Home / Banyuwangi Hari Ini / Kepolisian Tetapkan Sopir Truck “Maut” Jadi Tersangka

Kepolisian Tetapkan Sopir Truck “Maut” Jadi Tersangka

Reporter          : Ilex Vis

radiovisfm.com, Banyuwangi – Kepolisian menetapkan sopir truck sebagai tersangka, dalam peristiwa tabrakan beruntun di kawasan palang pintu rel kereta api Lingkungan Kluncing Kelurahan Giri Kecamatan Giri Banyuwangi pada Rabu (10/7).

Dalam peristiwa ini, 1 orang pengendara sepeda motor meninggal dunia di lokasi setelah tertabrak truck bersama 3 pengendara lainnya. Yakni Hariyono (20) warga Dusun Panggang Desa Kampung Anyar Kecamatan Glagah, yang berboncengan dengan Saniman (28) mengendarai sepeda motor Honda Beat bernopol P 3471 QQ.

Peristiwa ini terjadi, karena diduga rem blong dari truck bermuatan bumbu makanan bernopol B 9132 MT yang di kemudikan Imam Syafi’i (48) warga Jalan Gumitir RT 04 RW 02 Kelurahan Singotrunan Kecamatan Banyuwangi. Truck melaju dari arah utara ke selatan, dari Bali hendak mengirim muatan ke Jember. Secara bersamaan, palang pintu rel tertutup karena adanya kereta mengangkut semen lewat.

Sementara di sisi selatan, ada 3 sepeda motor yang sedang mengantri menunggu dibukanya palang pintu tersebut. Yakni Suzuki Thunder bernopol P 3904 WF yang di kemudikan oleh Febri Hariono (26) warga Lingkungan Gesari RT 01 RW 03 Kelurahan Pengantigan Kecamatan Banyuwangi, juga sepeda motor Honda Beat bernopol P 6491 WK yang di kemudikan Lutfiyana (21) warga Dusun Bangunrejo RT 02 RW 02 Desa Pesucen Kecamatan Kalipuro serta sepeda motor Honda Beat yang dikemudikan korban meninggal dunia tersebut.

Kanit Laka Polres Banyuwangi, Ipda Ardi Bhita Kumala mengatakan, dari hasil olah TKP kepolisian, sopir truck, Imam Syafi’i di tetapkan sebagai tersangka karena dianggap telah melanggar peraturan lalu lintas.

“Seharusnya disaat adanya palang pintu rel kereta api di tutup maka sopir harus menghentikan kendaraannya,” ujar Kanit Laka.

“Tapi justru, rem kendaraan truck blong dan menabrak palang pintu serta ketiga sepeda motor yang menyebabkan 1 korban meninggal dunia,” imbuhnya.

Dalam hal ini menurut Kanit Laka, karena kelalaian sopir yang tidak mengecek kondisi kendaraannya hingga mengakibatkan orang meninggal dunia.

“Atas perbuatannya, sopir truck dijerat pasal 310 ayat 4 tentang barang siapa yang melakukan kelalaian dalam berkendara akan dikenakan ancaman hukuman 6 tahun penjara dan denda maksimal Rp 12 juta,” papar Kanit Laka.

Meski demikian, pihak kepolisian masih belum menahan sopir tersebut karena masih mengalami sakit nyeri pada bagian dadanya. Sehingga hak hak dari sopir truck yang sudah ditetapkan sebagai tersangka tersebut kata Kanit Laka, kepolisian masih memberikan kebijakan untuk menunggu proses kesembuhannya.

Sementara itu, 3 korban lainnya juga mengalami berbagai luka. Seperti Saniman, teman dari korban yang meninggal dunia tersebut mengalami luka robek pada telapak kaki kanan dan retak punggung.

Sedangkan korban Lutfiyana mengalami luka pada kaki dan tangan, juga korban Febri Hariono mengalami luka lecet pada kedua jari kakinya.

 

 

About Ilex VIS

Ilex VIS, salah satu jurnalis Radio VIS FM dan Penyiar. Anda bisa mendengarkan suara khasnya dalam program radio informasi, seperti Bingkai Pagi dan Inti VIS FM.

Check Also

Menteri Desa Bikin Vlog Homestay di Banyuwangi

radiovisfm.com, Banyuwangi – Saat berada di Banyuwangi, Menteri Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi (Mendes …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *