Banggar DPRD Masih Anggap PAD Minim

News
Typography
radiovisfm.com, Banyuwangi - Badan Anggaran DPRD dan Tim Anggaran Pemerintah Daerah (TAPD) Senin siang (4/11/18) melakukan pembahasan Rancangan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) 2019. Dalam proses pembahasan yang dipimpin oleh wakil ketia DPRD Joni Subagyo tersebut, terkait penentuan kebijakan anggaran dalam APBD tahun 2019. Badan anggaran dewan dan tim anggaran pemerintah daerah fokus membahas realisasi Pendapatan Asli Daerah (PAD) tahun 2018. Namun kalangan dewan menilai realisasi PAD tahun ini dianggap masih sangat minim. Karena hingga pertengahan Oktober 2018 baru mencapai 50 persen dari target yang ditetapkan dalam APBD 2018.
 
Wakil Ketua DPRD Banyuwangi Joni Subagio menuturkan, TAPD fokus memperdalam pembahasan realisasi PAD. Karena sampai pertengahan Oktober realisasi pendapatan baru sekitar 50 persen dari target. Oleh karena itu kata Joni, sebelum melakukan finalisasi pembahasan anggaran, dewan ingin memperdalam realisasi pendapatan daerah tersebut.
 
Joni menjelaskan, ada tiga Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) yang dimintai penjelasan terkait PAD, yakni Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar); Dinas Komunikasi, Informatika, dan Persandian (Diskominfo-Persandia); serta Dinas Perhubungan (Dishub). Menurut Joni, di antara tiga SKPD tersebut, hanya satu instansi yang memberikan jawaban memuaskan, yakni Disbudpar, yang pe jelasannya realistis dan bisa diterima. Selama ini, tenaga untuk monitoring penarikan pajak sangat terbatas, dan tidak semua wajib pajak yang taat pajak daerah. Kedepan disbudpar Sudah ada solusi, akan menambah tenaga untuk monitoring wajib pajak yang selama ini belum ter-cover secara maksimal.
 
Sedangkan dua SKPD lain, yakni Dishub dan Diskominfo-Persandian, kata Joni, penjelasannya belum bisa diterima dewan, sehingga dalam waktu dekat akan perintahkan komisi 3 yang membidangi anggaran untuk memanggil dua SKPD tersebut agar memberikan penjelasan yang betul-betul akurat dan teknis.
 
" Dengan TAPD kita perdalam realisasi pendapatan. Terhitung pertengahan Oktober realisasi masih minim sekitar 50 persen yang ditargetkan ", kata Joni.
 
Sementara itu dikonfirmasi terpisah, Sekretaris Kabupaten (Sekkab) Djadjat Sudradjat mengatakan, jika pembahasan antara Banggar dan TAPD berjalan lancar. Koordinasi antara legislatif yang memiliki fungsi pengawasan dan eksekutif sebagai pelaksana telah terjalin dengan baik. Dewan dan eksekutif saling mengingatkan dan saling memberi masukan.
 
Djadjat menyatakan pendapatan daerah menjadi fokus pembahasan antara Banggar dan TAPD kemarin. Dia mengakui, ada beberapa pos pendapatan yang belum mencapai target. Dan saat ini prosentase realisasi pendapatan mencapai 56 persen. Namun Djajat optimistis hingga akhir tahun 2018 ini capaian PAD bisa mencapai 80 sampai 90 persen dari target yang ditetapkan sebesar Rp. 534 M.
 
" Dewan dan eksekutif sudah koordinasi dan prosesnya berjalan dengan lancar", kata Djajat. 
 
Berdasarkan data yang dilansir Badan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD) Banyuwangi, realisasi anggaran daerah tahun 2018 sampai sejak 1 Januari sampai 1 November telah mencapai 2,5 triliun atau 85,88 persen dari target sebesar 2,98 triliun. Sedangkan lain-lain pendapatan daerah yang sah terealisasi 497 miliar alias 93 persen dari target Rp. 534 M.
 
 
BLOG COMMENTS POWERED BY DISQUS