Top Stories

Grid List

radiovisfm.com, Banyuwangi - Pebalap dari 22 negara siap berkompetisi dalam lomba balap sepeda International Tour de Banyuwangi Ijen (ITdBI) 2018, yang tahun ini bertemakan Spirit of Blue Fire.

Kompetisi balap sepeda 2.2 yang masuk agenda resmi federasi balap dunia United Cycliste International (UCI) ini digelar pada 26-29 September, yang akan menempuh empat etape dengan rute sepanjang 599 kilometer.

Memasuki tahun ketujuh pelaksanaannya, ITdBI tahun ini diikuti 20 tim continental yang pesertanya berasal dari 22 negara. Antara lain dari New Zealand, Australia, Malaysia, Thailand, Afrika Selatan, Eritria, Yunani dan Belgia. Juga ada dari Prancis, Inggris, Jerman, Colombia, Spanyol, Jepang, Belanda, China, dan Slovenia.  

Bupati Abdullah Azwar Anas mengatakan, Banyuwangi konsisten menggelar ITdBI untuk ketujuh kalinya sebagai bentuk komitmen pemerintah daerah berkontribusi bagi Indonesia dalam penyelenggaraan ajang internasional.

“Diharapkan, event ini akan jadi bagian yang mengabarkan hal positif tentang Indonesia kepada dunia,” ungkap Bupati Anas.

“Ajang ini juga menjadi pemicu pariwisata dengan datangnya delegasi dalam dan luar negeri serta penggemar sepeda,” imbuhnya.

Dengan sendirinya, ITdBI menaikkan awareness publik terhadap Kawah Ijen sebagai destinasi unggulan dengan fenomena api biru (blue flame) yang mendunia.

Sementara, Kepala Dinas Pemuda dan Olah Raga (Dispora) Banyuwangi, Wawan Yadmadji mengatakan, para pebalap akan diajak menyusuri panorama elok Bumi Blambangan hingga berpacu menaklukkan tantangan ekstrim tanjakan Gunung Ijen. Semua rute tersaji lengkap, mulai perdesaan, perkebunan, pegunungan, hingga pantai.

“Bahkan, para pebalap juga di perkenalkan lokasi bersejarah di Banyuwangi, salah satunya Rowo Bayu Kecamatan Songgon yang di jadikan sebagai garis finish di salah satu etape,” papar Wawan.

Dia mengaku, dari 4 etape tersebut ada 2 tanjakan yang harus ditaklukkan oleh para pebalap yakni menuju Wisata Rowo Bayu serta ke Paltuding Kawah Ijen. Disepanjang rute, pebalap melewati berbagai kawasan indah yang bervariasi lengkap dengan keramahan warga.

“Ini sesuai dengan konsep sport tourism ITdBI, di mana ajang olahraga berpadu dengan strategi pengembangan pariwisata,” ujarnya.

Wawan menjelaskan, pada etape terakhir, pebalap akan mengambil titik start dari Desa Sarongan Kecamatan Pesanggaran, desa terujung selatan Banyuwangi yang berdekatan dengan Pantai Sukamade, salah satu segitiga destinasi wisata andalan Banyuwangi.

“Sepanjang jalan yang akan dilewati pebalap sudah dalam kondisi prima. Ini menunjukkan bahwa pariwisata bisa menjadi sarana konsolidasi infrastruktur,” pungkas Wawan.

Chairman ITdBI Guntur Priambodo mengatakan, jalur tanjakan menuju Gunung Ijen paling dinantikan, karena salah satu yang terekstrem di Asia dengan ketinggian 1.871 meter di atas permukaan laut (mdpl) dan merupakan level tertinggi di balap sepeda (hors categorie).

“Ketinggiannya melampaui tanjakan Genting Highland dalam Tour de Langkawi Malaysia yang sekitar 1.500 mdpl,” ujar Guntur.

