Top Stories

Grid List

radiovisfm.com, Banyuwangi - Sebagai upaya meregenerasi pembatik, Banyuwangi menggelar Festival Canting Sewu yang di ikuti ribuan pelajar SD dan SMP, Jum’at (16/11).

Pada kegiatan yang di gelar di lapangan Desa Tampo Kecamatan Cluring Banyuwangi tersebut, ribuan pelajar bersama-sama mencanting lilin (malam) ke atas kain hingga membentuk rangkaian motif yang indah.

Bupati Banyuwangi Abdullah Azwar Anas mengapresiasi ribuan pelajar yang mengikuti kegiatan tersebut.

“Apresiasi ini layak diberikan karena mereka telah menjadi bagian dari upaya melestarikan warisan kekayaan leluhur bangsa Indonesia,” ujar Bupati Anas.

Bahkan saat melihat para peserta, Bupati Anas mengaku tangan mereka terlihat sudah terbiasa mencanting. Tangan-tangan mungil peserta mencanting terlihat lihai saat menorehkan cairan malam/ lilin mengikuti pola motif lokal batik Banyuwangi yang tergambar dalam kain.

Sambil sesekali bercanda dengan teman satu wajan lilin, mereka terlihat tekun saat melakukan ripitasi gerakan mencanting. Mengambil canting, meniupnya, hingga mengusapkan lilin mengikuti motif.

Bupati Anas menambahkan, Desa Tampo merupakan salah satu sentra batik.

“Di desa ini terdapat sekitar 150 pekerja batik yang tertampung di enam UMKM batik,” ungkap Bupati Anas.

SD dan SMP yang berada di sekitar Desa Tampo juga telah memasukkan batik dalam kurikulumnya, bagian dari pelajaran Seni, Budaya, dan Ketrampilan (SBK).

Seperti di SDN 2 Tampo, setiap siswa dari kelas 4 – 6 SD mengikuti pelajaran membatik tiap pekan.

Bupati Anas menilai, Desa Tampo telah menjalankan apa yang Presiden Jokowi instruksikan agar sekolah memfasilitasi lahirnya generasi kreatif sesuai potensinya. Festival dan sekolah menjadi bagian meregenerasi pembatik.

“Saya optimis dengan perkembangan batik setelah melihat antusiasme dari pelajar tentang batik. Pemerintah Daerah akan membantu mendatangkan ahli batik untuk meningkatkan kualitas pembatik muda ini,” papar Bupati Anas.

Selain itu, mereka yang terbaik, akan dimasukkan ke SMK batik yang sudah ada di Banyuwangi untuk bisa menjadi entrepreneur batik.

Untuk itu, Bupati Anas menginstruksikan agar semua sekolah melakukan apa yang telah dilakukan Desa Tampo. Sekolah harus memasukkan pengembangan potensi daerahnya dalam sebuah ekstra kurikuler.

“Saya minta, bagi desa dengan penghasil buah naga, untuk segera membuka ekstrakurikuler tentang pengembangan dan pengolahan buah naga,” tutur Bupati Anas.

Pemkab Banyuwangi dan BUMN perkebunan PTPN XII juga telah bersepakat membuka ekstrakurikuler khusus tentang kopi dan cokelat di sejumlah sekolah.

Festival Canting Sewu merupakan rangkaian event Banyuwangi Batik Festival (BBF) yang didedikasikan untuk mempromosikan batik Banyuwangi sekaligus mentautkan pembatik lokal dengan industri batik nasional.

BBF akan digelar Sabtu malam, 17 November 2018 di Gesibu Blambangan Banyuwangi.

 

 

radiovisfm.com, Banyuwangi - Siswa kelas 5 Sekolah Dasar dan Karyawan Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) menjadi jawara dalam perhelatan Fashion On The Pedestrian.

Mereka adalah Victor berusia 10 tahun yang merupakan warga Dusun Gurit Desa Gitik Kecamatan Rogojampi dan masih duduk di bangku kelas 5 Sekolah Dasar Negeri 1 Rogojampi. Putra kedua dari 2 bersaudara pasangan Edi dan Ratna tersebut, berhasil menjadi yang terbaik mengalahkan puluhan peserta kategori anak anak.

Dengan busana batik motif Gedeghan yang di sulap menjadi kemeja yang lucu dan unik sesuai dengan usianya, Victor tamppil percaya diri di atas pedestrian yang di sulap menjadi catlwalk karpet merah.

“Saya senang bisa jadi juara, ini sebagai bentuk ungkapan saya untuk membahagiakan orang orang yang selama ini mendukung saya, terutama kedua orang tua saya,” papar Victor.

