Nihayah : Sosialisasi Pemilu Harus Lebih Massiv

News
Typography

www.radio.com, Banyuwangi - Pemilu tahun 2019 menjadi pemilu yang dianggap sangat sulit ketimbang pemilu sebelumnya, karena menggabungkan antara pemilu legisaltif dan pemilu presiden. Sehingga dibutuhkan sosialisasi yang massiv melibatkan tokoh masyarakat di seluruh wilayah. Pernyataan tersebut diungkapkan oleh anggota komisi 2 DPR RI Nihayatul Wafiroh pada Selasa siang (25/9) dalam acara Monitoring dan Pengawasan regulasi Kepemiluan yang digelar sekretariat DPR RI dihotel Ketapang Indah.

Nihayatul menuturkan, pemilu legislatif tahun 2019 nanti, mungkin menjadi pemilu tersulit didunia, karena bersamaan dengan pemilu presiden di waktu yang sama. Nantinya para pemilih akan mendapatkan 5 surat suara langsung, 4 surat suara pileg dan 1 surat suara pilpres. Banyaknya surat suara yang dicoblos saat pemilu tahun 2019 nanti, dianggap cukup membingungkan masyarakat. Sehingga diperlukan upaya sosialisasi yang lebih massiv lagi oleh penyelenggara pemilu dengan melibatkan tokoh masyarakat disemua wilayah untuk mensosialisasikan tata cara mencoblos di TPS nanti. Menurut politisi asal kecamatan Tegalsari Banyuwangi ini, sampai saat ini juga disinyalir masih banyak warga yang belum tahu jadwal pelaksanaan  pemilu tahun 2019 nanti. 

Nihayatul wafiroh menambahkan, selain perlu sosialisasi pemilu lebih massiv, juga diperlukan komitmen yang kuat dari peserta pemilu untuk melakukan kampanye sehat sebagai upaya pendidikan politik kepada masyarakat.

Sementara itu ketua KPU Banyuwangi, Syamsul Arifin dalam acara monitoring dan pengawasan regulasi kepemiluan tersebut berharap kepada seluruh masyarakat lebih memperjuangkan kebutuhan dasar administratif berupa kartu tanda tanda penduduk elektronik. Karena berdasarkan peraturan KPU, pemilih dalam pemilu legislatif nanti wajib punya KTP Elektronik. dan untuk memperjuangkan mendapatkan KTP elektronik tersebut, warga wajib melakukan perekaman bagi yang belum. Karena menurut Syamsul, kepemilikan KTP elektronik bukan hanya kewajiban, tapi menjadi kebutuhan masyarakat sebagai syarat utama untuk bisa menjadi pemilih di TPS saat pemilu tanggal 17 April 2019 mendatang.

BLOG COMMENTS POWERED BY DISQUS