Top Stories

Grid List

radiovisfm.com, Banyuwangi - Pemkab Banyuwangi melakukan Softlaunching OsingPay, yang merupakan aplikasi transaksi keuangan berbasis online. Aplikasi ini sebagai upaya Banyuwangi di dalam mendorong melakukan transaksi non tunai terhadap warganya. 

Bupati Banyuwangi Abdullah Azwar Anas mengatakan, alat transaksi elektronik sudah menjadi tren pembayaran di era sekarang yang memberikan manfaat cepat dan bisa dilakukan dimana saja. 

“Sebagai daerah yang ramah teknologi, Banyuwangi juga tidak akan melewatkan manfaat alat transaksi elektronik tersebut. Apalagi OsingPay ini mengusung unsur kelokalan,” ujar Bupati Anas.

Hadir dalam acara Softlaunching tersebut Ustad Yusuf Mansur, Kepala Perwakilan Bank Indonesia Jember Hestu Wibowo dan Direktur Resiko Bisnis Bank Jatim Rizyana Mirda.

Berbeda dengan alat transaksi elektronik lainnya yang milik korporasi, OsingPay merupakan alat transaksi elektronik yang diusung oleh daerah. Nama OsingPay diambil dari kata Osing yang dikenal sebagai suku asli Banyuwangi. 

Bupati Anas menjelaskan, pada peluncuran Osingpay ini bukan nilai transaksinya yang di kejar, namun inilah langkah kecil Banyuwangi dalam menatap masa depan di tengah perkembangan teknologi dunia yang begitu pesat.

“Selain itu, value yang dimiliki OsingPay akan menjadi investasi dari warga Banyuwangi sendiri,” imbuhnya.

“Saya berharap, ini dapat mendorong inklusi keuangan di Banyuwangi, juga mendidik warga untuk melek keuangan,” tutur Bupati Anas.

Ke depan, OsingPay ini akan diaplikasikan di pedagang pasar tradisional Banyuwangi. Pengunjung pasar diharapkan akan terbiasa menggunakan pembayaran non tunai. 

Menurut Bupati Anas, ini sebagai upaya pemkab untuk menciptakan cashless society. Sehingga ibu-ibu akan terbiasa menggunakan dompet digital ini.

OsingPay menggandeng PT Veritra Sentosa Internasional (PayTren) dan Bank jatim untuk pengelolaan jasa keuangan tersebut.

“Kerja sama ini juga merupakan wujud dukungan kepada sistem pembayaran berbasis teknologi yang digerakkan oleh anak bangsa,” ungkapnya.

Bupati Anas menambahkan, PayTren sebagai perusahaan fintech yang benar-benar digerakkan anak bangsa.

“Bukan soal apa, ini hanya dukungan kecil dari Banyuwangi yang diharapkan bisa memudahkan masyarakat sekaligus mendukung kemandirian sistem pembayaran nasional,” pungkas Bupati Anas.

Komisaris Utama PayTren Ustaz Yusuf Mansur menambahkan, pihaknya memberikan apresiasi pada Banyuwangi yang telah menginisiasi kerjasama pembayaran elektronik berbasis lokal.

“Saya berharap langkah yang dilakukan oleh Banyuwangi ini bisa ditiru oleh daerah-daerah lainnya. Ini akan menggerakkan perekonomian lokal karena perputaran uang dan keuntungannya kembali lagi untuk daerah,” papar Yusuf Mansur.

Sehingga dianggap sangat baik untuk di duplikasi oleh daerah-daerah lainnya di Indonesia.

OsingPay bisa dimanfaatkan untuk pembayaran dan pembelian di berbagai merchant lokal seperti pusat oleh-oleh maupun berbagai layanan yang ada di aplikasi Osingpay. Misalnya untuk pembayaran pajak daerah, zakat ASN ke Badan Amil Zakat, PDAM, Listrik dan lain sebagainya. Aplikasi Osingpay sendiri bisa di unduh di play store.

 

radiovisfm.com, Banyuwangi - Dengan kompetisi E-sport yang di gelar pertama kalinya oleh Pemkab Banyuwangi, Bupati Abdullah Azwar Anas mendorong anak anak muda untuk menggeluti olah raga elektronik secara professional.

Kegiatan ini juga sebagai cara pemkab di dalam mengembangkan ekosistem gaming di Banyuwangi.

Hal itu dikatakan Bupati Anas saat menyaksikan pertandingan Banyuwangi e-sport competition, di Gedung Wanita Banyuwangi, Kamis sore (19/9/2019). Saat itu, Bupati Anas terlihat menyemangati para peserta yang memasuki babak final di hari kedua.

“Di ajang ini anak anak tidak hanya berkompetisi bermain games. Tapi juga untuk mengasah kemampuan bermain teknologi digital,” ungkap Bupati Anas.

“Ingat, jika sudah jago bermain diharapkan untuk terus meningkatkan kemampuannya supaya bisa ke tingkat yang lebih professional,” tuturnya.

Bupati Anas juga mengatakan, E-sport saat ini menjadi trend yang luar biasa di seluruh dunia dan menjadi trend anak-anak milineal.

