Rebutan Penumpang, Sopir Taxi Online dan Konvensional Baku Hantam

News
Typography
radiovisfm.com - Gara gara rebutan penumpang di bandara, sopir taksi online dan sopir taksi konvensional terlibat adu fisik di depan pintu keluar bandara Banyuwangi. Adu jotos yang terjadi pada Rabu siang (3/10/18) antara sopir taksi grab dan sopir taksi milik BUM Des desa Blimbingsari itu, membuat keduanya saling lapor di polsek Rogojampi, karena beralasan sama sama merasa dianiaya.
 
Sopir taksi online Grab Angga mengaku, aksi kontak fisik  yang terjadi sekitar pukul 14.00 WIB tersebut bermula saat dirinya mendapat panggilan melalui aplikasi hand phonenya dari penumpang di bandara Banyuwangi, yang menunggu di jalan raya luar bandara. Saat penumpang tersebut sudah naik di dalam mobil, ia dihadang oleh sopir taksi konvensional, yang menuduhnya menyerobot penumpang yang menjadi haknya. 
 
Merasa dihadang, Angga membuka kaca mobilnya untuk menanyakan alasan penghadangan yang dilakukan. Namun tiba tiba sopir taksi konvensional itu menamparnya hingga ia merasa emosi dan membalasnya dengan  melayangkan pukulan kearah sopir taksi milik badan usaha desa Blimbingsari tersebut.
 
Perkelahian dengan sopir taksi konvensional yang diketahui bernama Solihin tersebut, membuat penumpang yang sudah diangkutnya turun dari mobil Angga karena takut dan membatalkan pemesanan jasa angkutan taksinya. Karena merasa telah dianiaya dan dirugikan, Angga melaporkan kejadian yang menimpanya ke polsek Rogojampi, dengan harapan kejadian yang sama tidak terulang kembali padanya dan teman sesama sopir taksi online lainnya. Usai kejadian perkelahian antara sopir taksi online dan taksi konvensional tersebut, keduanya saling lapor dan langsung membawa persoalan ke polsek Rogojampi.
 
Menurut kepala desa Blimbingsari Muhbirudin yang ditemui polsek membenarkan jika taksi konvensional yang terlibat perkelahian dengan taksi olnline tersebut adalah sopir binaannya bernama Solihin. Dalam persoalan ini Muhbirudin balik menuding jika perkelahian tersebut diawali dari ulah sopir taksi online yang mengambil penumpang didalam bandara. Padahal sudah ada kesepakatan lisan antara sopir taksi online dan taksi konvensional yang melarang taksi online mengambil penumpang didalam bandara, dan boleh mengambil di jalan raya luar bandara.
 
Yang terjadi sopir online itu mencari penumpang didalam bandara hingga ditegur oleh salah satu sopir taksi binaannya. Namun saat ditegur, sopir taksi online tersebut mengeluarkan ruyung dan menantangnya berkelahi hingga terjadi kontak fisik. Karena merasa sopir taksi binaannya dipukul duluan, selaku kades Muhbirudin melaporkan masalah ini ke polisi agar diproses secara hukum.
 
Saat disinggung terkait perjanjian yang melarang sopir taksi online mengambil penumpang didalam bandara, Muhbirudin mengaku jika perjanjian tersebut baru sebatas lisan dan rencananya akan dibuat tertulis. Sedangkan saat ini, Badan Usaha Milik desa Blimbingsari memiliki 12 unit taksi konvensional yang ijin usahanya masih dalam proses pengajuan.
 

 

BLOG COMMENTS POWERED BY DISQUS