Dia mengatakan, kostum yang di pakainya tersebut merupakan hasil rancangan dari pembatik Pringgo Kusumo.

“Untuk latihan fashion, saya hanya selama 2 minggu,” tutur Victor.

Untuk kategori remaja, yang berhasil menjadi juara pertama adalah Arina Debitha (17), siswi kelas 3 SMA Negeri 1 Giri Banyuwangi.

 Cewek berjilbab asal Kelurahan Boyolangu Kecamatan Giri tersebut mengaku tidak menyangka bisa memenangkan perhelatan ini. Pasalnya, dia pernah mengikuti kegiatan yang sama di tahun 2016 lalu namun tidak menajdi juara.

“Di tahun 2017 saya tidak mengikuti dan kembali turun di tahun 2018 ini,” ujar Arina.

“Kostum yang saya pakai ini membutuhkan 6 lembar kain batik motif Gedhegan dan itu di rancang selama 2 minggu,” paparnya.

Sementara untuk desainnya, dilakukan Arina bersama seorang temannya. Arina sendiri juga merupakan pemenang Wakil 1 Duta Lingkungan Hidup Pemilihan Jebeng Tole 2017.

Sementara itu, untuk kategori dewasa yang menjadi jawara adalah Evita Laura Maharani, karyawan Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Banyuwangi.

Perempuan berusia 35 tahun tersebut mengaku mendesain kostum yang di kenakannya berkolaborasi dengan penjahitnya, sekaligus untuk menentukan ide desainnya.

“Saya tidak nyangka bisa menang karena sudah lama tidak pernah berjalan di atas catwalk,” ujar Evita.

Diakuinya, dia pernah ikut perlombaan fashion saat masih berusia anak anak.

Dalam Fashion On The Pedestrian 2018 ini, di ikuti 70 peserta dengan rincian kategori anak anak 20 peserta, Remaja 35 peserta dan Dewasa 15 peserta.

 

radiovisfm.com, Banyuwangi - Fashion On The Pedestrian di gelar Pemkab Banyuwangi, sebagai upaya untuk mengkampanyekan bahwa pedestrian adalah tempat yang nyaman dan hak merdeka bagi rakyat.

Sekitar 70 peserta dari kategori anak anak, remaja dan dewasa tampil dalam perhelatan yang di gelar di trotoar sisi selatan alun alun Taman Blambangan Banyuwangi, Jum’at (16/11) tersebut.

Saat membuka kegiatan ini, Bupati Banyuwangi Abdullah Azwar Anas mengatakan, Fashion On The Pedestrian ini merupakan upaya pemerintah daerah dalam memberi panggung kepada para model dan desainer local maupun pembatik untuk mengapresiasikan karya mereka.

“Sekaligus untuk merangsang dan mendorong mereka lebih percaya diri khususnya di era revolusi 4.0 saat ini,” ujar Bupati Anas.

“Berdasarkan keterangan Jack Ma untuk menghadapi tantangan revolusi 4.0 ini ada 3 E yakni E-Govermen, Education dan Entrepreneurship,” paparnya.

Sementara kegiatan Banyuwangi Batik Festival ini dimaksudkan menjadi bagian Entrepreneurship bagi masyarakat local.

“Dalam jangka panjang, Entrepreneurship ini bisa dibangun dari anak anak sejak usia dini,” kata Bupati Anas.

Dia mengaku, bagi para desainer professional akan di beri panggung pada perhelatan Banyuwangi Batik Festival (BBF) yang di gelar di Gesibu Blambangan, Sabtu malam (17/11) dengan lighting dan tata panggung berstandart International.

“Disini, UMKM batik Banyuwangi berkolaborasi dengan desainer kondang nasional dan internasional,” tutur Bupati Anas.

Ada Ali Charisma, Priscilla Saputro, Dewa Gita, dan Nely Gunawan serta desainer busana batik asal Italia, Milo Miliavicca.  Untuk BBF tahun ini, akan menampilkan bintang tamu penyanyi Melly Goeslaw.

Dari ke 70 peserta yang mengikuti event Fashion On The Pedestrian ini terbagi dalam kategori anak anak 20 peserta, Remaja 35 peserta dan Dewasa 15 peserta.

Mereka melenggang cukup percaya diri di pedestrian yang di sulap menjadi catwalk beralaskan karpet merah, dengan mengenakan kostum batik tema Gedhegan hasil rancangan para desainer local Banyuwangi.

Motif Gedhegan yang diangkat tahun ini bermakna kesederhanaan. Yakni sederhana dalam keanekaragaman untuk mencapai kebaikan. Dan motif ini digambarkan seperti gedeg atau anyaman bamboo.

 

radiovisfm, Banyuwangi - Anggota  Jaringan Radio Siaran Banyuwangi (JRSB) bersama Komisi I DPRD Banyuwangi mendatangi kantor Balmon  kelas 1 Surabaya, melaporkan maraknya  radio bodong yang tak kunjung ditertibkan oleh pemerintahpada Selasa siang (13/11/18). Kedatangan anggota dewan bidang hukum yang dipimpin oleh wakil ketua DPRD ini ke Surabaya,  untuk melaporkan maraknya radio ilegal di Banyuwangi yang keberadaannya sangat merugikan radio swasta di Banyuwangi. Langkah ini dilakukan untuk menindaklanjuti hearing di DPRD tanggal 13 September kemarin tentang maraknya radio illegal di Banyuwangi yang tak kunjung ditertibkan. 

Ketua Jaringan Radio Siaran Banyuwangi, Herdi menuturkan, berdasarkan hasil pertemuan bersama kepala balai monitoring satu Surabaya, pihaknya diterima dengan baik dan aspirasinya sudah diterima. Selain itu kata dia dalam waktu dekat  akan dibentuk satu tim yang melibatkan semua komponen yang berkaitan dengan radio illegal untuk menertibakn radio tak berijin tersebut. Herdi berharap ada langkah nyata dari hasil pertemuan tersebut sehingga radio bodong yang tak mengantongi ijin di banyuwangi dapat segera di tertibkan. Sebab keberadaan radio illegal tersebut dinilai sangat merugikan banyak pihak diantaranya bandara Banyuwangi dan radio swasta yang sudah mengantongi ijin. 

 

Sementara itu wakil ketua DPRD Banyuwangi Yusieni mengatakan, pasca pertemuan tersebut ada sinergi antara balmon bersama pihak terkait untuk turun ke banyuwangi melakukan penertiban radio bodong. Sebab kata dia akibat banyaknya radio karaoke yang tak mengantongi ijin, banyak keluhan yang masuk ke meja dewan, diantaranya gangguan yang ditimbulkan terhadap frekuensi penerbangan bandara Banyuwangi serta isi siaran yang tak mendidik. Terlebih jumlah radio bodong tersebut di Banyuwangi mencapai 200 lebih.

radiovisfm.com, Banyuwangi - Pemerintah Daerah akan menyulap bekas Lokalisasi Padang Bulan Kecamatan Singojuruh menjadi Lingkungan Pondok Sosial (Liponsos), guna mengatasi berbagai permasalahan sosial yang ada di Banyuwangi.

Dalam artian, seluruh lahan di kawasan tersebut akan di bebaskan oleh Pemkab Banyuwangi untuk di bangun berbagai pondok yang difungsikan untuk penanganan social.

Nantinya, di area setempat akan ada gedung Taruna Siaga Bencana (Tagana) dan sebagian lahan lagi di gunakan bangunan perluasan dari Gedung Graha Rehabilitasi Sosial Banyuwangi untuk menampung Penyandang Masalah Kesejahteraan Sosial (PMKS), yang kini jumlahnya terus bertambah.

Kepala Dinas Sosial Banyuwangi, Edy Supriyono mengatakan, pihaknya akan mengusulkan anggaran pembebasan lahan dan pembangunan gedung pada APBD di tahun 2019 mendatang.

“Karena di harapkan, bekas lokalisasi Padang Bulan itu benar benar bersih dari para PSK yang kabarnya saat ini masih beroperasi meskipun sudah di tutup oleh pemerintah daerah dan kepolisian beberapa waktu lalu,” papar Edy.

“Kami sudah mendatangi masyarakat setempat untuk memaparkan tentang rencana pembangunan Lingkungan Pondok Sosial itu,” imbuhnya.

Dan masyarakat meminta semua lahan beserta rumah rumah yang ada untuk di beli, dengan anggaran mencapai Rp 19 Miliar.

Edy mengaku telah melaporkan permintaan masyarakat ini ke Bagian Pemerintahan Setda Banyuwangi selaku pihak pengelola pengadaan anggaran.

“Pengajuan ini diterima dan akan di lakukan pembahasan lebih detail dan lebih rinci di tahun 2019 mendatang,” ungkap Edy.

Lebih lanjut Edy mengatakan, pihaknya menargetkan realisasi sebagian lahan bisa di lakukan di awal 2019 dengan terlebih dahulu melakukan pendekatan dengan para warga, sembari menghilangkan para PSK dari kawasan setempat untuk kembali ke kampung halamannya.

 

 

 

radiovisfm.com, Banyuwangi - Gedung Graha Rehabilitasi Sosial Banyuwangi di penuhi belasan orang Penyandang Masalah Kesejahteraan Sosial (PMKS) yang di rawat oleh Pemerintah Daerah.

