Dewan : Hingga Oktober 2018, PAD Banyuwangi Masih Minim

News
Typography

radiovisfm.com, Banyuwangi - Ditengah proses pembahasan rancangan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Banyuwangi tahun 2019, DPRD mempertanyakan masih minimnya Pendapatan Asli Daerah (PAD) tahun 2018 dari target yang ditetapkan sebesar Rp. 589 M. Padahal tahun 2018 tersisa dua bulan lagi.

 

Sorotan badan dewan terhadap PAD Banyuwangi  tersebut diungkapkan oleh ketua Komisi 3 DPRD Banyuwangi Kusnan Abadi usai menggelar rapat internal dengan mitra kerja eksekutif terkait rancangan APBD 2019.

 

Kusnan menuturkan, hingga tri wulan keempat tahun 2018 ini, capaian PAD Banyuwangi yang didapat oleh sejumlah dinas penghasil masih 55 persen dari target PAD 2018 yang dipatok sebesar Rp. 589 M. Sehingga kurang 44 persen lagi untuk bisa memenuhi target PAD Banyuwangi dari sejumlah sektor pendapatan di Banyuwangi.

 

Komisi 3 yang membidangi anggaran ini memberikan sorotan tajam kepada Dinas Pariwisata yang ditarget bisa maraup pendapatan sebesar 55 milyar dari sektor pajak hotel dan restoran serta pariwisata. Karena hingga saat ini, Pendapatan dinas pariwisata dari sektor pajak hotel dan restoran serta tempat hiburan dan pariwsata di Banyuwangi baru mencapai 34 persen dari target yang ditetapkan sebesar Rp. 55 M. Padahal jumlah kunjungan wisata di Banyuwangi mencapai angka 4,8 juta wisatawan domestik dan mancanegara yang berkunjung ke Banyuwangi. Sedangkan tahun 2018 tersisa dua bulan lagi, untuk bisa memenuhi target PAD yang ditetapkan dalam APBD 2018.

 

Kusnan memprediksi, dari tingginya jumlah kunjungan wisatawan tersebut, idealnya Dinas Pariwisata bisa meraup PAD sebesar Rp. 2 M lebih melalui pajak tiket tempat wisata dan tax monitor di berbagai restoran. Namun hingga oktober 2018 ini, PAD dari sektor pariwisata hanya mencapai Rp. 870 juta.

 

Komisi 3 juga menyoroti PAD dari dinas penghasil lainnya seperti Dinas Perhubungan dan Dinas Perindustrian Perdagangan yang juga masih minim. Kusnan berharap, di sisa waktu dua bulan terakhir ini, eksekutif khususnya sejumlah dinas penghasil bisa meningkatkan kinerjanya untuk memacu pendapatan daerah melalui sektor usaha di bidangnya masing masing. Sehingga target PAD sebesar Rp. 589 M dan meningkat tiap tahun ini bisa tercapai.

 

" Kita ingin mendorong beberapa SKPD yang potensial,diantaranya Dinas Pariwisata, Dinas Perhubungan, PAD kita amsih diangka 55 persen masih kurang 44 persen lagi, padahal waktunya kurang 2 bulan, memang kendalanya banyak dinas yang belum optimal kinerjanya", ujar Kusnan.

 

Melalui rapat internal bersama dewan dalam membahas RAPBD 2019 ini, eksekutif optimis target PAD yang ditetapkan dalam APBD 2018 itu bisa tercapai hingga akhir tahun 2018. Belum optimalnya pendapatan daerah berdasarkan target yang ditetapkan ini, eksekutif beralasan jika hal tersebut dipicu oleh terbatasnya personil di instansi masing masing dalam melakukan penarikan pajak dan retribusi daerah. Seperti Dinas Pariwisata, yang hanya memfungsikan satu orang untuk menangani 3 hingga 5 kecamatan di Banyuwangi untuk menangani penarikan pajak dan retribusi daerah dari sektor hotel dan restoran serta tempat wisata di Banyuwangi. Disisi lain, banyak tiket masuk tempat wisata yang tidak dilakukan porporasi, sehingga pajak dari hasil penjualn tiketnya tidak semuanya disetor ke kas daerah.

BLOG COMMENTS POWERED BY DISQUS