Top Stories

Grid List

radiovisfm.com, Banyuwangi - Banyuwangi menggelar bazar batik selama bulan Ramadan, dengan menjual berbagai macam kain batik dengan harga miring.

Dikatakan Bupati Banyuwangi Abdullah Azwar Anas, ini sebagai bagian dari upaya mempromosikan batik Banyuwangi kepada masyarakat luas, yang di harapkan agar Batik Banyuwangi bisa menjadi bagian dari busana Idul Fitri masyarakat.

“Kini Batik sudah ditetapkan UNESCO sebagai warisan budaya dunia dari Indonesia, maka kami ingin agar batik lebih banyak dikenakan warga, termasuk saat perayaan Hari Raya Idul Fitri,” ujar Bupati Anas.

“Bazar batik yang baru pertama kali digelar ini juga untuk memfasilitasi para pengrajin batik menjual karya mereka,” imbuhnya.

Bazar ini digelar di halaman Galeri Batik Banyuwangi, Jalan Ahmad Yani, utara kantor Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) yang di gelar mulai tanggal 13 – 23 Mei 2019 pada pukul 09.00 Wib – 21.00 Wib.

Bupati Anas mengaku, pihaknya ingin agar para pembatik juga mendapat berkah rejeki di bulan puasa ini.

“Pemerintah mendorong mereka untuk menjual karyanya saat Ramadan. Sekaligus sebagai ajang promosi bahwa di Banyuwangi telah ada pusat batik, Galeri batik Banyuwangi,” tutur Bupati Anas.

Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan Sih Wahyudi, menambahkan bahwa batik yang dijual adalah batik khas Banyuwangi dengan beragam motif. Harga yang dibandrol pun cukup terjangkau, berkisar antara Rp 85 ribu – Rp 100 ribu per biji.

“Untuk sementara, yang di jual adalah batik cap dan batik semi tulis dengan aneka motif asli batik Banyuwangi. Mulai dari motif Sekar Jagad Blambangan, Gajah Uling, Gedegan, Liris, hingga motif Blarak Semplah,” ujar Sih Wahyudi.

Sementara itu, Ketua Paguyuban Sekar Jagad Blambangan, Firman Sauqi mengaku senang dengan adanya bazar ini yang dinilai sangat membantu promosi batik kepada masyarakat luas.

“Ini ide yang menarik bagi pengrajin batik, di mana Pemkab bersemangat mengajak masyarakat untuk mengenakan batik saat Lebaran,” kata Firman.

Di bazar ini pun, tidak hanya dijual kain batik, namun juga sudah ada pakaian batik yang ready to wear serta aneka asesoris dan pernak pernik, seperti kalung dan gelang dari monte. 

“Bagi pembeli yang ingin memesan motif tertentu, juga bisa dilayani di galeri batik itu,” pungkas Firman.

 

radiovisfm.com, Banyuwangi - Pengadilan Agama Banyuwangi berkomitmen mendeklarasikan diri sebagai wilayah bebas korupsi dan menciptakan birokrasi yang siap melayani warga.

Mendapati hal ini, Bupati Banyuwangi Abdullah Azwar Anas mengapresiasinya dan pemerintah daerah mendukung Kantor Pengadilan Agama yang telah berkomitmen mewujudkan pelayanan yang terbaik bagi masyarakat.

“Ini sebagai upaya yang sangat baik karena dibutuhkan komitmen yang tinggi dan berkelanjutan untuk memastikan komitmen yang telah dideklarasikan tersebut berjalan maksimal,” ungkap Bupati Anas.

“Birokrasi harus hadir untuk memberi kemudahan serta melayani masyarakat dan ini dinilai sebagai momen yang penting,” imbuhnya.

Deklarasi ini juga dianggap bukan hal yang mudah, namun dibutuhkan komitmen luar biasa dari semua pihak.

Kantor Pengadilan Agama Banyuwangi melakukan Deklarasi Pencanangan Pembangunan Zona integritas menuju Wilayah Bebas Korupsi (WBK) dan Wilayah Birokrasi Bersih dan Melayani (WBBM), pada Kamis sore (16/5/2019).

Deklarasi pencanangan WBK dan WBBM tersebut turut dihadiri oleh berbagai unsur seperti, Ketua MUI Moh.Yamin, Ketua Pengurus Cabang Nahdatul Ulama Banyuwangi, Ketua Persatuan Advokat Indonesia (Peradi) Banyuwangi dan perwakilan forum Pimpinan Daerah dan Unsur DPRD.

