Top Stories

Grid List

radiovisfm.com, Banyuwangi - Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Darmin Nasution menggelar rapat di Banyuwangi, karena ingin merasakan suasana yang berbeda.

Sebanyak 57 pejabat eselon 1 di Kementrian Koordinator Bidang Perekonomian menggelar rapat yang bertajuk Leader Offsite Meeting (LOM) selama dua hari di pinggir Pantai Solong, Banyuwangi, Kamis-Jumat (18-19/7).

Darmin mengaku sengaja menghelat rapat tahunan tersebut di Banyuwangi.

“Saya ingin merasakan suasana yang berbeda karena biasanya di gelar di kantor. Dan kali ini di laksanakan di pinggir pantai,” ungkapnya.

Banyuwangi yang berada di ujung timur Pulau Jawa memang memiliki garis pantai cukup panjang. Tidak kurang dari 170 KM garis pantai yang dimiliki oleh daerah bekas Kerajaan Blambangan tersebut.

Salah satu spot pantai yang banyak dijadikan jujugan adalah Pantai Solong. Pantai yang menyajikan pemandangan Gunung Agung dan Selat Bali di seberang itu dilengkapi hotel, vila, dan resor yang cocok untuk menggelar acara berbalut nuansa liburan.

Di lokasi tersebut, Ibu Negara Ny Iriana Joko Widodo, Ny Mufidah Jusuf Kalla, dan para istri menteri pernah beristirahat dan makan siang saat kunjungan ke Banyuwangi.

Mantan Gubernur Bank Indonesia (BI) tersebut mengaku senang menggelar rapat di tempat tersebut.

“Ditambah waktunya bersamaan dengan angin selatan Australia, sehingga semakin sejuk,” ujar Darmin.

Di sela-sela rapat, Darmin mengamati suasana Villa Solong yang dikelilingi pohon kelapa. Dia menyarankan ke pengelola untuk membudidayakan anggrek di batang pohon kelapa.

“Tinggal mengatur cahaya matahari dan air, anggrek bisa tumbuh dengan cantik di tempat ini,” tutur Darmin.

Dia memaparkan, kementeriannya menggelar rapat di Banyuwangi karena pesatnya perkembangan daerah tersebut.

“Banyuwangi sedang maju termasuk sektor wisatanya sehingga kami ingin men-support hal ini,” kata Darmin.

Sementara, merasakan suasana rapat yang tenang di pinggir pantai dan jauh dari hiruk-pikuk kota, meninggalkan kesan tersendiri bagi Darmin.

“Dalam suasana ini pikiran jadi rileks. Pemikiran dan gagasan mengalir, sehingga rapat berjalan dinamis dan menghasilkan inovasi kebijakan,” tutur Darmin.

Karena terkesan itulah, Darmin berjanji menyarankan lembaga-lembaga lain melaksanakan rapat di Banyuwangi karena dinilai cocok untuk tempat rapat sekaligus berliburan.

Sementara itu, Bupati Banyuwangi Abdullah Azwar Anas berterima kasih kepada Kemenko Perekonomian yang memilih Banyuwangi sebagai tempat rapat. Banyuwangi memang sedang mendorong tumbuhnya wisata MICE (meetings, incentives, conference, exhibition).

“Wisata MICE menghasilkan dampak turunan yang besar, karena belanja pengunjungnya lebih besar dibanding wisatawan biasa,” kata Bupati Anas.

“Selama ini, pasar terbesar MICE ada di Jakarta, Surabaya, dan Bali. Kini kami mulai menggaetnya ke Banyuwangi,” imbuhnya.

Bupati Anas mengatakan, selain dilengkapi hotel-hotel berbintang dengan ballroom yang mampu menampung ribuan orang, keunggulan Banyuwangi terletak pada harganya yang lebih kompetitif.

“Saya bersyukur, berbagai kementerian, swasta, dan BUMN, bahkan komunitas-komunitas sudah semakin sering membuat wisata MICE di Banyuwangi,” pungkas Bupati Anas.

 

 

radiovisfm.com, Banyuwangi - Dengan di dukung Lembaga Kesehatan International Nutrition International (NI), Kabupaten Banyuwangi menggaungkan pemenuhan nutrisi kesehatan pada remaja putri dengan menggelar Kampanye Bebas Anemia.

Kegiatan ini di gelar di SMKN 1 Banyuwangi yang di ikuti ratusan remaja putri dari sekolahan setempat, Kamis (18/7/2019).

Hadir dalam kampanye tersebut Presiden Direktur & CEO Nutrition International Joel Spicer, Wakil Duta besar Australia untuk Indonesia Allaster Cox, dan Ketua TP PKK Banyuwangi Ipuk Fiestiandani yang merupakan istri Bupati Banyuwangi Abdullah Azwar Anas.

“Anemia masih menjadi momok menakutkan terutama bagi para wanita,” ujar Joel.

“Sebanyak 600 juta perempuan di dunia harus menderita anemia. Padahal, PBB menargetkan pada tahun 2025, harus diupayakan penurunan angka tersebut sebesar 50 persen. Adapun angka anemia di Indonesia sebesar 40 persen,” paparnya.

Menurut Joel, status gizi remaja putri dan ibu hamil saling berkaitan. Apabila remaja putri gizinya kurang baik dan hamil lalu punya anak, maka bayinya berisiko lahir dengan berat badan rendah.

“Kami semua harus memberikan nutrisi yang baik pada remaja putri agar mereka bisa menggapai cita-citanya. Kekurangan anemia dan nutrisi bisa menyebabkan mereka tidak fokus dan ini mengganggu perkembangan mereka,” ujar Joel.

Dia mengaku, pihaknya ingin membantu masalah ini agar remaja putri bisa tercukupi nutrisinya hingga mereka memasuki masa melahirkan kelak.

Dalam kesempatan itu, Joel mengaku sangat senang bisa mendukung program kesehatan yang telah berjalan di Banyuwangi.

“Banyuwangi sendiri sebagai salah satu daerah yang mempunyai perhatian tinggi pada kesehatan warganya khususnya remaja putri dan Ibu hamil, sehingga pihaknya menggelar kampanye di Banyuwangi,” tutur Joel.

Dukungan yang diberikan oleh Nutrition International (NI) di antaranya memberikan asistensi teknis dan pelatihan kepada tenaga kesehatan tentang pencegahan anemia dan memastikan program tersebut berjalan. Juga memberi pengetahuan tentang gizi berimbang bagi remaja dan kaum ibu.

Sementara itu, Ipuk Fiestiandani menjelaskan bahwa Banyuwangi telah memberi perhatian lebih pada pemenuhan nutrisi bagi kesehatan remaja putri. Hal ini dilakukan mengingat pentingnya hal tersebut.

“Kecukupan nutrisi sangat penting bagi perempuan mengingat peranan mereka yang semakin besar seiring dengan perjalanan hidupnya. Mulai menjadi pelajar hingga kelak saat berumah tangga,” papar Istri Bupati Anas yang biasa disapa Dani tersebut.

Dia menjelaskan bahwa kampanye tentang pemenuhan nutrisi bagi remaja putri telah dilakukan Banyuwangi sejak 2016.

“Tidak hanya pada masalah pemenuhan zat besi, namun mulai yodium hingga nutrisi secara menyeluruh,” ungkap Dani.

Dani lalu mencontohkan program Anak Tokcer, Si Jari Merah (Generasi Remaja Putri Merdeka dari Kurang Darah) hingga program pemenuhan garam yodium yang didistribusikan lewat penjual sayur.

“Saya bersyukur, progressnya menunjukkan hasil yang positif,” imbuh Dani.

Menurut data Dinas Kesehatan Banyuwangi, sudah ada penurunan 10 – 12 persen bagi remaja yang mengalami anemia.

Ditambahkan Country Director Indonesia Nutrition International Sri Kusyuniati, program ini sebenarnya sudah berjalan selama dua tahun.

“Kami sangat gembira dengan kerjasama ini karena Banyuwangi sangat peduli dan kreatif dalam program-program yang dijalankan,” ungkap Kusyuniati.

Dia memastikan bahwa program pemerintah dalam mewujudkan kesehatan perempuan berjalan dengan baik.

“Selain masalah kesehatan anemia, kami juga konsen pada pencegahan stunting lewat kecukupan yodium pada ibu hamil,” pungkas Kusyiniati.

 

radiovisfm.com, Banyuwangi - Guna memberikan wadah kepada para desainer local untuk menampilkan karyanya, Pemerintah Daerah menggelar perhelatan Banyuwangi Fashion Festival (BFF) 2019.

Sebanyak 11 desainer fashion daerah menampilkan 80 koleksi busananya yang menawan bertema tradisi lokal di panggung Gedung Seni Budaya (Gesibu) Blambangan, Rabu malam, (17/07/2019). 

Ke 11 desainer local yang terlibat dalam event ini adalah Sanet Sabintang, Olis, Isyam Syamsi, Eko P, Amuzaki, Setya, Ridho, dan Rizkyesa. Ada juga Nirmala, Esy, Ocha serta Almira. Yang menarik dari event ini, para perancang tersebut sepakat mengangkat rancangan dengan tema pesona seni budaya Banyuwangi. Sehingga muncullah busana dengan tema Mystic of Gandrung Banyuwangi, Jaripah, Panjer Keling, The Secret of Jaran Goyang, Barong Sunar Udara, hingga Janger Banyuwangi.

Seperti disajikan desainer Ridho dari Batik Sisik Melik yang mengangkat tema “Puter Kayun”, sebuah tradisi napak tilas warga Kelurahan Boyolangu menaiki delman dari Boyolangu menuju Watu Dodol. Kekhasan budaya itulah yang diangkat Ridho dan diwujudkan dalam delapan busana Men’s Wear-nya.

Dalam rancangannya, Ridho banyak menggunakan kain katun dengan jenis “swade” warna coklat, yang diidentikkan dengan kuda. Tali-tali yang banyak dimunculkan di busananya diibaratkan tali delman yang mengikat kuda. Ridho mengaku tertarik mengangkat Puter Kayun untuk di implementasikan di koleksinya.

“Kuda yang identik dengan kegagahan cocok untuk koleksi busana pria,” ungkap Ridho.

“Sebelumnya saya riset sedikit tentang Puter Kayun,” imbuhnya.

Selain itu juga ada Almira yang mengangkat tema Kuntulan. Kuntulan yang berakar dari tradisi Islami warga Banyuwangi ini diterjemahkan Almira dalam balutan busana muslim hijab yang anggun, namun menampakkan ketegasan. Koleksinya yang diberi nama "evening gown" ini ditampilkan dengan nuansa putih dan soft purple.

Kepala Dinas Koperasi dan Usaha Mikro Banyuwangi, Alief Rahman Kartiono mengatakan, rancangan tema para desainer yang di usung tahun ini adalah budaya, setelah ditahun lalu lebih ke destinasi wisata.

