Bawaslu Terima Permohonan Sengketa PPP

News
Typography
radiovisfm.com, Banyuwangi - Badan Pengawas Pemilu atau Bawaslu Banyuwangi menerima permohonan dari partai persatuan pembangunan atau P3 dan meloloskan  9 bacaleg P3 untuk mengikuti pemilu legislatif tahun 2019 mendatang. Keputusan Bawaslu itu terungkap dalam sidang adjudikasi dengan agenda putusan, tentang sengketa pencalonan yang digelar Bawaslu Banyuwangi pada kamis siang, menyusul adanya gugatan sengketa pencalonan yang diajukan oelh pengurus p3 Banyuwangi, lantaran 9 bacalegnya tidak lolos kedalam daftar caleg sementara atau DCS KPU.
 
Ketua Bawaslu Banyuwangi Hamim menuturkan, Bawaslu memutuskan untuk meloloskan 9 bacaleg PPP untuk bisa menjadi calon anggota legislatif dalam pemilu legislatif mendatang. Pertimbangan Bawaslu, karena aplikasi Sistem Informasi pencalonan atau SILON hanyalah sistem untuk menginput data bacaleg berdasarkan peraturan KPU, yang tidak diatur oleh undang undang. Karena dalam undang undang nomor 7 tahun 2017 tentang pemilu legislatif tidak menyebut persyaratan Bacaleg harus lolos SILON, sedangkan disisi lain, pengurus P3 sudah menyerahkan berkas manual 47 Bacalegnya kepada KPU sebelum masa pendaftaran caleg ditutup. 
 
Pertimbangan itu yang menjadi acuan Bawaslu untuk menerima permohonan P3 dan meloloskan 9 bacalegnya yang sebelumnya tidak diloloskan oleh KPU lantaran tidak masuk dalam SILON KPU. Dari putusan tersebut lanjut Hamim, KPU diminta untuk memasukkan 9 Bacaleg P3 dalam aplikasi SILON untuk bisa mengikuti pemilu leguslatif 2019 mendatang, sepanjang persyaratan administrasi mereka lengkap.
 
 
Sementara itu, ketua KPU Banyuwangi Samsul Arifin mengaku tunduk pada putusan Bawaslu untuk meloloskan 9 bacaleg P3 tersebut. Langkah yang akan diambil KPU akan menggelar rapat pleno menyikapi hasil putusan Bawaslu, dan secara teknis pihaknya akan berkonsultasi dengan KPU pusat untuk menindaklanjuti putusan Bawaslu tersebut. Karena aplikasi SILON operatornya dari KPU Pusat.
 
 
Ketua DPC Partai persatuan pembangunan atau P3 Banyuwangi Fauzan mengaku bersyukur atas putusan Bawaslu tersebut, dan berharap KPU segera memasukkan 9 bacalegnya ke dalam daftar caleg sementara dan ditetapkan dalam daftar caleg tetap. Fauzan Menjelaskan, sebelumnya ia mengajukan permohonan sengketa pencalonan ke Bawaslu ini untuk mendapatkan kepastian hukum terkait 9 bacalegnya yang tidak diloloskan oleh KPU.
 
 
 
Sebelumnya Bawaslu menggelar sidang ajudikasi yang digelar di kantor Bawaslu jalan dokter soetomo banyuwangi, yang dipimpin empat Majelis Pemeriksa Bawaslu Banyuwangi, yakni Hasyim Wahid, Anang Lukman, Joyo Adi Kusumo dan Ketua Majelis, Hamim.
 
Sidang adjudikasi sengketa pencalonan ini didasari tidak masuknya 9 nama Bacaleg PPP dalam DCS yang ditetapkan KPUD Banyuwangi. Kesembilan bacaleg itu adalah Yuli Sitalana dari dapil I, Haerudin dann Subandi dari dapil II, Mumtamah dan Rohmatulloh Fadhillah dari Dapil III, dan 4 orang dari Dapil V yakni M. Thohir, Arif Rohman, Ahmad Ibrohim, dan Endang Sriwahyuni. Tidak masuknya 9 bacaleg tersebut karena tidak bisa terinput dalam aplikasi SILON. Sedangkan disisi lain P3 beranggapan sudah memenuhi persyaratan administrasi pencalonan dan sudah menyerahkan hard copy berkas pencalonan 47 bacalegnya secara lengkap ke KPU sebelum masa pendaftaran caleg ditutup.Sedangkan pertimbangan KPU tidak meloloskan 9 bacalegnya mendasarkan pada Peraturan KPU nomor 20 tahun 2018 tentang pencalonan anghota legislatif yang menyebutkan jika pendaftaran daftar calon sementara lewat mekanisme soft copy melalui aplikasi SILON dan hard copy pencalonan
 
Sedangkan jumlah bacaleg PPP antara hard copy dan softcopy di SILON tidak sama. Berkas hardcopy jumlahnya 47 orang sedangkan di SILON cuma 38, dan 9 bacaleg tidak diloloskan oleh KPU.

 

BLOG COMMENTS POWERED BY DISQUS