Untuk Stage 1 ITdBI 2018 sejauh 153,1 KM start Kantor Bupati Banyuwangi dan Finish Rowo Bayu Songgon. Etape 2 sejauh 179,3 KM start Stasiun Kalibaru serta Etape 3 sejauh 139,4 KM start RTH Maron Kecamatan Genteng. Di kedua etape ini finish di Kantor Bupati Banyuwangi.

Sementara etape 4 atau disebut etape neraka sejauh 127,2 KM, start Pasar Sarongan dan finish Paltuding Kawah Ijen.

 

radiovisfm.com, Banyuwangi - Masyarakat Kelurahan Banjar Sari Kecamatan Glagah Banyuwangi menggelar ritual bersih desa, Senin (24/9), yang di awali dengan selamatan bersama di sumber mata air yang ada di Lingkungan Pancoran.

Selamatan ini di laksanakan pagi hari dengan di pimpin langsung oleh Camat Glagah Banyuwangi, Astorik didampingi Lurah Banjar Sari, Senari. Dalam selamatan tersebut, ratusan warga membawa bekal nasi pecel petek, yang merupakan makanan khas banyuwangi.

Sebelum menyantap nasi pecel petek, terlebih dahulu di lakukan pembacaan do’a yang di pimpin oleh tokoh masyarakat setempat. Sementara untuk lokasi sumber mata air tersebut, berjarak kurang lebih 2 kilometer ke arah barat dari pemukiman penduduk.

Untuk menuju ke lokasi, warga berjalan beriringan melewati pematang sawah yang di sisi kanan dan kirinya mengalir air jernih yang berasal dari sumber air Pancoran. Dan air tersebut di manfaatkan oleh warga untuk mengairi sawah mereka. Sementara di lokasi sumber mata air, terdapat pohon beringin cukup besar.

Lurah Banjar Sari, Senari mengatakan, ritual bersih desa di Kelurahan Banjar Sari ini di laksanakan setiap satu tahun sekali di tanggal 14 Muharram.

“Ritual ini sengaja di awali dengan do’a bersama di sumber mata air pancoran karena di anggap sebagai sumber dari air yang mengalir dan memberikan kehidupan terhadap masyarakat setempat, yang sebagian besar adalah petani,” papar Senari.

Selain itu menurut Senari, warga setempat juga terlebih dahulu meminta restu kepada mbah buyut Sentono yang dipercaya sebagai penjaga sumber mata air tersebut, sebelum melaksanakan ritual bersih desa.

“Setelah sholat maghrib, seluruh masyarakat di Kelurahan Banjarsari menggelar selamatan kampung di depan rumah mereka masing masing, dengan menyajikan makanan yang sama yaitu pecel petek,” ujar Senari.

Dia menambahkan, di malam harinya, di gelar pengajian dan pembacaan lontar yusuf di kantor Kelurahan Banjar Sari semalam suntuk.

Camat Glagah Banyuwangi, Astorik menjelaskan, sumber mata air tersebut sesungguhnya bisa di kelola dengan baik menjadi destinasi wisata baru untuk bisa mendatangkan wisatawan.

“Yang nantinya di harapkan, dari pengelolaan wisata sumber mata air ini bisa berdampak pada peningkatan perekonomian masyarakat setempat,” ungkap Astorik.

Pasalnya menurut Astorik, di lokasi tersebut di nilai cukup bagus apalagi di dalamnya terdapat pohon beringin berukuran cukup besar dan rindang, lengkap dengan suara gemericik air di sepanjang aliran mata air tersebut.

“Saya minta pada Lurah dan masyarakat setempat untuk saling berkoordinasi menentukan berbagai langkah di dalam upaya rencana pembukaan wisata sumber mata air itu,” tutur Astorik.

Sementara itu, dari data yang ada, jumlah penduduk di Kelurahan Banjar Sari mencapai 6 ribuan orang lebih. Mereka bertempat tinggal di 5 lingkungan, yaitu Lingkungan Sukorojo, Krajan, Gunung Sari, Tembakon dan Lingkungan Pancoran.

 

radiovisfm.com, Banyuwangi - Seorang laki laki dan wanita paru baya memaksa menjual gadis ABG di lokalisasi untuk melayani tamu, hingga keduanya diamankan kepolisian.