“Disetiap tahun tema desain yang di usung dalam gelaran BFF ini selalu berbeda, sekaligus sebagai ajang mempromosikan wisata dan kebudayaan di Banyuwangi,” ujar Alief.

Dijelaskan Alief, kegiatan ini sengaja di gelar Pemkab Banyuwangi untuk memberikan wadah bagi para desainer local agar menunjukkan eksistensi dan kemampuannya di dalam merancang busana, sehingga tidak kalah dengan desainer desainer nasional.

“Ini terbukti, mereka berhasil mengaplikasikan karya karyanya ke dalam busana yang di tampilkan oleh para talent,” tutur Alief.

Sementara itu, Ketua Dekranasda Banyuwangi, Ipuk Fiestiandani yang hadir dalam kegiatan tersebut menyatakan sangat mengapresiasi karya para desainer Banyuwangi.

Menurut istri Bupati Banyuwangi Abdullah Azwar Anas yang biasa disapa Dani tersebut, semakin tahun kualitas desain para desainer lokal ini terus meningkat.

“Saya lihat ada peningkatan dari tahun ke tahun,” ungkapnya.

Dani mengaku bersyukur, panggung yang dibuat pemkab rutin di setiap tahun ini akhirnya mampu memicu kreativitas desain fesyen para desainer daerah.

“Saya bangga dengan karya mereka para desainer local Banyuwangi. Garis desain, warna, dan stylenya sangat beragam dan meningkat kualitasnya,” kata Dani.

Perhelatan BFF 2019 kali ini semakin meriah dengan hadirnya artis nasional Vidi Aldiano. Vidi yang baru pertama datang di Banyuwangi mengaku senang dengan keramahan kota Banyuwangi.

“Sejak turun dari bandara, saya seneng disambut masyarakat yang ramah,” kata Vidi.

“Rupanya slogan “Ayo datang ke Banyuwangi anda pasti ingin kembali” adalah benar dan persis seperti yang saya rasakan sekarang,” ujarnya bangga.

Vidi berjanji akan kembali ke Banyuwangi bersama teman-teman trevellernya untuk ke Kawah Ijen.

radiovisfm.com, Banyuwangi - BPJS Kesehatan memastikan layanan peserta Jaminan Kesehatan Nasional-Kartu Indonesia Sehat (JKN-KIS) tetap prima selama libur lebaran 2019. Untuk itu, peserta JKN-KIS tidak perlu khawatir menjelang masa libur lebaran tahun 2019.

Mulai dari H-7 sampai H+7 Lebaran 2019, atau tepatnya mulai tanggal 29 Mei - 13 Juni 2019, peserta JKN-KIS tetap bisa memperoleh jaminan pelayanan kesehatan di fasilitas kesehatan yang ditunjuk BPJS Kesehatan, bahkan termasuk saat peserta mudik ke luar kota. Hal ini merupakan komitmen BPJS Kesehatan memberikan kemudahan portabilitas bagi peserta JKN-KIS.

Dalam Konferensi Pers Mudik Nyaman Bersama BPJS Kesehatan, Senin (27/05), Kepala BPJS Kesehatan Banyuwangi, Wahyu Santoso mengatakan, bagi peserta JKN-KIS yang sedang mudik dan membutuhkan pelayanan kesehatan di luar kota, maka dapat mengunjungi Fasilitas Kesehatan Tingkat Pertama (FKTP) walaupun peserta tidak terdaftar di FKTP tersebut. Layanan kesehatan ini bisa diperoleh peserta di FKTP yang bekerja sama dengan BPJS Kesehatan.

“Untuk daftar FKTP itu dapat dilihat di aplikasi Mudik BPJS Kesehatan atau dengan menghubungi BPJS Kesehatan Care Center 1500 400,” ungkap Wahyu.

Namun jika tidak terdapat FKTP yang dapat memberikan pelayanan saat libur lebaran di wilayah tersebut, atau peserta membutuhkan pelayanan di luar jam buka layanan FKTP, maka peserta dapat dilayani di IGD rumah sakit terdekat untuk mendapatkan pelayanan medis dasar.

“Pada kondisi gawat darurat, seluruh fasilitas kesehatan baik tingkat pertama maupun lanjutan wajib memberikan pelayanan penanganan pertama kepada peserta JKN-KIS,” tutur Wahyu.

“Selama para peserta mengikuti prosedur dan ketentuan yang berlaku, serta tindakan medis yang diperolehnya berdasarkan indikasi medis, maka akan dijamin dan dilayani. Fasilitas kesehatan juga tak diperkenankan menarik iuran biaya dari peserta,” paparnya.

Wahyu juga mengingatkan, pelayanan kesehatan tersebut hanya berlaku bagi peserta JKN-KIS yang status kepesertaannya aktif. Oleh karenanya, para peserta JKN-KIS diharapkan disiplin membayar iuran khususnya peserta yang sedang mudik dan selalu membawa kartu JKN-KIS.

“Untuk mengecek status kepesertaan dan melihat riwayat tagihan atau pembayaran iuran JKN-KIS, dapat dilakukan melalui aplikasi Mobile JKN,” tutur Wahyu.

