Dorong Pertumbuhan Ekonomi, OJK Tekankan PUJK Punya Unit Fungsi

News
Typography

radiovisfm.com, Banyuwangi - Untuk mendorong pertumbuhan ekonomi, Otoritas Jasa Keuangan atau Ojk mulai menekankan kepada Pelaku usaha Jasa Keuangan atau PUJK  agar memiliki unit fungsi penanganan pengaduan dan unit fungsi literasi dan inklusi keuangan di lembaganya masing masing.

Pernyataan tersebut Sondang Marta Samosir, kepala Departemen Literasi dan Inklusi Keuangan di OJIK pusat, pada Kamis siang (18/10/18) dalam acara sosialisasi ketentuan tentang layanan keuangan kepada puluhan PUJK, yang digelar di ruang ijen hotel Santika Banyuwangi.

Sondang Marta Simosir menuturkan, OJK mensyaratkan kepada pelaku usaha jasa keuangan sperti perbankan, leasing atau pegadaian, agar memiliki unit fungsi tentang penanganan pengaduan dan unit fungsi literasi inklusi keuangan.

Keberadaan unit  fungsi penanganan pengaduan ini agar masyarakat selaku konsumen PUJK, bisa lebih nyaman berinvestasi. Karena cekatan penanganan masalah.

Sedangkan unit fungsi literasi inklusi keuangan ini, menjadi program pemerintah pusat, untuk diterapkan kepada masyarakat, yang fungsinya mengarahkan pemahaman dan sudut pandang masyarakat tentang manfaat transaksi dengan pelaku usaha jasa keuangan.

Bahkan presiden Jokowi sendiri lanjut Sondang, telah mengeluarkan kebijakan yang berkaitan dengan literasi inklusi keuangan. Yang ditargetkan, tahun 2019 mendatang, dari 100 orang yang ada, 30 persennya adalah masyarakat yang memiliki literasi tentang manfaat bertrasaksi dengan jasa PUJK seperti perbankan, dan 70 persennya harus inklusi keuangan.

Karena dengan semakin banyaknya masyarakat mengetahui tentang dunia perbankan atau pelaku usaha jasa keuangan, maka akan makin banyak masyarakat lokal yang bisa mengakses pasar modal atau industri komunal. Jika masyarakat mulai banyak yang mengerti masalah perekonomian, maka dipastikan bakal jarang masyarakat yang lari ke lintah darat ketika butuh pinjaman serta ikut dalam investasi bodong yang akhirnya merugikan dirinya sendiri.

Dalam kesempatan itu, Sondang juga berpesan kepada para pelaku jasa keuangan dan juga masyarakat, agar berhati hati terkait maraknya investasi bodong dengan berbagai macam kedok yang menggiurkan. Sondang menghimbau kepada masyarakat agar berinvestasi pada lembaga keuangan yang jelas dan legal. Karena untuk mengetahui investasi itu bodong atau tidak, cukup berpedoman pada dua L, yakni Legal dan logis. Apakah lembaganya legal alias resmi atau proses kerja dan meraup hasilnya masuk akal. Jika salah satunya tidak terpenuhi, dihimbau tidak berinvestasi di lembaga tersebut. 

Dalam acara sosialisasi yang bertema "Mendorong Pertumbuhan Ekonomi Melalui Peningkatan Literasi dan Inklusi Keuangan serta Layanan Pengaduan Konsumen" tersebut, dihadiri oleh puluhan pimpinan pelaku usaha jasa keuangan seperti perbankan dan leasing serta asuransi se eks karesidenan Besuki dan Lumajang. Serta menghadirkan tiga pemateri yang kesemuanya berasal dari OJK pusat. Diantaranya Rela Ginting, selaku direktorat penelitian kebijakan dan pengaturan edukasi dan perlindungan konsumen, dan Franky Maruli Wijaya serta Renhard Gultom.

BLOG COMMENTS POWERED BY DISQUS