Top Stories

Grid List

radiovisfm.com, Banyuwangi - Pemkab berharap, melalui ajang pemilihan Jebeng Thulik bisa memunculkan jiwa Entrepreneurship terhadap para duta daerah untuk ikut serta mengembangkan potensi Banyuwangi.

Hal ini disampaikan Kepala Dinas Perikanan dan Pangan (Disperipangan) Banyuwangi, Hary Cahyo Purnomo usai menerima para finalis Jebeng Thulik di kantornya, Rabu (16/1).

Total ada 18 pasang atau sekitar 36 finalis yang di pastikan akan menjadi duta daerah. Selama 1 jam lebih, mereka mendapat pemaparan dari Kepala Disperipangan tentang luasan panjang pantai di Banyuwangi yang mencapai 175,8 KM dengan berbagai macam potensi di dalamnya.

“Semuanya harus mempunyai daya tarik sehingga baik Kelompok Usaha Bersama (KUB) Nelatan maupun Pokmaswas harus bergerak secara optimal untuk memanfaatkan pengelolaan potensi local melalui konsep Gema Family Menuju Ekowisata,” papar Hary.

Disini kata Hary, peran para duta daerah tersebut adalah untuk lebih mempercepat dalam hal penginformasian dan keikut sertaan untuk lebih memiliki daya tarik terhadap potensi pantai tersebut.

“Ada 3 hal yang saya sampaikan untuk bisa mewujudkan percepatan itu yakni Fokus, Semangat dan Happy,” imbuhnya.

Oleh sebab itu, diharapkan muncul jiwa Entrepreneurship dari para duta daerah tersebut melalui berbagai kelompok yang sudah di bentuk Disperipangan, yakni jiwa kewirausahaan yang dibangun bertujuan untuk menjembatani antara ilmu dengan kemampuan pasar.

“Dengan branding itulah, mereka bisa melakukan suatu sikap untuk lebih menggarap potensi Banyuwangi hingga Go International melalui kaidah kaidah Entrepreneurship,” tutur Hary.

Untuk itulah, para duta daerah itupun di ajak turun ke Pantai Cemara agar melihat langsung potensi alam yang ada.

Hary menjelaskan, inilah bedanya Banyuwangi dengan kabupaten lain. Dimana, Banyuwangi lebih mengedepankan pada kepentingan rakyat melalui pemberdayaan masyarakat dengan memanfaatkan potensi potensi alam agar lebih sejahtera.

“Dengan keterlibatan para duta daerah itu sebagai pemacu sinergitas untuk lebih mengenalkan potensi Banyuwangi,” pungkas Hary.

Pembina Jebeng Thulik, Cornelis Mangisi menjelaskan, dari ke 18 pasang finalis tersebut nantinya akan dipilih 9 pasang duta daerah dan 9 pasang wakil duta. Selanjutnya, dari keseluruhan duta tersebut dipilih 3 pemenang yakni Jebeng Thulik 2019, Wakil satu dan Wakil dua.

“Pada Grand Final 25 Januari 2019, nantinya mereka akan di pilih sebagai Duta Pendidikan, Duta Pertanian, Duta Bahari, Duta Sumber Daya Air, Duta Pelayanan Publik, Duta Kesehatan, Duta Lingkungan Hidup, Duta Generasi Reproduksi dan Duta Pariwisata,” papar Cornelis.

 

radiovisfm.com, Banyuwangi - Untuk menggaet wisatawan dari negara jiran Malaysia, Pemkab Banyuwangi menggelar Product Briefing and Busines Matching Banyuwangi Destination dengan di fasilitasi Kementrian Pariwisata RI.

Acara yang dimulai pada Senin (14/1) ini diikuti 36 pelaku usaha wisata, terdiri atas 16 seller dari Banyuwangi dan 20 agen travel besar dan media travel dari Malaysia. Seller dari Banyuwangi antara lain dari hotel, tour operator, pusat oleh-oleh dan restoran.

Bupati Banyuwangi Abdullah Azwar Anas mengaku, ajang ini dinilai sebagai cara mengenalkan Banyuwangi kepada pelaku usaha wisata Malaysia.

“Kami mempertemukan mereka dengan pelaku usaha Banyuwangi dan juga di ajak merasakan langsung berwisata ke Banyuwangi, sehingga nantinya mereka bisa mengajak wisatawan untuk ke Banyuwangi,” ujar Bupati Anas.