Total ada 13 orang yang rata rata berusia 70 tahunan, mendapat perawatan di gedung yang berada di wilayah Desa Licin Kecamatan Licin bersebelahan dengan Puskesmas Licin tersebut. Pemerintah Daerah sengaja memilih lokasi itu karena situasinya dingin dan sejuk yang di nilai penanganan kesehatan terhadap mereka bisa terintegrasi.

Kepala Dinas Sosial Banyuwangi, Edy Supriyono mengatakan, dari ke 13 orang tersebut ada yang sudah pikun, ada pula yang berjalan menggunakan tongkat dan kursi roda.

“Ada juga yang kondisinya sehat dan berjalan normal tapi seluruhnya tidak memiliki keluarga,” ujar Edy.

“Mereka hidup sebatang kara dan sudah tidak mampu beraktifitas, yang rata rata mereka di kirim dari beberapa kecamatan,” imbuhnya.

Disini, mereka mendapat perawatan maksimal mulai dari di mandikan hingga di beri makanan di setiap harinya.

“Mereka bisa di pulangkan ke rumahnya jika ada pihak keluarga yang mengakui sebagai kerabatnya,” kata Edy.

Edy mengaku, sejak dirinya menjabat sebagai Kepala Dinas Sosial 2 bulan lalu, tercatat ada 2 orang yang sudah di pulangkan setelah di jemput keluarganya. Namun seiring berjalannya waktu, jumlah orang PMKS bertambah hingga menjadi 13 orang saat ini.

“Kami turunkan 6 orang perawat yang bertugas bergiliran untuk melayani mereka,” ungkap Edy.

Bahkan, rencananya juga di hadirkan psikolog untuk menemani mereka karena dinilai sangat penting. Pasalnya, mereka hidup sebatang kara dan perlu terus dimotivasi, termasuk di tempat itu juga ada kegiatan-kegiatan produktif seperti berkebun.

Edy menjelaskan, kapasitas Gedung Graha Rehabilitasi Sosial seharusnya bisa menampung 25 orang, namun ada beberapa ruangan yang kondisinya membahayakan bagi penghuninya sehingga tidak di fungsikan dan hanya cukup menampung 13 orang saja.

“Kami sudah mengajukan dana perbaikan ke pemerintah daerah, tapi baru terealisasi ditahun 2019 mendatang,” pungkas Edy.

Sementara itu, pemerintah terus berupaya untuk memperbaiki pelayanan di Gedung Graha Rehabilitasi Sosial tersebut, termasuk adanya pemeriksaan rutin dan pemberian makanan bergizi.

Disini, khusus merawat mereka yang belum mandiri. Dan jika di anggap sudah bisa mandiri, maka akan di kembalikan kepada keluarganya ataupun di rawat di rumah sakit Krikilan jika belum ada yang mengakui dari keluarganya.

 

 

radiovisfm.com, Banyuwangi - Kepolisian di Banyuwangi menangkap seorang laki laki yang mengaku sebagai anggota marinir gadungan dalam menjalankan serangkaian aksi penipuan terhadap belasan korban.

Bahkan, untuk memperdaya korban, tersangka juga memakai pakaian mirip baju dinas seorang anggota marinir lengkap dengan topi, sepatu dan jaket dinas Angkatan Laut. Serta, Kartu Tanda Anggota Angkatan Laut yang beralamatkan Asrama Karangpilang Jalan Mortir 10 Surabaya.

Tersangka adalah Yono Farianto (52) bertempat tinggal di Perumahan Brawijaya Blok B nomor 8 Kelurahan Kebalenan Kecamatan Banyuwangi kota.

Kedok tersangka ini terbongkar setelah ada sekitar 11 orang yang mengaku jadi korban penipuan tersangka melapor ke pihak kepolisian. Sementara, modus operandi yang di lakukan tersangka adalah dengan menghentikan sepeda motor para korban di tengah jalan dan meminta dihantar ke suatu tempat dengan mengaku sebagai anggota TNI Angkatan Laut. Namun ditengah jalan, tersangka menghipnotis korban hingga tidak sadarkan diri lalu membawa kabur kendaraan milik korban.

Modus lain, tersangka juga menyewa mobil para korban dengan pembayaran yang cukup tinggi dan di janjikan akan dibayar setelah mobil dikembalikan. Namun, tersangka malah membawa kabur mobil tersebut. Dia juga menggadaikan surat surat kendaraan bermotor lainnya.

Dalam keterangan persnya, Kamis (15/11), Kapolres Banyuwangi AKBP Taufik Herdiansyah Zeinardi mengatakan, dari laporan yang di terima kepolisian ada 11 TKP dari aksi tersangka ini.

