Sebar Hoax, Siap Siap Denda Ratusan Juta

News
Typography

radiovisfm.com, Banyuwangi - Pemerintah pusat telah menyiapkan peraturan tentang pengenaan denda bernilai ratusan juta rupiah kepada pembuat atau penyebar berita palsu atau hoaks di media sosial. Pengenaan denda kepada penebar berita palsu tersebut, bertujuan untuk mengurangi maraknya peredaran berita hoaks melalui pesan berantai, yang dinilai sudah sangat meresahkan dan mengancam keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia.

Staf Ahli bidang hukum Menteri Komunikasi dan Informasi, Hendry Subiyakto saat berkunjung ke Banyuwangi menuturkan, pemerintah tengah menggodok perubahan peraturan pemerintah nomor 82 tahun 2012 tentang penyelenggaraan sistem dan transaski elektronik. Dalam perubahan peraturan tersebut, nantinya akan menerapkan sanksi berupa denda sebesar ratusan juta kepada pembuat atau penyebar berita palsu melalui media sosial.

Bahkan dalam rancangan peraturan pemerintah yang ditargetkan tuntas sebelum akhir tahun 2018 itu, juga mengatur pengenaan sanksi kepada penyedia platform media sosial, seperti facebook atau twitter dan sebagainya, karena mereka dianggap turut bertanggung jawab terhadap peredaran berita palsu. Bagi Netizen yang menyebarkan berita palsu, juga bisa dijerat dengan undang undang Informasi dan transaksi elektronik atau ITE.

Hendry menjelaskan, saat ini pihak kepolisian terus melakukan upaya penegakan hukum bagi pelakupenyebar berita palsu dengan jeratan undang undang ITE. Karena bagi polisi, sangat mudah untuk menangkap pelaku pembuat atau penyebar berita palus tersebut, dengan melihat jejak digital penyebarnya melalui nomor HP atau email yang terdeksi di gadget yang digunakan untuk menyebarkan berita hoaks.

"Orang yang menyebarkan hoaks, sama saja dengan membunuh dirinya untuk masa depan, karena saat ini pemerintah juga melihat jejak digital seseorang ketika hendak melamar pekerjaan atau mendaftar sebagai pejabat publik," imbuh Hendry.

"Mereka yang terbiasa menyebar hoaks, akan ketahuan nantinya, jika dilihat aktivitasnya di dunia maya melalui jejak digital recordnya dalam gadget yang dimilikinya," pungkasnya.

 

BLOG COMMENTS POWERED BY DISQUS