“Pemkab sendiri telah memulai langkah untuk mewujudkan birokrasi yang berintegritas dan melayani. Tapi semuanya masih terus berbenah dan berproses untuk menuju perubahan yang sempurna,” papar Bupati Anas.

Dia juga mengaku, pemerintah sudah memulainya dengan membangun Mal Pelayanan Publik yang memberikan one stop service untuk berbagai layanan publik.

“Karena saat ini bukan lagi jamannya birokrasi yang berbelit dan memperumit, tapi yang memberikan kemudahan dan melayani,” tuturnya.

Bupati Anas menyatakan, dengan niat baik untuk melakukan perubahan, maka akan menjadi ibadah yang luar biasa.

“Apalagi pencanangan ini dilakukan di bulan Ramadan, nilainya juga pasti akan lebih di sisi Allah SWT,” pungkas Bupati Anas.

Sementara itu Wakil Ketua Pengadilan Agama Banyuwangi Mubarok menyampaikan terima kasihnya atas dukungan pemkab dalam pelaksanaan deklarasi pencanangan zona WBK dan WBBM di kantornya.

“Berbagai prestasi dan perubahan birokrasi yang terjadi di pemkab Banyuwangi juga menjadi salah satu inspirasi bagi Kantor Pengadilan Agama untuk melakukan perubahan,” ujar Mubarok.

Dengan pencanangan ini, pihaknya berkomitmen bahwa warga bisa menikmati layanan kantor Pengadilan Agama dengan lebih baik, jauh lebih mudah dan lebih transparan.

radiovisfm.com, Banyuwangi - Usai menggelar Sholat Tarawih di masjid Lembaga Dakwah Islam Indonesia (LDII), Bupati Banyuwangi Abdullah Azwar Anas mengajak masyarakat memanfaatkan TI untuk meraih pahala.

Ini merupakan bagian dari Safari Ramadan yang di laksanakan orang nomer satu pada jajaran Pemkab Banyuwangi tersebut disetiap tahunnya selama Bulan Ramadan.

Salah satunya, Bupati Anas silaturahmi dengan pengurus LDII Banyuwangi yang dirangkai dengan sholat tarawih pada hari ke-11 bulan Ramadan atau 16 Mei 2019 di Masjid Al Ihsan Hamdan, Kecamatan Kabat, Banyuwangi.

Hadir dalam acara tersebut Ketua MUI Banyuwangi, Muhammad Yamin, Ketua LDII Kabupaten Banyuwangi, Astro Djunaedi, Ketua Dewan Penasihat LDII Banyuwangi, Hariadji dan sejumlah pengurus LDII lainnya.

Dalam kesempatan itu, Bupati Anas mengajak seluruh jamaah yang hadir terus menjaga ikatan tali silaturahmi antar umat beragama. Serta terus menjalin komunikasi, semua pihak bisa saling menghargai dan menghormati perbedaan yang ada.

“Mari jadikan Ramadan sebagai bulan stabilisator. Menjaga kerukunan dan kebersamaan, sebagai bagian upaya menjadikan Banyuwangi lebih maju,” ungkap Bupati Anas.

“Di harapkan komitmen ini semakin di perkuat di bulan Ramadan, agar apa yang di lakukan bernilai pahala,” imbuhnya.

Bupati Anas juga mengajak seluruh jamaah memanfatkan Teknologi Informasi (TI) guna meraih pahala yang sebesar-besarnya. Di jaman modern, TI dinilai sudah menjadi bagian yang tidak terpisahkan dalam kehidupan manusia saat ini, sehingga jamaah harus bisa memanfaatkan untuk kebaikan diri dan umat.

“Selama ini disetiap harinya masyarakat banyak mengakses internet, youtube atau medsos. Untuk itu, selama Ramadan ini masyarakat bisa menggunakan internet untuk sesuatu yang sifatnya menambah ibadah,” papar Bupati Anas.

Misalnya dengan mendengarkan ceramah agama dan pengajian lewat media sosial ataupun konten youtube.

“Jika biasanya hanya menonton film atau main game dengan smartphone, maka sekarang sebagian waktunya bisa dialihkan untuk mendengarkan ceramah agama, mengkaji Qur’an atau memperbanyak wawasan keislaman lewat google,” ujar Bupati Anas.

Sementara itu, Ketua LDII Banyuwangi, Astro Djunaedi mengungkapkan rasa senangnya atas kunjungan bupati ini.

“Warga LDII merasa senang Bupati Anas bisa hadir di tengah-tengah kami untuk beribadah bersama,” ungkap Astro.

“Ini sekaligus jadi spirit bagi kami untuk turut menjaga kondusitifitas Banyuwangi, terutama di bulan suci Ramadhan ini,” paparnya.

Momen tersebut ditutup dengan pemberian santunan bagi anak-anak yatim.

 

radiovisfm.com, Banyuwangi - Menyambut Bulan Suci Ramadhan dan Hari Raya Idul fitri 1440 H, Pertamina Marketing Operation Region (MOR) V bersinergi dengan Hiswana Migas Banyuwangi menggelar kegiatan Silaturahmi dan berbagi bersama Anak Yatim, yang di kemas dalam acara BErbuka Dengan Usaha mikro dan Komunitas atau BEDUK.

Acara yang digelar di Panti Asuhan YKM Khadijah Banyuwangi, Kamis (16/5/2019) tersebut juga dihadiri oleh Agung Kaharesa Wijaya selaku Sales Executive LPG Rayon VII Pertamina, Komunitas Bakul (Banyuwangi Kuliner), Usaha Kecil Menengah (UKM), Hiswana Migas Besuki, dan Anak Yatim Piatu Panti Asuhan YKM Khadijah.

“Acara ini diselenggarakan dalam rangka berbagi berkah Ramadhan Bright Gas kepada anak yatim di Banyuwangi,” ungkap Agung.

Selain pemberian santunan berupa uang tunai, alat tulis, dan LPG Bright Gas kepada panti asuhan anak yatim, juga diberikan apresiasi terhadap UMKM pengguna Bright Gas dan apresiasi terhadap komunitas Bakul (Banyuwangi Kuliner) yang telah mendukung penggunaan LPG Non Subsidi Pertamina. 

Dalam kesempatan ini ujar Agung, Pertamina juga mengedukasi kepada pengusaha UKM dan komunitas tersebut agar dapat menularkan kepada UKM dan komunitas lainnya untuk dapat menggunakan produk Bright Gas dalam menjalankan usaha kulinernya, serta mengedukasi masyarakat dengan menyampaikan cara aman menggunakan tabung LPG dalam kehidupan sehari-hari.

Bright Gas merupakan produk LPG Non Subsidi unggulan Pertamina yang memiliki kelebihan dengan adanya teknologi DSVS (Double Spindle Valve System) yang dapat menjaga keseimbangan tekanan gas dan mengurangi tekanan gas yang berlebih dan 2x lebih aman dibandingkan dengan tabung LPG lainnya.

Disamping itu agar kualitas LPG lebih terjamin, Bright Gas juga dilengkapi dengan seal cap hologram dan fitur OCS (Optical Color Switch) yang telah memperoleh paten dan tidak dapat dipalsukan,” papar Agung.

Dia menambahkan, adapun Elpiji 3 kg bersubsidi diperuntukkan bagi masyarakat yang kurang mampu, usaha mikro, dan nelayan penerima paket konversi.

Masyarakat yang sudah dalam kategori mampu dihimbau untuk dapat menggunakan LPG non subsidi Pertamina seperti Bright Gas yang juga tersedia di Agen, Outlet, dan Modern Minimarket atau dapat dipesan melalui Pertamina Call Center 135,” pungkas Agung.

Sementara itu, puluhan anak yatim yang menerima santunan dari pertamina tersebut tampak sumringah.

radiovisfm.com, Banyuwangi - Banyak makanan khas Banyuwangi yang di sajikan saat Bulan Ramadan, salah satunya adalah Kopyor Roti.

Kopyor roti ini terbuat dari roti tawar dipadu bihun yang disiram santan kelapa dan dibungkus daun pisang. Rasanya yang manis, kue ini biasanya menjadi santapan takjil untuk berbuka puasa warga Banyuwangi.

Sepanjang bulan puasa, kue ini sangat mudah ditemukan di antara pedagang makanan. Maklum saja, kue ini menjadi salah satu jajanan takjil yang banyak diburu masyarakat. Dan biasanya dijual saat siang hingga sore hari menjelang buka puasa.

Salah satu pembuat kuliner ini adalah Inayatun Robaniah (47). Ditemui di rumah produksinya yang berada di kawasan Singomayan, Kecamatan Banyuwangi, Inayatun terlihat sibuk membuat kopyor roti.

“Saya selalu menjual makanan ini selama bulan puasa,” kata Inayatun.

“Saya berjualan Kopyor Roti ini sudah hampir sepuluh tahun,” imbuhnya.

Awalnya, dia diajari tetangganya yang membuat kue itu sudah puluhan tahun.

“Saya disarankan untuk menjual kue itu hingga akhirnya saya mencoba,” tuturnya.

Selanjutnya di setiap Ramadan Inayatun membuat Kopyor Roti itu.

Dalam setiap harinya, perempuan yang biasa disapan Ina tersebut selalu menghabiskan santan dari 15 kelapa yang bisa menjadi 250 bungkus kopyor.

Cara membuatnya, daun pisang sebagai pembungkus diisi dengan roti tawar, bihun, nangka dan santan yang dipanaskan. Bungkusan tersebut lalu dikukus selama 15 menit. Selanjutnya, kue kue yang sudah matang itu di ambil para pedagang untuk di jajakan berkeliling.

“Ada sekitar 10 orang yang menjajakan,” kata Ina.

Dia mengaku, kue dagangannya lebih cepat habis jika dijajakan keliling daripada nitip dijual kepada orang lain.

Biasanya para pedagang keliling tersebut mengambil pada pukul 14.00, dan sebelum jam lima sore sudah habis.

Kopyor roti buatan Ina memang menjadi salah satu favorit jajanan tradisional yang diburu warga. Selain harganya murah Rp 2 ribu per bungkus, rasa kopyornya juga nikmat. Manis dan gurih santannya terasa sangat pas.

Ina mencampur kopyornya dengan nangka, sehingga rasa manisnya terasa legit. Selain menjual kue ini, Ina juga membuat kue mentuk khas Banyuwangi.

Bagi wisatawan yang berkunjung ke Banyuwangi, kue Kopyor Roti ini bisa didapatkan di pedagang takjil yang banyak ditemukan di kota. Terutama di Festival Ramadan di kawasan Gesibu Blambangan, yang merupakan pusat jajanan takjil selama bulan Ramadan ini.

Selain Kopyor Roti, di Festival Ramadan ini juga banyak ditemukan jajanan dan makanan khas Banyuwangi yang lain.

Ina mengaku mendapat berkah dengan berjualan Kopyor Roti disetiap bulan puasa ini.

“Hasil penjualan kopyor selama satu bulan ini bisa melebihi pendapatan bulanan saya dari hasil menjual gorengan,” tutur Ina.

Pasalnya, dalam keseharian, Ina berjualan gorengan. Hasil dari berjualan Kopyor Roti ini di gunakannya untuk menambah modal usaha dagangan kue dirinya setiap tahun.

 

radiovisfm.com, Banyuwangi - Wakil Bupati Banyuwangi, Yusuf Widiatmoko menyerahkan kunci rumah warga yang telah dibedah rumahnya, dalam program pengentasan kemiskinan yang di kerjakan oleh Pemerintah Daerah dan Swasta.

Penyerahan itu dilakukan Kamis (2/5/2019) di rumah Suwarno (60), warga Lingkungan Sukowidi RT 01 RW 01 Kelurahan Klatak, Kecamatan Kalipuro.

Dalam kegiatan ini, Wabup Yusuf langsung membuka rumah Suwarno yang telah dibedah. Rumah berukuran 4 x 6 meter ini terlihat bagus. Dengan tembok bercat kuning dan lantainya abu-abu, sedangkan gentengnya terbuat dari asbes.

Sebelumnya rumah ini terbuat dari gedek yang sudah tidak layak huni. Banyak lubang dan atapnya juga sudah rusak. Setelah dibedah rumah milik Suwarno ini terlihat asri dan nyaman.

Bedah rumah ini merupakan program pengentasan kemiskinan di Banyuwangi yang dikerjakan pemerintah bareng swasta,” kata Wabup Yusuf.

“Saya sangat mengapresiasi atas kepedulian pihak swsata yang peduli dengan warga tidak mampu di dekatnya, apalagi sampai membedah rumah,” imbuhnya.

Hal ini dinilainya sebagai sesuatu yang luar biasa dan patut di contoh oleh pihak swasta lainnya. Kalau banyak pihak yang ikut peduli seperti ini maka kemiskinan di Banyuwangi bisa segera dituntaskan.

Kalau tangan pemerintah sangat terbatas untuk menjangkau semua warga miskin yang ada di daerah. Maka kepedulian dari warga mampu kepada warga yang membutuhkan sangatlah berarti,” papar Wabup Yusuf.

Camat Kalipuro Banyuwangi, Hendry Suhartono mengatakan, ini merupakan program CSR dari Mascot sebagai bentuk kepedulian terhadap masyarakat kurang mampu yang bertempat tinggal di kawasan Kelurahan Klatak Kecamatan Kalipuro.

Mascot merupakan salah satu tempat hiburan malam yang ada wilayah setempat.

“Tidak hanya bedah rumah, tapi di setiap bulan Mascot juga menyisihkan sebagian keuntungannya untuk membantu masyarakat melalui Klatak Peduli Sosial (KPS), seperti pemberian sembako, bantuan pendidikan hingga bantuan kesehatan,” papar Hendry.

Dia mengakui bahwa, Suwarno belum masuk data warga penerima bantuan bedah rumah karena semuanya masih dalam usulan.

“Karena program bedah rumah dari pemerintah daerah ini dilakukan di seluruh wilayah Banyuwangi, sehingga pengerjaannya secara bergantian,” ungkap Hendry.

Sementara itu, Manager Mascot, Effendi mengaku pihaknya telah bekerja sama dengan Klatak Peduli Sosial (KPS) maupun pihak Kecamatan Kalipuro dan Kelurahan Klatak untuk menyalurkan bantuan.

“Ini merupakan program dari pihaknya untuk hubungan masyarakat di sekitar wilayah Kecamatan Kalipuro,” tutur Effendi.

 

radiovisfm.com, Banyuwangi - Sebanyak 4 orang kakek asal Desa Karetan Kecamatan Purwoharjo Banyuwangi ditangkap aparat kepolisian dalam waktu yang hampir bersamaan, setelah di ketahui sebagai pengecer dan pembeli nomor judi togel.

Awalnya, tim Resmob Pidana Umum Polres Banyuwangi mendapat informasi dari masyarakat tentang adanya praktek jual beli perjudian nomor togel di kawasan Kecamatan Purwoharjo.

Selanjutnya, di lakukan pengembangan penyidikan hingga berhasil menangkap Ngatimo (64) di rumahnya di kawasan Dusun Sidodadi RT 04 RW 02 Desa Karetan. Disini kepolisian mengamankan barang bukti 1 unit ponsel berisi sms pembelian nomor togel, uang tunai Rp 145 ribu, 3 buku berisi data hasil pembelian togel, 3 lembar rekap pengeluaran nomor togel, 1 buah buku tafsir mimpi dan 1 pulpen.

Kasat Reskrim Polres Banyuwangi AKP Panji Pratista Wijaya mengatakan, menurut pengakuan tersangka kepada petugas, setiap hari dirinya melakukan perjudian togel melalui sms dengan omset mencapai Rp 800.000 hingga Rp 1.300.000.

“Lalu kepolisian kembali melakukan pengembangan penyidikan hingga berhasil menangkap Jail (60) di rumahnya di Dusun Sidoagung RT 04 RW 01 Desa Karetan, dengan barang bukti 1 ponsel dan uang tunai Rp 165.000,” papar AKP Panji.

Dia menjelaskan, masih di wilayah setempat, kepolisian kembali menangkap tersangka lainnya yakni Sujud (72) warga Dusun Sidoagung RT 04 RW 01 Desa Karetan.

“Tersangka ditangkap bersama Ngadiman (60) warga Dusun Sidodadi RT 02 RW 01 Desa Karetan, saat ikut serta membeli nomor togel di kawasan Dusun Sidoagung RT 04 RW 02 Desa Karetan,” ujar AKP Panji.

Kasat Reskrim mengaku, penangkapan tersangka Ngadiman tersebut merupakan pengembangan dari tertangkapnya Sujud di lokasi yang sama, yang dinilai menggunakan kesempatan atau ikut dalam permainan judi togel yang di lakukan oleh tersangka Sujud.

“Dari tangan mereka diamankan 2 ponsel yang masing masing berisi transaksi judi togel,” pungkas AKP Panji.

Kini, keempat tersangka beserta barang buktinya diamankan di Mapolres Banyuwangi. Dan atas semua perbuatannya, mereka di jerat pasal 303 KUHP tentang perjudian, dengan ancaman hukuman maksimal 5 tahun penjara.

 

radiovisfm.com, Banyuwangi - Tim gabungan dari Polri dan TNI menggelar patroli dengan skala besar disetiap hari selama bulan Ramadhan, dengan sasaran tempat hiburan malam sekaligus melakukan pengamanan di tempat tempat ibadah.