Mereka adalah Syaiful Bahri (25) warga Dusun Rogojampi Utara Desa Rogojampi Kecamatan Rogojampi Banyuwangi dan Niwati alias Eva (40) warga asli Dusun Sasitangor Desa Sukosari Kecamatan Sukowono Kabupaten Jember, yang kini menempati salah satu rumah di dalam area Lokalisasi Padang Bulan Kecamatan Singojuruh Banyuwangi.

Sebelumnya lokalisasi tersebut sudah di tutup oleh pemerintah daerah bersama kepolisian, dan sejumlah PSK yang berasal dari luar kota sudah di pulangkan ke kampung halamannya. Sedangkan yang berasal dari Banyuwangi di berikan berbagai pelatihan. Namun rupanya, upaya berbagai stake holder ini tidak membuat mereka jera bahkan kembali melakukan aktifitasnya sebagai PSK.

Kasus ini terbongkar berawal dari laporan Sa’I (70) warga Dusun Krajan Desa Pakistaji Kecamatan Kabat Banyuwangi kepada kepolisian. Dia mengaku, cucunya berinisial LA masih berusia 15 tahun di jemput oleh seorang perempuan bernama Dewi warga Kecamatan Blimbingsari Banyuwangi, untuk di janjikan pekerjaan. Pasalnya, korban sudah tidak sekolah dan hanya tamatan SD.

Selang 6 hari korban tidak juga pulang ke rumahnya, hingga Sa’I pun mencari Dewi dan meminta agar cucunya tersebut segera di kembalikan. Tapi Dewi mengaku, korban berada di lokalisasi Padang Bulan.

Selanjutnya, Sa’I menjemput cucunya dengan dihantarkan Dewi lalu di bawa pulang.

Saat di mintai keterangan kakeknya, korban mengaku di pekerjakan sebagai PSK dan dipaksa untuk melayani laki laki hidung belang. Karena tidak terima, Sa’I pun melaporkan peristiwa ini ke pihak kepolisian.

Kapolsek Kabat Banyuwangi, AKP Supriyadi mengatakan, kepada petugas korban mengaku di paksa melayani tamu sebanyak 2 kali dengan mendapatkan bayaran Rp 400.000.

“Namun sebelumnya korban di cekoki minuman keras terlebih dahulu,” ujar Kapolsek.

AKP Supriyadi menjelaskan, dari pengakuan korban pula, dirinya dibawa oleh Dewi lalu di pertemukan dengan tersangka Syaiful Bahri yang selanjutnya di tempatkan di lokalisasi Padang Bulan di kamar kontrakan tersangka Niwati alias Eva untuk di pekerjakan sebagai PSK.

“Kepolisian pun mengejar keberadaan ketiga tersangka hingga berhasil menangkap Syaiful Bahri dan Niwati, sedangkan Dewi berhasil melarikan diri dan menjadi Daftar Pencarian Orang (DPO),” pungkas Kapolsek.

Kini, kedua tersangka meringkuk di dalam sel tahanan Mapolsek Kabat Banyuwangi. Dan sejumlah barang bukti pun di amankan kepolisian, seperti 1 buah sprei motif kembang dan 1 buah bantal serta 2 lembar uang kertas pecahan Rp 100.000.

Atas perbuatannya, mereka di jerat pasal 76 jonto pasal 83 dan 88 UU RI nomor 35 tahun 2014,  tentang perubahan UU nomor 23 tahun 2002 tentang perlindungan anak subsider pasal 297 KUHP, dengan ancaman hukuman diatas 5 tahun penjara.

radiovisfm.com, Banyuwangi - Setelah menjadi Daftar Pencarian Orang (DPO) atas kasus perdagangan anak di bawah umur, kepolisian berhasil menangkap seorang mucikari asal Kecamatan Blimbingsari Banyuwangi.

Dia adalah Dewi Refa Lestari (26) bertempat tinggal di Dusun Krajan RT 03 RW 04 Desa Badean.