Selain itu, pihaknya juga mengembangkan aplikasi Mudik BPJS Kesehatan yang dapat di-download secara gratis di Playstore dan Appstore. Aplikasi tersebut menyediakan telepon penting, alamat kantor BPJS Kesehatan, fasilitas kesehatan mitra BPJS Kesehatan, tanya jawab BPJS Kesehatan, info BPJS Kesehatan, tips BPJS Kesehatan, lokasi-lokasi penting, serta media sosial BPJS Kesehatan.

“Tidak hanya itu, BPJS Kesehatan juga menyediakan pelayanan khusus kepada peserta JKN-KIS,” imbuhnya.

Di Kantor Cabang, Kantor Kabupaten/Kota Pulau Jawa, dan beberapa Kantor Kabupaten/Kota di luar Pulau Jawa, layanan khusus bagi peserta JKN-KIS disediakan mulai tanggal 3, 4, dan 7 Juni 2019 pukul 08.00 - 12.00 waktu setempat.

Peserta bisa melakukan pendaftaran bayi baru lahir (khusus bagi peserta Pekerja Penerima Upah/PPU dan Penerima Bantuan Iuran/PBI), pencetakan kartu bayi baru lahir, perbaikan data dan pencetakan kartu peserta PBI yang sedang dirawat inap, re-aktivasi anak PPU berusia di atas 21 tahun yang masih kuliah dan sedang dirawat inap, dan penanganan pengaduan yang membutuhkan solusi segera.

Lebih lanjut Wahyu mengatakan, saat ini telah dikembangkan fitur aplikasi Saluran Informasi dan Penanganan Pengaduan (SIPP) di rumah sakit untuk pendaftaran bayi baru lahir peserta Pekerja Bukan Penerima Upah (PBPU) dan perhitungan denda layanan, sehingga peserta tidak perlu datang ke Kantor BPJS Kesehatan.

“Masyarakat juga tetap dapat menghubungi BPJS Kesehatan Care Center 1500 400 yang beroperasi 24 jam termasuk hari minggu dan libur, untuk memperoleh informasi atau menyampaikan pengaduan,” kata Wahyu.

Dia menambahkan, selain di Kantor Cabang, selama masa libur lebaran pihaknya juga membuka layanan khusus di rumah sakit melalui Petugas Informasi dan Penanganan Pengaduan (PIPP) rumah sakit, yang meliputi pendaftaran bayi baru lahir bagi peserta segmen mandiri, perhitungan denda layanan, dan penanganan pengaduan di rumah sakit, baik yang terkait dengan pelayanan rumah sakit maupun pengaduan yang perlu dieskalasi ke BPJS Kesehatan karena membutuhkan solusi segera.

 

 

radiovisfm.com, Banyuwangi - Menyambut Bulan Suci Ramadhan dan Hari Raya Idul fitri 1440 H, Pertamina Marketing Operation Region (MOR) V bersinergi dengan Hiswana Migas Banyuwangi menggelar kegiatan Silaturahmi dan berbagi bersama Anak Yatim, yang di kemas dalam acara BErbuka Dengan Usaha mikro dan Komunitas atau BEDUK.

Acara yang digelar di Panti Asuhan YKM Khadijah Banyuwangi, Kamis (16/5/2019) tersebut juga dihadiri oleh Agung Kaharesa Wijaya selaku Sales Executive LPG Rayon VII Pertamina, Komunitas Bakul (Banyuwangi Kuliner), Usaha Kecil Menengah (UKM), Hiswana Migas Besuki, dan Anak Yatim Piatu Panti Asuhan YKM Khadijah.

“Acara ini diselenggarakan dalam rangka berbagi berkah Ramadhan Bright Gas kepada anak yatim di Banyuwangi,” ungkap Agung.

Selain pemberian santunan berupa uang tunai, alat tulis, dan LPG Bright Gas kepada panti asuhan anak yatim, juga diberikan apresiasi terhadap UMKM pengguna Bright Gas dan apresiasi terhadap komunitas Bakul (Banyuwangi Kuliner) yang telah mendukung penggunaan LPG Non Subsidi Pertamina. 

Dalam kesempatan ini ujar Agung, Pertamina juga mengedukasi kepada pengusaha UKM dan komunitas tersebut agar dapat menularkan kepada UKM dan komunitas lainnya untuk dapat menggunakan produk Bright Gas dalam menjalankan usaha kulinernya, serta mengedukasi masyarakat dengan menyampaikan cara aman menggunakan tabung LPG dalam kehidupan sehari-hari.

Bright Gas merupakan produk LPG Non Subsidi unggulan Pertamina yang memiliki kelebihan dengan adanya teknologi DSVS (Double Spindle Valve System) yang dapat menjaga keseimbangan tekanan gas dan mengurangi tekanan gas yang berlebih dan 2x lebih aman dibandingkan dengan tabung LPG lainnya.

Disamping itu agar kualitas LPG lebih terjamin, Bright Gas juga dilengkapi dengan seal cap hologram dan fitur OCS (Optical Color Switch) yang telah memperoleh paten dan tidak dapat dipalsukan,” papar Agung.

Dia menambahkan, adapun Elpiji 3 kg bersubsidi diperuntukkan bagi masyarakat yang kurang mampu, usaha mikro, dan nelayan penerima paket konversi.

Masyarakat yang sudah dalam kategori mampu dihimbau untuk dapat menggunakan LPG non subsidi Pertamina seperti Bright Gas yang juga tersedia di Agen, Outlet, dan Modern Minimarket atau dapat dipesan melalui Pertamina Call Center 135,” pungkas Agung.