Kegiatan ini sengaja menyasar di berbagai tempat hiburan malam, untuk menjaga kemungkinan masih buka di bulan Ramadhan ini. Pasalnya, kepolisian dan Pemkab Banyuwangi sudah berkomitmen dari awal bahwa seluruh tempat hiburan malam diwajibkan tutup sebulan penuh, guna memberikan kenyamanan kepada umat muslim yang tengah menjalankan ibadah puasa.

Kapolres Banyuwangi AKBP Taufik Herdiansyah Zeinardi mengatakan, apabila ada tempat hiburan yang di ketahui masih beroperasi, maka akan di berikan sangsi tegas sesuai dengan peraturan yang ada, seperti yang sudah di gulirkan pemerintah daerah.

“Operasi skala besar ini juga di fokuskan pada pengamanan di masjid dan mushollah, utamanya di jam jam rawan terjadinya aksi kriminalitas disaat umat muslim menjalankan ibadah Sholat Tarawih maupun ketika Sahur,” papar Kapolres.

Selain itu, pengamanan juga di pusatkan di berbagai lokasi yang banyak didatangi masyarakat, seperti pasar ataupun Mall.

“Biasanya, banyak masyarakat yang mendatangi pasar untuk berbelanja kebutuhan dapur disaat menjelang berbuka puasa,” tutur Kapolres.

Sementara untuk keramaian di Mall, terjadi pada saat setelah sholat Tarawih.

“Di jam jam itulah, aparat kepolisian dan tim gabungan bersiaga melakukan pengamanan untuk mempersempit ruang gerak para pelaku kejahatan,” ujar Kapolres.

Selain di wilayah kota, patroli ini juga di laksanakan di seluruh wilayah di Banyuwangi dengan melibatkan aparat kepolisian di masing masing polsek.

Hal ini kata Kapolres, sebagai patroli perimbangan untuk menjaga keamanan hingga ke pelosok Banyuwangi.

Sementara itu, pengamanan yang di lakukan kepolisian dan TNI ini juga dilakukan di kantor KPU dan Bawaslu Banyuwangi, hingga memasuki sekaligus usai pengumuman hasil Pemilu.

 

radiovisfm.com, Banyuwangi - Dengan pendampingan dari Tim Pengawal, Pengamanan Pemerintah dan Pembangunan Daerah (TP4D) Kejaksaan Negeri Banyuwangi, setiap kepala desa bisa melaporkan balik oknum masyarakat yang menuding adanya dugaan korupsi, jika itu nantinya tidak terbukti.

Pasalnya, selama ini masyarakat desa dinilai seenaknya sendiri dan juga menjadi bahan kriminalisasi dari oknum oknum yang tidak bertanggung jawab.

Oleh sebab itu menurut Kasi Intel Kejaksaan Negeri Banyuwangi, Bagus Adi Saputro, ke depan semuanya akan blak blakan tentang pembangunan dan tentang dana yang di gunakan serta laporan pertanggung jawabannya seperti apa.

“Di TP4D ini nantinya jika ada gugatan maka akan ditangani oleh Perdata dan Tata Usaha Negara (Datun) sesuai kolaborasi yang ada,” ujar Bagus yang juga merupakan Ketua TP4D Kejaksaan Negeri Banyuwangi tersebut.

Dia menjelaskan, Namun jika laporan dugaan korupsi penyelewengan penggunaan Dana Desa (DD) maupun Anggaran Dana Desa (ADD) tidak terbukti, maka kepala desa yang bersangkutan bisa menggugat dan melaporkan balik atas pencemaran nama baik sebagai kasus pidana.

“Ini merupakan pola baru untuk melindungi para kepala desa yang selama ini sebagai sasaran laporan berbagai oknum atas tudingan dugaan korupsi,” tutur Bagus.

Oleh sebab itu, ke depan setiap pembangunan dan berbagai kegiatan yang dilakukan desa akan terekspos oleh media yang mempunyai badan hukum resmi, sebagai pertanggung jawaban ke masyarakat.

Lebih lanjut Bagus mengatakan, soal adanya intervensi pemerintah daerah terhadap penggunaan DD maupun ADD untuk keperluan tertentu, itu tidak diperbolehkan dan dianggap menyalahi aturan.

“Karena sebelumnya sudah di anggarkan dalam Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang), yang selanjutnya ditetapkan dalam APB des,” kata Bagus.

“Apabila pemerintah daerah mengintervensi terkait penggunaan APBD, maka itu sah sah saja dan tidak ada masalah,” pungkasnya.

 

radiovisfm.com, Banyuwangi - Pertamina dan Hiswana Migas Banyuwangi menjamin stok LPG di wilayah setempat aman selama bulan Ramadan hingga menjelang Hari Raya Idul Fitri mendatang, dengan tambahan 8 persen dari stok biasanya.

