Ahmad Basarah Kampanyekan Pancasila Sebagai Idiologi Bangsa

News
Typography

radiovisfm.com, Banyuwangi - Pimpinan MPR RI berharap agar asal usul pancasila sebagai idiologi bangsa harus diluruskan kepada masyarakat, salah satunya melalui kurukulum pendidikan di kampus. Karena Sebagai bangsa yang besar, bangsa Indonesia harus mengetahui asal-usul Pancasila yang selama ini menjadi dasar Negara. 

Pernyataan itu diungkapkan oleh wakil ketua majlis permusyawaratan rakyat atau MPR RI Ahmad Basarah saat melakukan kunjungan di Banyuwangi hari Sabtu (10/11/18) kemarin.

Basarah menuturkan, asal-usul Pancasila yang saat ini kurang diketahui oleh lapisan masyarakat harus diluruskan, salah satunya melalui kurikulum pendidikan di Perguruan Tinggi. Untuk itu dirasa perlu untuk melakukan rekonstruksi kurikulum Pancasila yang selama ini diajarkan untuk meluruskan asal-usul Pancasila.

 Menurutnya, perguruan tinggi sebagai agen perubahan sosial harus dapat mengikuti keputusan negara yang telah bersepakat tentang penetapan hari lahirnya Pancasila pada 1 Juni melalui kurikulum. Sambil menunggu hasil koordinasi antara pemerintah dengan DPR RI, perguruan tinggi swasta (PTS) perlu melakukan pembahasan dan workshop bagaimana merekonstruksi mata kuliah Pancasila yang selama ini merujuk pada paradigma orde baru yang penuh dengan manipulatif dan distorsi. 

Karena urgensinya kata Basarah sangat penting, karena tidak mungkin bangsa Indonesia bisa memahami Pancasila dengan baik kalau asal-usulnya saja tidak diketahui. Ketua Umum persatuan Alumni GMNI ini menjelaskan, kalau apa yang terkandung dalam sila-sila Pancasila tidak diketahui maknanya, berarti Pancasila selama ini cuma judul-judulan saja. 

Karena kurikulum sekarang ini, kata dia, merupakan produk keberlanjutan dari materi Pancasila yang dulu diajarkan orde baru. Dimana tidak pernah tertuang bagaimana para founding fathers merumuskan, membahas dan menyepakati Pancasila sebagai dasar Negara.

Menurutnya, banyak sekali nilai yang dapat diambil hikmahnya dari perjuangan para pejuang bangsa, baik yang di anggota Badan Penyelidik Usaha Persiapan Kemerdekaan Indonesia (BPUPK), panitia 8 maupun panitia persiapan kemerdekaan Indonesia. Narasi tentang asal usul pancasila ini harus ada pada dokumen akademik setiap jenjang pendidikan, mulai PAUD hingga Perguruan Tinggi.

Sedangkan gagasan rekonstruksi kurikulum pendidikan Pancasila ini, lanjutnya, datang dari kesadaran dari para stake holder dunia Perguruan Tinggi. Kepres tentang penetapan 1 Juni sebagai hari lahir Pancasila menurutnya adalah payung hukum untuk pijakan dasar yuridis bagi pengakuan tentang hari lahirnya Pancasila. Dimana seluruh dokumen otentik pancasila itu telah diakui yang dulu tidak pernah diakui negara. 

Politisi PDI Perjuangan ini menambahkan, dalam meluruskan nilai nilai pancasila ini, MPR memberikan wacana, arahan yang bersifat materi karena kesepakatan tentang konsensus bangsa Indonesia tentang kapan pancasila itu lahir dimulai dari MPR dengan dokumen buku empat pilar yang menjadi bahan materi sosialisasi 4 pilar MPR RI dan juga telah dilegalisir melalui keputusan Presiden nomor 24 tahun tahun 2016 tentang Penetapan 1 Juni sebagai Hari Lahirnya Pancasila.

 

"Pancasila harus diketahui asal usulnya oleh generasi bangsa, oleh karena itu harus segera diluruskan", ujarnya. 

Kedatangan Wakil Ketua MPR RI, Ahmad Basarah di Banyuwangi, dalam rangka sosialisasi 4 pilar sekaligus membuka Rapat Kerja dan Workshop Rekonstruksi Kurikulum Pendidikan Pancasila di kampus Untag 1945 Banyuwangi hari sabtu kemarin. Kegiatan ini diikuti oleh dosen di konsorsium Untag Indonesia dan Perguruan Tinggi Swasta Nasionalis Indonesia atau PTSNI.

BLOG COMMENTS POWERED BY DISQUS