“Program ini adalah tindak lanjut dari promosi paket wisata program Wonderful Banyuwangi Hot Deals yang didukung penuh oleh Kemenpar,” imbuhnya.

Paket ini diluncurkan sebagai bagian untuk mendongkrak kunjungan wisman ke Banyuwangi, khususnya saat low season seperti bulan Januari ini.

“Di awal awal tahun memang biasanya low season, makanya diluncurkan paket ini yang didukung para pelaku usaha wisata di Banyuwangi,” tutur Bupati Anas.

“Table Mart yang digelar ini adalah salah satu strategi untuk mempromosikan paket itu,” imbuhnya.

Dalam Wonderful Banyuwangi Hot Deals tersebut, wisatawan cukup membayar 995 MYR (Ringgit Malaysia) atau berkisar Rp 3,8 juta untuk paket wisata ke Banyuwangi, termasuk tiket pp Kuala Lumpur-Banyuwangi oleh Citilink, menginap dua malam di hotel berbintang di Banyuwangi, transportasi lokal, menikmati sejumlah destinasi wisata, hingga berkuliner.

“Untuk menggaet wisatawan Malaysia, kami juga mengagendakan kegiatan promosi lainnya, seperti famtrip untuk pelaku wisata,” kata Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata MY Bramuda.

Oleh sebab itulah, seiring adanya promo Wonderful Banyuwangi Hot Deals yang berlangsung hingga 31 Maret 2019 ini, pihaknya akan gencar membuat acara yang intinya menarik wisatawan Malaysia.

“Sebelumnya, pada Desember 2018 puluhan blogger dan media travel Malaysia telah diundang ke Banyuwangi yang difasilitasi Kemenpar,” ungkap MY Bramuda.

Para agen travel ini pun tampak antusias dengan promosi yang ditawarkan Banyuwangi bagi wisatawan asing. Salah satunya Ramsey Lewis, manajer operasional OTDIX Travel & Tours SDN BHD, Malaysia yang mengaku sangat tertarik dengan paket promo ini.

“Destinasi wisata Banyuwangi sangat laku dijual. Apalagi Kawah Ijen sangat bagus dengan blue firenya yang cantik,” ungkap Ramsey.

“Disana juga ada penambang belerang yang menjadi atraksi Ijen. Ini akan menjadi daya tarik tersendiri bagi turis,” imbuhnya.

Para agen travel tersebut juga diajak mengeksplore destinasi wisata selama enam hari mulai 13 – 18 Januari.

Antara lain mengunjungi perkebunan kopi Gombengsari, Kalipuro untuk melihat pengolahan kopi tradisional, Kawah Ijen, perkebunan Kalibaru, Pantai Pulau Merah, Taman Nasional Alas Purwo dan Bangsring Under Water.

“Banyuwangi kaya akan kearifan local dan bisa melihat orang bercocok tanam, menangkap ikan, juga cara menyimpan kopi tradisional,” kata Ramsey.

“Apalagi di Banyuwangi masih banyak industri kerajinan tangan yang tentunya akan menjadi daya tarik tersendiri bagi wisatawan,” pungkasnya.

 

 

radiovisfm.com, Banyuwangi - Rencana pembangunan Trase Jalan Tol Probolinggo-Banyuwangi (Probowangi) saat ini sudah dalam tahap pembebasan lahan.

Jika kelak sudah sempurna terbangun, Tol Probowangi yang merupakan titik akhir dari jaringan Tol Trans-Jawa ini akan menjadi tol terpanjang di Indonesia dengan panjang 171,90 kilometer, lebih panjang 56,15 kilometer dari Jalan Tol Cikopo-Palimanan (Cipali) milik PT Lintas Marga Sedaya yang membentang 116,75 kilometer.

Selain terpanjang, dari sisi investasi pun, tol yang dikelola PT Jasamarga Probolinggo Banyuwangi (JPB) ini juga mencatat rekor baru yakni senilai Rp 23,391 triliun.

Direktur Jenderal Perhubungan Darat Kementrian Perhubungan, Budi Setiyadi mengatakan, saat ini tahap pembangunan Tol Probowangi tersebut dalam proses pembebasan lahan.

“Itu adalah kewenangan Kementrian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR),” ujar Budi.

Terkait dengan perubahan trase Tol Probowangi yang semula direncanakan melintasi wilayah Banyuwangi utara dan di geser melewati Banyuwangi Selatan, Budi mengaku tidak mengetahuinya.

Sementara itu, Trase Jalan Tol Probolinggo-Banyuwangi ini merupakan bagian terakhir dari jaringan Tol Trans-Jawa.

Dan jika mengalami perubahan rute, maka berdampak pada pergeseran penentuan lokasi (penlok) pada Seksi I. Meski demikian tetap melalui Probolinggo, Situbondo, dan Banyuwangi sehingga tidak sampai melalui Jember.

Alasan berubahnya trase jalan bebas hambatan ini adalah terkait kawasan strategis milik TNI Angkatan Laut. Dilokasi tersebut atau tepatnya di sisi utara Banyuwangi terdapat tempat latihan menembak TNI AL. Dan dari hasil koordinasi Badan Pengatur Jalan Tol (BPJT) dengan Mabes TNI bahwa tempat latihan militer tidak bisa serta merta di pindah, sehingga harus merubah rute jalan tol Probowangi tersebut.

Dengan perubahan trase, Tol Probowangi ini akan menghubungkan empat kabupaten yakni Probolinggo, Situbondo, Jember, dan Banyuwangi. Posisinya yang berada di ujung timur Pulau Jawa menjadi sangat strategis sebagai gerbang distribusi logistik, barang, jasa, dan manusia dari timur ke barat.

radiovisfm.com, Banyuwangi - Untuk mengantisipasi terjadinya kerusuhan antar warga binaan, pihak Lapas Banyuwangi memperkuat pemeriksaan serta menggelar berbagai kegiatan positif.

Seperti memberdayakan tenaga para warga binaan untuk membuat kerajinan baik kayu maupun batik, yang selama ini sudah berlangsung di dalam Lapas. Selain itu, mereka juga di berdayakan dan di beri tanggung jawab untuk mengelola kolam lele serta ikan koi.

Dan hasil dari penjualan kerajinan dan batik juga pengelolaan ikan tersebut, di gunakan untuk biaya operasional. Sisanya, untuk upah para warga binaan agar mereka semakin semangat untuk melakukan berbagai aktifitas tersebut.

Kepala Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) kelas II B Banyuwangi, Ketut Akbar Achjar mengatakan, semua itu di lakukan pihaknya untuk keamanan.

“Kami juga di bentuk tim kreatif untuk memberikan berbagai kreatifitas para warga binaan sekaligus pembinaan yang pada akhirnya mengerucut pada keamanan,” ujar Akbar.

“Karena di saat mereka banyak kegiatan dan aktifitas di pastikan akan lupa dengan berbagai macam pikiran negative. Sehingga mereka lebih berpikiran ke hal hal positif, karena disaat capek bekerja maka langsung beristirahat dan besoknya bekerja lagi,” paparnya.

Akbar mengaku, pihaknya memberikan keleluasaan kepada para warga binaan untuk berkreasi agar mereka tidak merasa dibatasi pergerakannya. Bahkan, di dalam Lapas Banyuwangi juga di laksanakan latihan music bagi warga binaan yang menyukai seni.

“Meski memperkuat pemeriksaan tapi kami tidak membatasi jumlah pengunjung, karena itu adalah hak hak mereka untuk mengunjungi sanak saudaranya yang tersandung kasus,” tutur Akbar.

Namun yang semakin di perkuat adalah system pengamanannya dan petugas di lengkapi dengan alat X Ray yang merupakan bantuan dari Kementrian Hukum dan HAM.

X Ray adalah alat untuk mendeteksi barang barang berbahaya yang di bawa oleh para pengunjung, seperti senjata tajam, narkoba maupun jihandak.

Sementara itu, Kain Batik Gajah Oling Jeruji (Bagajo) dan kerajinan bamboo hasil kreasi warga binaan Lapas Banyuwangi, berhasil di ekspor ke berbagai negara.

Kerajinan Bambu tersebut berbentuk berbagai hiasan dinding juga beberapa peralatan dapur, seperti sendok kayu, tempat memotong daging dan sejenisnya. Selama ini telah diekspor ke Belanda dan Korea, tergantung bentuk yang di pesan.

“Untuk desain Batik Gajah Oling Jeruji (Bagajo) mempunyai motif khusus yang menjadi ikon bahwa itu adalah hasil kreasi para warga binaan Lapas Banyuwangi,” ungkap Akbar bangga.

Dalam artian, desain batik gajah olingnya sendiri sesuai dengan pakemnya dan tidak di rubah. Namun ditambah kreasi gambar gelang di setiap ujung lekukan, yang di maksudkan itu adalah borgol.