Tersangka disebut sebut telah memperdagangkan seorang gadis dibawah umur, LA warga Desa Pakistaji Kecamatan Kabat Banyuwangi di lokalisasi Padang Bulan Kecamatan Singojuruh.

Bahkan, korban yang masih berusia 15 tahun dan hanya tamatan SD itu di paksa melayani tamu sebanyak 2 kali dengan bayaran Rp 400.000, di lokalisasi yang sebelumnya sudah ditutup oleh Pemkab Banyuwangi bersama kepolisian tersebut.

Kapolsek Kabat Banyuwangi, AKP Supriyadi mengatakan, tersangka ditangkap kepolisian di rumahnya tanpa perlawanan.

“Selama pelariannya, tersangka gaku sempat kabur ke Jember dan menginap di rumah saudaranya di Desa Sumber Beras Kecamatan Muncar Banyuwangi,” papar Kapolsek.

Dia menjelaskan, tersangka Dewi ini berperan menjemput korban di rumahnya lalu di perkenalkan kepada Syaiful Bahri (25) warga Dusun Rogojampi Utara Desa Rogojampi Kecamatan Rogojampi Banyuwangi.

Oleh Syaiful, korban di serahkan kepada tersangka Niwati alias Eva (40) warga asli Dusun Sasitangor Desa Sukosari Kecamatan Sukowono Kabupaten Jember, yang kini menempati salah satu rumah di dalam area lokalisasi Padang Bulan.

“Selanjutnya, korban di paksa melayani tamu namun terlebih dahulu di cekoki minuman keras,” kata Kapolsek.

“Korban mengaku tergiur dengan ajakan Dewi, karena dijanjikan akan di beri pekerjaan. Namun rupanya malah di pekerjakan sebagai PSK,” imbuh AKP Supriyadi.

Kapolsek menambahkan, kakek korban melapor ke pihak kepolisian atas kasus ini, yang selanjutnya di lakukan penangkapan terhadap tersangka Syaiful Bahri dan Niwati, namun tersangka Dewi berhasil kabur.

“Aparat kepolisian lakukan pengembangan penyidikan dan menyanggong tersangka di sekitar rumahnya, karena diyakini dia tidak akan pergi jauh karena mempunyai anak masih kecil,” tutur Kapolsek.

Dan setelah diketahui tersangka pulang ke rumahnya itulah, kepolisian langsung menangkap tersangka tanpa perlawanan.

Kini, tersangka Dewi di jebloskan ke dalam sel tahanan Mapolsek Kabat gabung bersama 2 tersangka lainnya.

Dan atas semua perbuatannya, di jerat pasal 76 jonto pasal 83 dan 88 UU RI nomor 35 tahun 2014,  tentang perubahan UU nomor 23 tahun 2002 tentang perlindungan anak subsider pasal 297 KUHP, dengan ancaman hukuman diatas 5 tahun penjara.

 

radiovisfm.com, Banyuwangi - Tidak hanya pil koplo, pelajar berusia 18 tahunan di Banyuwangi ditangkap saat mengedarkan narkotika jenis sabu.

Dia berinisial ASD menempuh pendidikan di salah satu sekolah swasta, dan tercatat sebagai warga Kelurahan Mojopanggung Kecamatan Giri Banyuwangi.

Selain itu, Satreskoba Polres Banyuwangi juga menangkap seorang pengedar lainnya, Muhammad Zaldi Ghiffary (20) warga Jalan Andalas nomor 1 RT 02 RW 01 Kelurahan Singotrunan Kecamatan Banyuwangi kota.

 Mereka ditangkap di rumah kost Khenzi di kawasan Jalan Kepiting Kelurahan Kertosari Kecamatan Banyuwangi kota.

Kasat Narkoba Polres Banyuwangi, AKP Imron mengatakan, awalnya kepolisian mendapat laporan dari masyarakat mengenai sepak terjang kedua tersangka yang di sebut sebut sebagai pengedar sabu.

“Aparat kepolisian pun melakukan pengembangan penyidikan hingga berhasil mengendus keberadaan keduanya di TKP,” tutur AKP Imron.