“Tapi saat ini tercatat masih ada 3 laporan resmi yang di terima kepolisian,” ungkapnya.

Kapolres menjelaskan, dari hasil koordinasi dengan pihak Pangkalan TNI AL (Lanal) Banyuwangi, tersangka bukan anggota marinir dan hanya warga sipil. Bahkan, NRP yang ada di Kartu Anggota AL palsu yang dimiliki tersangka juga tidak tercatat namanya.

“Dari pengembangan penyidikan, pakaian seragam anggota TNI AL beserta atribut yang dimiliki tersangka itu di beli sejak lama di Jakarta. Tersangka merupakan residivis dan telah melakukan aksi yang sama di sejumlah daerah di Jawa Timur,” papar Kapolres.

Sementara, selain atribut TNI AL, kepolisian juga mengamankan sejumlah barang bukti dari tangan tersangka. Diantaranya, sebilah clurit bertuliskan marinir.

Dan tersangka ditangkap di area Pom Bensin Sukowidi Jalan Gatot Subroto Kelurahan Klatak Kecamatan Kalipuro Banyuwangi oleh sejumlah aparat polsekta Banyuwangi dibawah pimpinan Kanit Reskrim Ipda Nurmansyah, setelah di lakukan pencarian cukup lama.

Komandan Detasemen Polisi Militer Angkatan Laut (Dandenpom AL) Banyuwangi, Kapten Laut (PM) Tony Soelarso menegaskan bahwa, tersangka bukan anggota TNI AL, bukan pecatan maupun disersi namun hanya masyarakat sipil biasa.

“Sejak Januari 2018 lalu tercatat sudah ada 5 orang warga melapor ke Polisi Militer AL (Pomal) yang mengaku tertipu dengan tersangka,” tutur Tony.

“Selanjutnya, aparat TNI AL mendatangi rumah tersangka dan bertemu dengan anak anaknya, yang menyatakan bahwa bapaknya bukan anggota TNI AL hingga di lakukan pengejaran dan baru tertangkap oleh aparat kepolisian Polsekta Banyuwangi itu,” pungkas Tony.

Kini, tersangka meringkuk di dalam sel tahanan Mapolsekta Banyuwangi. Dan atas semua perbuatannya, tersangka di jerat pasal 378 jonto pasal 372 KUHP tentang penipuan dengan ancaman hukuman maksimal 5 tahun penjara.

radiovisfm.com, Banyuwangi - Tercatat ada 2.592 pelanggaran di Banyuwangi yang di tangani kepolisian selama digelarnya Operasi Zebra Semeru 2018.

Berdasarkan catatan Satuan Lalu Lintas Polres Banyuwangi, sejumlah pelanggaran yang di lakukan masyarakat tersebut diantaranya tidak menggunakan helm SNI sebanyak 414 pelanggaran, melawan arus 101 pelanggaran dan menggunakan ponsel saat berkendara 51 pelanggaran.

Ada pula pengendara di bawah umur sebanyak 124 pelanggar, tidak memakai Safety Belt 187 pelanggar dan lain lain sebanyak 1715 pelanggaran.

KBO Lantas Polres Banyuwangi, Iptu Dalyono mengatakan, Operasi Zebra Semeru ini di gelar selama 14 hari terhitung sejak 30 Oktober hingga 12 November 2018.

“Titik operasi di laksanakan di sejumlah lokasi yang di nilai rawan terjadi kecelakaan, rawan terjadinya pelanggaran lalu lintas dan rawan terjadinya kemacetan kendaraan bermotor yang tersebar mulai dari wilayah Banyuwangi utara hingga selatan,” ujar Dalyono.

Ada 10 titik yang menjadi prioritas diantaranya di depan Hotel Santika, depan Masjid Baiturrahman, makam datuk di seputaran Kecamatan Kalipuro, timbangan Watu Dodol, timbangan Kalibaru, jalan Wahid Hasyim Genteng, jalan raya Jember-Gambiran, simpang 4 tembokrejo Muncar, jalan raya Jember depan Polsek Gambiran dan depan Hotel Mahkota Genteng.

Namun operasi ini juga di gelar di sejumlah lokasi lainnya secara insidentil, karena di khawatirkan justru pelanggaran lalu lintas terjadi di luar 10 lokasi tersebut.

“Dari seluruh pelanggar itu di kenakan sangsi tilang dengan membayar denda,” kata Dalyono.

“Tapi yang terbanyak, mereka melakukan pembayaran denda dengan system e-tilang di bank yang di tunjuk,” imbuhnya.

Selanjutnya, mereka menunjukkan bukti pembayaran tersebut kepada pihak kepolisian untuk mengambil SIM atau STNK yang diamankan.