Batik Gajah Oling Jeruji ini sendiri merupakan batik tulis yang di kerjakan langsung oleh para warga binaan, dan bukan batik cap.

 

radiovisfm.com, Banyuwangi - Kain Batik Gajah Oling Jeruji (Bagajo) dan kerajinan bamboo hasil kreasi warga binaan Lapas Banyuwangi, berhasil di ekspor ke berbagai negara.

Kerajinan Bambu tersebut berbentuk berbagai hiasan dinding juga beberapa peralatan dapur, seperti sendok kayu, tempat memotong daging dan sejenisnya. Hingga kini, pemesanan kerajinan tersebut terus meningkat utamanya dari luar negeri.

Dan selama ini telah diekspor ke Belanda dan Korea, tergantung bentuk yang di pesan.

Kepala Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) kelas II B Banyuwangi, Ketut Akbar Achjar mengatakan, untuk desain Batik Gajah Oling Jeruji (Bagajo) mempunyai motif khusus yang menjadi ikon bahwa itu adalah hasil kreasi para warga binaan Lapas Banyuwangi.

“Desain batik gajah olingnya sendiri sesuai dengan pakemnya dan tidak di rubah. Tapi ditambah kreasi gambar gelang di setiap ujung lekukan, yang di maksudkan itu adalah borgol,” ujar Akbar.

“Batik Gajah Oling Jeruji ini sendiri merupakan batik tulis yang di kerjakan langsung oleh para warga binaan, dan bukan batik cap,” imbuhnya.

Akbar mengaku, ini adalah kreasi yang sengaja di munculkan ke permukaan agar diketahui masyarakat. Sementara untuk pemasaran Bagajo tersebut masih ditingkat local, memenuhi pemesanan dari berbagai instansi dan sekolahan.

“Kami berencana akan merangkul Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Banyuwangi untuk membantu pemasaran yang lebih luas, hingga keluar daerah,” kata Akbar.

“Harga dari Bagajo tersebut terbilang murah dibanding batik tulis di luaran,  yakni hanya di bandrol Rp 200 ribu hingga Rp 250 ribu perlembar,” ungkapnya.

Akbar menambahkan, para warga binaan yang terlibat dalam pengerjaan berbagai produktifitas tersebut adalah mereka yang memiliki masa tahanan cukup lama, dan ke depan mereka juga akan mendapatkan remisi.

Selain kerajinan kayu dan Batik Gajah Oling Jeruji, tim kreatif Lapas Banyuwangi juga mengembangkan produk susu kedelai. Juga membuat kolam lele dan ikan Koi, yang sudah mempunyai pangsa pasar tersendiri.

“Hasil dari penjualan berbagai kerajinan itu masuk ke bagian bendahara,” tutur Akbar.

Dan setelah digunakan untuk pembelian bahan bahan baku, sisanya untuk honor para warga binaan yang selama ini terlibat dalam pengembangan produktifitas tersebut.

 

radiovisfm.com, Banyuwangi - Menjelang perayaan pergantian Tahun Baru, harga sejumlah kebutuhan pokok di pasar tradisional Banyuwangi mulai mengalami kenaikan.

Diantaranya, cabe kecil dari Rp 22.000 naik menjadi Rp 40.000/kg. Juga bawang merah yang sebelumnya Rp 22.000 menjadi Rp 25.000/kg. Salah satu pedagang di pasar Banyuwangi, Misriyah menjelaskan, meskipun mengalami kenaikan, namun untuk stok bahan pokok yang di pasok ke para pedagang di nilainya masih aman.

“Ada sejumlah bahan pokok yang tidak mengalami kenaikan harga dan masih standart meskipun menjelang Tahun Baru,” ujar perempuan berusia 58 tahun tersebut.

Seperti, beras kwalitas bagus per kilogram seharga Rp 12.000. Minyak goreng kemasan Rp 12.000/liter, Telur Rp 25.000/kg, Bawang Putih Rp 18.000/kg, Ranti Rp 14.000/kg, Tomat Rp 6.000/kg, serta cabe besar Rp 20.000/kg dan Kentang Rp 12.000/kg. Sementara, daging ayam potong saat ini seharga Rp 38.000/kg.

“Khusus harga cabe kecil mengalami kenaikan hampir di setiap harinya, mencapai Rp 5.000 per kilogram,” tutur Misriyah.

Meski demikian, dia mengaku harga sejumlah kebutuhan pokok di mungkinkan tidak akan terus mengalami kenaikan meskipun setelah Natal dan Tahun Baru, karena kebutuhan masyarakat dinilai tidak terlalu segnifikan di banding saat perayaan Hari Raya Idul Fitri.

Sementara itu, Pemerintah Pusat memastikan, stok dan harga berbagai kebutuhan pokok menjelang Natal 2018 masih aman hingga memasuki Tahun Baru 2019.

Hal ini disampaikan Menteri Perdagangan, Enggartiasto Lukita saat mengunjungi pasar tradisional Banyuwangi beberapa waktu.

Menurutnya, secara global stok pangan di Indonesia masih aman dan stabil, utamanya menjelang perayaan Natal dan Tahun Baru.

“Memang ada beberapa komoditas di sejumlah daerah yang mengalami kenaikan harga, tapi itu tidak terlalu segnifikan. Seperti daging ayam dan telur,” papar Menteri Enggar.

“Selama 3 tahun berturut turut, pemerintah dinilai berhasil mengendalikan harga kebutuhan pokok utamanya menjelang maupun disaat bulan suci Ramadhan dan Hari Raya Idul Fitri, guna menghindari gejolak di tengah masyarakat,” ujarnya bangga.

Meski demikian, ini juga berkat kerja sama dengan Pemerintah Daerah yang dinilai berhasil mengendalikan ketersediaan pangan di wilayahnya, termasuk Banyuwangi.

 

 

radiovisfm.com, Banyuwangi - Untuk menumbuhkan rasa kesadaran tentang keselamatan lalu lintas sejak dini, Polres Banyuwangi menggelar sosialisasi Millennial Road Safety Festival di sejumlah sekolah.

Kali ini dilaksanakan di SMK Sritanjung Banyuwangi, Rabu (16/1) dengan tema Mewujudkan Generasi Millenial Cinta Lalu Lintas Menuju Indonesia Gemilang.

Kegiatan ini di ikuti sekitar 40 siswa siswi SMK Sritanjung Banyuwangi, dengan dipimpin langsung Kanit Turjawali, Ipda Heru Selamet.

Disini, petugas mengajak generasi Millenial khususnya remaja Banyuwangi yang berada di kisaran umur 17-35 tahun untuk menumbuhkan budaya tertib berlalu lintas.

“Dengan kegiatan ini diharapkan angka Kecelakaan lalu lintas dan angka fatalitas atau korban meninggal dunia di wilayah Banyuwangi terus mengalami penurunan,” ungkap Ipda Heru.

 Selain itu kata Ipda Heru, ini juga untuk membentuk komunitas Relasi (Relawan Lalu Lintas Indonesia) yang akan menggelorakan tertib berlalu lintas di wilayah Kabupaten Banyuwangi, sehingga terbangun hubungan yang baik antara Polisi lalu lintas dengan komunitas tersebut, dengan sasaran Generasi Millennial.

“Ke depan kegiatan serupa akan di laksanakan di berbagai sekolah secara bertahap,” kata Ipda Heru.

Selain itu, aparat Satuan lalu lintas juga menyebarkan brosur tentang anjuran tertib berlalu lintas, serta dilampirkan pemberitahuan terkait penyelenggaraan Millennial Road Safety Festival Nasional.

Sosialisasi Millennial Road Safety Festival Nasional serentak di gelar di 34 propinsi pada tanggal 2 Februari hingga 31 Maret 2019, dengan puncak acara pada 31 Maret 2019 di Jakarta yang dibuka oleh Presiden Joko Widodo.

Sementara, sosialisasi kegiatan Millennial Road Safety Festival di Jawa Timur dilaksanakan pada 17 Maret 2019 di Jembatan Suramadu Surabaya.

 

radiovisfm.com, Banyuwangi - Seorang kakek di tangkap kepolisian, setelah di ketahui mencuri ponsel di sebuah counter di wilayah Banyuwangi kota. Kedok tersangka ini di ketahui kepolisian, dari hasil rekaman kamera CCTV yang ada di area Counter Indolaga di kawasan Jalan Jaksa Agung Suprapto, lokasi tersangka melakukan pencurian ponsel tersebut.

Dari hasil pengembangan penyidikan kepolisian, tersangka di ketahui bernama Willy Ariskha (62) warga Jalan Serayu nomor 3 RT 01 RW 01 Kelurahan Panderejo Kecamatan Banyuwangi Kota.