Kasat Narkoba menjelaskan, dari penggerebekan di rumah kost tersebut, kepolisian berhasil mengamankan barang bukti 3 paket sabu seberat 0,59 gram, 1 buah timbangan digital, 1 bendel plastic klip, 2 buah korek gas, 13 buah sedotan warna putih, 1 ATM BCA atas nama ASD serta 1 unit ponsel.

“Kini kepolisian terus melakukan pengembangan penyidikan untuk mengungkap asal muasal barang haram yang di perjual belikan oleh kedua tersangka itu,” ungkap Kasat Narkoba.

Kini, keduanya harus meringkuk di dalam sel tahanan Mapolres Banyuwangi guna mempertanggung jawabkan semuanya.

Dan atas perbuatannya, mereka di jerat pasal 114 subsider pasal 112 UU nomor 35 tahun 2009 tentang narkotika, dengan ancaman hukuman diatas 5 tahun penjara.

radiovisfm.com, Banyuwangi - Kecamatan Songgon berhasil menyabet juara pertama dalam Lomba Kesadaran Hukum (Kadarkum) 2018, yang di selenggarakan oleh Pemkab Banyuwangi.

Kegiatan ini merupakan agenda tahunan, yang di gelar dalam upaya untuk menuju masyarakat sadar hukum. Lomba Kadarkum ini di ikuti 25 Kecamatan se Kabupaten Banyuwangi yang terbagi dalam 5 zona, yang masing masing zona terdiri dari 5 kecamatan.

Dari setiap zona ini, di ambil 1 juara untuk menuju babak final. Selanjutnya, 5 juara dari masing masing zona tersebut kembali bertarung di babak final untuk menjadi yang terbaik.

Sementara, sebagai dewan juri melibatkan dari berbagai stake holder mulai dari Kepolisian, Pemerintah Daerah juga unsur akademisi.

Ketua dewan juri, Iptu Suryono Bhakti mengatakan, materi lomba ini diantaranya menyangkut UU nomor 35 tahun 2009 tentang narkotika juga UU nomor 36 tahun 2009 tentang kesehatan, UU nomor 5 tahun 1997 tentang Psikotropika, Pengelolaan Keuangan desa, Pemendagri nomor 29 tahun 2018, Peraturan Bupati nomor 15 tahun 2018, Peraturan Bupati nomor 17 tahun 2015, serta pemberlakukan Tax Monetor, Permenpar nomor 18 tahun 2016, Perlindungan Perempuan dan Anak juga wawasan kebangsaan. “Dari ke 25 peserta berhasil terjaring 5 kecamatan yang masuk ke babak final,” ujar Ketua Dewan juri yang juga merupakan Kasubag Hukum Polres Banyuwangi tersebut.

Dan setelah menjalani babak final yang di gelar di aula Kantor Kecamatan Genteng, Senin (24/9), akhirnya Kecamatan Songgon berhasil menjadi jawara dalam lomba Kadarkum 2018 ini.

“Sebagai juara kedua adalah Kecamatan Gambiran dan juara ketiga Kecamatan Pesanggaran,” tutur Suryono.

Sementara juara harapan 1 Kecamatan Genteng dan harapan 2 adalah Kecamatan Tegalsari.

“Dari kegiatan ini diharapkan masyarakat dapat mengaplikasikan dalam kehidupannya bermasyarakat,” pungkasnya.

Dalam lomba Kadarkum 2017 lalu, Kecamatan Genteng menjadi yang terbaik. Di susul Kecamatan Srono sebagai juara kedua dan ketiga adalah Kecamatan Gambiran.

Sedangkan Juara Harapan 1 Kecamatan Glagah dan Harapan 2 Kecamatan Songgon.

PALEMBANG, KOMPAS.com - Delapan buruh bangunan harus mendekam di sel tahanan Polsek Ilir Timur II, Sumatera Selatan, lantaran kedapatan mengkonsumsi sabu.