E-sport bukan sekedar mainan biasa namun ada potensi ekonomi yang luar biasa dan sangat besar. Diakuinya, mungkin hal ini bagi sebagian orang melihat sesuatu yang biasa, namun sesungguhnya game online dan console ini adalah bagian dari industri 4.0 yang perlu diwadahi, selain juga value-nya yang sangat dahsyat.

“Karena itu, kami mengkompetesikan dengan harapan anak-anak muda bukan hanya bermain tapi nantinya juga ikut menciptakan permainan-permainan baru yang bisa bersaing dengan yang sudah ada,” papar Bupati Anas.

Banyuwangi E Sport Competition ini dilaksanakan selama dua hari, 18-19 September 2019. Pada hari kedua (19/09/2019) dilaksanakan final empat game yakni Mobile Legend, Arena of Valor (AOV), Counter Strike Global Offensive (CS:GO), Player Unknown’s Battleground (PUBG).

“Saat ini, E Sports juga sudah menjadi salah satu cabang olahraga yang masuk kualifikasi Pra Olimpiade. Ini menjadi kesempatan bagi anak-anak muda untuk mengembangkan hobinya ke level professional,” ujar Bupati Anas.

“Jika dikelola dengan positif dan profesional, eSport akan sama dengan olahraga dan industri lainnya yang menghasilkan peluang dan keuntungan,” imbuhnya.

Disisi lain, banyak bidang yang baru yang muncul seperti player, pelatih, manager, caster eSport, broadcasting e-sport dan lain sebagainya.

“Ajang ini juga untuk mencari bakat gamers yang nantinya bisa berkompetisi baik di level tingkat nasional bahkan dunia,” imbuh Bupati Anas.

Pada kesempatan itu, Menteri Komunikasi dan Informatika Rudiantara turut menyapa para peserta yang tengah berkompetisi.

Menteri Rudiantara memberikan ucapan selamat bertanding kepada para peserta E Sport Competition melalui video.

“e-Sport membuka banyak peluang bagi anak-anak muda Indonesia. Di antaranya adalah menjadi atlet e-sport yang bisa berlaga hingga ke tingkat dunia. Salah satunya e-sport dipertandingkan di Asian Games,” papar Menteri Rudiantara.

Dia mengaku senang dengan adanya kompetisi yang digelar oleh daerah seperti Banyuwangi ini yang dinilai bisa melahirkan atlet-atlet handal yang berprestasi dunia.

Selain menjadi atlet, peluang lain dari e-sport adalah menjadi developer. Rudiantara mencontohkan salah satu developer geme berbasis di Prancis, Gameloft, yang membangun aplikasinya adalah anak-anak yang bermukim di Jogjakarta.

“Potensi anak-anak muda daerah sangat besar dan semua peluangnya sama. Pemerintah juga mendorong, pembuatan game-game yang berkarakter nasional. Misalnya Gatot Kaca dan lainnya bahkan bisa juga karakter lokal daerah masing-masing,” papar Menteri Rudiantara.

Even yang juga di dukung perusahaan teknologi Dell ini diikuti 200 lebih gamer se-Banyuwangi yang telah terseleksi. Kompetisi mempertandingkan game-game  populer, yakni Mobile Legend, Arena of Alor (AOV), Counter Strike Global Offensive (CS:GO), Defense of the Anncienst (DOTA) 2, Player Unknown’s Battleground (PUBG) dan Free Fire. Pertandingan semakin meriah dengan adanya penampilan dari cosplayer PUBG yang menarik perhatian dari para pengunjung yang datang dengan aksinya

 

 

 

radiovisfm.com, Banyuwangi - Ratusan botol Minuman Keras berbagai jenis berhasil diamankan personel Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Banyuwangi dari kawasan wisata Pulau Merah Kecamatan Pesanggaran.

Razia ini dilakukan di 9 warung milik para pedagang setempat dan di 2 homestay. Hasilnya, Satpol PP berhasil mengamankan 267 botol minuman keras berbagai jenis yang masing masing memiliki kadar alcohol 5 persen ke bawah.

Kasat Pol PP Banyuwangi, Anacleto Da Silva mengatakan, dari ratusan botol minuman keras yang disita pihaknya tersebut di dominasi jenis bir.

“Dari hasil investigasi kami, para pemilik warung dan homestay mengaku sengaja berjualan minuman keras tersebut karena untuk melayani permintaan para wisatawan, utamanya wisatawan asing,” ujar Anacleto.

Seluruh warung yang dirazia tersebut berada di kawasan pinggir pantai Pulau Merah.

“Silahkan kalau para pemilik warung dan homestay berjualan minuman alcohol, tapi yang terpenting ada ijin dari pemerintah provinsi Jawa Timur. Sedangkan tehnis perijinannya juga ada keterlibatan dari Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Kabupaten Banyuwangi,” papar Anacleto.

Diakui Anacleto, meski alasannya untuk konsumsi turis bukan berarti tidak ada ijinnya. Semua minuman keras golongan A dalam bentuk apapun di wajibkan ada ijin dari Propinsi.