Kapolsekta Banyuwangi, AKP Ali Masduki mengatakan, dari keterangan tersangka, modus yang di lakukannya adalah dengan berpura pura membeli pulsa. Setelah di ketahui seluruh pegawai lengah, di manfaatkan oleh tersangka untuk mengambil ponsel yang terpajang di etalase.

“Sebelumnya, para pegawai tidak mengetahui jika ponsel yang di jualnya hilang,” ujar Kapolsek.

Namun setelah di lakukan penghitungan, ternyata ada 1 unit ponsel yang diketahui hilang. Selanjutnya, mereka melakukan penelusuran dengan melihat hasil rekaman kamera CCTV yang terpasang di area toko.

“Dari situlah, di ketahui gerak gerik tersangka yang mengambil ponsel di etalase saat para karyawan lengah,” imbuhnya.

AKP Ali Masduki menambahkan, dari hasil temuan ini, pemilik counter dan karyawannya melapor ke pihak kepolisian lalu di lakukan pengembangan penyidikan mengenai identitas tersangka.

Setelah berhasil mengumpulkan cukup bukti, anggota Polsekta Banyuwangi dengan di pimpin Kanit Reskrim, Ipda Nurmansyah langsung menangkap tersangka di rumahnya tanpa perlawanan. Dan saat diintrograsi, tersangka mengakui semua perbuatnnya.

“Di hadapan petugas, tersangka mengaku sedianya ponsel tersebut hendak di jual dan bukan untuk di pakainya sendiri. Selain itu, tersangka juga mengaku baru pertama kali ini melakukan pencurian karena terpaksa untuk memenuhi kebutuhannya,” papar AKP Ali Masduki.

Saat ini, tersangka juga barang bukti hasil kejahatannya berupa 1 unit ponsel Oppo F9 beserta doosbooknya serta 1 unit sepeda motor Honda Beat merah bernopol P 5169 WE yang di gunakannya saat melakukan aksi, diamankan kepolisian.

Atas semua perbuatannya, tersangka dijerat pasal 362 KUHP tentang pencurian, dengan ancaman hukuman maksimal 5 tahun penjara.

 

radiovisfm.com, Banyuwangi - Kepolisian berhasil menangkap residivis pelaku begal terhadap Ketua Ikatan Pelajar Nahdlatul Ulama (IPPNU) Banyuwangi, dengan menambak kaki kanannya karena berusaha kabur saat diringkus.

Berdasarkan catatan kriminalitas, tersangka yang di ketahui bernama Muhammad Abdul Hamid (22) warga Dusun Pasembon RT 03 RW 02 Desa Sambirejo Kecamatan Bangorejo tersebut, baru saja keluar dari sel tahanan Lapas Singaraja Bali pada Agustus 2018 lalu setelah menjalani masa hukuman atas kasus pencurian dengan kekerasan juga.

Dan rupanya, ruang sel tahanan tidak membuatnya jera sehingga kembali melakukan aksinya di kampung halamannya sendiri.

Peristiwa begal atau pencurian dengan kekerasan ini di lakukan tersangka di kawasan jalan raya masuk hutan Karetan Kecamatan Purwoharjo Banyuwangi pada Selasa malam (1/1) lalu sekira pukul 22.00 WIB.

Saat itu, korban, Bara Putri Rainda Hardiyanti (24) yang merupakan ketua IPPNU Banyuwangi mengendarai sepeda motor scoopy hendak pulang ke rumahnya di kawasan Dusun Sumbermulyo RT 043 RW 07 Desa Tegaldlimo Kecamatan Tegaldlimo.

Ketika sedang melintas di TKP, tiba tiba sepeda motor korban di buntuti seseorang tidak di kenal dengan mengendarai sepeda motor Beat merah putih.

Dalam keterangan persnya, Rabu (9/1), Kapolres Banyuwangi AKBP Taufik Herdiansyah Zeinardi mengatakan, setelah mendekati dan menghentikan korban, pelaku memintanya untuk turun dari kendaraan.

“Lalu, pelaku meminta paksa barang barang berharga milik korban hingga di serahkan ponsel dan tas yang berisi beberapa kartu identitas milik korban,” ujarnya.

Kapolres menjelaskan, aksi pelaku tidak hanya sampai disitu saja, dia menampar pipi kanan korban sembari mendorongnya hingga terjatuh ke tanah. Lalu pelaku memukul ulu hati korban sebanyak 3 kali dan menendang punggung korban. Selanjutnya, mencekik leher korban dari arah belakang agar tidak berteriak.