JAKARTA, KOMPAS.com - Panglima Kodam XVII/Cenderawasih Mayor Jenderal TNI George E. Supit memerintahkan satuan TNI kewilayahan untuk membentuk tim SAR (Search and Rescue) dalam membantu pencarian pesawat Dimonim Air.

MAGELANG, KOMPAS.com - Sebagian wilayah di lereng pegunungan Menoreh, Kecamatan Borobudur, Kabupaten Magelang, Jawa Tengah, mulai mengalami krisi air bersih sebagai dampak musim kemarau.

MATARAM, KOMPAS.com - Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika ( BMKG) mencatat telah terjadi sebanyak 344 kali gempa di Lombok sampai Kamis (9/8/2018) pagi.

SOLO, KOMPAS.com — Gempa bermagnitudo 7 di Lombok, Nusa Tenggara Barat ( NTB), pada Minggu (5/8/2018), membubarkan acara makan malam para menteri dari Indonesia dan Australia.

Seorang terduga teroris ditangkap di Pasar Lawang, Kabupaten Malang, Jawa Timur. Pria yang belakangan diketahui bernama Abdullah (29) ditangkap atas dugaan terkait ledakan di Bangil, Pasuruan.

Merdeka.com - Para atlet yang bakal berkompetisi di Asian Games 2018 bisa berbahagia. Sekretaris Menteri Pemuda dan Olahraga (Sesmenpora), Gatot S Dewa Broto, menyebut para atlet bakal mendapatkan uang saku yang cukup besar yakni Rp 1 juta per hari.

JAKARTA, Kompas.com - Pasangan Indonesia dan Korea, David Agung Susanto (27 tahun)/Kim Cheong Eui (28) harus puas berada di posisi runner-up Combiphar Tennis Open 2018, Sabtu (4/8). Pada laga final turnamen seri kedua Indonesia ITF Men’s Future di lapangan tenis The Sultan Hotel Jakarta, ganda non-seeded itu kandas di tangan duet asal Jepang, Sho Shimabukuro/Kaito Uesugi.

 KOMPAS.com - Timnas U-16 Indonesia berhasil mengalahkan timnas U-16 Timor Leste dengan skor 3-0 pada laga keempat penyisihan Grup A Piala AFF U-16 di Stadion Gelora Delta, Sabtu (4/8/2018).

Kemenangan ini membuat Indonesia dipastikan lolos ke babak semifinal.

GIANYAR, KOMPAS.com - Cedera cukup serius tampaknya dialami kiper PSIS Semarang, Jandia Eka Putra, seusai mengalami benturan dengan pemain Bali United pada pertandingan Liga 1 di Stadion I Wayan Dipta, Sabtu (4/8/2018). 

Jandia Eka Putra harus dilarikan ke rumah sakit dengan ambulans seusai mengalami benturan dengan penyerang Bali United pada menit ke-73 pertandingan pekan ke-19 Liga 1 2018. 

Kiper PSIS Semarang ini mencoba mengantisipasi bola umpan Nick van der Velden ke striker anyar tuan rumah, Melvin Platje. Namun, Jandia bertabrakan dengan Melvin Platje dan salah jatuh.

Jandia pun kesulitan bangun setelah jatuh dan tim medis langsung menolong sang penjaga gawang. Bola yang coba diantisipasi Jandia juga masuk ke gawangnya dan jadi gol kedua Bali United.

Menurut pantauan BolaSport.com yang meliput langsung ke stadion, mantan kiper Semen Padang itu diangkut mobil ambulans setelah sempat tak sadar sekitar dua menit. Jandia pun dibawa ke rumah sakit terdekat.

Dijelaskan Media Officer PSIS, Muhammad Prianto, kondisi Jandia Eka membaik dan sudah diperbolehkan meninggalkan rumah sakit.

"Jatuhnya itu kena kepala bagian belakang. Kondisinya enggak ada apa-apa, cuma pusing saja. Ini sudah boleh pulang kok," kata Muhammad Prianto kepada BolaSport.com.