Dalyono berharap, dengan digelarnya operasi ini bisa menjadikan masyarakat Banyuwangi lebih tertib berlalu lintas, guna menghindari semakin tingginya angka kecelakaan.

Sementara itu, berdasarkan catatan Satuan Lalu Lintas Polres Banyuwangi, selama operasi zebra semeru di gelar di tahun 2016, pelanggaran tilang sebanyak 1152 sedangkan di tahun 2017 sebanyak 4842 pelanggar, naik 100 persen lebih.

Sementara, untuk teguran di tahun 2016 sebanyak 333 pelanggar, dan ditahun 2017 mencapai 960 yang juga mengalami kenaikan 100 persen lebih.

radiovisfm.com, Banyuwangi - Seorang perempuan yang di sebut sebut sebagai dukun lintrik di tangkap kepolisian, karena di duga sebagai dalang dari aksi perampokan dengan memanfaatkan pelaku lainnya.

Tersangka yang di ketahui bernama Usniyah (49) tersebut tercatat sebagai warga Dusun Pekarangan RT 01 RW 01 Desa Kelir Kecamatan Kalipuro Banyuwangi.

Sementara tersangka lain yang juga terlibat dalam aksi ini adalah Hedi Purnomo (38) warga Dusun Telemung RT 02 RW 01 Desa Telemung Kecamatan Kalipuro.

Aksi perampokan ini di lakukan kedua tersangka terhadap Heni Puji Astuti (48) warga Jalan Tidar Lingkungan Singodiwiknyo Kelurahan Singotrunan Kecamatan Banyuwangi kota, karena tersangka Usniyah terbelit hutang kepada korban dengan jumlah cukup banyak, yang menyebabkan dia tidak bisa melunasinya. Meski diakui tanahnya sudah habis di jual untuk membayar hutang namun belum juga lunas.

Kapolsek Kalipuro Banyuwangi AKP Jaenur Holiq mengatakan, tersangka Hedi Purnomo mulai akrab dengan Usniyah setelah dia meminta bantuan ilmu lintrik untuk mencari orang. Dan suatu saat, tersangka Hedi melihat kedatangan korban bersama suaminya, Rahmat ke rumah Usniyah.

“Disinilah, tersangka Usniah bercerita kepada Hedi terkait hutang hutangnya kepada korban,” tutur Kapolsek.

“Lalu tersangka Usniah meminta bantuan Hedi untuk merampas tas milik korban yang didalamnya berisi buku catatan dan ponsel agar dihilangkan karena berisi catatan hutang hutangnya,” imbuh Kapolsek.

Mereka pun mulai mengatur strategi untuk melakukan aksi kejahatannya, agar seolah olah ini murni perampokan yang di lakukan orang tak dikenal.

Kapolsek menambahkan, setelah korban dan suaminya kembali mendatangi rumah Usniyah, dia langsung menghubungi tersangka Hedi mengatur posisi lokasi perampokan hingga disepakti di pertigaan jalan setapak di selatan rumah Usniyah yang kondisinya sangat gelap.

Selang beberapa lama, tersangka Hedi yang sudah menunggu melihat korban berboncengan sepeda motor dengan suaminya. Lalu dia melempar korban dan suaminya dengan serbuk kopi bubuk hingga mengenai mata mereka sehingga keduanya terjatuh dari atas sepeda motor.

“Setelah melihat suami korban berlari kencang, tersangka Hedi pun berusaha mengambil paksa tas milik korban dengan cara mengancam menggunakan pisau tajam,” ujar Kapolsek.

Setelah berhasil mendapatkan barang yang diminta tersangka Usniyah, Hedi pun meninggalkan korban dengan mengendarai sepeda motornya.

Lebih lanjut Kapolsek mengatakan, peristiwa ini di laporkan korban pada 25 Juni 2018 lalu. Selanjutnya, kepolisian melakukan upaya pengembangan penyidikan dengan memintai keterangan sejumlah saksi di sekitar lokasi dan barang bukti yang di temukan di TKP.

“Dari sinilah, penyidikan kepolisian mengarah kepada kedua tersangka yang saling bekerja sama dalam menjalankan aksinya hingga dilakukan penangkapan terhadap mereka pada pertengahan November 2018 ini,” papar Kapolsek.

Sebagai barang bukti, kepolisian mengamankan 1 buah pisatu tajam sepanjang 18 centimeter, 2 unit ponsel, 1 buah celana panjang jeans dan 1 unit sepeda motor Yamaha Bison putih hitam bernopol P 5993 XV yang di gunakan tersangka Hedi saat melakukan aksinya.

“Dari penyelidikan kepolisian, kasus ini murni perampokan atau pencurian dengan pemberatan karena ingin memiliki barang korban dan tidak mengarah pada pembunuhan,” pungkas Kapolsek.

Atas perbuatannya, kedua tersangka di jerat pasal 365 KUHP tentang pencurian dengan pemberatan, dengan ancaman hukuman maksimal 5 tahun penjara.

radiovisfm.com, Banyuwangi - Untuk kelancaran Angkutan Libur Natal dan Tahun Baru 2019, PT ASDP memberlakukan satu pintu di Pelabuhan Ketapang Banyuwangi untuk jalur kendaraan bermotor yang akan menyeberang ke Pelabuhan Gilimanuk Bali, mulai 19 November 2018.

Sebelumnya, di berlakukan 2 jalur yakni khusus untuk kendaraan roda 2 dan mobil sedan sejenis serta bus, masuk dan keluar melalui pintu dermaga MB dan Ponton. Sedangkan untuk kendaraan besar seperti truck maupun tronton, melewati pintu dermaga LCM.

Saat ini, ASDP mulai memberlakukan satu pintu seiring dengan di lakukannya perbaikan berbagai sarana dan prasarana di pelabuhan.

General Manager PT ASDP Indonesia Ferry Ketapang-Gilimanuk, Solikin mengatakan, peraturan ini akan di berlakukan seterusnya agar lebih steril guna memberikan kenyamanan kepada para pengguna jasa penyeberangan.

“Selain itu, kondisi penyeberangan di dermaga LCM cenderung amburadul di banding di area dermaga MB dan Ponton,” imbuhnya.

Solikin menjelaskan, seiring dengan digulirkannya kebijakan baru ini, ASDP melakukan perbaikan dan pembangunan jalur plengsengan dermaga LCM sehingga untuk sementara akses ini di tutup total.

“Karena selama ini setiap kapal harus meletakkan ujung pintu ramp doornya di pasir sebagai jalur masuk kendaraan bermotor jika melewati dermaga LCM,” ungkap Solikin.

Berbeda dengan melewati dermaga MB dan Ponton, yang sudah tersedia jalur untuk bisa masuk ke dalam kapal. Sekaligus, nantinya dilakukan perbaikan lahan parkir dan infrastruktur di area dermaga LCM.

“Momen ini juga di manfaatkan kami untuk melakukan pendataan sekaligus mengakomodir para PKL yang masih berjualan di pinggir pantai di area dermaga LCM. Karena nantinya, seluruh PKL akan di tempatkan pada satu area tertentu agar kondisi pelabuhan terlihat rapi dan bersih,” papar Solikin.

Dia menambahkan, ke depan, jika pembangunan plengsengan tersebut sudah selesai maka jalur di dermaga LCM hanya dijadikan sebagai pintu keluar kendaraan bermotor.

“Sedangkan pintu masuknya melewati jalur dermaga MB dan Ponton,” pungkas Solikin.

Sementara itu, selama masa angkutan Liburan Natal 2018 dan Tahun Baru 2019, ASDP menyiapkan 52 armada kapal di lintas penyeberangan Ketapang-Gilimanuk. Namun yang di operasikan setiap hari sebanyak 32 unit, sedangkan 20 armada lainnya menjadi kapal cadangan.

 

radiovisfm.com, Banyuwangi - Balai Besar Karantina Pertanian Surabaya memusnahkan berbagai jenis Media Pembawa (MP) Organisasi Pengganggu Tumbuhan Karantina (OPTK) berupa benih tanaman dan sayuran dari luar negeri yang disita dari jasa pengiriman pos.

Seperti benih tanaman sayuran, Cabe, Tanaman Hias, bahan asal tanaman baik berupa olahan maupun bahan yang belum di olah yang di lalulintaskan melalui Kantor Pos Besar Jember, yang di lakukan oleh masyarakat Jember, Banyuwangi, Lumajang, Bondowoso dan Situbondo.

Pemusnahan ini di laksanakan di area Kantor Balai Besar Karantina Pertanian Surabaya wilayah kerja Karantina Pertanian Banyuwangi, Kamis (15/11).

Kepala Bidang Pengawasan dan Penindakan Balai Besar Karantina Pertanian Surabaya, Latifatul Aini mengatakan, total OPTK yang di musnahkan kali ini mencapai 44 item yang dikirim dari Singapura, Malaysia juga China, yang tidak dilengkapi surat jaminan kesehatan dari negara asalnya.

“Ini sebagai upaya kami di dalam menjaga tanaman di Indonesia,” tutur Latifatul.

“Jika benih benih itu di tanam di Indonesia dikhawatirkan membawa organisme penganggu tumbuhan sehingga terdampak pada tanaman local,” imbuhnya.

