3.656 unit.

General Manager PT ASDP Indonesia Ferry Ketapang-Gilimanuk, Elvi Yoza mengatakan, arus penumpang dari arah Pelabuhan Ketapang Banyuwangi di dominasi masyarakat luar daerah yang akan menghabiskan liburan lebaran di Pulau Bali. “Sedangkan dari Pelabuhan Gilimanuk Bali, sebagian besar adalah para pemudik yang akan pulang kampung,” ujar Elvi.

Dia menjelaskan, titik puncak arus mudik di prediksi akan terjadi pada H-3 dan H-2, Selasa dan Rabu (12-13/6) dengan jumlah kendaraan roda 2 mencapai 19.000 unit, kendaraan roda 4 berbagai jenis tembus  4.000 unit dan pejalan kaki sebanyak 8.000 orang.

“Untuk mengurai antrian panjang kendaraan yang melakukan antrian saat arus mudik maupun balik lebaran, ASDP telah memaksimalkan keberadaan loket pelayanan,” tutur Elvi.

Untuk di area Pelabuhan Gilimanuk bali, loket kendaraan roda 2 sebanyak 7 unit yang sebelumnya hanya 2 unit. Loket Kendaraaan roda 4 sama seperti hari biasa yakni 4 loket, sedangkan pejalan kaki sebanyak 2 loket. Untuk di area Pelabuhan Ketapang menurut Elvi, akan di lakukan penambahan loket saat masa arus balik lebaran. Yakni untuk kendaraan roda 2 sebanyak 5 loket, kendaraan roda 4 sebanyak 4 loket dan pejalan kaki 2 loket.

“Pada masa angkutan lebaran 2018 ini, ASDP menyiapkan 56 unit armada kapal untuk melayani para pengguna jasa penyeberangan,” ungkap Elvi.

Sementara yang di operasikan setiap harinya sebanyak 32 unit, sedangkan sisanya merupakan kapal cadangan dan akan di butuhkan jika kondisi di pelabuhan sangat padat.

Selain itu, ASDP juga menyiapkan lahan parkir di beberapa titik untuk mengantisipasi terjadinya antrian panjang kendaraan bermotor hingga meluber ke jalan raya.

Lahan parkir tersebut ada di area tanah kosong milik PT ASDP yang ada di sisi selatan dermaga LCM, juga di area parkiran Stasiun Banyuwangi Baru Ketapang dan di Terminal Bus Sritanjung.

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *