Top Stories

Grid List

radiovisfm.com, Banyuwangi - Guna meningkatkan pendidikan yang lebih berkualitas, Pemkab Banyuwangi kembali membagikan paket bimbingan belajar (bimbel) online gratis "Ruangguru" bagi ratusan pelajar desa.

Ada 800 pelajar tingkat SD dan SMP se-Banyuwangi yang tinggal di wilayah pedesaan yang bakal mendapat paket ini.

Bupati Banyuwangi Abdullah Azwar Anas mengatakan, banyak siswa yang telah merasakan manfaat dari program ini semenjak dirilis pada Februari 2018 lalu. Pada tahun lalu, pemkab membagikan paket bimbel online ini kepada 200 siswa.

“Sekarang ditambah empat kali lipat supaya lebih banyak siswa yang mendapatkan manfaat program ini,” kata Bupati Anas.

“Mengingat, siswa yang mendapatkan paket bimbel itu "wajib" sharing dengan empat kawan lainnya yang kurang mampu. Sehingga pemkab bisa mengoptimalkan program tersebut hingga 4 ribu siswa,” paparnya.

Bupati Anas menambahkan kolaborasi dengan startup teknologi pendidikan "Ruangguru" ini merupakan upaya pemerataan pendidikan yang berkualitas di Banyuwangi.

Kolaborasi yang telah dikerjakan sejak 2018 lalu tersebut, bertujuan untuk membuka akses seluas mungkin bagi pelajar di desa, terutama yang kurang mampu untuk mendapatkan berbagai pembelajaran berbasis digital secara gratis.

“Dengan adanya Ruangguru, saat ini semua siswa bisa mendapatkan pelajaran tambahan,” tutur Bupati Anas.

“Di Banyuwangi, pemkab memfasilitasi siswa yang kurang mampu untuk mengakses program ini. Sehingga anak mampu dan tidak mampu sekarang bisa menikmati bimbingan pelajaran tambahan,” imbuhnya.

Metode belajar Ruangguru yang berbasis digital yang sangat efektif dan efisien ini dinilai sangat mudah diikuti. Ruangguru merupakan perusahaan teknologi berbasis pendidikan yang didirikan pada tahun 2014. Startup ini berkembang sangat pesat, dan menjadi bimbingan belajar (bimbel) berbasis online yang terbesar di Indonesia dengan lebih dari 6 juta pengguna dari seluruh Indonesia.

Kini Ruangguru menjadi partner belajar para millennials. Ruangguru didirikan oleh anak muda Indonesia berbakat, yakni Belva Devara dan Iman Usman. Belva Devara kini menjadi staf khusus Presiden Jokowi dari kalangan milenial.

“Tahun ini ada 800 paket bimbel yang dibagikan kepada pelajar tingkat SD dan SMP, masing-masing 400 paket secara gratis,” ujar Plt Kepala Dinas Pendidikan Banyuwangi, Suratno.

“Tahun ini meningkat dari tahun sebelumnya yang hanya 200 paket per jenjang,” imbuhnya.

Sasarannya diutamakan anak-anak yang masih terkendala dalam mengakses sumber belajar. Yakni pelajar miskin dan pelajar yang berada di pedesaan.

Dari aplikasi ini, Suratno berharap, pelajar akan mendapatkan kemudahan dalam mengakses konten pembelajaran seperti video edukasi dan buku. Selain itu, juga ada menu private bimbel (les privat) yang akan semakin memudahkan siswa dalam belajar.

“Untuk siswa kelas 4 dan 5, bisa mengakses konten video dan buku. Sedangkan untuk kelas 6 SD dan 7-9 SMP ditambah dengan menu les private melalui aplikasi whatsapp maupun video call sehingga akan sangat membantu mereka dalam belajar,” papar Suratno.

Diakui Suratno, dengan fasilitas ini, pihaknya berharap gairah belajar siswa Banyuwangi akan semakin meningkat.

 

radiovisfm.com, Banyuwangi - Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Banyuwangi mengidentifikasi, memasuki musim penghujan ada 26 desa di 10 kecamatan yang masuk daerah rawan banjir.

Seperti di Kecamatan Wongsorejo yang berada di wilayah Banyuwangi paling utara, khususnya di Desa Bajulmati. Juga di Kecamatan Kalipuro ada di Desa Ketapang, Kecamatan Banyuwangi kota mulai Kelurahan Lateng hingga Pakis, utamanya yang ada di area tepi pantai berdekatan dengan muara sungai.

Kecamatan Kabat di 3 desa, serta 4 desa di Kecamatan Rogojampi, 2 desa di Kecamatan Blimbingsari, 6 desa di Kecamatan Muncar, 1 desa di Kecamatan Purwoharjo, 4 desa di Kecamatan Pesanggaran serta 2 desa di Kecamatan Singojuruh yakni Benelan Kidul dan Alas Malang yang pernah terjadi banjir bandang di tahun 2018 lalu.

Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik pada BPBD Banyuwangi, Eka Muharram mengatakan, selain rawan banjir, pihaknya juga mengidentifikasi 13 kecamatan yang masuk daerah rawan longsor.

“Diantaranya Kecamatan Wongsorejo, Kalipuro, Giri, Glagah, Licin, Songgon, Sempu, Singojuruh. Glenmore, Kalibaru. Pesanggaran dan Bangorejo,” ungkap Eka.

“Sejumlah kawasan yang masuk rawan banjir itu hampir seluruhnya berada di pinggir pantai dan berdekatan dengan muara sungai. Sedangkan yang rawan longsor berada di area pegunungan,” paparnya.

Untuk itulah, diharapkan masyarakat yang berada di sejumlah lokasi tersebut segera melapor ke pihak pihak terkait jika terjadi bencana alam supaya bisa segera ditindak lanjuti dengan cepat.

Eka menjelaskan, potensi ancaman banjir di Banyuwangi progresnya terus meningkat di setiap tahun. Apalagi ancaman tersebut semakin meningkat dengan adanya lahan dan hutan di kawasan Gunung Ijen Banyuwangi yang setelah terbakar beberapa waktu lalu.

“Disini, ada 1000 hekar lahan terbuka yang pepohonannya terbakar akibat musim kemarau panjang,” kata Eka.

“Sehingga disaat terjadi hujan dengan intensitas lebat dan durasi cukup lama, maka dikhawatirkan akan terjadi banjir bandang dan longsor karena banyaknya material bekas kebakaran seperti batang pohon yang terbawa air ke aliran sungai,” ujarnya.

Kondisi ini akan menyebabkan penyempitan dan penyumbatan aliran sungai sehingga akan meluber ke luar palung hingga menyebabkan banjir.

Hingga saat ini, pemkab Banyuwangi telah melakukan berbagai upaya untuk meminimalisir terjadinya luapan banjir. Seperti pembersihan saluran air di perkotaan dan desa serta normalisasi puluhan sungai yang tersebar di 25 kecamatan se Banyuwangi.

radiovisfm.com, Banyuwangi - Pemkab Banyuwangi melakukan Regrouping (Penggabungan) beberapa dinas guna mengefisiensi jumlah pegawai yang semakin berkurang, menyusul diberlakukannya Peraturan Daerah (Perda) Pembentukan dan Susunan Perangkat Daerah Banyuwangi.

Sebagaimana diketahui, DPRD Banyuwangi tengah mengesahkan Peraturan Daerah (Perda) Pembentukan dan Susunan Perangkat Daerah Banyuwangi. Bahkan, produk hukum yang merupakan Perubahan Kedua atas Perda Nomor 8 Tahun 2016 itu telah resmi diundangkan sebagai Perda Nomor 10 Tahun 2019 pada 12 Desember lalu.

Mengacu perda terbaru, ada tiga OPD yang dihapus dan kewenangannya dilebur ke sejumlah SKPD lain.

Tiga OPD yang dihapus tersebut meliputi Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman (DPKP), Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag), serta Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Keluarga Berencana (DPP-KB). 

Seperti Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) dipecah dan menjadi Dinas Tenaga Kerja, Transmigrasi dan Perindustrian. Sedangkan Perdagangan gabung dengan Dinas Koperasi, Usaha Mikro dan Perdagangan.

Selain itu, ada Dinas Pertanian dan Pangan, sedangkan Dinas Perikanan dan Pangan menjadi Dinas Perikanan. Sementara Dinas Perumahan dan Permukiman bergabung menjadi satu dengan Dinas Pekerjaan Umum Cipta Karya menjadi Dinas Pekerjaan Umum Cipta Karya, Perumahan dan Permukiman.

Serta Dinas Sosial berkembang menjadi Dinas Sosial, Pemberdayaan Perempuan dan Keluarga Berencana.

Untuk bagian Humas bergabung dengan Dinas Komunikasi, Informatika dan Persandian.

Sebanyak 238 pejabat yang menjalani mutasi dilantik oleh Bupati Banyuwangi Abdullah Azwar Anas di pendopo Sabha Swagatha Blambangan, Jum’at (03/01/2020).

Di antara 238 PNS yang terkena gelombang mutasi tersebut, sembilan orang berstatus eselon II/b. Selebihnya, sebanyak 14 orang merupakan pagawai eselon III/a, 36 orang eselon III/b, serta masing-masing 153 orang eselon IV/a dan 26 orang eselon IV/b.

Di tataran pejabat eselon II/b, terjadi pergeseran pada tiga pos Asisten Sekretariat Daerah (Setda). Sih Wahyudi yang sebelumnya menjabat Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan kini dipercaya menempati posisi Asisten Administrasi Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat (Kesra).

Selain itu, Guntur Priambodo yang sebelumnya menjabat Asisten Administrasi Umum dipindahtugaskan sebagai Asisten Perekonomian dan Pembangunan.

Satu jabatan Asisten Pemkab yang lain kini dijabat Choiril Ustadi Yudawanto. Sebelum mutasi kemarin, Ustadi menjabat sebagai Asisten Administrasi Pemerintahan.

Sementara itu, mutasi juga menimpa Suyanto Waspo Tondo Wicaksono. Pria yang akrab disapa Yayan ini pindah tugas dari Asisten Pembangunan dan Kesra menjadi Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda).

Bukan itu saja, dua pejabat eselon II yang lain, yakni Wawan Yadmadi dan Zen Kostolani juga terkena gelombang mutasi di awal tahun ini. Wawan sebelumnya menjabat Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) kini dipercaya menjabat Kepala Dinas Penanaman Modal dan Perizinan Terpadu Satu Pintu (DPM-PTSP). Posisi kepala DPM-PTSP ini cukup lama kosong dan “hanya” diisi pejabat berstatus pelaksana tugas (Plt).

Sedangkan jabatan Kepala Dispora yang ditinggalkan Wawan kini dipercayakan kepada Zen Kostolani yang sebelumnya menjabat sebagai Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Keluarga Berencana (DPP-KB).

Masih di jajaran pejabat eselon II, ada tiga pejabat lain yang kemarin dilantik, namun pada dasarnya mereka tetap menduduki posisi yang sama. Mereka adalah Syaiful Alam Sudrajat, Arief Setiawan, dan Hary Cahyo Purnomo.

Alam yang sebelumnya menjabat Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans) dilantik sebagai Kepala Disnakertrans dan Perindustrian. Arief dilantik sebagai Kepala Dinas Pertanian dan Pangan setelah sebelumnya menjabat Kepala Dinas Pertanian. Pun demikian dengan Harry Cahyo, yang sebelumnya menjabat sebagai Kepala Dinas Perikanan dan Pangan, dilantik sebagai Kepala Dinas Perikanan.

Bupati Abdullah Azwar Anas mengatakan, pelantikan ini dilakukan menyusul penataan Organisasi Perangkat Daerah (OPD) dan struktur baru sebagaimana Keputusan Menteri Dalam Negeri (Mendagri). Sehingga ada beberapa pegawai yang dilantik ulang dan sebagian berubah ke posisi baru seiring penggabungan dinas-dinas.

“Regrouping ini merupakan strategi Pemkab Banyuwangi untuk mengefisiensikan jumlah pegawai yang semakin berkurang. Karena saat ini kurang lebih 160 pejabat structural kosong tidak ada orangnya,” ujar Bupati Anas.

Untuk itulah kata Bupati Anas, pihaknya menggabungkan beberapa dinas untuk mengefisiensikan pegawai, namun memang diakui ke depan beban pekerjaannya semakin banyak.

“Ini juga sebagai upaya Pemkab Banyuwangi untuk bisa mendapatkan nilai Sistem Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintah (Sakip) AA. Setelah sebelumnya, Banyuwangi menjadi satu satunya kabupaten di Indonesia yang mendapatkan nilai Sakip A,” papar Bupati Anas.

Sementara itu, sejumlah pejabat lainnnya yang menjalani mutasi seiring dengan SKPD nya mengalami perubahan tersebut diantaranya Yusdi Irawan Kepala Bagian Protokol dan Komunikasi Pimpinan, RR Ermi Soegiarti Sekretaris Dinas Kesehatan, Abin Hidayat Sekretaris pada Dinas Komunikasi, Informatika dan Persandian, Rahmawati Setyoardini Kabid Informasi dan Komunikasi pada Dinas Komunikasi, Informatika dan Persandian, RR Nanin Oktaviantie Sekretaris pada Dinas Koperasi, Usaha Mikro dan Perdagangan dan Indah Sri Lestari Direktur RSUD Blambangan.

 

 

radiovisfm.com, Banyuwangi - Untuk kesekian kalinya, Polsek Giri Banyuwangi bersama 3 pilar di Kelurahan Mojopanggung melaksanakan bakti social dengan sasaran warga kurang mampu yang sudah lanjut usia dan hidup sebatang kara di wilayah Kecamatan Giri.

Bantuan kali ini menyasar di 3 warga yakni Abdul Halim (55) tinggal di Lingkungan Cungking RT 01 RW 01 Kelurahan Mojopangung, yang selama ini menderita sakit stroke.

Juga Indanah, nenek berusia 84 tahun dan hidup sebatang kara di kawasan Lingkungan Mojoroto RT 01 RW 03 Kelurahan Giri dan Sahuri (65) warga Jalan Mahakam III RT 02 RW 02 Kelurahan Mojopanggung, yang selama ini bekerja mengumpulkan barang barang bekas.

Kegiatan ini melibatkan Kapolsek Giri, Iptu Suryono Bhakti bersama Ketua Bhayangkari ranting giri beserta jajaran kepolisian setempat. Juga Kepala Kelurahan Mojopanggung, Trikusuma Jaya, Babinsa Mojopanggung Serma Suparman serta Kader Posyandu.

“Bakti Sosial ini kami laksanakan setiap 2 minggu sekali di wilayah Kecamatan Giri secara bergiliran,” ungkap Iptu Suryono.

“Tidak hanya di Kelurahan Mojopanggung, kegiatan serupa juga di gelar di 2 desa dan 4 Kelurahan lainnya di setiap 2 minggu di setiap bulan,” imbuhnya.

Sementara, Kepala Kelurahan Mojopanggung, Trikusuma Jaya menambahkan, bhakti social ini sengaja menyasar ke warga setempat kurang mampu yang perekonomiannya dibawah garis kemiskinan guna meringankan beban mereka.