Seluruhnya di kirim melalui jasa pengiriman dari Kantor Pos. Untuk di wilayah Jawa Timur, terbanyak dari kantor pos Jember dan Banyuwangi.

Latifatul menjelaskan, meski barang yang tidak dilengkapi surat jaminan kesehatan ini di musnahkan, namun untuk penerimanya hanya di kenakan sangsi pembinaan.

“Jika pembinaan ini tidak di abaikan, maka akan diancam sangsi hukuman penjara maksimal 3 tahun dan denda Rp 150 juta,” kata Latifatul.

Kepala Balai Besar Karantina Pertanian Surabaya Wilayah Kerja Karantina Pertanian Banyuwangi, Nur Wahyu Nugroho mengatakan, media pembawa tersebut dinilai cukup membahayakan utamanya bagi kelestarian Sumber Daya Alam lainnya, sehingga harus di musnahkan.

“Setelah ditelusuri dan di temukan berbagai barang itu, maka penerimanya diharuskan untuk mengembalikan ke negara asalnya karena tidak dilengkapi dengan surat jaminan kesehatan,” papar Nugroho.

Sementara, karena mereka dinilai tidak mampu untuk melakukan upaya tersebut maka dimusnahkan.

Ke 44 item barang tersebut merupakan penerimaan di kantor pos mulai tanggal 18 Januari 2018 hingga 28 Agustus 2018 yang di kemas dalam bentuk sachet dan karton.

Setelah melalui pemeriksaan petugas karantina, ternyata komoditas pertanian tersebut berasal dari luar negeri dan tidak dilengkapi dokumen persyaratan karantina yaitu Phytosanitary Certifikate (PC) dari negara asal serta tidak dilengkapi Surat Ijin Pemasukan dari Menteri Pertanian khusus benih dan bibit tanaman. 

radiovisfm.com, Banyuwangi - Guna memberikan kenyamanan kepada para pengguna jasa penyeberangan lintas Ketapang-Gilimanuk selama libur Hari Natal dan Tahun Baru, PT ASDP tengah melakukan perbaikan dermaga ponton.

Hal ini merupakan kesiapan ASDP di dalam menyambut wisatawan yang akan menghabiskan liburan Natal dan Tahun Baru di pulau bali, seperti tahun tahun sebelumnya.

Perbaikan dermaga ponton ini di lakukan di area Pelabuhan Ketapang Banyuwangi dan Pelabuhan Gilimanuk Bali. Selain mengganti 2 silinder berukuran besar yang ada di bawah dermaga, juga di perbaiki pembatas jembatan yang dinilai sudah berkarat.

General Manager PT ASDP Indonesia Ferry Ketapang-Gilimanuk, Solikin mengatakan, ini merupakan upaya pihaknya di dalam merawat dan menjaga sarana prasarana pelabuhan di setiap 5 tahun sekali.

“Seiring dengan adanya perbaikan ini, sebanyak 9 armada kapal yang khusus bersandar di dermaga ponton tersebut harus off,” tutur Solikin.

Pasalnya, dermaga ponton itu di peruntukkan bagi armada kapal berkekuatan maximal 10 ton. Sedangkan yang kekuatannya mencapai 30 hingga 35 ton, bersandar di dermaga MB dan LCM.

Solikin menjelaskan, pengerjaan ini di mulai Rabu (14/11) dan ditargetkan selesai dalam 5 hari ke depan.

“Tapi minta, pengerjaan harus selesai 3 hari dengan menambah jumlah pekerja yang bekerja secara bergantian selama 24 jam non stop, agar transportasi penyeberangan Pelabuhan Ketapang-Gilimanuk tidak terganggu,” papar Solikin.

Selain itu kata Solikin, jadwal pengerjaan dermaga ini sengaja di lakukan di hari hari yang tidak terlalu padat kendaraan yang menyeberang. Juga di pilih saat kondisi cuaca yang mendukung untuk penyeberangan, terutama kondisi gelombang laut dan angin.

“Ini merupakan hasil kesepakatan dari semua stake holder di pelabuhan,” tuturnya.

Solikin menambahkan, perbaikan sarana prasarana pelabuhan ini di lakukan secara bertahap. Karena selanjutnya, dermaga MB juga akan di perbaiki.

Sementara itu, meskipun tengah di lakukan perbaikan dermaga ponton dan ada 9 armada kapal yang tidak beroperasi, dinilai tidak menganggu arus penyeberangan di lintas Ketapang-Gilimanuk.

Dan dalam setiap harinya, ASDP menyiapkan 52 armada kapal untuk melayani jasa penyeberangan. Dan itupun, beroperasi secara bergantian

Sign up via our free email subscription service to receive notifications when new information is available.
Advertisement