Pulihkan Kondisi, Lurah Penataban Ngamar di RSUD

News
Typography

Pasca insiden percobaan pembunuhan yang dialaminya, kondisi Lurah Penataban Kecamatan Giri Banyuwangi, Wilujeng Esti Utami masih lemas dan belum bisa di ajak berkomunikasi. Sementara, korban di rawat di RSUD Blambangan Banyuwangi guna mendapat penanganan medis, Kamis (2/8).

Perempuan yang menjabat Lurah Penataban sejak tahun 2014 tersebut dirawat di ruang Paviliun kelas 1 VIP A sejak Rabu siang (1/8). Hampir di setiap menit, silih berganti rekan maupun kerabatnya datang menjenguk sekaligus memberikan semangat dan motivasi agar kasus yang di alaminya ini di jadikan pelajaran penting supaya tidak terulang kembali. Demikian halnya dengan suaminya, Samsuri yang selalu mendampingi serta menerima setiap tamu yang datang. Untung saja, Samsuri tidak sampai meninggalkan pekerjaan meskipun harus menemani sang istri di rawat. Pasalnya, Samsuri bekerja di pelayanan obat di apotik rawat jalan di RSUD Blambangan Banyuwangi yang ada di lantai 2. “Istri saya mengeluh sakit dan masih terasa nyeri di beberapa bagian tubuhnya,” ujar Samsuri. “Bahkan, di leher bagian belakang terdapat luka memar cukup parah akibat hantaman benda tumpul. Serta di leher bagian depan masih terdapat bekas jeratan tali,” imbuhnya. Samsuri juga mengaku, istrinya belum bisa berkomunikasi dengan baik di duga karena masih trauma dan kondisi kesehatannya menurun drastic, sehingga perlu perawatan intensif untuk memulihkannya. “Sampai saat ini saya masih belum mengetahui secara jelas rentetan kejadian serta motif dari aksi percobaan pembunuhan yang menimpa istri saya, karena kami masih belum bisa berkomunikasi dengan jelas,” papar Samsuri. Namun korban hanya mengaku kepada suaminya, bahwa leher bagian belakang di hantam benda sejenis pistol berulang kali oleh pelaku, yang di ketahui bernama Agus Siswanto (40) tercatat warga Desa Sumber Beras Kecamatan Muncar Banyuwangi, yang selama ini disebut sebut mengaku sebagai oknum LSM. Bahkan, kedua tangan dan kaki korban juga mengaku di ikat oleh pelaku lalu di buang ke aliran sungai Sere di kawasan Dusun Sendangrejo RT 02 RW 02 Desa Kebondalem Kecamatan Bangorejo Banyuwangi. Diakui oleh Samsuri, setelah menikah dengan korban dia memiliki seorang anak laki laki yang kini sudah duduk di bangku kelas 2 SMA. Sedangkan dari hasil perkawinan sebelumnya, Samsuri memiliki 3 orang anak. Sementara korban sendiri, dari hasil perkawinan dengan suami sebelumnya mempunyai 2 orang anak. “Sehingga total yang kami rawat ada 6 anak,” tutur Samsuri. Diberitakan sebelumnya, Lurah Penataban Wilujeng Esti Utami mendapat penganiayaan dari tersangka Agus Siswanto setelah di jemput di kantor Kelurahan Penataban pada Selasa (31/7). Tersangka mengajak korban hendak menemui seseorang yang di akui bernama Gus Makki di pondok pesantren Blok Agung Kecamatan Tegalsari, dengan alasan karena orang yang di maksud tersebut meminjam uang sebesar Rp 60 juta kepada korban. Namun naas, di sepanjang perjalanan korban justru mendapat perlakuan kekerasan dan penganiayaan dari tersangka hingga tubuhnya di buang ke sungai karena di duga sudah meninggal dunia. Hanya selang 2 jam setelah tubuh korban di temukan oleh warga, kepolisian berhasil menangkap tersangka di rumahnya beserta barang bukti uang tunai Rp 60 juta yang di bawa korban serta mobil Hyundai putih milik tersangka yang digunakan saat melakukan aksinya.

BLOG COMMENTS POWERED BY DISQUS