Top Stories

Grid List

radiovisfm.com, Banyuwangi - Pemkab Banyuwangi resmi mengumumkan dibukanya pendaftaran Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) 2019 dengan menerima formasi sebanyak 276 orang. Proses pendaftaran untuk menjaring para calon abdi negara tersebut dibuka mulai Senin (11/11/2019).

Sekretaris Kabupaten (Sekkab) Banyuwangi, Mujiono menyampaikan bahwa dari rekrutmen 276 orang CPNS tahun 2019 Banyuwangi tersebut terbagi untuk tenaga pendidikan dan kesehatan.

Formasi ini berdasarkan Peraturan Menteri PAN RB Nomor: 681 Tahun 2019 Tanggal 27 September 2019 Tentang Penepatan Kebutuhan Pegawai Negeri Sipil di Lingkungan Pemkab Banyuwangi Tahun 2019.

“Untuk rekrutmen CPNS, ada dua formasi yang bisa diakses oleh para pelamar, yakni formasi umum dan formasi disabilitas,” ujar Mujiono.

Formasi disabilitas diperuntukkan kalangan berkebutuhan khusus, tepatnya untuk tenaga pendidik jenjang Sekolah Dasar sebanyak 6 orang. Sedangkan sisanya formasi umum, 170 tenaga pendidik dan 100 tenaga kesehatan.

“Pada rekrutmen tahun ini, Pemkab Banyuwangi memang lebih mengutamakan pada tenaga pendidikan dan kesehatan. Selain karena kebutuhan yang mendesak, ini juga sebagai upaya pemkab untuk meningkatkan kualitas kehidupan masyarakat,” papar Mujiono.

Dijelaskan Mujiono, seperti halnya rekrutmen sebelumnya, pendaftaran CPNS tahun ini terintegrasi secara nasional. Warga yang berminat menjadi PNS bisa mendaftarkan diri secara daring (online) melalui portal sscasn.bkn.go.id.

Setelah masuk portal tersebut, calon pelamar bisa memasukkan akun SSCN 2019 dengan menggunakan Nomor Induk Kependudukan (NIK) dan nomor kartu keluarga (KK) atau NIK kepala keluarga.

“Lalu melakukan login menggunakan NIK dan password yang telah didaftarkan sebelumnya. Setelah itu, calon pelamar harus bisa meng-unggah foto diri memegang KTP dan kartu informasi akun. Kemudian melengkapi biodata,” papar Mujiono.

“Bagi pelamar dipastikan data yang diisikan telah benar,” pungkasnya.

Sementara itu, Kepala Kepegawaian dan Diklat (BKD) Banyuwangi, Nafiul Huda menambahkan, pengumuman dan persyaratan yang harus dilengkapi para calon pelamar CPNS tahun 2019, bisa diunduh di situs resmi BKD Banyuwangi. Yakni di alamat www.bkd.banyuwangikab.go.id.

“Adapun persyaratan yang dibutuhkan pendaftaran ini, antara lain formasi umum, memiliki kualifikasi pendidikan sesuai jabatan yang dbutuhkan,” ujar Huda.

Indek Prestasi Kumulatif (IPK) minimal 3,5 untuk perguruan tinggi terkadreditasi C, IPK 3,25 untuk akreditasi B dan IPK 3,00 untuk akreditasi A. Sedangkan formasi disabilitas, IPK minimal 2,75. Untuk formasi ini usia paling rendah 18 tahun dan paling tinggi maksimal 35 tahun saat pendaftaran.

Huda menambahkan, semua persyaratan ini bisa discan dan di file- kan, karena pendaftarannya menggunakan sistem online. Sehingga masyarakat bisa mendaftar dimana saja, yang penting ada jaringan internet.

“Tahap selanjutnya, pelamar memilih formasi dan jabatan sesuai pendidikan. Kemudian, lengkapi data yang ada dan unggah dokumen persyaratan ke portal SSCASN,” kata Huda.

Dan untuk memastikan apakah seluruh dokumen persyaratan berhasil diunggah, pelamar harus mengecek resume dan cetak kartu pendaftaran SSCN 2019. Data seluruh pendaftar akan diverifikasi oleh panitia seleksi CPNS.

“Bagi pelamar yang lolos seleksi administrasi, berhak melaju ke babak seleksi selanjutnya, yakni seleksi kompetensi dasar (SKD) dan seleksi kompetensi bidang (SKB),” tutur Huda.

Sementara bagi pelamar yang dinyatakan tidak memenuhi syarat (TMS) seleksi administrasi diberi waktu sanggah maksimal tiga hari. Sedangkan instansi (pemkab) diberi waktu maksimal tujuh hari untuk menjawab sanggahan tersebut.

“Pelamar hanya bisa mendaftar pada satu instansi dan satu formasi jabatan di kementerian, lembaga, pemerintah provinsi (pemprov) atau pemkab/pemerintah kota (pemkot),” pungkas Huda.

 

 

radiovisfm.com, Banyuwangi - Universitas Airlangga memilih Banyuwangi sebagai daerah dengan inovasi program pembangunan terbaik dan di anugerahi penghargaan “Inovasi Daerah Terbaik”.

Penghargaan ini di serahkan oleh Menteri Riset dan Teknologi/Kepala Badan Riset Inovasi Nasional (BRIN) Bambang Brodjonegoro dan Rektor Unair Prof M. Nasih kepada Bupati Banyuwangi Abdullah Azwar Anas di kampus Universitas Airlangga, Senin (11/11/2019).

Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa juga menerima penghargaan “Alumni Berprestasi” dari universitas yang berada pada posisi 651-700 terbaik dunia versi QS World University Ranking tersebut.

Penghargaan ini diberikan dalam rangka menyambut hari jadi (dies natalis) yang ke-65 tahun Universitas Airlangga (Unair), yang tengah melakukan pemeringkatan daerah-daerah dengan inovasi program pembangunan terbaik.

Banyuwangi terpilih sebagai peringkat pertama inovasi daerah terbaik, sehingga dianugerahi penghargaan “Inovasi Daerah Terbaik” dalam Airlangga Performance and Innovation Award.

Bupati Anas menyampaikan terima kasih kepada seluruh sivitas akademika Unair yang telah menyemangati Banyuwangi melalui apresiasi ini.

“Airlangga Performance and Innovation Award ini sebagai pelecut kami untuk terus berinovasi. Sehingga ini bukan semata-mata penghargaan, tapi sebenarnya justru tugas pemerintah daerah untuk terus berinovasi,” papar Bupati Anas.

Dijelaskan Bupati Anas, seperti apa yang dikatakan rector Unair Prof Nasih bahwa kreativitas dan inovasi adalah kunci bagi seluruh entitas, baik itu lembaga pendidikan, pemerintah, maupun dunia usaha, agar bisa berdaya saing.

Dalam pengantar Unair untuk Airlangga Performance and Innovation Award kategori “Inovasi Daerah Terbaik”, sejumlah inovasi Banyuwangi yang diapresiasi antara lain beragam inovasi sosial seperti Rantang Kasih (pemberian makanan bergizi gratis tiap hari untuk warga miskin lanjut usia), uang saku setiap hari dan tabungan pelajar kurang mampu, hingga pengembangan pariwisata melalui festival seni-budaya.

Sebelumnya, pada Oktober lalu, Banyuwangi juga kembali ditetapkan oleh Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) sebagai “Kabupaten Terinovatif” se-Indonesia.

Bupati Anas menambahkan, keberadaan lembaga pendidikan seperti Unair yang melakukan pemeringkatan inovasi daerah patut diapresiasi sebagai wujud evaluasi dari program-program yang dikembangkan berbagai daerah di Tanah Air.

“Terkadang pemerintah daerah sudah bekerja dan membuat indicator output-outcome sendiri serta menyatakan pekerjaan sudah dilakukan dengan baik,” ungkap Bupati Anas.

Sehingga dengan kehadiran Unair melalui ajang apresiasi seperti ini dinilainya bisa memberi acuan kepada daerah untuk bisa mengetahui berbagai inovasi yang telah di lakukan apakah berdampak ke masyarakat ataukah tidak.

“Inovasi yang dilakukan daerah tidak boleh hanya “asal beda”, melainkan harus berdampak pada peningkatan kesejahteraan sosial-ekonomi warga,” ujar Kabupaten Seluruh Indonesia (Apkasi) tersebut.

“Gimmick untuk membuat inovasi lebih menarik memang diperbolehkan, namun sasarannya harus jelas,” imbuhnya.

Dan Bupati Anas bersyukur, di Banyuwangi semua indikator menunjukkan kemajuan, tentu dengan sekian kekurangan yang ada.

“Misalnya, kemiskinan yang dulu selalu dua digit, sekarang bisa ditekan hingga 7 persen. Pendapatan per kapita naik dua kali lipat menjadi lebih dari Rp48 juta per orang per tahun,” pungkasnya.

 

radiovisfm.com, Banyuwangi - Guna meningkatkan pelayanan kepada masyarakat, Perusahaan Umum Daerah Air Minum (PUDAM) Banyuwangi akan melakukan penyesuaian tariff sebesar 14 persen pada 2020 mendatang.

Hal ini merupakan dampak dari inflasi yang secara otomatis menyebabkan berbagai bahan dasar juga mengalami kenaikan. Sehingga dari sisi biaya operasional dan perusahaan dinilai tidak tercukupi.

Direktur Utama PUDAM Banyuwangi, Widodo Waluyo mengatakan, penyesuaian tarif 14 persen tersebut dari tariff dasar, khususnya untuk rumah tangga.

“Yang lainnya mengikuti sesuai perhitungan. Jika pemakaiannya banyak ya pembayarannya juga banyak sehingga tidak dipukul rata,” ungkap Widodo.

“Dika dihitung secara normal, penggunakan air di tingkat rumah tangga per hari hanya 10 kibik, dengan perhitungan per orang menggunakan 60 liter air perhari,” paparnya.

Dijelaskan Widodo, penyesuaian tariff PUDAM ini sesuai ketentuan yang tertuang di Permendagri nomor 71 tahun 2016 untuk meningkatkan pelayanan pada masyarakat seiring dengan juga meningkatnya biaya operasional. Sebelumnya, terakhir kali PUDAM melakukan penyesuaian tariff ditahun 2017 lalu.

“Penyesuaian tariff ini adalah untuk meningkatkan cakupan pelayanan. Ditargetkan, disamping untuk meningkatkan kinerja dan pelayanan juga untuk meningkatkan cakupan pelayanan,” ujar Widodo.

Dia juga menargetkan, disetiap tahun pihaknya akan terus menambah jumlah warga Banyuwangi untuk bisa menikmati air bersih dari PUDAM.

