NU dan Muhammadiyah Minta Semua Menahan Diri Sikapi Tagar 2019 Ganti Presiden

News
Typography
radiovisfm.com, Banyuwangi - Sekelompok massa yang berasal dari kalangan LSM di Banyuwangi berencana melakuka  deklarasi Tagar 2019 ganti presiden, dan rencana tersebut mendapat penolakan dari kelompok massa lain yang pro Jokowi yang mengancam akan membubarkan paksa acara tersebut. Menyikapi hal itu, dua organisasi islam di Banyuwangi seperti Muhammadiyah dan NU minta kedua belah pihak menahan diri demi menjaga kondusifitas di kabupaten Banyuwangi
 
Sekretaris DPD Muhammadiyah Banyuwangi, Rofik menuturkan, perang tagar yang ramai di media sosial baik itu 2019 ganti presiden  atau Jokowi 2 periode seharusnya tidak perlu dibesar besarkan. Sedangkan selama ini, perang tagar tersebut merupakan imbas kondisi politik di tingkat elit di Jakarta yang merambah ke daerah.
 
Oleh karenanya Rofik berharap agar para pihak tidak menarik narik isu yang sebelumnya ramai di Jakarta itu, tidak ditarik ke daerah, Khususnya di Banyuwangi. Terlebih saat ini kabupaten Banyuwangi tengah gencar membangun image positif dan mempromosikan pariwisata untuk menarik masyarakat luar datang ke Banyuwangi.
 
Jika ingin menyuarakan pendapat sudah ada mekanismenya yang diatur oleh Undang Undang. Namun Rofik juga berharap masyarakat bisa cerdas dalam menangkap isu yang berkembang menjelang pemilu presiden dan wakil presiden tersebut, dengan tidak harus larut dalam dinamika politik yang berkembang hingga memunculkan gesekan antar masyarakat. Jika kinerja presiden saat ini sudah baik silahkan dipilih kembali, dan sebaliknya jika kinerjanya dianggap buruk tidak perlu dipilih saat pemilu tahun 2019 mendatang. 
 
Pengurus Muhammadiyah Banyuwangi juga berharap, gerakan apapun yang akan dilakukan di Banyuwangi harus mempertimbangkan efek positif dan negatifnya di masyarakat, Jika gerakan tersebut dinilai mengganggu kondusifitas di masyarakat, ada baiknya tidak perlu harus dilakukan.
 
 
Sementara itu, harapan yang sama juga datang dari ketua PCNU Banyuwangi Ali Makki Zaini yang berharap para pihak menahan diri untuk tidak melakukan gerakan apapun yang bisa mengganggu kondusifitas di tengah masyarakat Banyuwangi. Pria yang akrab disapa Gus Makki ini yakin jika seluruh masyarakat Indonesia khususunya Banyuwangi ini adalah bangsa yang santun dan bisa ngomong baik baik dalam memecahkan persoalan. Sehingga ada baiknya dua kubu yang yang berseberangan dan memiliki fanatisme berbeda dalam menyikapi momen Pilpres 2019 ini bisa ketemu dan ngomong baik baik agar gerakan apapun yang mengancam kondusifitas Banyuwangi ini tidak terjadi.
 
Saat disinggung terkait beredarnya undangan yang diberikan kepada ketua PCNU oleh kelompok massa yang berencana melakukan deklarasi 2019 ganti presiden tersebut, Gus Makki mengaku masih belum menerima undangan tersebut, karena saat ini ia tengah fokus untuk menata internal pengurus cabang Nahdlatul ulama kabupaten Banyuwangi yang baru dilantiknya.
 
 
Saat di Banyuwangi muncul kelompok massa yang berencana mendeklarasikan gerakan 2019 ganti presiden. Rencana deklarasi tagar 2019 ganti presiden tersebut rencananya akan digelar di gedung wanita Banyuwangi tanggal 5 September mendatang. Namun gerakan tersebut mendapat penolakan dari kelompok massa pro Jokowi yang menghendaki agar rencana deklarasi 2019 ganti presiden tersebut dibatalkan. Kelompok massa yang dipimpin oleh aktivis Eko Sukartono tersebut mengancam akan mengerahkan ribuan massa untuk membubarkan acara deklarasi 2019 ganti presiden itu, karena dianggap sebuah kegiatan liar yang bisa mengganggu kondusifitas di Banyuwangi.
BLOG COMMENTS POWERED BY DISQUS