Lebih lanjut Anacleto mengatakan, razia ini dilakukan setelah pihaknya mendapat laporan dari masyarakat. Dan setelah di datangi ke lokasi, rupanya memang benar sejumlah warung menjual minuman keras tersebut.

“Awalnya, satu warung di razia dan pemiliknya merasa tidak terima sehingga menunjukkan kepada petugas bahwa beberapa warung lainnya juga menjual minuman keras yang sama,”  kata Ancaleto.

Hingga akhirnya, razia pun di lakukan di beberapa warung tersebut dan berhasil disita ratusan botol minuman keras.

Setelah diamankan, seluruh minuman keras berbagai jenis tersebut diamankan di Mako Satpol PP Kabupaten Banyuwangi untuk dilakukan proses lebih lanjut.

 

 

radiovisfm.com, Banyuwangi - Sebagai bentuk kepedulian terhadap sesame, jajaran kepolisian Polres Banyuwangi memberikan bantuan kepada seorang bocah yatim piatu penderita tumor di mukanya.

Kondisi Muhammad Riqi warga Dusun Srampon RT 02 RW 01 Desa Segobang Kecamatan Licin Banyuwangi tersebut cukup mengenaskan. Hampir separuh mukanya tertutup tumor yang ada di mata kanan dan nyaris sulit dikenali wajah aslinya.

Mendapati kondisi bocah berusia 9 tahun tersebut rupanya mengetuk hati aparat Polsek Giri bersama Bhayangkari Rating Giri untuk melakukan sesuatu yang bermanfaat dan bernilai ibadah.

Dengan didampingi langsung oleh Kapolsek Giri Banyuwangi, Iptu Suryono Bhakti, para anggota Bhayangkari Polsek Giri memberikan bantuan kepada Muhammad Riqi yang kini tengah di rawat intensif di RSUD Blambangan Banyuwangi.

Bahkan penyerahan bantuan ini, disaksikan langsung oleh Suniah yang selama ini merawat Riqi, serta perawat rumah sakit dan Kepala Dusun Serampon Desa Segobang.

Ketua Bhayangkari Polsek Giri, Malkah Aini Mufidah Suryono mengatakan, setelah dirawat beberapa hari, rencananya perawatan Riqi akan di rujuk ke rumah sakit Dr Soetomo Surabaya guna mendapatkan perawatan medis lebih lanjut.

“Bantuan yang kami berikan ini merupakan penggalangan dari para donator,” ungkap Malkah.

“Dedepan, setiap bulan akan diberikan bantuan sesuai kebutuhan yang diinginkan keluarga Muhammad Riqi,” imbuhnya.

Malkah mengaku, pihaknya juga telah memberikan bantuan serupa kepada 2 anak berkebutuhan khusus yang ada di wilayah Kecamatan Giri.

Yakni Hasan (9) penderita Hidrosefalus dan Khusnun (5) penderita Stunting, yang memiliki berat badan hanya 5,7 Kg.

Perlu diketahui, Muhammad Riqi tersebut merupakan seorang anak yatim piatu dari keluarga tidak mampu yang saat ini di asuh oleh Suniah warga Dusun Srampon Desa Segobang Kecamatan Licin Banyuwangi. Sejak masih dalam kandungan, bapak Muhammad Riqi meninggal dunia.

Dan selang beberapa lama setelah melahirkan, ibu nya juga meninggal dunia. Akhirnya, bayi Muhammad Riqi di rawat oleh Yohani.

Namun tidak lama kemudian, Yohani meninggal dunia hingga akhirnya Riqi di rawat oleh Suniah, yang merupakan anak angkat dari Yohani hingga saat ini.

 

radiovisfm.com, Banyuwangi - Dalam rangka merayakan HUT perusahaan ke 38 tahun sekaligus sebagai upaya memberikan manfaat kesehatan kepada masyarakat Banyuwangi, PT INKA menggelar pengobatan gratis serta gowes bersama.

Dalam rangkaian kegiatan INKA peduli ini di awali dengan acara bersepeda bersama dengan start dan finish di area Hotel Manyar Desa Ketapang Kecamatan Kalipuro, Sabtu (24/8/2019), bertemakan Gowes Osing Bike.

Hadir dalam kegiatan gowes ini Bayu Waskito Sudadi, Direktur Produksi PT INKA (persero) sekaligus bersama club gowes INKA, INCC. Selain dari internal INKA, gowes ini juga mengundang club club gowes BUMN di Banyuwangi, sekolah mitra binaan INKA, Forpimda Kabupaten Banyuwangi dan beberapa tokoh masyarakat.

Para peserta mengambil rute perkebunan, jalan berbatu, sawah, workshop INKA dengan tanjakan medium serta durasi menengah.

Bayu Waskito mengaku, Gowes Osing Bike ini diikuti 500 an perserta.

“Sebagai penyemangat, panitia menyiapkan berbagai hadiah yang luar biasa antara lain 60 paket asesoris sepeda, 30 unit hadiah elektronik, 10 unit sepeda dan 3 unit motor,” ujar Bayu.

“Rangkaian peringatan HUT INKA ini diadakan di 2 titik yaitu di Madiun dan Banyuwangi,” tuturnya.

Menurut Bayu, untuk di Madiun yang merupakan wilayah kantor pusat INKA, di gelar banyak kegiatan mulai lomba kompetensi, festival band, kelas kreatif, santunan yatim piatu juga pertandingan olah raga seperti badminton, basket dan futsal.

“Puncak rangkaian HUT ke 38 PT INKA ini, di laksanakan pada 31 Agustus 2019 mendatang di Madiun,” imbuh Bayu.

Di waktu yang bersamaan, panitia HUT INKA ke 38 juga melaksanakan agenda CSR INKA peduli berupa pengobatan gratis di Kantor Kelurahan Bulusan, yang diikuti 350 an warga setempat.

Kegiatan ini meliputi pengobatan umum gratis, peningkatan gizi balita, bantuan alat kesehatan disabilitas serta pemberian kacamata gratis juga berbagai pengobatan lainnya.

Usai membuka kegiatan ini, Senior Manager Humas Protokoler PKBL, Hartono mengatakan, INKA sengaja memilih kegiatan bidang olahraga dan kesehatan agar bisa langsung dirasakan oleh masyarakat.

“Utamanya bagi mereka yang kurang mampu agar bisa mendapatkan bantuan pemeriksaan kesehatan dan pengobatan gratis,” jelas Hartono.

“Ke depan, INKA juga akan menggelar pengobatan katarak gratis di Banyuwangi.,” tuturnya.

Hartono juga mengucapkan terima kasihnya atas dukungan dari banyak pihak sehingga INKA bisa melaksanakan kegiatan ini.

“Kami harap, kehadiran INKA di Banyuwangi bisa diterima serta mampu memberikan manfaat bagi warga di sekitar worshop PT INKA (persero),” pungkas Hartono.

radiovisfm.com, Banyuwangi - Sebagai bentuk kepedulian social, Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Banyuwangi mendistribusikan bantuan air bersih kepada warga di 3 desa di Kecamatan Wongsorejo yang terdampak kekeringan, Rabu (31/7/2019).

Kemarau panjang yang terjadi beberapa bulan terakhir ini, menyebabkan perkampungan di Dusun Pos Sumur Desa Bengkak, Dusun Pancoran Desa Sidowangi dan Dusun Karangbaru Pal 4 Desa Alas Buluh yang seluruhnya berada di wilayah Kecamatan Wongsorejo Banyuwangi mengalami kekeringan. Akibatnya, warga setempat kesulitan air bersih.

Pasalnya, untuk melakukan pengeboran sumur harus mencapai 100 meter baru bisa keluar air bersihnya.

Ketua PCNU Banyuwangi, H.Muhamad Ali Makki Zaini mengatakan, dampak musim kemarau sangat dirasakan warga yang tinggal di tiga desa tersebut.

“Berdasarkan laporan dari pengurus ranting NU dan MWCNU Wongsorejo, hampir setiap tahun jika musim kemarau tiba warga setempat kesulitan mendapatkan air bersih,” ujar Ketua PCNU yang biasa disapa Gus Makki tersebut.

“Jangankan untuk mandi dan mencuci, untuk kebutuhan memasak dan minum pun warga harus pergi ke tengah hutan untuk mendapatkan air bersih,” imbuhnya.

Gus Makki mengaku, pihaknya menggerakkan Lembaga Penanggulangan Bencana dan Perubahan Iklim (LPBINU) untuk menginventarisasi dampak kekeringan ini bersama dengan MWCNU Wongsorejo sekaligus untuk mencari solusinya.

Setelah dilakukan kroscek dan inventarisasi persoalan dampak kekeringan tersebut, barulah PCNU melangkah dengan memberikan bantuan berupa tandon air sekaligus air bersih ke tiga desa terdampak bencana kekeringan tersebut.

Pengasuh Pondok Pesantren Bahrul Hidayah Parijatah Kulon Kecamatan Srono itu menjelaskan, bantuan tandon dan air bersih ini dibagikan ke lokasi yang memang sangat membutuhkan yang tersebar di tiga desa terdampak.

Selain untuk pemenuhan kebutuhan sehari hari, air bersih yang disuplai itu juga untuk kepentingan ibadah,” tutur Gus Makki.

Pasalnya, dengan minimnya air bersih maka secara otomatis tandon yang ada di Musholla juga kosong dan kering. Untuk itu, sembari membagikan ke warga, tandon yang ada di Musholla juga langsung diisi.

Sementara itu, untuk saat ini PCNU Banyuwangi telah mendistribusikan bantuan berupa 13 tandon air berkapasitas 550 liter dan 14 ribu liter air bersih. Selanjutnya, akan didistribusikan kembali 7500 liter air bersih ke Desa Alasbuluh.

Penyaluran bantuan tandon dan air bersih ke lokasi terdampak kekeringan disambut gembira warga. Mereka sangat bersyukur mendapatkan bantuan tandon dan air bersih tersebut.

Salah satu warga Desa Sidowangi, Haji Asadur Rofiq mengaku, di setiap tahun warga setempat kesulitan air bersih.

Jika tidak ada air, masyarakat terpaksa menggunakan air sungai untuk memasak dan mencuci pakaian,” ungkap Rofiq.

Ketua MWCNU Wongsorejo, Holili mengatakan, pendistribusian tandon dan air bersih di lokasi terdampak kekeringan di wilayah Kecamatan setempat ini dinilai cukup melelahkan.

Pengurus PCNU bersama dengan pengurus MWCNU harus melintasi jalan sempit dan terjal dengan medan naik turun bukit,” kata Holili.

 Untuk itu, Holili berharap, bantuan ini benar benar dirasakan manfaatnya oleh masyarakat.

 

 

 

 

 

radiovisfm.com, Banyuwangi - Satuan Lalu Lintas Polres Banyuwangi menggelar kegiatan bhakti social dan pengobatan gratis di area Kampung Batara Lingkungan Papring Kelurahan Kalipuro Kecamatan Kalipuro Banyuwangi, Rabu (18/9/2019).

Kegiatan ini di gelar dalam rangka memperingati HUT Lalu Lintas ke 64 untuk membantu sesama.

Dengan dipimpin langsung Kasat Lantas Polres Banyuwangi AKP Am Rido Arifieanto, puluhan anggota lalu lintas beserta bhayangkari ikut terlibat dalam permainan bersama anak anak di Kampung Batara.

Bahkan Kasat Lantas pun juga terlihat senang dan menikmati bernyanyi dan bermain bersama mereka.

“Dipilihnya Kampung Batara ini karena warga sini ada keinginan untuk berkembang dalam meningkatkan perekonomian mereka, juga dalam hal pendidikan,” tutur AKP Am Rido.

Disini, kepolisian memberikan bantuan berupa buku kepada anak anak serta sembako kepada orang tua mereka.

“Kami ikut mensuport dan mendukung kegiatan mereka dengan memberikan pengobatan gratis dan disiapkan perpustakaan keliling milik Satlantas di area setempat, untuk lebih meningkatkan minat baca anak anak dengan disiapkan berbagai macam buku pengetahuan,” papar Kasat Lantas.

Dia mengaku sangat senang ikut terlibat dengan berbagai permainan bersama anak anak di Kampung Batara tersebut. Dan dinilainya suasana kekeluargaan sangat dibangun di wilayah setempat sehingga mereka saling bergembira bersama.

“Kami harap, ke depan Kampung Batara ini berkembang semakin baik dengan adanya keterlibatan berbagai pihak, dan bukan hanya dari kepolisian untuk mendukung semua kegiatan di wilayah setempat,” pungkas AKP Am Rido.

Di Kampung Batara ini, anak anak setempat di ajari berbagai pengetahuan yang tidak didapatkan di sekolahan mereka. Uniknya, pembelajaran ini di lakukan di tengah hutan dan di pinggir sungai.

Untuk bisa sampai ke Kampung Batara tersebut harus melewati perkampungan warga di tengah perkebunan dengan kondisi jalanan menanjak dan menurun.

 

radiovisfm.com, Banyuwangi - Satuan Reskrim Polres Banyuwangi menangkap 3 orang laki laki yang diduga terlibat dalam rangkaian pencurian sepeda motor.

Kasus ini terungkap berawal dari laporan Yuli Kartika warga Lingkungan Krajan RT 04 RW 03 Kelurahan Kebalenan Kecamatan Banyuwangi ke pihak kepolisian.

Perempuan berusia 38 tahun tersebut mengaku rumahnya di bobol pencuri dan sejumlah barang berharga berhasil di bawa kabur. Seperti sepeda motor Honda Beat bernomor P 2586 S milik temannya, Farid Ardi Ali Akbar yang dititipkan di rumahnya, serta 1 unit ponsel Samsung type J6+.

Menurut pengakuan korban kepada pihak kepolisian, pada Sabtu (14/9/2019) sekira pukul 15.35 WIB lalu dirinya mendapat sms dari orang tak dikenal mengajak ketemuan di kawasan simpang lima ke timur. Selanjutnya pada pukul 18.00 WIB, korban bersama anaknya menuju ke lokasi yang ditentukan oleh pengirim sms tersebut.

Selang beberapa lama, tiba tiba korban mendapat sms kembali untuk meminta nomor rekening namun satu jam kemudian nomor ponsel yang menghubungi korban sudah tidak aktif.

Selanjutnya, korban pulang ke rumahnya namun mengaku kaget setelah mendapati pintu gudang dalam keadaan terbuka. Setelah di cek ternyata pintu rumah korban bagian belakang juga dalam keadaan terbuka dan terdapat bekas congkelan.

Rupanya sepeda motor dan ponsel di dalam rumah korban dibawa kabur pencuri.

Kasat Reskrim Polres Banyuwangi AKP Panji Pratista Wijaya mengatakan, setelah dilakukan pengembangan penyidikan, kepolisian pun berhasil mengungkap identitas pelaku yang bertempat tinggal tidak jauh dari rumah korban. Resmob Unit Pidum Satreskrim Polres Banyuwangi menangkap Restu Wiratmoko (43) warga Jalan Tunggul Ametung gang 04 Kelurahan Kebalenan Kecamatan Banyuwangi.

“Dia ditangkap di pinggir jalan Kembang Waru Kelurahan Karangrejo setelah menjual sepeda motor hasil curiannya,” ujar AKP Panjji.

Dari hasil interograsi kepolisian, pelaku mengaku menjual sepeda motor tersebut kepada Sugiono (53) yang bertempat tidak jauh dari lokasi penangkapan, tepatnya di kawasan RT 04 RW 01 Kelurahan Karangrejo seharga Rp 4.000.000.

AKP Panji menjelaskan, selang beberapa lama, kepolisian menangkap Sugiono di wilayah setempat dan mengaku sepeda motor korban telah dijualnya kepada Abdalah (73) warga Jalan Bromo RT 02 RW 02 Kelurahan Singotrunan Kecamatan Banyuwangi seharga Rp 5.750.000.

“Kami melakukan pengejaran terhadap Abdalah hingga akhirnya berhasil ditangkap di kawasan wisata Grand Watu Dodol dengan diamankan sepeda motor korban. Sementara untuk ponsel Samsung milik korban telah dihancurkan oleh tersangka, guna menghilangkan jejak,” papar AKP Panji.

Dia menambahkan, guna pengembangan penyidikan lebih lanjut, ketiga tersangka beserta barang bukti sepeda motor hasil curian diamankan di Mapolres Banyuwangi, beserta 1 lembar STNK atas nama Farid Adi Ali Akbar juga sebuah obeng bentuk lancip yang digunakan tersangka untuk mencongkel daun pintu rumah korban dan uang transaksi senilai Rp 5.750.000.

Atas semua perbuatannya, tersangka Restu Wiratmoko dijerat pasal 363 KUHP tentang pencurian. Sedangkan 2 tersangka lainnya di jerat pasal 480 KUHP tentang penadah. Masing masing dengan ancaman hukuman diatas 5 tahun penjara.

 

 

 

 

 

 

radiovisfm.com, Banyuwangi - Dalam waktu yang hampir bersamaan, jajaran Satuan Reskrim Polres Banyuwangi berhasil mengungkap 3 kasus pencurian ponsel di 3 lokasi yang berbeda dengan menangkap para pelakunya.

Aksi pertama, Resmob Unit Pidum Satreskrim menangkap Indra Tulentino (35) warga Jalan Pecari nomor 11 RT 02 RW 01 Kelurahan Boyolangu Kecamatan Giri Banyuwangi, setelah di duga melakukan pencurian ponsel jenis Oppo A57 milik Cicik Agustia Ningrum (17) warga Kecamatan Tegaldlimo.

Ceritanya, pada Rabu 6 Maret 2019 lalu, korban bersama dua orang temannya membeli makan di warung Sritanjung kawasan jalan Brawijaya Kelurahan Kebalenan Kecamatan Banyuwangi. Saat memesan makanan, korban meletakkan ponselnya dimeja warung.

Sedianya, makanan tersebut akan dibawanya ke tempat kost. Namun setelah sampai di tempat kostnya, korban baru ingat jika ponselnya tidak ada lalu dia kembali ke warung tersebut. Tapi rupanya, ponsel milik korban sudah raib di bawa kabur pencuri.

Beberapa saat kemudian, korban mencoba menghubungi ponselnya masih aktif tapi tidak diangkat. Selanjutnya, korban melapor ke SPKT Polres Banyuwangi guna proses penyelidikan.

Upaya penyelidikan pun dilakukan kepolisian hingga berhasil menangkap tersangka didalam sebuah rumah di area perumahan Villa Ijen Watubuncul, tidak jauh dari rumahnya.

Kasat Reskrim Polres Banyuwangi, AKP Panji Pratista Wijaya mengatakan, dihari yang berbeda, kepolisian juga menangkap Dika Karisma (23) warga Dusun Cangkringan RT 02 RW 01 Desa Pengatigan Kecamatan Rogojampi Banyuwangi. Tersangka terbukti mencuri ponsel Oppo F5 milik Alex Setiawan (35) warga Kecamatan Rogojampi juga.

“Saat itu pada Jum’at 16 Agustus 2019, korban masuk ke dalam ATM di wilayah Rogojampi bermaksud untuk mengambil uang dan dia menaruh ponselnya diatas mesin ATM,” ujar AKP Panji.

Selang 5 menit, korban pergi dan tidak menyadari ponselnya tertinggal di dalam ruangan ATM. Rupanya, tersangka mengetahui ponsel korban dan mengambilnya berniat untuk dipakai sendiri.

“Itu terbukti dari keterangannya saat ditangkap aparat kepolisian di rumahnya,” tutur Kasat Reskrim.

Dia menjelaskan, selang sehari, Resmob Unit Pidek berhasil menangkap Saiful Arifin (43) warga Dusun Gumukrejo RT 01 RW 02 Desa Purwoharjo Kecamatan Purwoharjo, yang diduga kuat telah mencuri ponsel Xiaomy Redmi Note 7 milik Fariza Kurnia (16) masih berstatus sebagai pelajar asal Kecamatan Purwoharjo.

Saat itu Senin 13 Mei 2019, korban bersama temannya datang ke pertokoan mitra Desa Jajag Kecamatan Gambiran untuk bermain game di lantai 3. Dan dia menaruh tasnya di pegangan tempat bermain dalam keadaan tertutup. Sementara korban sendiri membelakangi tasnya tersebut dan menghadap ke layar game.