“Saat ini sudah ada sekitar 60 ribuan lebih rumah tangga di 15 dari 25 kecamatan se Banyuwangi yang terlayani air bersih. Sementara di cabang pelayanan PUDAM untuk seluruh Kabupaten Banyuwangi baru sebesar 20,2 persen. Ini masih tergolong rendah,” papar  Widodo.

Sementara, cabang PUDAM Banyuwangi berada di kantor pusat, cabang Rogojampi, Muncar, Tegaldlimo, Genteng, Wongsorejo dan Gambiran.

Lebih lanjut Widodo mengatakan, pihaknya juga akan menjadikan air bersih PUDAM untuk siap minum. Saat ini di Banyuwangi baru diterapkan di 2 kawasan perumahan, yakni di Jati Khayangan dan Griya Harmoni.

“Ke depan akan dilakukan ke berbagai kawasan secara bertahap, mengingat wilayah Banyuwangi cukup luas. Juga tergantung dari kemampuan pendanaan yang ada,” kata Widodo.

Diakui Widodo, ini tidak mungkin hanya bersumber dari hasil rekening air saja namun juga bantuan dari APBN dan APBD. Dan di tahun 2020 mulai dikembangkan di wilayah utara. Salah satunya di kawasan Desa Ketapang Kecamatan Kalipuro karena kondisi secara tehnis dinilai sudah memenuhi syarat, tinggal pengaturan tehnisnya saja.

“Menjadikan air bersih PUDAM siap minum ini mengabdi pada Permenkes nomor 92 tahun 2010, yang didalamnya juga disebutkan tentang air minum,” imbuh Widodo.

Sementara itu, PUDAM Banyuwangi didirikan dan melakukan kegiatan operasional berdasarkan sejumlah landasan hukum. Diantaranya adalah, Peraturan Pemerintah nomor 54 tahun 2017 tentang Badan Usaha Milik Daerah. Juga Peraturan Menteri Dalam Negeri nomor 2 tahun 2007 tentang Organ dan Kepegawaian Perusahaan Daerah Air Minum.

Serta Perda nomor 8 tahun 1974 tentang Pendirian Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM), diubah Perda nomor 1 tahun 1988 tentang Pendirian PDAM Kabupaten Dati II Banyuwangi, diubah Peraturan Daerah Kabupaten Banyuwangi nomor 2 tahun 2018 tentang Perusahaan Umum Daerah Air Minum Kabupaten Banyuwangi.

Juga Peraturan Bupati Banyuwangi nomor 9 tahun 2008 tentang Struktur Organisasi dan Tata Kerja PDAM Kabupaten Banyuwangi, diubah Perbup Banyuwangi nomor 16 tahun 2017 tentang Perubahan Atas Peraturan Bupati Banyuwangi nomor 9 tahun 2008, diubah Peraturan Bupati Banyuwangi nomor 58 tahun 2018 tentang Petunjuk Pelaksanaan Peraturan Daerah Kabupaten Banyuwangi nomor 2 tahun 2018 tentang Perusahaan Umum Daerah Air Minum Kabupaten Banyuwangi.

radiovisfm.com, Banyuwangi - Untuk membedakan fungsi serta pemahaman masyarakat, kini BPJS Ketenagakerjaan menggunakan nama BP Jamsostek. Hal ini juga sebagai upaya untuk mengembalikan brand Jamsostek yang lebih dikenal masyarakat, sebelum akhirnya berganti nama menjadi BPJS Ketenagakerjaan.

Kepala Cabang BPJS Ketenagakerjaan Banyuwangi, Budi  Jatmiko mengatakan, di Indonesia ada 5 jaminan social terhadap warga negaranya. Yakni jaminan kesehatan, jaminan kecelakaan kerja, jaminan hari tua, jaminan kematian dan jaminan pensiun.

“Dari 5 jaminan tersebut di laksanakan oleh 2 penyelenggara yaitu BPJS Ketenagakerjaan dan BPJS Kesehatan,” ungkap Budi.

Diakui Budi, untuk BPJS Kesehatan hanya menyelenggarakan 1 program jaminan kesehatan. Sementara 4 program lainnya di selenggarakan oleh BPJS Ketenagakerjaan. Dan ketika mensosialisasikan kepada masyarakat, mereka hanya mengetahui BPJS Kesehatan dan belum memahami jika BPJS itu ada 2.

“Untuk membedakan dengan BPJS Kesehatan, maka BPJS Ketenagakerjaan kini menggunakan nama BP Jamsostek sekaligus untuk mengembalikan brand yang sudah ada,” kata Budi.

Pasalnya, sebelumnya nama Jamsostek sangat populer dan masyarakat lebih mengenal Jamsostek di banding BPJS Ketenagakerjaan.

 Meski demikian, Budi mengapresiasi keikutsertaan peserta BP Jamsostek mandiri di luar sector formal hingga akhir Oktober 2019 mencapai 12 ribu orang yang meliputi kantor cabang Banyuwangi dan Situbondo.

“Kepesertaan sector mandiri adalah mereka yang tidak bekerja untuk majikan, tapi bekerja sendiri yang sifatnya tidak terikat,” tutur Budi.

Sementara itu, hingga akhir Oktober 2019 total tenaga kerja di Banyuwangi yang menjadi peserta BP Jamsostek atau kepesertaan aktif sebanyak 86.421 orang, sedangkan di wilayah Situbondo baru mencapai 39.802 orang.

Dan ditahun 2019 ini ditargetkan ada 105.702 peserta. Namun rupanya meski tahun 2019 masih tersisa 2 bulan kedepan, total capaian jumlah kepesertaan sudah melampaui target yakni sebanyak 126.223 peserta.

Selain itu, penambahan kepesertaan BP Jamsostek di kantor cabang Banyuwangi sampai periode Oktober 2019 mencapai 77.678 peserta, sedangkan di Situbondo hanya sebanyak 13.196 peserta. Ditargetkan, di tahun 2019 ini total penambahan tenaga kerja sebanyak 97.164 peserta dan baru tercapai 90.874 peserta.

 

radiovisfm.com, Banyuwangi - Sebagai bentuk kepedulian terhadap sesame, jajaran kepolisian Polres Banyuwangi memberikan bantuan kepada seorang bocah yatim piatu penderita tumor di mukanya.

Kondisi Muhammad Riqi warga Dusun Srampon RT 02 RW 01 Desa Segobang Kecamatan Licin Banyuwangi tersebut cukup mengenaskan. Hampir separuh mukanya tertutup tumor yang ada di mata kanan dan nyaris sulit dikenali wajah aslinya.

Mendapati kondisi bocah berusia 9 tahun tersebut rupanya mengetuk hati aparat Polsek Giri bersama Bhayangkari Rating Giri untuk melakukan sesuatu yang bermanfaat dan bernilai ibadah.

Dengan didampingi langsung oleh Kapolsek Giri Banyuwangi, Iptu Suryono Bhakti, para anggota Bhayangkari Polsek Giri memberikan bantuan kepada Muhammad Riqi yang kini tengah di rawat intensif di RSUD Blambangan Banyuwangi.

Bahkan penyerahan bantuan ini, disaksikan langsung oleh Suniah yang selama ini merawat Riqi, serta perawat rumah sakit dan Kepala Dusun Serampon Desa Segobang.

Ketua Bhayangkari Polsek Giri, Malkah Aini Mufidah Suryono mengatakan, setelah dirawat beberapa hari, rencananya perawatan Riqi akan di rujuk ke rumah sakit Dr Soetomo Surabaya guna mendapatkan perawatan medis lebih lanjut.

“Bantuan yang kami berikan ini merupakan penggalangan dari para donator,” ungkap Malkah.

“Dedepan, setiap bulan akan diberikan bantuan sesuai kebutuhan yang diinginkan keluarga Muhammad Riqi,” imbuhnya.

Malkah mengaku, pihaknya juga telah memberikan bantuan serupa kepada 2 anak berkebutuhan khusus yang ada di wilayah Kecamatan Giri.

Yakni Hasan (9) penderita Hidrosefalus dan Khusnun (5) penderita Stunting, yang memiliki berat badan hanya 5,7 Kg.

Perlu diketahui, Muhammad Riqi tersebut merupakan seorang anak yatim piatu dari keluarga tidak mampu yang saat ini di asuh oleh Suniah warga Dusun Srampon Desa Segobang Kecamatan Licin Banyuwangi. Sejak masih dalam kandungan, bapak Muhammad Riqi meninggal dunia.

Dan selang beberapa lama setelah melahirkan, ibu nya juga meninggal dunia. Akhirnya, bayi Muhammad Riqi di rawat oleh Yohani.

Namun tidak lama kemudian, Yohani meninggal dunia hingga akhirnya Riqi di rawat oleh Suniah, yang merupakan anak angkat dari Yohani hingga saat ini.

 

radiovisfm.com, Banyuwangi - Dalam rangka merayakan HUT perusahaan ke 38 tahun sekaligus sebagai upaya memberikan manfaat kesehatan kepada masyarakat Banyuwangi, PT INKA menggelar pengobatan gratis serta gowes bersama.

Dalam rangkaian kegiatan INKA peduli ini di awali dengan acara bersepeda bersama dengan start dan finish di area Hotel Manyar Desa Ketapang Kecamatan Kalipuro, Sabtu (24/8/2019), bertemakan Gowes Osing Bike.

Hadir dalam kegiatan gowes ini Bayu Waskito Sudadi, Direktur Produksi PT INKA (persero) sekaligus bersama club gowes INKA, INCC. Selain dari internal INKA, gowes ini juga mengundang club club gowes BUMN di Banyuwangi, sekolah mitra binaan INKA, Forpimda Kabupaten Banyuwangi dan beberapa tokoh masyarakat.

Para peserta mengambil rute perkebunan, jalan berbatu, sawah, workshop INKA dengan tanjakan medium serta durasi menengah.

Bayu Waskito mengaku, Gowes Osing Bike ini diikuti 500 an perserta.

“Sebagai penyemangat, panitia menyiapkan berbagai hadiah yang luar biasa antara lain 60 paket asesoris sepeda, 30 unit hadiah elektronik, 10 unit sepeda dan 3 unit motor,” ujar Bayu.

“Rangkaian peringatan HUT INKA ini diadakan di 2 titik yaitu di Madiun dan Banyuwangi,” tuturnya.

Menurut Bayu, untuk di Madiun yang merupakan wilayah kantor pusat INKA, di gelar banyak kegiatan mulai lomba kompetensi, festival band, kelas kreatif, santunan yatim piatu juga pertandingan olah raga seperti badminton, basket dan futsal.

“Puncak rangkaian HUT ke 38 PT INKA ini, di laksanakan pada 31 Agustus 2019 mendatang di Madiun,” imbuh Bayu.

Di waktu yang bersamaan, panitia HUT INKA ke 38 juga melaksanakan agenda CSR INKA peduli berupa pengobatan gratis di Kantor Kelurahan Bulusan, yang diikuti 350 an warga setempat.

Kegiatan ini meliputi pengobatan umum gratis, peningkatan gizi balita, bantuan alat kesehatan disabilitas serta pemberian kacamata gratis juga berbagai pengobatan lainnya.

Usai membuka kegiatan ini, Senior Manager Humas Protokoler PKBL, Hartono mengatakan, INKA sengaja memilih kegiatan bidang olahraga dan kesehatan agar bisa langsung dirasakan oleh masyarakat.

“Utamanya bagi mereka yang kurang mampu agar bisa mendapatkan bantuan pemeriksaan kesehatan dan pengobatan gratis,” jelas Hartono.

“Ke depan, INKA juga akan menggelar pengobatan katarak gratis di Banyuwangi.,” tuturnya.

Hartono juga mengucapkan terima kasihnya atas dukungan dari banyak pihak sehingga INKA bisa melaksanakan kegiatan ini.

“Kami harap, kehadiran INKA di Banyuwangi bisa diterima serta mampu memberikan manfaat bagi warga di sekitar worshop PT INKA (persero),” pungkas Hartono.

radiovisfm.com, Banyuwangi - Selama Operasi Zebra Semeru 2019 digelar, Polres Banyuwangi berhasil menindak 3.092 pelanggaran yang di dominasi pengendara kendaraan bermotor di bawah umur.

Operasi Zebra Semeru di Banyuwangi digelar mulai 22 Oktober hingga 5 November 2019 yang dilaksanakan di seluruh wilayah di 25 Kecamatan di Banyuwangi dengan sasaran para pelanggar lalu lintas. Utamanya di berbagai lokasi yang masuk dalam daerah rawan kecelakaan dan pelanggaran lalu lintas.

Berdasarkan data yang ada, jumlah pelanggar pengendara di bawah umur sebanyak 298 orang. Tidak memakai helm 386, sabuk pengaman 188, menggunakan HP saat berkendara 47, melawan arus 49, tidak membawa kelengkapan surat surat kendaraan bermotor 1.565 serta jenis pelanggaran lain sebanyak 559.

Dalam keterangannya, Kapolres Banyuwangi AKBP Taufik Herdiansyah Zeinardi mengatakan, total pelanggaran selama Operasi Zebra Semeru 2019 ini meningkat sekitar 20 persen di banding tahun 2018 lalu yang sebanyak 2.592 pelanggar.

Dari operasi ini kepolisian menyita 3.092 barang bukti, diantaranya 224 lembar SIM, 2.807 lembar STNK dan 62 unit sepeda motor dalam kondisi tidak standart. Seperti knalpot blong, ban kecil juga tidak dilengkapi spion,” papar Kapolres.

Menurutnya, seluruh barang bukti tersebut diamankan di Mapolres Banyuwangi.

Para pemiliknya bisa mengambil kendaraannya jika seluruhnya sudah diganti dengan yang asli atau berstandart,” ungkap Kapolres.

Untuk penggantiannya pun kata Kapolres, harus dilakukan di lokasi di Mapolres Banyuwangi. Selain itu, si pemiliknya juga harus membawa surat surat kendaraan bermotor sebagai bukti kepemilikan.

Jika semua itu sudah terpenuhi, maka kendaraan bisa di bawa pulang kembali,” pungkas Kapolres.

Sementara itu, barang bukti yang disita kepolisian Polres Banyuwangi selama digelarnya Operasi Zebra Semeru 2018 lalu sebanyak 2.592. Yakni 178 lembar SIM, 2.345 lembar STNK dan sepeda motor sebanyak 69 unit.

 

 

radiovisfm.com, Banyuwangi - Korban meninggal dunia akibat kecelakaan kendaraan bermotor yang terjadi selama digelarnya Operasi Zebra Semeru 2019 di Banyuwangi, meningkat 400 persen dibanding tahun 2018 lalu di kegiatan yang sama.

Dari catatan kepolisian, korban meninggal dunia pada Operasi Zebra Semeru 2019 sebanyak 5 orang, sedangkan di tahun 2018 lalu pada operasi yang sama hanya sebanyak 1 orang. Sementara korban luka berat sebanyak 2 orang turun 33 persen dari tahun 2018 yang hanya 1 orang. Sedangkan korban luka ringan sebanyak 16 orang, naik 167 persen dari tahun 2018 yang hanya 6 orang.

Dan total kerugian material sebanyak 25 juta meningkat segnifikan mencapai 131 persen dibanding 2018 yang hanya 5.800.000.

Dalam keterangan persnya, Kapolres Banyuwangi AKBP Taufik Herdiansyah Zeinardi mengatakan, dari 12 kejadian kecelakaan lalulintas selama digelarnya Operasi Zebra Semeru 2019, hampir sebagian terjadi dikawasan Kecamatan Wongsorejo, utamanya di berbagai titik black spot atau rawan kecelakaan.

Ada pula terjadi di sejumlah kecamatan di wilayah Banyuwangi selatan,” tutur Kapolres.

Jumlah kecelakaan lalu lintas kali ini meningkat 71 persen dibanding tahun lalu yang hanya dikisaran angka 7 kejadian,” imbuhnya.

Dan belasan kasus kecelakaan lalu lintas ini, seluruhnya di akibatkan karena kelalaian para pengendara kendaraan bermotor yang mendahului kendaraan dengan kecepatan tinggi.

Dari puluhan korban itu diketahui tidak menggunakan helm,” pungkas AKBP Taufik.

Sementara itu, dari pelaksanaan Operasi Zebra Semeru 2019 ini, Polres Banyuwangi berhasil menindak 3.092 pelanggar yang didominasi pengendara kendaraan bermotor dibawah umur yang mencapai angka 298 orang. Juga pengendara sepeda motor tidak memakai helm sebanyak 386 pelanggar.

Sisanya pelanggaran tidak memakai sabuk pengaman, menggunakan ponsel saat berkendara, melawan arus, melebihi batas kecepatan serta tidak membawa surat surat kendaraan bermotor.

 

radiovisfm.com, Banyuwangi - Kepolisian mengaku masih belum menemukan titik terang mengenai penyebab kematian perempuan warga Lingkungan Karangasem Kelurahan Bakungan Kecamatan Glagah Banyuwangi, yang jenazahnya di temukan tergeletak di belakang rumahnya. Tepatnya di dekat selokan rel kereta api.

Jenazah Suwati (52) kini sudah di makamkan di pemakaman umum setempat setelah di lakukan otopsi oleh tim medis RSUD Blambangan Banyuwangi, karena pihak keluarga mencurigai kematiannya tidak wajar.

Pasalnya, di beberapa bagian tubuh jenazah korban di temukan pengelupasan kulit yang diduga akibat siraman benda panas cair.

Kapolsek Glagah Banyuwangi AKP Imron mengatakan, pengelupasan tersebut dimungkinkan karena benda panas cair dan bukan akibat dibakar dengan api.

Yang diduga adalah karena siraman air panas,” ungkap Kapolsek.

“Kepolisian masih belum bisa pastikan penyebab mengelupasnya kulit korban itu dan hingga kini masih di lakukan pengembangan penyidikan dengan memintai keterangan sejumlah saksi,” paparnya.

Kapolsek menjelaskan, saksi yang sudah dimintai keterangan adalah suami korban, Muhyi dan anak korban serta ketua RT setempat. Hasilnya, dari keterangan mereka dinilai belum ada perkembangan yang segnifikan mengenai kepastian penyebab kematian korban.

Menurut keterangan Muhyi, istrinya itu mempunyai riwayat darah tinggi. Selain itu, dalam setiap harinya, korban terbiasa memasak air putih cukup banyak untuk persediaan minum keluarganya,” ujar AKP Imron.

Oleh karena itulah, mulai muncul berbagai dugaan dari pihak keluarga mengenai penyebab kematian korban. Apakah disaat memasak air putih penyakit darah tingginya kumat sehingga air yang dalam kondisi masih panas tersiram ke sekujur tubuhnya ataukah sengaja ada yang menyiram.

Juga ada kemungkinan korban terjatuh di lokasi saat penyakit darah tingginya kumat dan meninggal dunia, lalu jenazahnya terpanggang di panas matahari. Mengingat saat ini cuaca di kawasan Banyuwangi terpantau cukup panas,” kata Kapolsek.

Diakui AKP Imron, kepolisian masih terus melakukan pengembangan penyidikan untuk melihat perkara ini ada unsur pidana ataukah tidak.

Sementara, terkait dengan adanya dugaan pembunuhan terhadap korban, AKP Imron mengaku pihaknya belum mendengar dan belum mengetahui informasi tersebut.

“Kepolisian belum menentukan penyebab kematian korban dan belum ada kejelasan. Dari hasil lidik sementara kepolisian pun, belum mengarah ke tindak pidana pembunuhan,” pungkas Kapolsek.

Sebelumnya, jenazah korban di temukan oleh warga setempat dalam posisi tergeletak di belakang rumahnya pada Selasa sore (29/10/2019).

Selanjutnya, jenazah korban di otopsi di RSUD Blambangan Banyuwangi atas permintaan pihak keluarga. Dan tim medis menyatakan, pada kepala bagian belakang kiri korban terdapat luka memar akibat trauma benda tumpul hingga terjadi pendarahan di otaknya.

Hal inilah yang diduga menjadi penyebab kematian korban. Selain itu, di beberapa bagian tubuh korban di temukan luka bakar cukup serius.

Sementara menurut pengakuan Muhyi, istrinya tersebut sudah tidak terlihat di rumahnya sejak Senin (28/10/2019). Dan dia menduga, istrinya berada di rumah anaknya di desa sebelah.

 

radiovisfm.com, Banyuwangi - Kapal Republik Indonesia (KRI) Bima Suci dengan membawa 103 taruna taruni Akademi Angkatan Laut (AAL) tiba di dermaga Pelabuhan Tanjungwangi Banyuwangi, Sabtu (9/11/2019), disambut cukup antusias oleh jajaran Forum Pimpinan Daerah dan masyarakat.

Tampak Bupati Banyuwangi, Abdullah Azwar Anas, Wakil Bupati Yusuf Widiatmoko bersama Kapolres AKBP Taufik Herdiansyah Zeianardi, Dandim 0825 Letkol Infantri Yuli Eko Purwanto, Danlanal Letkol Laut (p) Yulius Azz Zaenal serta Kepala Pengadilan Negeri, Purnomo Amin Tjahjo bersama sama menyambut kedatangan KRI Bima Suci yang memiliki panjang kapal 111,20 meter, lebar 13,65 meter, kedalaman lambung 5 meter dan tinggi layar 49 meter tersebut. Hadir pula sejumlah petinggi TNI AL, seperti Pangko Armada II Laksamana Muda Heru Kusmono, Gubernur AAL Laksamana Muda Hadi Sucipto, Danpus Penerbal Laksamana Pertama Edwin serta Kepala KSOP Letkol Laut Agus Winartono dan Palaksa Lanal Banyuwangi, Mayor Laut (p) Budi Setio.

Selain 103 taruna taruni AAL, kapal ini juga membawa 89 orang ABK dan 19 orang staf pelatih AAL sehingga total ada 211 orang.

Komandan KRI Bima Suci, Letkol Laut (p) Waluyo mengatakan, mereka baru saja menyelesaikan misi diplomasi dengan berlayar ke 9 negara selama 96 hari dalam satuan tugas Kartika Jala Krida 2019.

“Rute yang ditempuh dari Surabaya menuju ke Manila, Philipina, Jepang, Korea, Cina, Brunai Darussalam, Malaysia, Thailand, Myanmar, Batam, Australia lalu ke Banyuwangi,” ujar Waluyo.

Dan Senin (11/11/2019) KRI Bima Suci akan kembali ke Surabaya setelah menggelar berbagai rangkaian kegiatan di Banyuwangi.

Diantaranya, pada Sabtu siang (9/11/2019) para Taruna AAL tersebut melakukan kirab Genderang Suling sejauh 2 kilometer dari kantor Bupati Banyuwangi di Jalan Ahmad Yani menuju Pendopo Shaba Swagata Blambangan. Dalam kirab ini ditampilkan sejumlah atraksi serta penampilan ratusan siswa dengan baju etnik.

Selanjutnya, pada Minggu (10/11/2019) para taruna mengikuti upacara Hari Pahlawan di Lapangan Blambangan Banyuwangi di lanjutkan dengan tabur bunga di Dermaga Tanjung Wangi sebagai penghormatan kepada para pahlawan yang gugur memperjuangkan kemerdekaan Republik Indonesia. Tabur bunga ini dilakukan di tengah laut dari atas KRI Bima Suci.

 Setelah itu, rombongan berwisata ke Wisata Jopuro (Kampung Sidat binaan TNI AL).

“Di pilihnya Banyuwangi sebagai tempat sandarnya KRI Bima Suci ini karena perkembangan pariwisata maritimnya sangat luar biasa,” ungkap Waluyo.

“Pantai dan lautnya berkembang sangat pesat menjadi destinasi wisata yang menarik untuk dikunjungi, sekaligus mengenalkan pada masyarakat bahwa selain maritim, kelautannya juga sudah bagus,” paparnya.

Sementara KRI Bima Suci sendiri merupakan ikon luar biasa, sehingga menjadi hal yang sangat efektif untuk pengenalan terhadap kelautan dan kemaritiman.

Waluyo menambahkan, misi diplomasi ini merupakan kurikulum para taruna taruni AAL.

“Sebelum menyelesaikan pendidikan, mereka diwajibkan untuk mengikuti pelatihan Kartika Jala Krida 2019 selama 3 hingga 4 bulan,” tutur Waluyo.

Begitu sandar di dermaga Pelabuhan Tanjungwangi, para taruna taruni AAL di sambut dengan Tari Gandrung, tarian budaya Banyuwangi sebagai ucapan selamat datang.

Sementara itu, Bupati Banyuwangi Abdullah Azwar Anas mengucapkan terima kasih atas kepercayaan pihak TNI AL yang menjadikan Banyuwangi sebagai salah satu daerah tempat bersandarnya KRI Bima Suci tersebut.

“Karena ini untuk memperkenalkan Banyuwangi ke berbagai belahan dunia. Para taruna AAL juga akan mempunyai refrensi tentang Banyuwangi,” kata Bupati Anas.

“Sekaligus anak anak Banyuwangi bisa menjadikan KRI Bima Suci sebagai tempat mereka belajar untuk melihat bagaimana para pelaut Indonesia yang luar biasa,” ungkapnya.

Bupati Anas juga mengapresiasi para taruna tersebut yang harus berpisah dengan keluarganya hingga selama 3 bulan untuk mengabdi kepada negara didalam menjalankan tugas tugasnya.

“Diplomasi maritime dunia ini angat bagus karena sekaligus mempromosikan berbagai destinasi pariwisata di setiap daerah yang dikunjungi, termasuk Banyuwangi,” pungkas Bupati Anas.

Setelah menggelar kirab Genderang Suling, para taruna AAL akan di jamu makan malam oleh Bupati Anas di Pendopo Sabha Swagatha Blambangan.

 

radiovisfm.com, Banyuwangi - Setelah menyelesaikan misi diplomasi ke 9 negara, Kapal Republik Indonesia (KRI) Bima Suci singgah ke Banyuwangi dengan membawa 103 Taruna Taruni Akademi Angkatan Laut (AAL).

KRI Bima Suci yang memiliki panjang kapal 111.20 meter, lebar 13,65 meter, kedalaman lambung 5 meter dan tinggi layar 49 meter tersebut bersandar di pelabuhan Tanjung Wangi, Sabtu (09/11/2019).

Misi diplomasi KRI Bima Suci ini dilaksanakan sejak 5 Agustus 2019 lalu, membawa sebanyak 103 Taruna Taruna Akademi Angkatan Laut (AAL) yang tergabung dalam satuan tugas Kartika Jala Krida 2019 melakukan pelayaran ke 9 negara selama 96 hari.

Komandan Pangkalan TNI Angkatan Laut (Danlanal) Banyuwangi, Letkol Laut (P) Yulius Azz Zaenal mengatakan, mereka telah melakukan kunjungan ke 9 negara. Diantaranya Filipina, Jepang, Korea, Cina, Brunei Darussalam, Thailand, Malaysia, Myanmar, dan Australia. Baru setelah Australia ke Banyuwangi. 

Saat di Banyuwangi, ada beberapa rangkaian kegiatan yang dilakukan oleh para Taruna AAL,” ungkap Danlanal.

Setelah menyelesaikan misi pelayaran dan bersandar di Banyuwangi, mereka akan melakukan kirab Genderang Suling sejauh 2 kilometer dari kantor Bupati Banyuwangi di Jalan Ahmad Yani menuju Pendopo Shaba Swagata Blambangan,” paparnya.

Danlanal menjelaskan, dalam kirab ini ditampilkan sejumlah atraksi serta penampilan ratusan siswa dengan baju etnik. Selanjutnya, pada tanggal 10 November para taruna akan mengikuti upacara Hari Pahlawan di Lapangan Blambangan Banyuwangi. Setelah itu dilakukan tabur bunga di Dermaga Tanjung Wangi sebagai penghormatan kepada para pahlawan yang gugur memperjuangkan kemerdekaan Republik Indonesia.

Tabur bunga dilakukan di laut dari atas KRI Bima Ruci. Setelah itu, rombongan KRI Bima Suci berwisata ke Wisata Jopuro, Kampung Sidat binaan TNI AL,” tutur Danlanal.

Baru pada hari Senin, rombongan KRI Bima Suci akan bertolak dari Dermaga Tanjung Wangi menuju ke Surabaya. Pelepasan KRI Bima Suci akan dipimpin langsung oleh Bupati Banyuwangi Abdullah Azwar Anas. 

Dikonfirmasi terpisah, Bupati Anas mengajak masyarakat untuk menyambut dan menyaksikan salah satu kehebatan TNI AL sebagai pilar penjaga kedaulatan laut Indonesia dan komponen penting untuk mewujudkan Indonesia sebagai poros maritim dunia. 

Ini merupakan kesempatan bagi masyarakat untuk melihat secara langsung bagaimana TNI AL,” kata Bupati Anas.

“Sekaligus ini bisa menjadi bagian dari transformasi spirit nasionalisme dan profesionalisme TNI AL bagi anak-anak muda Banyuwangi,” pungkasnya.

 

radiovisfm.com, Banyuwangi - Hingga hari ke empat pencarian, Jum’at (8/11/2019), jenazah penumpang bus yang terjatuh ke laut di perairan selat bali belum juga di ketemukan.

Dikabarkan, penumpang bus atas nama Dominggus Tonggoronggo terjatuh ke laut pada Senin malam (4/11/2019) lalu. Saat itu, laki laki berusia 22 tahun itu menumpang bus Jawa Indah bernopol L 7852 UV dari Jakarta menuju Sumbawa, Nusa Tenggara Timur (NTT) bersama puluhan penumpang lainnya.

Bus tersebut naik ke kapal KMP Gilimanuk 1 berangkat dari dermaga Pelabuhan Ketapang Banyuwangi menuju Pelabuhan Gilimanuk Bali pada Senin malam (4/11/2019) sekira pukul 18.54 WIB.

Menurut keterangan beberapa orang saksi mata ke pihak kepolisian, saat itu korban berdiri di pinggir dek kapal. Dan secara bersamaan terjadi gelombang laut cukup tinggi mencapai 1 meter lebih disertai angin kencang. Di duga karena posisinya terlalu ke pinggir, menyebabkan korban terpeleset hingga terjatuh ke laut di posisi koordinat 114 derajat bujur timur.

“Korban terjatuh ke laut, saat kapal hendak bersandar ke Pelabuhan Gilimanuk Bali, sekira jarak 300 meter dari bibir dermaga,” ujar Kasat Polair Banyuwangi, AKP Subandi.

“Setelah dapat laporan masyarakat, kami bersama Basarnas Banyuwangi melakukan pencarian tubuh korban dengan menyisir di sepanjang perairan selat bali hingga malam hari tapi tidak berhasil,” paparnya.

Selanjutnya, pencarian dilakukan dengan melibatkan Satuan Polisi Air dan Basarnas Gilimanuk Bali disetiap hari.

Namun menurut AKP Subandi, hingga Jum’at (8/11/2019) pencarian juga belum membuahkan hasil.

“Pencarian ini dilakukan hingga Senin mendatang atau 7 hari pasca kejadian, sesuai dengan SOP yang ada,” tutur Kasat Polair.

“Jika hingga batas waktu maksimal tersebut belum juga membuahkan hasil, maka pencarian dihentikan,” pungkasnya.

Sementara itu, tim gabungan ini melakukan penyisiran di sepanjang perairan selat bali dengan berpencar di beberapa arah. Karena dikhawatirkan, jenazah korban terbawa arus laut disertai angin cukup kencang. Pasalnya, di kawasan perairan selat bali sendiri memiliki arus cukup kuat.

 

Sign up via our free email subscription service to receive notifications when new information is available.
Advertisement