“Bersamaan dengan itu, muncul sorot lampu mobil dari arah Curahjati menuju ke utara sehingga korban pun berteriak meminta tolong,” kata Kapolres.

Mendengar teriakan korban, pelaku melarikan diri dengan mengendarai sepeda motornya sambil membawa sejumlah barang berharga milik korban. Selanjutnya, korban melaporkan peristiwa naas yang di alaminya ke Mapolsek Purwoharjo hingga di lakukan pengembangan penyidikan oleh Tim Resmob Polres Banyuwangi.

“Identitas pelaku berhasil terungkap berbekal ponsel milik korban yang di rampas oleh pelaku itu,” tutur Kapolres.

“Dengan menggunakan peralatan khusus, aparat kepolisian berhasil menemukan lokasi keberadaan ponsel itu yang ternyata ada di kawasan Desa Sambirejo, hingga di lakukan penangkapan terhadap pelaku di rumahnya, Selasa (8/1) sekira pukul 17.00 WIB,” papar Kapolres.

Ditambahkan Kapolres, tim resmob terpaksa menembak kaki kanan pelaku karena berusaha kabur saat hendak di tangkap.

Kini, pelaku beserta barang bukti miliknya dan hasil kejahatannya diamankan kepolisian, seperti sepeda motor Honda Beat bernopol P 4524 UO, helm honda hitam serta 1 buah jaket kain warna biru. Juga beberapa barang milik korban, yakni 1 KTP, 1 NPWP dan 1 buah STNK sepeda motor honda Scoopy.

Atas semua perbuatannya, tersangka di jerat pasal 365 KUHP tentang pencurian dengan kekerasan, dengan ancaman hukuman maksimal 9 tahun penjara.

 

 

radiovisfm.com, Banyuwangi - Rumah milik warga Kecamatan Songgon Banyuwangi roboh dan nyaris rata dengan tanah, setelah di guyur hujan cukup deras selama lebih dari 2 jam.

Rumah tersebut milik Lukman (50) di kawasan Dusun Tegalwudi RT 01 RW 02 Desa Bedewang Kecamatan Songgon Banyuwangi. Seluruh bangunan rumah terbuat dari anyaman bambu dan kayu. Sedangkan lantainya beralaskan tanah namun sudah dilengkapi dengan genteng.

Selama ini, Lukman tinggal bersama ibunya, Muslikah (80) di rumah tersebut. Dalam kesehariannya, dia bekerja serabutan demi kelangsungan hidupnya.

Saat terjadi hujan deras, kedua korban berada di dalam rumah sedang beristirahat. Mereka mendengar suara kretek kretek yang di kira suara hujan. Namun setelah terlihat rumah mulai miring, Lukman berlari keluar dan saat itulah rumahnya roboh. Lukman pun teringat ibunya yang masih di dalam rumah.

Selanjutnya, dia bersama adiknya, Imam Muslih, mencari ditumpukan rumah yang hancur tersebut dan terlihat ibu korban merangkak keluar dari reruntuhan rumah.

Camat Songgon Banyuwangi, Kunta Prastawa mengatakan, rumah korban sudah masuk dalam salah satu rumah yang diperbaiki dalam program Bedah Rumah yang digulirkan oleh pihak TNI.

“Untuk di wilayah Kecamatan Songgon, tercatat ada 60 rumah warga kurang mampu yang masuk dalam daftar Bedah Rumah dan salah satunya adalah rumah milik korban itu,” ujar Kunta.

Dia menjelaskan, saat ini seluruh material bahan bangunan sudah ada di lokasi dan rencananya pencanangan program Bedah Rumah akan di laksanakan pada Senin (21/1) mendatang.

“Tapi karena kondisi rumah korban sudah roboh, maka rencananya akan segera di lakukan perbaikan tanpa menunggu pencanangan,” tutur Kunta.

“Selama menunggu proses perbaikan, kini korban mengungsi di rumah tetangganya,” pungkasnya.

Sementara itu, kondisi rumah korban saat ini sangat mengenaskan. Seluruh bagian rumahnya hancur termasuk genteng. Bahkan, kayu kayu yang menopang bangunan rumahpun patah.

Untung saja dalam peristiwa ini tidak ada korban jiwa.

 

radiovisfm.com, Banyuwangi - Sebanyak 4 rumah warga di kawasan Desa Sumbersewu Kecamatan Muncar Banyuwangi mengalami kerusakan pada atapnya, akibat di hantam angin putting beliung, Minggu (13/1).