“Saking asyiknya bermain, korban tidak menyadari tasnya sudah terbuka dan saat di lihat rupanya ponselnya sudah hilang,” kata Kasat Reskrim.

Korban pun melaporkan peristiwa naas yang dialaminya ke pihak kepolisian guna meminta perlindungan hukum. Hingga akhirnya, tim Resmob berhasil membekuk tersangka di rumahnya setelah di lakukan pengembangan penyidikan.

“Kami akui, proses penyidikan ini berlangsung cukup lama karena perlu pengembangan dengan melacak keberadaan ponsel para korban. Seluruh tersangka di tangkap pada pertengahan September 2019 ini,” papar AKP Panji.

Seluruh tersangka beserta barang bukti ponsel milik korban diamankan di Mapolres Banyuwangi. Atas semua perbuatannya, ketiga tersangka di jerat pasal 362 KUHP tentang pencurian dengan ancaman hukuman diatas 5 tahun penjara.

 

radiovisfm.com, Banyuwangi - Tim anggota Pangkalan TNI AL (Lanal) Banyuwangi berhasil membebaskan seekor Hiu Tutul yang terjebak di kolam Inlet PLTU Paiton, Probolinggo, Kamis (19/9/2019), setelah di lakukan upaya evakuasi selama 3 minggu.

Ikan hiu tersebut memiliki panjang sekitar 5 meter dan masuk dalam salah satu jenis hewan yang dilindungi. Hiu ini terjebak di kanal unit 5 PLTU Paiton yang merupakan area penghisapan untuk pendinginan PLTU.

Komandan Lanal Banyuwangi, Letkol Laut (P) Yulius Azz Zaenal mengatakan, pihaknya menurunkan berbagai metode untuk bisa mengevakuasi ikan hiu anakan tersebut dari kanal unit 5 PLTU Paiton.

“2 unit perahu karet diturunkan beserta 22 personel TNI AL,” ungkap Danlanal.

Menurut Danlanal, 3 hari evakuasi berjalan, ikan hiu bisa di keluarkan sejauh 1 kilo 800 meteran lalu mencapai 400 meter sebelum bibir muara.

“Baru hari ini, Kamis (19/9/2019) baru bisa dikeluarkan dari pintu muara Paiton lalu di lepas sekitar 5 mil tengah laut dari bibir pantai dalam kondisi hidup. Yang diharapkan bisa bertemu dengan induknya untuk hidup dilaut lepas,” papar Danlanal.

Diceritakan Danlanal, proses evakuasi ini berjalan cukup lama karena di perlukan metode metode khusus mengingat ikan Hiu jenis tutul ini merupakan jenis yang dilindungi serta karakternya tidak terlalu responsive, maka dibutuhkan waktu yang cukup lama dengan persiapan yang matang serta berbagai tekhnik khusus, agar Hiu ini dapat di evakuasi dengan aman dan selamat.

“Untuk menggiringnya pun, di gunakan jaring cantrang yang di rangkap karena ukuran ikan Hiu itu cukup panjang,” tutur Danlanal.

Lebih lanjut Danlanal Banyuwangi mengatakan, upaya evakuasi ini melibatkan aparat TNI AL di Pos AL Paiton yang dibawah jajaran Lanal Banyuwangi.

“Sementara Lanal Banyuwangi sendiri di bawah jajaran Koarmada 2 TNI AL,” pungkasnya.

 

radiovisfm.com, Banyuwangi - Pembangunan gedung Satpas Prototipe Polres Banyuwangi saat ini sudah mencapai 35 persen dari taget penyelesaian di akhir November 2019 mendatang.

Tahun ini ada 5 Satpas Prototipe yang di bangun Mabes Polri yakni di Banyuwangi, Mojokerto kota, Samarinda, Indramayu dan Blora Jawa Tengah. Namun yang prosesnya cukup cepat adalah di Banyuwangi, sedangkan lainnya masih dikisaran 20-32 persen.

Hal itu diungkapkan Koordinator Konsultan Satpas Prototipe dan FIFO Korlantas Polri, Tino Kawilarang di Banyuwangi, Kamis (19/9/2019).

“Pembangunan Satpas Prototipe di Banyuwangi harus selesai pada akhir November 2019, sedangkan di bulan Desember hanya perbaikan kecil kecilan,” papar Tino.

“Di awal 2020 mendatang sudah beroperasi maksimal,” imbuhnya.

Untuk di Banyuwangi sendiri dibangun di atas lahan seluas 2 hektar dengan anggaran dana mencapai Rp 14 Miliar.

Tino mengaku, interior gedung Satpas Prototipe ini seluruhnya memakai kaca agar lebih transparan pelayanannya. Selain itu juga system antrian dibuat lebih tertib dan humanis sehingga membuat para pemohon SIM merasa lebih nyaman.

“Semua gedung layanan public yang dibangun kepolisian termasuk Satpas Prototipe ini tidak pernah melupakan disabilitas, termasuk toiletnya mulai dari pintu masuk lobi di buat lebih ramah terhadap disabilitas,” ujar Tino.