“Khususnya, mereka yang berusia sudah tidak produktif serta belum mendapatkan bantuan dari pemerintah daerah,” kata Trikusuma.

“Sebenarnya kegiatan bhakti social ini sudah lama dilaksanakan oleh kepolisian Polsek Giri secara bergiliran,” imbuhnya.

Dan kebetulan, pada Jum’at (15/11/2019) lokasinya di wilayah Kelurahan Mojopanggung yang bekerja sama dengan pihaknya.

“Saya akui, disini masih banyak warga yang kurang mampu dan membutuhkan bantuan,” pungkas Trikusuma.

Bantuan kali ini yang disalurkan kepada para penerima adalah berupa sembako dan uang tunai. Semuanya bersumber dari bantuan para donator dan anggota Polsek Giri juga bantuan dari Kepala Kelurahan Mojopanggung beserta staf.

 

radiovisfm.com, Banyuwangi - Untuk membedakan fungsi serta pemahaman masyarakat, kini BPJS Ketenagakerjaan menggunakan nama BP Jamsostek. Hal ini juga sebagai upaya untuk mengembalikan brand Jamsostek yang lebih dikenal masyarakat, sebelum akhirnya berganti nama menjadi BPJS Ketenagakerjaan.

Kepala Cabang BPJS Ketenagakerjaan Banyuwangi, Budi  Jatmiko mengatakan, di Indonesia ada 5 jaminan social terhadap warga negaranya. Yakni jaminan kesehatan, jaminan kecelakaan kerja, jaminan hari tua, jaminan kematian dan jaminan pensiun.

“Dari 5 jaminan tersebut di laksanakan oleh 2 penyelenggara yaitu BPJS Ketenagakerjaan dan BPJS Kesehatan,” ungkap Budi.

Diakui Budi, untuk BPJS Kesehatan hanya menyelenggarakan 1 program jaminan kesehatan. Sementara 4 program lainnya di selenggarakan oleh BPJS Ketenagakerjaan. Dan ketika mensosialisasikan kepada masyarakat, mereka hanya mengetahui BPJS Kesehatan dan belum memahami jika BPJS itu ada 2.

“Untuk membedakan dengan BPJS Kesehatan, maka BPJS Ketenagakerjaan kini menggunakan nama BP Jamsostek sekaligus untuk mengembalikan brand yang sudah ada,” kata Budi.

Pasalnya, sebelumnya nama Jamsostek sangat populer dan masyarakat lebih mengenal Jamsostek di banding BPJS Ketenagakerjaan.

 Meski demikian, Budi mengapresiasi keikutsertaan peserta BP Jamsostek mandiri di luar sector formal hingga akhir Oktober 2019 mencapai 12 ribu orang yang meliputi kantor cabang Banyuwangi dan Situbondo.

“Kepesertaan sector mandiri adalah mereka yang tidak bekerja untuk majikan, tapi bekerja sendiri yang sifatnya tidak terikat,” tutur Budi.

Sementara itu, hingga akhir Oktober 2019 total tenaga kerja di Banyuwangi yang menjadi peserta BP Jamsostek atau kepesertaan aktif sebanyak 86.421 orang, sedangkan di wilayah Situbondo baru mencapai 39.802 orang.

Dan ditahun 2019 ini ditargetkan ada 105.702 peserta. Namun rupanya meski tahun 2019 masih tersisa 2 bulan kedepan, total capaian jumlah kepesertaan sudah melampaui target yakni sebanyak 126.223 peserta.

Selain itu, penambahan kepesertaan BP Jamsostek di kantor cabang Banyuwangi sampai periode Oktober 2019 mencapai 77.678 peserta, sedangkan di Situbondo hanya sebanyak 13.196 peserta. Ditargetkan, di tahun 2019 ini total penambahan tenaga kerja sebanyak 97.164 peserta dan baru tercapai 90.874 peserta.

 

radiovisfm.com, Banyuwangi - Sebagai bentuk kepedulian terhadap sesame, jajaran kepolisian Polres Banyuwangi memberikan bantuan kepada seorang bocah yatim piatu penderita tumor di mukanya.

Kondisi Muhammad Riqi warga Dusun Srampon RT 02 RW 01 Desa Segobang Kecamatan Licin Banyuwangi tersebut cukup mengenaskan. Hampir separuh mukanya tertutup tumor yang ada di mata kanan dan nyaris sulit dikenali wajah aslinya.

Mendapati kondisi bocah berusia 9 tahun tersebut rupanya mengetuk hati aparat Polsek Giri bersama Bhayangkari Rating Giri untuk melakukan sesuatu yang bermanfaat dan bernilai ibadah.

Dengan didampingi langsung oleh Kapolsek Giri Banyuwangi, Iptu Suryono Bhakti, para anggota Bhayangkari Polsek Giri memberikan bantuan kepada Muhammad Riqi yang kini tengah di rawat intensif di RSUD Blambangan Banyuwangi.

Bahkan penyerahan bantuan ini, disaksikan langsung oleh Suniah yang selama ini merawat Riqi, serta perawat rumah sakit dan Kepala Dusun Serampon Desa Segobang.

Ketua Bhayangkari Polsek Giri, Malkah Aini Mufidah Suryono mengatakan, setelah dirawat beberapa hari, rencananya perawatan Riqi akan di rujuk ke rumah sakit Dr Soetomo Surabaya guna mendapatkan perawatan medis lebih lanjut.

“Bantuan yang kami berikan ini merupakan penggalangan dari para donator,” ungkap Malkah.

“Dedepan, setiap bulan akan diberikan bantuan sesuai kebutuhan yang diinginkan keluarga Muhammad Riqi,” imbuhnya.

Malkah mengaku, pihaknya juga telah memberikan bantuan serupa kepada 2 anak berkebutuhan khusus yang ada di wilayah Kecamatan Giri.

Yakni Hasan (9) penderita Hidrosefalus dan Khusnun (5) penderita Stunting, yang memiliki berat badan hanya 5,7 Kg.

Perlu diketahui, Muhammad Riqi tersebut merupakan seorang anak yatim piatu dari keluarga tidak mampu yang saat ini di asuh oleh Suniah warga Dusun Srampon Desa Segobang Kecamatan Licin Banyuwangi. Sejak masih dalam kandungan, bapak Muhammad Riqi meninggal dunia.

Dan selang beberapa lama setelah melahirkan, ibu nya juga meninggal dunia. Akhirnya, bayi Muhammad Riqi di rawat oleh Yohani.

Namun tidak lama kemudian, Yohani meninggal dunia hingga akhirnya Riqi di rawat oleh Suniah, yang merupakan anak angkat dari Yohani hingga saat ini.

 

radiovisfm.com, Banyuwangi - Sebanyak 6 dari 15 orang pelaku pencurian kayu di kawasan hutan produksi milik perhutani di Banyuwangi berhasil ditangkap kepolisian, beserta diamankan barang bukti puluhan batang kayu jati dengan total transaksi mencapai puluhan juta rupiah.

Mereka mengaku mencuri kayu di beberapa TKP. Seperti di kawasaan hutan milik perhutani petak 72G RPH karetan BKPH Karetan masuk Desa Karetan Kecamatan Purwoharjo. Disini kepolisian menangkap tersangka Danarto (47) warga Desa Temurejo Kecamatan Bangorejo dengan barang bukti 4 batang kayu jati bentuk glondong, 1 unit kendaraan angkut jenis grandong, 1 unit gerobak kayu untuk mengangkut kayu serta 4 unit sepeda dayung.

Sementara, untuk pencurian di hutan milik perhutani petak 54B RPH Senepo utara BKPH Pesanggaran Dusun Seneposari Desa Barurejo Kecamatan Siliragung diamankan tersangka Miseno (50) warga Desa Sumbermulyo Kecamatan Pesanggaran dan Boiman (46) warga Desa Sumberagung Kecamatan Pesanggaran, dengan disita barang bukti 26 batang kayu jati bentuk glondongan, 1 unit kendaraan angkut jenis grandong dan 1 buah gergaji mesin.

Kasus ilegalloging ini juga terjadi di kawasan hutan milik perhutani petak 16B RPH Pecemengan BKPH Pedotan Dusun Pecemengan Desa Buluagung Kecamatan Siliragung, dengan diamankan tersangka Saenal (26) warga Desa Buluagung Kecamatan Siliragung beserta barang bukti 3 batang kayu jati bentuk gelondong, 1 unit sepeda motor dan 1 buah pecok.

Selanjutnya, kepolisian juga menangkap 2 tersangka lainnya yakni Imam Mukhlas (30) dan Bagus Febri (34) keduanya warga Desa grajagan Kecamatan Purwoharjo. Mereka melakukan pencurian kayu di kawasan jalan umum Dusun Krajan Desa Pesanggaran Kecamatan Pesanggaran, yang masuk dalam kawasan milik perhutani.
Disini, kepolisian menyita 1 unit truck warna kuning bernopol DK 9349 EQ, 1 unit ponsel dan 10 batang kayu jati glondong dengan rincian 7 batang masing masing berukuran 400 cm x 22 mm dan 3 batang ukuran 350 cm x 22 mm.

Dalam keterangan persnya, Senin (06/01/2020), Kapolresta Banyuwangi, Kombes Arman Asmara Syarifuddin mengatakan, pihaknya berhasil mengungkap 4 kasus ilegalloging dengan menangkap 6 dari 15 pelaku, sedangkan 9 orang lainnya dalam pengejaran dan menjadi Daftar Pencarian Orang (DPO).

“Dari pengungkapan kasus ini kepolisian mengamankan total 43 batang kayu jati bentuk glondongan beserta sejumlah barang bukti lainnya yang digunakan sebagai sarana angkut,” ujar Kapolresta.

Dari pengakuan tersangka, satu batang kayu jati tersebut di jualnya seharga Rp 400.000 kepada seorang pengepulnya. Sehingga total kerugian negara dari aksi para tersangka itu mencapai Rp 88 juta.

“Pencurian kayu ini dilakukan tersangka selama rentan pertengahan Desember hingga akhir Desember 2019. Setelah dilakukan pengembangan penyidikan, kepolisian berhasil mengungkap kasus ini sekaligus menangkap para pelakunya di awal Januari 2020,” papar Kombes Arman.

Sementara itu, di hadapan penyidik, para tersangka mengakui semua perbuatannya yang dinilai mereka telah melanggar hukum.

Kini, ke 6 tersangka beserta seluruh barang bukti hasil kejahatannya diamankan di Mapolresta Banyuwangi guna penyidikan lebih lanjut.

Dan atas semua perbuatannya, para tersangka di jerat pasal 83 ayat 1 jonto pasal 12 UU nomor 18 tahun 2013 tentang pencegahan dan pemberantasan perusakan hutan, dengan ancaman hukuman diatas 5 tahun penjara.

 

radiovisfm.com, Banyuwangi - Berdasarkan catatan kriminalitas kepolisian, di sepanjang tahun 2019 kasus pencurian kendaraan bermotor di wilayah Banyuwangi meningkat cukup segnifikan dibanding tahun 2018 lalu.

Dari data yang ada, kasus pencurian kendaraan bermotor mencapai 144 kasus sedangkan ditahun 2018 sebanyak 124 kasus.

Sementara di sepanjang tahun 2019, kasus yang terjadi di kawasan Banyuwangi juga masih di dominasi pencurian biasa sebanyak 157 kasus menurun dibanding tahun 2018 lalu yang mencapai 174 kasus. Penipuan ditahun 2019 sebanyak 139 kasus. Pencurian dengan pemberatan 104 kasus, perjudian 94 kasus, penganiayaan berat 88 kasus dan pencurian ringan sebanyak 46 kasus.

Dalam keterangan persnya, Selasa (31/12/2019), Kapolresta Banyuwangi AKBP Arman Asmara Syarifuddin mengatakan, selama tahun 2019 kasus pengeroyokan di Banyuwangi juga masih mendominasi yakni mencapai 40 kasus, penggelapan 32 kasus dan senjata tajam 27 kasus.

“Juga menangani kasus pencabulan anak dan illegal fishing seperti penggelapan baby lobser dan penemuan bahan peledak,” ungkap Kapolresta.

AKBP Arman menjelaskan, selain itu, kasus peredaran narkoba di wilayah Banyuwangi sebanyak 157 dengan jumlah tersangka laki laki mencapai 155 orang, perempuan 12 dan anak anak 2 orang.

“Untuk jumlah barang bukti yang diamankan kepolisian sabu sebanyak 93 gram, pil Trihexyphenidy l61 butir, ekstasi 1 butir dan psikotropika golongan IV sebanyak 1 buah,” imbuh Kapolresta.

Sementara di sepanjang tahun 2018, kasus narkoba yang ditangani Satuan Reskoba Polresta Banyuwangi mencapai 228 kasus.

Kapolresta memaparkan, peristiwa kecelakaan lalu lintas di Banyuwangi selama 2019 meningkat cukup segnifikan dibanding 2018.

Dimana, tercatat ada 884 kasus di tahun 2019 dengan korban meninggal dunia 239 orang, luka berat 19 orang dan luka ringan 1.046 orang.

“Sementara di tahun 2018 kasus kecelakaan kendaraan bermotor sebanyak 815 kasus dengan korban meninggal dunia 227 orang, luka berat 38 orang dan luka ringan 934 orang,” paparnya.

Lebih lanjut Kapolresta AKBP Arman mengatakan, selama tahun 2019, pihaknya tidak menangani kasus peredaran uang palsu seperti ditahun 2018 lalu yang mencapai 7  kasus.

“Demikian halnya dengan kasus pembunuhan yang dilaporkan hanya 1 kasus yakni yang dilakukan pria berkewarganegaraan Belanda yang selama ini bertempat tinggal di Lingkungan Gombengsari Kelurahan Gombengsari Kecamatan Kalipuro, dan hingga kini kasusnya masih terus bergulir,” ujar Kapolresta.

“Tersangka di duga membunuh mantan istrinya,” imbuhnya.

Dalam pengungkapan berbagai kasus selama 2019 ini, kepolisian mengamankan 29 unit sepeda motor, 2 unit mobil dan 195 unit ponsel.

radiovisfm.com, Banyuwangi - Sebanyak 99 personel kepolisian Polresta Banyuwangi menjalani Korp Raport Kenaikan Pangkat dan Pengabdian periode 1 Januari 2020.

Upacara ini di gelar di halaman Mapolresta Banyuwangi, Selasa (31/12/2019) dengan dipimpin langsung Kapolresta Banyuwangi AKBP Arman Asmara Syarifuddin yang diikuti seluruh perwira dan aparat kepolisian dari berbagai kesatuan.

Dari ke 99 personel tersebut, 15 personel dari pama serta 82 personel berpangkat Aipda, Aiptu, Bripka, Briptu dan Brigadir. Juga 2 personel kenaikan pangkat pengabdian.

Kapolresta AKBP Arman mengatakan, kenaikan pangkat ini bukan semata mata hak namun suatu bentuk apresiasi terhadap prestasi dan pengabdian para personel kepolisian tersebut di dalam menjalankan tugas tugasnya.

“Itu pun dilakukan dengan melalui proses tahapan yang selektif, sehingga ini patut di syukuri karena tidak semua anggota kepolisian secara otomatis bisa naik pangkat,” ujar Kapolresta.

Dalam kesempatan ini, Kapolresta berharap, bagi seluruh personel kepolisian yang naik pangkat untuk terus menunjukkan profesionalisme dengan semakin termotivasi meningkatkan kinerja yang lebih baik serta memberikan pelayanan yang terbaik kepada masyarakat.

“Jabatan ini merupakan amanah yang di pertanggung jawabkan pada negara dan institusi juga kepada Allah SWT,” tutur AKBP Arman.

Usai menjalani upacara, ke 99 personel yang mengalami kenaikan pangkat tersebut disiram bersama sama di tengah lapangan menggunakan mobil watercanon.

Kapolresta mengaku, ini merupakan proses rasa syukur yang dibangun pihaknya didalam mewujudkan bingkai kebersamaan. Sehingga mereka bersama sama merasakan suka duka pada saat maupun sebelum naik pangkat, karena didalam menjalankan kerja dipastikan banyak mengalami persoalan.

“Disini, para personel kepolisian membangun kepercayaan bersama tim work agar tetap solid dan mililitan,” tuturnya.

Kapolresta AKBP Arman mengaku, penyiraman para personel kepolisian yang mengalami kenaikan pangkat tersebut juga dinilai sebagai bagian proses dan improvisasi.

“Untuk menghidupkan kembali kebersamaan yang dibutuhkan di institusi kepolisian di dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat,” tutur Kapolresta.

Usai menggelar upacara Korp Raport Kenaikan Pangkat Polri Reguler dan Pengabdian tersebut, Kapolresta Banyuwangi AKBP Arman Asmara Syarifuddin berpesan kepada seluruh anggota polri agar selalu bersikap amanah dan ikhlas.

“Serta menjadikan setiap tugasnya sebagai lahan ibadah masing masing personel,” pungkasnya.

 



radiovisfm.com, Banyuwangi - Tim gabungan menggelar simulasi tanggap darurat bencana alam banjir, guna mensinergikan koordinasi dalam penanganan apabila benar benar terjadi bencana.

Dalam kegiatan yang di gelar di area tambak pakem Kelurahan Karangrejo Kecamatan Banyuwangi, Senin (06/01/2020) tersebut di gambarkan adanya banjir yang melanda kawasan setempat hingga menyebabkan banyak warga yang menjadi korban.

Disini juga di gambarkan adanya seorang perempuan dalam kondisi hamil tua dan butuh pertolongan untuk persalinan. Para petugas pun dengan sigap melakukan pertolongan warga terluka dan hamil tersebut untuk di bawa ke posko penanganan kesehatan, yang selanjutnya di larikan ke puskesmas terdekat menggunakan mobil ambulance.

Tim gabungan SAR ini melibatkan aparat kepolisian, TNI AD, TNI AL, Basarnas, BPBD juga petugas kesehatan serta dari dinas social dan tagana untuk menyiapkan konsumsi bagi para korban.

Hadir pula Kapolresta Banyuwangi Kombes Arman Asmara Syarifuddin, Dandim 0825 Letkol Infantri Yuli Eko Purwanto, perwakilan pangkalan TNI AL, BPBD, ketua Basarnas juga anggota dewan dan seluruh kapolsek pada jajaran Polresta Banyuwangi.

“Kegiatan simulasi tanggap darurat terhadap bencana banjir ini di alokasikan di 2 kecamatan bahwa ada sekitar 50 orang warga membutuhkan pertolongan,” kata Kombes Arman.

“Selanjutnya, tim SAR gabungan melakukan upaya pertolongan menggunakan perahu karet menembus genangan air untuk mengevakuasi para korban,” imbuhnya.

Bahkan menurut Kapolresta, di area simulasi ini juga di siapkan posko tanggap darurat korban banjir, posko klinik kesehatan lengkap dengan 5 orang tenaga medis serta posko untuk konsumsi logistik. Sehingga suasananya benar benar layaknya di lokasi kejadian bencana.

“Kesiapsiagaan tanggap darurat bencana alam yang salah satunya banjir ini, juga bertujuan untuk menstimulkan dan mengkoordinasikan serta mensinergikan baik dari aparat polri, TNI maupun pemerintah daerah dan tagana serta Basarnas dengan kelompok masyarakat untuk memberikan pertolongan kepada para korban, apabila memang di wilayah Banyuwangi benar benar terjadi bencana,” papar Kapolresta.

Sementara itu, Dandim 0825 Banyuwangi Letkol Infantri Yuli Eko Purwanto menambahkan, simulasi penanggulangan bencana ini dinilainya sangat bagus sebagai dasar latihan untuk mensinergikan dengan berbagai pihak, mengenai apa dan bagaimana yang harus dilakukan jika terjadi bencana.

“Tidak hanya satu instansi yang melakukan penanganan SAR namun semuanya saling bekerja sama seperti TNI, Polri, BPBD, Basarnas, pemerintah daerah juga PMI dan tagana,” ujar Dandim.

Sehingga menurut Dandim, masing masing petugas sudah bisa memahami tugasnya didalam melakukan penanganan agar tidak terjadi salah informasi dilapangan dan mementingkan satuannya sendiri.

“Dengan adanya SOP ini di harapkan semua penanganan bisa berjalan dengan baik sebelum maupun sesudah terjadinya bencana,” pungkasnya.

radiovisfm.com, Banyuwangi - Selama masa angkutan Natal dan Tahun Baru (Nataru) 2019/2020, PT KAI Daop 9 Jember telah mengangkut 171.581 pengguna jasa transportasi kereta api.

Masa Angkutan Nataru di kawasan Daop 9 Jember berlangsung selama 18 hari, terhitung sejak 19 Desember 2019 hingga 5 Januari 2020 dan dinilai terbilang sukses, aman, lancar, dan terkendali.

Manager Humas PT KAI Daop 9 Jember, Mahendro Trang Bawono mengatakan, dari sisi keselamatan PT KAI Daop 9 Jember kembali berhasil menerapkan standar “zero accident” selama masa tersebut.

“Dari sisi volume penumpang, terhitung selama angkutan Nataru 2019/2020, PT KAI Daop 9 Jember telah mengangkut 171.581 orang yang terdiri dari 14.773 penumpang kelas Eksekutif, 6.161 penumpang kelas Bisnis, dan 84.662 penumpang kelas Ekonomi serta 65.985 penumpang kelas Ekonomi Lokal,” papar Mahendro.

“Angka ini meningkat 10.60% jika dibandingkan masa angkutan Nataru tahun sebelumnya yang hanya sebanyak 155.139 penumpang,” tuturnya.

Selama masa Angkutan Nataru 2019/2020 ini, PT KAI Daop 9 Jember mengoperasikan 8 KA Jarak Jauh dan Menengah serta 4 KA Lokal dengan 8.224 tempat duduk yang disediakan setiap harinya.

Mahendro menambahkan, selama 18 hari penyelenggaraan masa Angkutan Nataru 2019/2020, jumlah volume penumpang tertinggi terjadi pada tanggal 23 Desember 2019 yakni 10.440 penumpang.

Sedangkan untuk volume penumpang terendah terjadi pada tanggal 19 Desember 2019 yakni 7.250 penumpang,” pungkasnya.

 

 

 

radiovisfm.com, Banyuwangi - Mobil terbakar di area SPBU di kawasan Kecamatan Muncar Banyuwangi, setelah mengisi BBM bersubsidi.

Peristiwa ini terjadi tepat di pintu keluar SPBU Kedungringin Desa Kedungringin Kecamatan Muncar, Jum’at (03/01/2020) sekira pukul 09.30 WIB.

Saat itu, kendaraan Daihatsu Zebra warna hijau bernopol DK 1458 BW yang dikemudikan Hariyono (50) dengan membawa istrinya, Dawiyah (50) keduanya warga Dusun Palurejo Desa Tembokrejo Kecamatan Muncar mengisi BBM jenis premium.

Kapolsek Muncar, Kompol Jaenur mengatakan, dari pengakuan pemilik kendaraan, tangki BBM sudah di modifikasi agar bisa mengisi BBM lebih banyak lagi karena untuk di jual kembali.

“Setelah mengisi BBM itulah, kendaraan keluar SPBU dan sesampainya di pintu keluar tiba tiba muncul percikan api yang tidak diketahui asalnya,” ungkap Kapolsek.

Bersamaan dengan itu kata Kapolsek, percikan api tersebut langsung mengarah ke BBM sehingga mobil langsung terbakar.

“Mendapati peristiwa ini, pasangan suami istri itu langsung keluar kendaraan untuk menyelamatkan diri,” kata Kompol Jaenur.

Namun naas, korban Hariyono mengalami luka bakar pada kakinya. Sedangkan Dawiyah mengalami luka bakar pada kaki dan tangannya. Selanjutnya kedua korban dilarikan ke RS MMC Muncar guna mendapatkan penanganan medis.

Kapolsek mengaku, dari hasil pengembangan penyidikan sementara kepolisian, di duga api berasal dari konsleting listrik di dalam kendaraan hingga merembet ke tangki BBM.

“Meski demikian, kepolisian terus melakukan upaya penyelidikan dengan memintai keterangan beberapa orang saksi mata juga korban,” papar Kapolsek.

Namun karena kondisi korban masih butuh perawatan, maka pemeriksaan terhadap keduanya akan dilakukan setelah mereka dinyatakan sembuh oleh tim medis.

Kapolsek menambahkan, jika dari hasil pemeriksaan nantinya kedua korban diduga bersalah telah memodifikasi tangki kendaraan untuk bisa mendapatkan BBM bersubsidi lebih banyak, maka kepolisian akan menerapkan beberapa pasal untuk menjeratnya.

“Kami menghimbau kepada seluruh masyarakat agar tidak memodifikasi tangki kendaraannya karena hal itu melanggar peraturan,” kata Kapolsek.

“Apalagi dimanfaatkan untuk mendapatkan BBM bersubsidi yang selanjutnya di jual kembali,” imbuhnya.

Selain itu, berubahnya bentuk tangki kendaraan dinilai sangat berbahaya bagi keselamatan pengendaranya.

 

Sign up via our free email subscription service to receive notifications when new information is available.
Advertisement