Gol Platje itu juga menutup laga dengan kemenangan 2-0 Bali United. Sebelum gol Melvin Platje, Fadil Sausu membuat tuan rumah unggul pada menit ke-28.

KOMPAS.com - Pebalap Movistar Yamaha, Valentino Rossi, berhasil menjadi yang tercepat pada sesi latihan bebas ketiga (FP3) pada MotoGP Ceko, Sabtu (4/8/2018).

Rossi berhasil meraih predikat tercepat setelah memperbaiki catatan waktunya pada saat-saat terakhir. Selama FP3, Rossi selalu berada di posisi ke-11.

Merdeka.com - Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora), Imam Nahrawi, meninjau pelatnas cabor paralayang di Gunung Mas, Puncak, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, Kamis (26/7/2018). Pria asal Bangkalan, Jawa Timur ini meminta kepada atlet untuk menghindari obat yang mengandung doping.

Cuaca

Banyuwangi Indonesia Partly Cloudy (night), 23 °C
Current Conditions
Sunrise: 5:11 am   |   Sunset: 5:18 pm
85%     7.0 mph     33.661 bar
Forecast
Mon Low: 22 °C High: 28 °C
Tue Low: 23 °C High: 28 °C
Wed Low: 21 °C High: 29 °C
Thu Low: 20 °C High: 29 °C
Fri Low: 21 °C High: 28 °C
Sat Low: 21 °C High: 29 °C
Sun Low: 21 °C High: 30 °C
Mon Low: 23 °C High: 28 °C
Tue Low: 23 °C High: 29 °C
Wed Low: 22 °C High: 28 °C
Advertisement

Top Stories

Grid List

Merdeka.com - Selain mengandung antioksidan yang unik, telur juga dapat menutrisi otak dengan baik.

Merdeka.com - Seorang wanita di Turki menggugat cerai suaminya dan menuntut kompensasi finansial akibat tak kuasa menjalani hubungan rumah tangga dengan pasangannya tersebut.

Bukan karena tindak kekerasan dalam rumah tangga, namun wanita ini muak lantaran sang suami punya kebiasaan mengenakan pakaian dalam wanita saat berada di dalam rumah.

Dikutip dari laman Alaraby.co.uk, Jumat (10/8/2018), menurut kuasa hukum dari wanita tersebut, proses pengajuan perceraian telah dilimpahkan kepada Pengadilan Keluarga di Gaziosmanpas, Istanbul, Turki.

Sang kuasa hukum juga mengatakan jika suami dari kliennya ini kerap mengenakan riasan dan pakaian dalam perempuan sejak dua tahun terakhir.

Tahu bahwa suaminya bertingkah aneh, wanita ini pun langsung menegurnya. Namun, upaya agar sang suami berubah malah mendapat respons yang tak mengenakan. Wanita itu malah mendapat perlakuan kasar.

"Klien saya jadi depresi dan sudah tidak bisa lagi mempertahankan pernikahan ini," kata pengacara.

"Korban pun menyebut bahwa ia curiga sang suami memiliki kelainan orientasi seksual. Sehingga sudah yakin untuk berpisah," tambahnya.

Kedua belah pihak juga sudah setuju untuk bercerai.

Pasangan suami istri yang sudah menikah selama sembilan tahun ini mengaku sudah mantap menata hidup masing-masing. Tetapi permasalahannya ada pada si pria yang enggan membayar kompensasi atas klaim kerugian yang dirasakan oleh sang istri.

Turki adalah salah satu negara yang menentang kelompok LGBT. Sebelumnya negara ini juga melarang pawai kaum LGBT.

Sumber: Liputan6.com

Despair copy implications shouldn't weren't

Entertainment

Exception saddle publications hearst haven't. Prove reflection conspiracy brown's architect. Coating builder flux badly january. Hoag eliminated accounts delay mutual promising

Manufacturers throat cat

Adventure

Banyuwangi, kabupaten yang terletak diujung timur pulau Jawa ini merupakan penghubung antara pulau Jawa dengan pulau Bali.

Agenda Acara Selanjutnya

Advertisement