Program “Gerakan Lindungi Hak Pilih”, Cover Masyarakat Yang Tak Masuk DPT

KPU Banyuwangi

News
Typography

radiovisfm.com, Banyuwangi - Meski DPT pemilu 2019 sudah ditetapkan, masyarakat yang belum terdaftar, masih punya kesempatan dicover dalam DPT melalui Gerakan Melindungi Hak Pilih yang dijalankan oleh KPU melalui PPS.

KPU berharap program Gerakan Melindungi Hak Pilih yang saat ini dijalankankannya bisa menjadikan DPT pemilu 2019 lebih valid lagi dalam mengakomodir warga yang sudah punya hak pilih namun tidak tercover dalam Daftar Pemilih Tetap (DPT).

Gerakan Melindungi Hak Pilih (GMHT) tersebut, dijalankan oleh KPUD melalui Panitia Pemungutan Suara (PPS) dengan membuka posko GMHP di masing masing desa dan kelurahan. Bahkan tak jarang PPS selaku jajaran KPU di tingkat desa itu turun dalam aktifitas atau kegiatan warga untuk mensosialisasikan tahapan pemilu dan mengajak partisipasi warga untuk cek DPT apakah sudah masuk atau belum.

Lebih lanjut Edy menjelaskan, Gerakan GMHP ini dilakukan dalam rangka menindaklanjuti rekomendasi dari Bawaslu RI yang meminta pada KPU agar melakukan penyempurnaan DPT, karena dianggap hasil rekap DPT pemilu 2019 yang sudah ditetapkan  5 September lalu kurang valid dan perlu disempurnakan ulang.

Melalui gerakan melindungi hak pilih yang dijalankan sejak 1-28 Oktober, Edy berharap peran aktif masyarakat dengan memastikan dirinya apakah sudah terdaftar atau belum di DPT. Jika belum, warga bisa mendaftar ke petugas PPS di kantor desa atau kelurahan setempat.

KPU Banyuwangi optimis, gerakan melindungi hak pilih yang dijalankan ini, bisa membuat DPT Pileg dan Pilpres 2019 di Banyuwangi semakin valid dan sempurna.

“ Tanggal 1 - 28 Oktober KPU punya program GMHT dengan posko di masing-masing desa dan kelurahan", kata Edy.

BLOG COMMENTS POWERED BY DISQUS