Meski demikian, dalam peristiwa ini tidak ada korban jiwa. Data pada Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Banyuwangi, ke 4 rumah yang mengalami kerusakan tersebut adalah milik Purnomo (40) di wilayah Dusun Krajan, utamanya pada atap teras dan daun pintu.

Juga rumah Tjipta Sujarwo Tjuek atau Papi Juan (75) di kawasan Dusun Palukuning, yang mengalami kerusakan pada atap gudang wallet, atap garasi mobil dan atap tempat pakan udang. Serta rumah Siem (40) dan Sumirin (50) keduanya di area Dusun Palukuning, yang mengalami kerusakan pada atap dapur juga atap rumahnya.

Camat Muncar Banyuwangi, Lukman Hakim mengatakan, kerusakan hanya terjadi pada atap rumah saja dan tidak sampai roboh sehingga dinilai tidak terlalu segnifikan.

“Tapi ada satu pintu rumah warga yang jebol, dan itu di rencanakan segera di lakukan perbaikan senin besok,” ujar Lukman.

“Perbaikan akan melibatkan perangkat desa maupun kepala dusun setempat dengan dana dari swadaya,” imbuhnya.

Dan akibat peristiwa ini, masih belum ditaksir besaran kerugian yang di derita oleh para pemilik rumah.

Meski demikian, kami segera melapor ke BPBD Banyuwangi,” pungkas Lukman.

Selain di wilayah Kecamatan Muncar, angin putting beliung juga terjadi di kawasan pantai bomo Kecamatan Blimbingsari dan juga tidak menimbulkan korban jiwa.

radiovisfm.com, Banyuwangi - Sebanyak 4 korban warga Kecamatan Wongsorejo Banyuwangi yang salah satunya adalah balita, mengalami luka cukup parah akibat sepeda motor yang mereka kendarai mengalami kecelakaan.

Tepatnya terjadi di kawasan Jalan Raya Situbondo-Banyuwangi, di selatan toko Anisa masuk Dusun Curahuser RT 02 RW 01 mDesa Sumberanyar Kecamatan Wongsorejo Banyuwangi.

Sementara, dua kendaraan yang mengalami kecelakaan antara Sepeda Motor Honda Beat Putih bernopol P 6567 UD dengan Sepeda Motor Beat Hitam bernopol P 6801 XE.

Kanit Laka Polres Banyuwangi, Iptu Ardhi Bita Kumala mengatakan, berdasarkan keterangan sejumlah saksi mata, sepeda motor Beat putih yang di kendarai Agus (29) warga Dusun Alas Malang RT 03 RW 03 Desa Alasrejo Kecamatan Wongsorejo melaju dari arah Utara ke Selatan dengan membonceng istrinya, Vera (24) dan anaknya yang masih berusia 3,5 tahun, Muhammad Ramdan.

“Sesampainya di TKP, sepeda motor tersebut menyalip bus yang ada di depannya,” ujar Kanit Laka.

Bersamaan dengan itu kata Iptu Ardhi, melaju dari arah berlawanan sepeda motor Honda Beat hitam yang di kendarai Lina (23) warga Dusun Badolan Desa Bajulmati Kecamatan Wongsorejo.

“Di duga karena jaraknya sudah terlalu dekat sehingga tabrakan tidak bisa dihindari,” tutur Iptu Ardhi.

Akibatnya, Lina mengalami patah pada bagian pangkal hidung dan luka terbuka pada bagian lutu kirinya. Sedangkan Agus mengalami pendarahan di kepala serta luka robek pada bagian wajahnya. Serta istrinya, Vera mengalami luka lecet pada jari kanan dan anaknya yang masih balita mengalami patah tulang pada tangan kanannya.

Iptu Ardhi mengaku, seluruh korban di larikan ke Puskesmas Bajulmati lalu di rujuk ke RSUD Blambangan Banyuwangi, guna di lakukan penanganan medis.

“Dari hasil olah TKP sementara kepolisian, peristiwa kecelakaan ini di duga diakibatkan karena kelalaian pengemudi sepeda motor Honda Beat Putih yang berusaha menyalip kendaraan di depannya,” papar Kanit Laka.

Sementara itu, setelah di evakuasi, kedua kendaraan tersebut di amankan di kantor Laka Polres Banyuwangi.

 

 

Sign up via our free email subscription service to receive notifications when new information is available.
Advertisement