Kami juga membentuk Satgas Ramadan dan Idul Fitri 2019 untuk memantau pasokan LPG dilapangan, mengantisipasi adanya penyelewengan pendistribusian,” ujar Sales Executive LPG Rayon VII Pertamina, Agung Kaharesa Wijaya.

Pengamanan dan pengawasan ini dilakukan semenjak H-30 Lebaran hingga H+15 Lebaran 2019.

“Untuk memenuhi kebutuhan masyarakat, ada penambahan sekitar 8 persen selama Ramadan hingga Lebaran mendatang,” tutur Agung.

Dia mengaku, saat ini stok LPG di Banyuwangi masih aman. Jika disetiap bulan biasanya dipasok sekitar 1.300.000 tabung. Kini ada penambahan sekitar 8 persen atau sekitar 219 ribu tabung.

Ini jadi prioritas kami dalam melancarkan distribusi, agar jangan sampai ada penyalahgunaan,” ungkap Agung.

“Kami juga telah bekerjasama dengan Pemkab Banyuwangi terkait dengan antisipasi penyalahgunaan LPG,” tuturnya.

Kerjasama itu terkait dengan sosialisasi penggunaan LPG non subsidi bagi para UKM dan komunitas yang berhasil dibeberapa tempat. Untuk saat ini, ada Komunitas UKM SPBU Gajah Mada dan Komunitas Bakul (Banyuwangi Kuliner) yang menggunakan LPG non subsidi. Diharapkan ini bisa menyeluruh.

Sementara itu, Bright Gas merupakan produk LPG Non Subsidi unggulan Pertamina yang memiliki kelebihan dengan adanya teknologi DSVS (Double Spindle Valve System) yang dapat menjaga keseimbangan tekanan gas dan mengurangi tekanan gas yang berlebih dan 2 kali lebih aman dibandingkan dengan tabung LPG lainnya.

Disamping itu agar kualitas LPG lebih terjamin, Bright Gas juga dilengkapi dengan seal cap hologram dan fitur OCS (Optical Color Switch) yang telah memperoleh paten dan tidak dapat dipalsukan.

Adapun Elpiji 3 kg bersubsidi diperuntukkan untuk masyarakat yang kurang mampu, usaha mikro, dan nelayan penerima paket konversi. Selain itu, masyarakat yang sudah dalam kategori mampu dihimbau untuk dapat menggunakan LPG non subsidi Pertamina seperti Bright Gas yang juga tersedia di Agen, Outlet, dan Modern Minimarket atau dapat dipesan melalui Pertamina Call Center 135.

radiovisfm.com, Banyuwangi - Kakek asal Kecamatan Gambiran Banyuwangi ditemukan meninggal dunia dengan posisi kepalanya tertelungkup ke dalam selokan atau saluran air, tidak jauh dari rumahnya.

Pertama ditemukan, kepala korban, Arkiyat (61) warga Dusun Lidah RT 02 RW 06 Desa Gambiran tersebut sudah menghitam. Dan di samping jenazahnya juga ditemukan kotoran serta senter miliknya.

Menurut pengakuan istrinya, Sudartik, pada Rabu malam (15/5/2019) sekira pukul 24.00 WIB, dirinya bangun tidur dan mendapati korban sudah tidak berada di rumah. Setelah dicari tidak ketemu, istri korban akhirnya tidur kembali.

Namun hingga Kamis pagi (16/5/2019) sekira pukul 04.00 WIB, korban tidak juga kunjung pulang, lalu istrinya pun mencari di sebelah rumah juga ke beberapa tetangga.

Sekira pukul 06.00 WIB, istri korban menemukan suaminya sudah dalam kondisi meninggal dunia tepat di belakang rumah Heri Sutrisno, tetangganya yang berjarak sekitar 100 meter dari rumah korban. Untuk selanjutnya dilaporkan ke pihak kepolisian.

Kapolsek Gambiran Banyuwangi, AKP Sumaryata mengatakan, dari keterangan saksi mata, Yuyun, sewaktu dirinya hendak menjemur baju disamping rumah, dia melihat ada seseorang sedang duduk dan dikira ada orang gila.

Selanjutnya, datang saksi lainnya, Heri Sutrisno dan mendekati orang tersebut yang ternyata adalah korban yang sudah meninggal dunia, yang sebelumnya meninggalkan rumah tanpa pamit.