“Disini juga disiapkan ruang pojok baca, bermain anak dan ibu menyusui,” tuturnya.

Namun menurut Tino, seluruh ruangan tersebut berada di lobi supaya lebih dekat dengan para pemohon.

Tino menjelaskan, prosedur pelayanan di Satpas Prototipe ini, setiap pemohon harus melewati 11 zona.

Saat pertama datang, pemohon harus membayar administrasi di Bank yang telah disiapkan. Setelah mendapat nomor registrasi, mereka langsung mendapat formulir pendaftaran lalu di beri Quad Core. Selanjutnya, pemohon menunggu antrian di lobi depan.

“Setelah mendapat panggilan dari petugas, dia bisa mendetekkan Quad Core itu untuk menjadi akses masuk ke dalam ruang pelayanan,” kata Tino.

“Jika pemohon tidak bisa melewati berbagai tahapan itu maka dimungkinkan dia bisa masuk ke ruangan namun tidak bisa keluar. Demikian halnya dengan petugas Satpas Prototipe tertentu yang bisa masuk ruangan. Jika bukan petugas maka harus berkoordinasi dan ijin terlebih dahulu,” ujar Tino.

Dia menambahkan, roh dari Satpas Prototipe ini adalah bukan hanya bangunan fisiknya saja. Namun juga system antrian berbasis elektronik tersebut yang dibuat terintegrasi dengan Mabes Polri dalam hal ini Korlantas. Sehingga bisa diketahui jumlah pemohon yang hadir hingga pemohon yang lulus tes.

“Dengan adanya fifo yang dibangun ini secara otomatis sudah membuat Satpas Prototipe tersebut menjadi Wilayah Bebas Korupsi atau WBK,” pungkas Tino.

Sementara itu, kehadiran Tino Kawilarang tersebut adalah untuk memantau perkembangan pembangunan gedung Satpas Prototipe Banyuwangi.

Dan hal ini dinilainya merupakan agenda rutin secara berkala yang dilakukan, untuk memonitor sejauh mana kesiapan yang ada serta perkembangan kondisi fisik bangunan.

 

 

radiovisfm.com, Banyuwangi - Sebagai upaya mengantisipasi terjadinya kebakaran hutan di sejumlah wilayah di Banyuwangi, kepolisian membentuk satgas khusus untuk pengamanan hutan dan perkebunan.

Dalam hal ini, sebanyak 100 personel dipersiapkan untuk memantau dan memadamkan lahan yang terbakar baik disengaja ataupun tidak disengaja. 

Kapolres Banyuwangi AKBP Taufik Herdiansyah Zeinardi mengatakan, satgas ini bertugas berkeliling hutan dan perkebunan di wilayah Banyuwangi. Mereka memantau titik-titik rawan kebakaran dan menggelar simulasi antisipasi kebakaran hutan.

Seperti diketahui dua pertiga wilayah Banyuwangi adalah hutan dan perkebunan yang rawan terjadi kebakaran disaat musim kemarau panjang seperti saat ini,” papar Kapolsek.

“Untuk itulah kepolisian membentuk satgas khusus menangani permasalahan kebakaran lahan hutan dan perkebunan itu,” tuturnya.

AKBP Taufik menjelaskan, seratus personel yang dipersiapkan itu terdiri dari personel Polres dan Polsek jajaran yang di wilayahnya terdapat perkebunan dan hutan. Mereka juga di backup oleh stakeholder terkait, seperti BPBD, Basarnas, Perkebunan dan Kecamatan.

Tentunya juga akan dibantu oleh masyarakat peduli hutan dan warga sekitar. Seluruh personel itu memantau langsung ke lokasi hutan dan perkebunan,” kata Kapolres.

Selain itu imbuh Kapolres, pihaknya juga memasang banner himbauan kepada masyarakat agar tidak menyalakan api di sekitar hutan karena rawan dengan kebakaran.

Sementara itu, Polres Banyuwangi juga telah memetakan beberapa titik yang dinilai rawan terjadi kebakaran, diantaranya Hutan Baluran, Taman Nasional Alas Purwo, Meru Betiri dan hutan di Gunung Kawah Ijen dan Gunung Raung. Juga di beberapa perkebunan besar seperti PTPN dan perkebunan swasta serta perkebunan rakyat. 

“Seluruh personel yang telibat dalam Satgas khusus ini bersatu padu agar tidak sampai terjadi kebakaran hutan dan kebun di Banyuwangi,” pungkas Kapolres.

Sementara itu, dalam beberapa pecan terakhir ini terpantau telah terjadi kebakaran hutan lahan milik perhutani di sejumlah Kecamatan di Banyuwangi.

Seperti yang terjadi di lahan perhutani Karetan Kecamatan Purwoharjo juga di Kecamatan Tegaldlimo. Dari hasil penelusuran berbagai pihak, kebakaran tersebut diduga disebabkan karena adanya masyarakat yang membuang puntung rokok sembarangan ke arah tanaman yang sudah mengering.

 

Sign up via our free email subscription service to receive notifications when new information is available.
Advertisement