Sementara itu, puluhan anak yatim yang menerima santunan dari pertamina tersebut tampak sumringah.

radiovisfm.com, Banyuwangi - Banyak makanan khas Banyuwangi yang di sajikan saat Bulan Ramadan, salah satunya adalah Kopyor Roti.

Kopyor roti ini terbuat dari roti tawar dipadu bihun yang disiram santan kelapa dan dibungkus daun pisang. Rasanya yang manis, kue ini biasanya menjadi santapan takjil untuk berbuka puasa warga Banyuwangi.

Sepanjang bulan puasa, kue ini sangat mudah ditemukan di antara pedagang makanan. Maklum saja, kue ini menjadi salah satu jajanan takjil yang banyak diburu masyarakat. Dan biasanya dijual saat siang hingga sore hari menjelang buka puasa.

Salah satu pembuat kuliner ini adalah Inayatun Robaniah (47). Ditemui di rumah produksinya yang berada di kawasan Singomayan, Kecamatan Banyuwangi, Inayatun terlihat sibuk membuat kopyor roti.

“Saya selalu menjual makanan ini selama bulan puasa,” kata Inayatun.

“Saya berjualan Kopyor Roti ini sudah hampir sepuluh tahun,” imbuhnya.

Awalnya, dia diajari tetangganya yang membuat kue itu sudah puluhan tahun.

“Saya disarankan untuk menjual kue itu hingga akhirnya saya mencoba,” tuturnya.

Selanjutnya di setiap Ramadan Inayatun membuat Kopyor Roti itu.

Dalam setiap harinya, perempuan yang biasa disapan Ina tersebut selalu menghabiskan santan dari 15 kelapa yang bisa menjadi 250 bungkus kopyor.

Cara membuatnya, daun pisang sebagai pembungkus diisi dengan roti tawar, bihun, nangka dan santan yang dipanaskan. Bungkusan tersebut lalu dikukus selama 15 menit. Selanjutnya, kue kue yang sudah matang itu di ambil para pedagang untuk di jajakan berkeliling.

“Ada sekitar 10 orang yang menjajakan,” kata Ina.

Dia mengaku, kue dagangannya lebih cepat habis jika dijajakan keliling daripada nitip dijual kepada orang lain.

Biasanya para pedagang keliling tersebut mengambil pada pukul 14.00, dan sebelum jam lima sore sudah habis.

Kopyor roti buatan Ina memang menjadi salah satu favorit jajanan tradisional yang diburu warga. Selain harganya murah Rp 2 ribu per bungkus, rasa kopyornya juga nikmat. Manis dan gurih santannya terasa sangat pas.

Ina mencampur kopyornya dengan nangka, sehingga rasa manisnya terasa legit. Selain menjual kue ini, Ina juga membuat kue mentuk khas Banyuwangi.

Bagi wisatawan yang berkunjung ke Banyuwangi, kue Kopyor Roti ini bisa didapatkan di pedagang takjil yang banyak ditemukan di kota. Terutama di Festival Ramadan di kawasan Gesibu Blambangan, yang merupakan pusat jajanan takjil selama bulan Ramadan ini.

Selain Kopyor Roti, di Festival Ramadan ini juga banyak ditemukan jajanan dan makanan khas Banyuwangi yang lain.

Ina mengaku mendapat berkah dengan berjualan Kopyor Roti disetiap bulan puasa ini.

“Hasil penjualan kopyor selama satu bulan ini bisa melebihi pendapatan bulanan saya dari hasil menjual gorengan,” tutur Ina.

Pasalnya, dalam keseharian, Ina berjualan gorengan. Hasil dari berjualan Kopyor Roti ini di gunakannya untuk menambah modal usaha dagangan kue dirinya setiap tahun.

 

radiovisfm.com, Banyuwangi - Kepolisian berhasil meringkus pelaku pembakaran gudang rongsokan milik salah satu Bakal Calon Kepala Desa Kaotan Kecamatan Blimbingsari.

Peristiwa yang menghanguskan seluruh isi gudang milik Moh Hairi di Dusun Krajan Desa Kaotan tersebut terjadi pada Minggu dini hari (7/7/2019) lalu. Diantaranya kardus, plastic serta karung karung. Seluruhnya siap untuk di kirim ke berbagai perusahaan pengolah barang rongsokan, yang ada di luar kota.

Kapolsek Rogojampi Banyuwangi Kompol Agung Setyo Budi mengatakan, setelah dilakukan olah TKP dan pengembangan penyidikan, akhirnya terungkap bahwa kebakaran ini terjadi akibat sengaja di bakar oleh pelaku.

“Rupanya, pelaku pembakaran adalah adik dari korban berinisial SG (30), yang bertempat tinggal satu kampung,” ujar Kapolsek.

“Saat melakukan pembakaran, pelaku dalam kondisi mabuk dan pengaruh obat,” imbuhnya.

Sementara, pihak kepolisian masih terus melakukan pengembangan penyidikan mengenai motif dari aksi pembakaran yang di lakukan oleh pelaku tersebut.

Kapolsek mengaku, setelah melakukan pembakaran, pelaku sempat hendak kabur keluar kota dengan menumpang bus. Namun aparat kepolisian langsung melakukan pengejaran hingga berhasil menangkap pelaku di kawasan Banyuwangi selatan.

“Untuk sementara, pelaku mengaku membakar gudang kakaknya tersebut seorang diri hingga menyebabkan kerugian mencapai Rp 200 juta,” ungkap Kapolsek.

“Stas semua perbuatannya, pelaku dijerat pasal 187 KUHP tentang pembakaran dan pasal 335 tentang ancaman dengan kekerasan menggunakan senjata tajam, dengan ancaman hukuman diatas 5 tahun penjara,” paparnya.

Sebelumnya, saat terjadi kebakaran api cepat membesar karena sebagian besar isi di dalamnya terbuat dari kertas dan plastic. Dan api baru bisa di padamkan setelah 2 unit mobil pemadam kebakaran tiba di lokasi dengan di bantu masyarakat setempat untuk memadamkan api, selama lebih dari 2 jam.

Selain itu, ada 2 unit sepeda motor dan 1 truck ikut terbakar karena saat kejadian berada di dalam gudang.

Sementara, pemadaman ini di lakukan fokus di area terdampak saja agar tidak merembet ke berbagai lokasi rumah penduduk yang berhimpitan dengan gudang.

“Sisa dari ketiga unit kendaraan tersebut diamankan kepolisian sebagai barang bukti,” pungkas Kapolsek.

 

radiovisfm.com, Banyuwangi - Selama 2 hari terjadi 2 kasus pencurian hewan sapi di desa yang berbeda di wilayah Kecamatan Wongsorejo Banyuwangi. Peristiwa ini terjadi pada Minggu dan Senin, 7-8 Juli 2019.

Pertama terjadi di kawasan Desa Alasrejo pada minggu malam, namun pelaku belum berhasil membawa kabur seekor sapi milik warga setempat karena kepergok.

Selanjutnya pada Senin malam kembali terjadi peristiwa yang sama, namun di wilayah Dusun Karangrejo Selatan RT 03 RW 01 Desa Wongsorejo di kandang milik Poniti (49), atau sekitar 12 KM dari jalan raya.

Kapolsek Wongsorejo Banyuwangi Iptu Kusmin mengatakan, di dalam kandang terdapat 4 ekor sapi yaitu jenis Limosin dan Sumintal.

“Tapi yang berhasil di bawa kabur pencuri adalah 3 ekor, yakni 1 ekor sapi jantan Limosin dan 2 ekor sapi betina jenis Limosin dan Sumintal,” ujar Kapolsek.

Kasus ini terbongkar setelah Sunadi (60) warga setempat melapor kepada korban. Bahwa sekira pukul 21.30 WIB, dirinya memergoki 3 orang laki laki yang tidak di kenalnya membawa sapi milik korban sambil mengacungkan clurit. Bersamaan dengan itu, salah satu dari pelaku mengancam Sunadi untuk tidak memberitahukan kepada siapapun jika mereka telah mencuri sapi. Dan jika memberitahukan, mereka mengancam akan membunuh Sunadi.

“Sunadi pun pulang ke rumahnya sambil ketakutan lalu melapor kepada korban jika 3 ekor sapinya telah di curi oleh orang,” tutur Kapolsek.

Selanjutnya korban meminta bantuan para tetangganya untuk membantu mencari ketiga ekor sapinya dengan berdasarkan jejak kaki sapi. Hasilnya, mereka menemukan 1 ekor sapi jantan jenis Limosin milik korban di bawah tebing, sedangkan yang 2 ekor berhasil di bawa kabur kawanan pencuri hingga menyebabkan kerugian mencapai Rp 40 juta.

Kapolsek mengakui bahwa dalam pecan terakhir ini mulai marak terjadi pencurian hewan sapi di kawasan Kecamatan Wongsorejo. Untuk itu, dirinya menghimbau kepada seluruh warga setempat agar melengkapi kandang sapinya dengan lampu yang cukup terang, serta memberi gembok di pintu kandangnya.

“Juga warga dihimbau untuk menggalakkan kembali penjagaan di pos kamling,” pungkas Iptu Kusmin.

Sementara itu, kepolisian sendiri terus gencar melakukan patroli rutin di seluruh desa, utamanya di daerah rawan terjadi pencurian hewan sapi.

 

 

radiovisfm.com, Banyuwangi - Seorang residivis pembobol rumah asal Situbondo kembali ditangkap aparat kepolisian Polsek Wongsorejo Banyuwangi, setelah berhasil membawa kabur sejumlah barang berharga milik warga setempat.

Dia adalah Narso, warga Lingkungan Karangasem Kelurahan Patokan Kecamatan Situbondo.

Kakek berusia 58 tahun tersebut sudah 4 kali masuk ke hotel prodeo dan 2 diantaranya di Mapolsek Wongsorejo. Dan kali ini, tersangka kembali harus meringkuk di dalam sel tahanan Mapolsek Wongsorejo setelah terbukti melakukan pembobolan rumah milik Tutus Hadi Santoso (49) di kawasan Dusun Krajan Desa Sidodadi Kecamatan Wongsorejo pada Minggu dini hari (23/6/2019) lalu, saat korban bersama anggota keluarganya tertidur lelap.

Kapolsek Wongsorejo Banyuwangi, Iptu Kusmin mengatakan, baru keesokan harinya sebangun dari tidur, korban mengetahui sejumlah barang berharganya telah hilang yakni ponsel Oppo A3S, Laptop Asus hitam dan ponsel Samsung J1 ace, hingga mengalami kerugian mencapai Rp 8 juta.

“Kami melakukan penelusuran selama 3 mingguan hingga akhirnya mendapati ponsel milik korban berada di kawasan Situbondo,” ujar Iptu Kusmin.

Selanjutnya, aparat kepolisian yang melakukan pengejaran berhasil meringkus tersangka di rumahnya, pada Rabu (9/7/2019).

Disini, di temukan barang barang milik korban tersebut yakni ponsel Oppo A3S, Laptop Asus hitam dan ponsel Samsung J1 ace bersama doosbooknya. Selanjutnya tersangka diamankan ke Mapolsek Wongsorejo.

“Tersangka merupakan residivis kasus pencurian dan sudah 4 kali dijatuhi hukuman atas kasus yang sama,” tutur Kapolsek.

Sementara, menurut pengakuan tersangka, dirinya berhasil masuk ke dalam rumah korban dengan cara mencongkel jendela rumah.

“Ini terungkap dari hasil olah TKP yang di lakukan aparat kepolisian,” imbuh Kapolsek.

Kini, tersangka diamankan di mapolsek Wongsorejo beserta seluruh barang bukti milik korban. Dan atas semua perbuatannya, tersangka di jerat pasal 363 KUHP tentang pencurian dengan pemberatan, dengan ancaman hukuman maksimal 5 tahun penjara.

radiovisfm.com, Banyuwangi - Badan Penangulangan Bencana Daerah (BPBD) Banyuwangi terus melakukan pendataan terhadap para korban terdampak dari gempa yang terjadi di Bali.

Dan dari pantauan dilapangan, korban terbanyak berada di kawasan Banyuwangi selatan utamanya di wilayah Kecamatan Pesanggaran.

Ada pula di Kecamatan Tegaldlimo, Kecamatan Blimbingsari dan Kecamatan Srono. Seperti 67 rumah warga di Dusun Krajan Desa Sarongan Kecamatan Pesanggaran rusak, dengan rincian rusak ringan sebanyak 53 unit, rusak sedang 12 unit, rusak berat 2 unit dan 1 buah masjid di Dusun Rajegwesi, Desa Sarongan Kecamatan Pesanggaran atap terasnya roboh yakni Masjid Nurul Imam.

Beberapa gedung sekolah juga rusak, diantaranya Ruangan kelas 11 IPS 1dan 2 di SMAN 1 Pesanggaran Kecamatan Pesanggaran runtuh pada plapon. Gedung SDN 3 Kandangan Desa Kandangan Kecamatan Pesanggaran rusak pada bagian plapon emperan kelas. Gedung SDN 4 Kalipait Kecamatan Tegaldlimo dan SDN 4 Kendalrejo Kecamatan Tegaldlimo rusak pada gentengnya.

Dalam peristiwa ini juga tercatat ada 2 korban yang mengalami luka, yakni Yohanes siswa kelas 3 SDN 3 Kandangan Desa Kandangan Kecamatan Pesanggaran luka pada bagian pelipis akibat kejatuhan plapon emperan kelas. Serta Painem warga Dusun Krajan RT 5 RW 5 Desa Wonosobo Kecamatan Srono mengalami luka ringan akibat tertimpa bangunan rumahnya.
Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik BPBD Banyuwangi, Eka Muharram mengatakan, pihaknya terus mengupdate jumlah kerusakaan bangunan dengan melibatkan tim penanggulangan bencana yang ada di masing masing kecamatan.

“Sesuai prosedur, tugas dan fungsi kebencanaan BPBD lebih pada penyelamatan sehingga terkonsentrasi pada korban yang terdampak akibat adanya kerusakan bangunan,” ungkap Eka.

“Disini, di lakukan pendataan dan kajian lalu dilaporkan kepada Bupati dengan tembusan ke beberapa dinas terkait yang memiliki kewenangan untuk membantu pembangunan,” tuturnya.

Seperti Dinas Perumahan dan Permukiman, serta Dinas PU Cipta Karya dan Penataan Ruang. Sedangkan BPBD sendiri ruang lingkup tugasnya lebih kepada penyelamatan dan pertolongan terhadap korban.

Dari hasil analisis BMKG, episenter gempa bumi Bali terletak pada koordinat 9,08 Lintang Selatan dan 114,55 Bujur Timur, atau tepatnya berlokasi di laut pada jarak 80 km arah selatan Kota Negara, Kabupaten Jembrana, Propinsi Bali pada kedalaman 104 km dengan kekuatan 5,8 SR.

Bahkan hasil monitoring BMKG juga menunjukkan ada belasan kali aktivitas gempa bumi susulan (aftershock) dengan magnitudo terbesar M=3.2 dan magnitudo terkecil M=2.5.

 

radiovisfm.com, Banyuwangi - Puluhan rumah warga dan beberapa bangunan sekolah di sejumlah kecamatan di Banyuwangi rusak akibat getaran gempa yang terjadi di pulau Bali. Bahkan, ada warga dan siswa yang mengalami luka setelah tertimpa bangunan.

Dari data Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Banyuwangi, sebanyak 67 rumah warga di Dusun Krajan Desa Sarongan Kecamatan Pesanggaran rusak, dengan rincian rusak ringan sebanyak 53 unit, rusak sedang 12 unit, rusak berat 2 unit dan 1 buah masjid di Dusun Rajegwesi, Desa Sarongan Kecamatan Pesanggaran atap terasnya roboh yakni Masjid Nurul Imam.

Sementara fasilitas lain juga rusak ringan seperti Kantor Limas, Babinsa dan Babinkantibmas Desa Pesanggaran Kecamatan Pesanggaran. Juga dinding Kantor Kecamatan Glenmore mengalami retak retak.

Beberapa gedung sekolah juga rusak seperti Ruangan kelas 11 IPS 1 dan 2 di SMAN 1 Pesanggaran Kecamatan Pesanggaran yang runtuh pada plapon. Gedung SDN 3 Kandangan Desa Kandangan Kecamatan Pesanggaran rusak pada bagian plapon emperan kelas. Gedung SDN 4 Kalipait Kecamatan Tegaldlimo dan SDN 4 Kendalrejo Kecamatan Tegaldlimo rusak pada gentengnya.

Selain itu, Genteng Pos Linmas Desa Pesanggaran Kecamatan Pesanggaran turun serta dinding Kantor Balai Penyuluhan KB Kecamatan Gambiran retak. Dilaporkan juga, dinding rumah dan dapur milik beberapa warga di Kecamatan Pesanggaran dan Tegaldlimo jebol.

Dalam peristiwa ini juga tercatat ada 2 korban yang mengalami luka, yakni Yohanes siswa kelas 3 SDN 3 Kandangan Desa Kandangan Kecamatan Pesanggaran luka pada bagian pelipis akibat kejatuhan plapon emperan kelas dan langsung dibawa ke Puskesmas pembantu dengan kondisi baik. Serta Painem warga Dusun Krajan RT 5 RW 5 Desa Wonosobo Kecamatan Srono mengalami luka ringan akibat tertimpa bangunan rumahnya dan ditangani di puskesmas Wonosobo.

Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik BPBD Banyuwangi, Eka Muharram mengatakan, banyaknya bangunan di Banyuwangi yang roboh tersebut di akibatkan karena kondisinya tidak tahan gempa sehingga di harapkan ke depan masyarakat bisa lebih meningkatkan kesiapsiagaannya dengan memperkuat struktur bangunan miliknya.

“Gempa bermagnitudo 5,8 yang mengguncang Kota Negara, Kabupaten Jembrana Bali pada pukul 07.18 WIB, Selasa (16/7/2019) dirasakan cukup keras di seluruh wilayah di Banyuwangi, utamanya di bagian selatan,” ujar Eka.

Sementara itu, dari hasil analisis BMKG, episenter gempa bumi Bali terletak pada koordinat 9,08 Lintang Selatan dan 114,55 Bujur Timur, atau tepatnya berlokasi di laut pada jarak 80 km arah selatan Kota Negara, Kabupaten Jembrana, Propinsi Bali pada kedalaman 104 km dengan kekuatan 5,8 SR.

Bahkan hasil monitoring BMKG juga menunjukkan ada belasan kali aktivitas gempa bumi susulan (aftershock) dengan magnitudo terbesar M=3.2 dan magnitudo terkecil M=2.5.

 

radiovisfm.com, Banyuwangi - Seorang kakek asal Desa Paspan Kecamatan Glagah Banyuwangi ditemukan meninggal dunia gantung diri di pohon kopi samping rumahnya, di duga karena ketakutan hendak dilakukan operasi terhadap penyakit prostat yang dideritanya cukup lama.

Korban adalah Sapuan (77) yang selama ini tinggal berdua bersama istrinya di kawasan Dusun Kebonan RT 01 RW 01.

Saat kejadian, baik istri maupun kerabat korban tidak berada di rumah hingga akhirnya jenazah korban ditemukan menggantung oleh Husnadi (53), tetangganya.

Pada Senin siang (15/7/2019) sekira pukul 14.00 WIB, Husnadi hendak ke sungai untuk mencari ikan, yang berada di sebelah utara rumah korban. Saat melintas di depan rumah korban itulah, dia melihat posisi korban sudah menggantung di pohon kopi di halaman sebelah rumahnya. Selanjutnya dia berteriak meminta tolong, hingga puluhan warga sekitar berhamburan ke TKP untuk melihat kondisi jenazah korban.

Kapolsek Glagah Banyuwangi AKP Imron yang mendatangi TKP mengatakan, aparat kepolisian bersama warga setempat mengevakuasi jenazah korban lalu di semayamkan di rumah duka.

“Dari hasil olah TKP kepolisian, ditemukan jarak ikatan tali di pohon hingga leher korban sepanjang 75 cm dan kaki korban menyentuh tanah pada posisi menjinjit,” ujar AKP Imron.

“Kami juga mendatangkan tim medis dari puskesmas Paspan untuk memerika tubuh korban,” imbuhnya.

Hasilnya, pada leher korban terdapat bekas jeratan tali melingkar. Juga pada kemaluannya ditemukan mani dan pada tubuhnya tidak ditemukan adanya tanda tanda penganiayaan. Sehingga menurut Kapolsek, korban meninggal dunia murni karena gantung diri.

“Ini juga di perkuat dengan keterangan keluarganya bahwa korban sempat beberapa kali hendak bunuh diri, tapi berulang kali pula berhasil di gagalkan,” tutur Kapolsek.

Aksi ini di picu karena korban tidak bersedia untuk di operasi terhadap penyakit prostat yang dideritanya.

Sementara pada Selasa (16/7/2019), di jadwalkan korban harus menjalani operasi di RSUD Blambangan Banyuwangi. Sehingga di mungkinkan korban semakin ketakutan lalu nekat gantung diri, di saat rumah dalam kondisi kosong.

“Korban meninggal dunia murni gantung diri. Waktu kematian korban diperkirakan antara 20 menit sebelum di ketemukan pertama kali oleh tetangganya,” pungkas Kapolsek.

 

 

 

Sign up via our free email subscription service to receive notifications when new information is available.
Advertisement