“Sejumlah warga dibantu aparat kepolisian yang mendatangi TKP, mengevakuasi jenazah korban yang kepalanya berada disaluran air dari limbah rumah tangga,” ujar Kapolsek.

“Lalu, di bawa ke puskesmas Yosomulyo Gambiran untuk dilakukan pemeriksaan medis,” imbuhnya.

Hasilnya kata Kapolsek, pada tubuh korban tidak ditemukan adanya tanda tanda penganiayaan atau bekas kekerasan.

“Dari hasil pemeriksaan medis pula, kematian korban ini diduga karena penyakit jantung yang dideritanya kambuh. Dan korban pernah di rawat di rumah sakit Al Huda selama 6 hari karena penyakit itu,” papar Kapolsek.

Sementara, terkait dengan wajah korban yang menghitam, dari keterangan tim medis hal itu di sebabkan karena meninggalnya posisi tertelungkup dan korban mempunyai riwayat sakit jantung, maka darahnya turun ke bawah hingga menyebabkan lebam mayat.

“Dari pengakuan istrinya, sebelumnya korban mengeluh badannya kurang enak. Juga selama ini merasa bingung memikirkan anak perempuannya semata wayang yang pergi dari rumah tanpa pamit sekitar 1 bulan lalu, dan kini diketahui berada di Malaysia untuk bekerja,” ujar Kapolsek.

Sementara itu, pihak keluarga menerima kematian korban dan tidak bersedia diautopsi yang dibuktikan dengan surat pernyataan.

radiovisfm.com, Banyuwangi - Sebuah truck di dalam KMP Gerbang Samudra II terguling dan menimpa dua unit kendaraan lain akibat di hantam ombak cukup tinggi saat berlayar di perairan selat bali, Rabu dini hari (15/5/2019).

Truck bernopol P 9737 UV tersebut bermuatan beras terguling ke arah kanan menimpa mobil Avansa dengan nopol AB 1342 OM dan pick up bernopol P 8784 SR hingga ringsek. Untung saja dalam peristiwa ini tidak ada korban jiwa, dan seluruh penumpang di laporkan dalam kondisi selamat karena mereka berada di anjungan penumpang untuk menunggu kapal sandar.

Dari informasi yang diperoleh, saat itu KMP Gerbang Samudra II yang sedang berlayar meninggalkan Pelabuhan Gilimanuk Bali menuju Pelabuhan Ketapang Banyuwangi, tiba-tiba saja dihantam gelombang tinggi saat berada di tengah laut. Karena hantaman ombak ini, membuat kendaraan yang ada di dalam kapal terguncang hebat hingga terjadi incident tersebut.

Koko Hariyanto, Staf Operasional Balai Pengelola Transportasi Darat (BPTD) Jawa Timur Satpel Ketapang mengaku, seluruh kendaraan bermotor yang ada di dalam kapal sudah di ikat tali lasing.

“Karena guncangan ombang cukup kencang, menyebabkan tali lasing itu terputus sehingga satu unit truck bermuatan beras menimpa dua unit kendaraan lain di dalam kapal,” ujar Koko.

Dia mengaku, kerusakan yang terparah terjadi pada mobil pribadi dengan nopol AB 1342 OM hingga kondisinya penyok karena tertimpa truk sedang yang terguling.

“Musibah ini disebabkan gelombang pantai di Selat Bali sedang tinggi sejak beberapa hari terakhir,” tutur Koko.

“Diprediksikan, gelombang tinggi di perairan selat bali ini akan terus berlangsung sampai bulan Agustus mendatang,” ungkapnya.

Sementara itu, posisi kendaraan yang ringsek masih berada di dalam KMP Gerbang Samudra II lalu kapal memilih lego jangkar di perairan dekat pangkalan TNI AL Banyuwangi agar tidak mengganggu jadwal sandar kapal lainnya di dermaga ASDP Ketapang.

Selanjutnya, direncanakan kendaraan akan dievakusi ke daratan menunggu jadwal sandar kapal di dermaga ASDP sepi. Ini dilakukan agar tidak menganggu aktivitas bongkar muat kapal lainnya. Sebelumnya, BMKG Banyuwangi telah memberikan peringatan dini adanya cuaca buruk di Selat Bali.

Gelombang tinggi berpotensi terjadi hingga beberapa waktu ke depan karena adanya peralihan musim dari musim penghujan ke musim kemarau. Tinggi gelombang di Selat Bali bisa saja mengalami peningkatan utamanya saat malam hari.

 

Sign up via our free email subscription service to receive notifications when new information is available.
Advertisement