Home / Banyuwangi Hari Ini / Komisi B DPRD Jembrana Bali Belajar Pemberdayaan Potensi Pangan di Banyuwangi

Komisi B DPRD Jembrana Bali Belajar Pemberdayaan Potensi Pangan di Banyuwangi

Reporter          : Ilex Vis

radiovisfm.com, Banyuwangi – Komisi B DPRD Kabupaten Jembrana Bali tertarik dengan beberapa program yang di gulirkan Dinas Perikanan dan Pangan Banyuwangi, di dalam memberdayakan potensi pangan di Banyuwangi. Salah satunya adalah pemberdayaan ikan air tawar yang memanfaatkan pekarangan rumah maupun persawahan, dalam konsep Gerakan Masyarakat Pangan Mina Lestari (Gema Pamili) menuju Eko Wisata.

Sebanyak 13 anggota komisi B DPRD Kabupaten Jembrana Bali di terima langsung oleh Kepala Dinas Perikanan dan Pangan Banyuwangi, Hary Cahyo Purnomo di aula kantor dinas, Jum’at (13/7). Dan rombongan tersebut di pimpin langsung oleh I Kade Darma Susila, yang juga merupakan wakil ketua DPRD Jembrana Bali.

“Sesuai dengan kerja komisi B yang mana pada perubahan APBD 2018 ini, menyasar pada peningkatan sumber pangan dan perikanan,” kata Darma.

“Sehingga kami coba sharing dengan Dinas Perikanan dan Pangan Banyuwangi sebagai refrensi terkait apa yang sudah di lakukan, yang bisa memberdayakan potensi pangan di Banyuwangi,” paparnya.

Darma mengatakan, dari hasil sharing inilah nantinya akan menjadi pembahasan para anggota dewan di komisi B, yang merupakan mitra dari Dinas Perikanan dan Pangan di Kabupaten Jembrana. Dalam artian, komisi B bisa memberikan masukan dan program program untuk meningkatkan perekonomian masyarakat di Jembrana.

“Ada sejumlah daerah yang beberapa programnya cukup bagus bisa di terapkan di Jembrana,” tutur Darma.

Namun mereka mengapresiasi berbagai program dan inovasi yang di lakukan Pemkab Banyuwangi, untuk lebih di perdalam dan dikaji guna di jadikan refrensi bagi masyarakat nelayan di Jembrana.

“Inilah alasan kami memilih Banyuwangi,” ungkapnya.

Sehingga Darma mengaku memilih belajar di Banyuwangi, karena selain programnya bagus juga daerahnya berdekatan dengan Bali. Selain itu, sebelumnya Pemkab Banyuwangi telah melakukan kerja sama (MoU) dengan Pemkab Jembrana Bali dalam berbagai bidang, baik kependudukan, pariwisata maupun perekonomian.

“Kami harap, inovasi Dinas Perikanan dan Pangan Banyuwangi ini bisa di terapkan di wilayah kami, menyusul dalam 2 tahun terakhir ini masyarakat nelayan di Jembrana mengalami musim paceklik,” ujar Darma.

Sehingga nantinya, mereka bisa mulai beralih memberdayakan potensi ikan air tawar. Darma menambahkan, inovasi yang cukup menarik perhatian pihaknya adalah Mina Sawah yang di terapkan oleh Dinas Perikanan dan Pangan Banyuwangi. Yakni dengan memanfaatkan lahan persawahan untuk dijadikan kolam ikan, lalu aliran air dari kolam tersebut diarahkan ke lahan pertanian.

“Rupanya, hasil panennya cukup bagus, seperti padi ataupun buah naga. Dan ini akan kami usulkan untuk di terapkan di Jembrana,” pungkas Darma.

Sementara itu, Kepala Dinas Perikanan dan Pangan Banyuwangi, Hary Cahyo Purnomo mengatakan, pihaknya memaparkan sejumlah inovasi yang telah di lakukannya, yang dinilai bisa memberikan manfaat bagi masyarakat khususnya peternak ikan maupun pertanian.

“Kami paparkan bahwa keberhasilan ini adalah kerja super tim dari kami dengan konsep Gema Pamili menuju Eko Wisata, yang memiliki daya tarik konservasi dan edukasi,” ujar  Hary.

Sehingga menurut Hary, para anggota Komisi B DPRD Jembrana tersebut mulai berpikir tentang peningkatan produksi dan kwalitas, sedangkan pihaknya sudah mengarah pada daya tarik yaitu desifirkasi usaha pemanfaatan pengelolaan potensi local.

“Terkait dengan inovasi Mina Sawah yang telah kami lakukan ini, berawal dari tindak lanjut Kampung Gurami di Desa Sukomaju Kecamatan Srono,” kata Hary.

Dimana, pihaknya berpikiran tentang manfaat pupuk organic yang ada kandungan protein dan biologi oksigen yaitu oksigen yang di hasilkan secara biologi di dalam air.

“Setelah di telusuri di lapangan, ternyata sangat prospektif ketika air yang mengalir dari kolam sawah yang di beri plastic yang berisi ikan, menuju ke lahan persawahan yang di tanami padi ataupun buah naga,” papar Hary.

Selang beberapa lama saat di panen, ternyata hasilnya sangat bagus.

 

About Ilex VIS

Ilex VIS, salah satu jurnalis Radio VIS FM dan Penyiar. Anda bisa mendengarkan suara khasnya dalam program radio informasi, seperti Bingkai Pagi dan Inti VIS FM.

Check Also

Menteri Desa Bikin Vlog Homestay di Banyuwangi

radiovisfm.com, Banyuwangi – Saat berada di Banyuwangi, Menteri Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi (Mendes …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *