Home / Banyuwangi Hari Ini / Gelar Rakor, Satlak P4GN Matangkan Usulan BNN Kabupaten

Gelar Rakor, Satlak P4GN Matangkan Usulan BNN Kabupaten

Reporter          : Ilex Vis

radiovisfm.com, Banyuwangi – Satuan Pelaksana Pencegahan, Pemberantasan, Penyalahgunaan dan Peredaran Gelap Narkoba (Satlak P4GN) terus mematangkan usulan keberadaan Badan Narkotika Nasional (BNN) Kabupaten Banyuwangi, menyusul angka kasus peredaran narkoba yang berhasil di ungkap kepolisian terus meningkat.

Hal ini terungkap dalam rapat koordinasi rutin Satlak P4GN yang di gelar di ruang pertemuan Kantor Bakesbangpol Banyuwangi, Kamis (12/7) yang melibatkan berbagai stake holder, baik dari kepolisian, TNI AD, TNI AL, Dinas Pendidikam, Dinas Pemuda dan Olah Raga, Dinas Kesehatan, Bagian Hukum Setda Pemkab Banyuwangi, Lapas, serta dari LSM KKBS, RSUD Blambangan, RSUD Genteng dan Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) Banyuwangi juga dari pihak Bakesbangpol itu sendiri.

Dalam kesempatan ini, Kepala Bakesbangpol Banyuwangi, Wiyono mengaku, Bupati Abdullah Azwar Anas sudah menyetujui pembentukan BNN Kabupaten Banyuwangi yang sebelumnya telah di usulkan oleh Satlak P4GN, namun hingga kini masih dalam kajian.

“Seiring dengan akan dibentuknya BNN Kabupaten Banyuwangi itu, saya harap Satlak P4GN melakukan study banding ke berbagai daerah yang telah memiliki BNN Kabupaten,” ujar Wiyono.

Hal ini di lakukan kata Wiyono, agar ketika BNN Kabupaten Banyuwangi sudah terbentuk maka Satlak P4GN juga telah mengetahui berbagai kebijakan yang harus di ambil.

“Yang perlu menjadi perhatian saat ini adalah infrastruktur dari gedung BNN Kabupaten itu,” tuturnya.

Seperti keberadaan lahan dan lokasi untuk bangunannya. Serta menentukan SDM dari orang orang yang akan masuk dalam jajaran struktur BNN Kabupaten Banyuwangi.

Wiyono mengatakan, ada 2 lokasi yang dinilai strategis untuk di gunakan kantor BNN Kabupaten, yakni bekas rumah dinas camat rogojampi serta bekas kantor Kecamatan Rogojampi yang ada di Desa Lemahbang.

“Pengawasan terhadap wisatawan asing maupun nusantara yang datang ke Banyuwangi akan menjadi prioritas, seiring terus meningkatnya jumlah wisatawan di setiap harinya,” kata Wiyono.

“Karena dikhawatirkan, kedatangan mereka justru membawa narkoba yang akan di edarkan di wilayah Banyuwangi,” imbuhnya.

Dari data di jajaran Satuan Reskoba Polres Banyuwangi, angka ungkap kasus peredaran narkoba di wilayah Banyuwangi terus meningkat di setiap tahunnya. Pada tahun 2013 berhasil terungkap 83 kasus dan 2014 sebanyak 97 kasus. Memasuki tahun 2015 angkanya meningkat cukup fantastis yakni mencapai 138 kasus dan di tahun 2016 kembali meningkat segnifikan sebanyak 180 kasus.

Kasat Narkoba Polres Banyuwangi, AKP Muh.Indra Najib dalam keterangannya pada rakor tersebut menjelaskan, di sepanjang tahun 2017 berhasil terungkap 200  kasus dengan jumlah tersangka sebanyak 246 orang, dengan kisaran usia antara 19 tahun hingga 36 tahun keatas.

“Di tahun 2017 itu, kasus yang terbanyak diungkap adalah peredaran pil koplo mencapai 103 kasus, sabu sebanyak 93 kasus dan ganja 3 kasus,” ujar Kasat Narkoba.

“Sedangkan memasuki tahun 2018 sejak Januari hingga awal Juli ini, sudah berhasil terungkap 125 kasus dengan tersangka mencapai 145 orang,” tuturnya.

Yang cukup miris, meskipun masih memasuki bulan Juli namun peredaran narkotika jenis sabu yang berhasil diungkap kepolisian sudah mencapai 59 kasus dan obat daftar G sebanyak 54 kasus.

“Diprediksi, angka ini akan terus meningkat hingga akhir 2018 mendatang,” ungkap Kasat Narkoba.

Dia menjelaskan, pembentukan BNN Kabupaten tersebut dinilai sangat di perlukan untuk melakukan rehabilitasi terhadap para pencandu narkoba karena selama ini, untuk wilayah Banyuwangi baru bisa di lakukan di Surabaya.

“Selama ini Polres Banyuwangi belum pernah melakukan rehabilitasi terhadap para pelaku peredaran narkoba yang berhasil ditangkap, karena sarana prasaran serta fasilitasnya tidak ada,” papar Kasat Narkoba.

Sedangkan peredaran narkoba khususnya pil koplo, saat ini sudah menyasar kepada para pelajar mulai SD hingga SMA.

Sementara itu, pihak Lapas mengungkapkan bahwa penghuni tahanan di Lapas Banyuwangi sudah over kapasitas dan hingga kini sudah mencapai 1.026 orang tahanan, yang 449 orang diantaranya adalah tahanan kasus narkoba. Sedangkan berdasarkan ideal yang ada, seharusnya Lapas Banyuwangi di huni hanya 360 orang.

Dan Lapas Banyuwangi itu sendiri berdiri diatas lahan seluas 1 hektar. Dan rencananya, Pemkab Banyuwangi memberikan lahan hibah untuk pembangunan gedung Lapas baru di kawasan Desa Kedayunan Kecamatan Kabat, namun hingga saat ini belum teralisasi.

Oleh karena itulah, Lapas Banyuwangi meminta agar segera dibentuk BNN Kabupaten Banyuwangi untuk merehabilitasi para pecandu narkoba, sehingga tidak seluruhnya para tersangka yang ditangkap harus dilakukan penahanan.

 

About Ilex VIS

Ilex VIS, salah satu jurnalis Radio VIS FM dan Penyiar. Anda bisa mendengarkan suara khasnya dalam program radio informasi, seperti Bingkai Pagi dan Inti VIS FM.

Check Also

Menteri Desa Bikin Vlog Homestay di Banyuwangi

radiovisfm.com, Banyuwangi – Saat berada di Banyuwangi, Menteri Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi (Mendes …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *