radiovisfm.com, Banyuwangi - Pemkab Banyuwangi melakukan Softlaunching OsingPay, yang merupakan aplikasi transaksi keuangan berbasis online. Aplikasi ini sebagai upaya Banyuwangi di dalam mendorong melakukan transaksi non tunai terhadap warganya. 

Bupati Banyuwangi Abdullah Azwar Anas mengatakan, alat transaksi elektronik sudah menjadi tren pembayaran di era sekarang yang memberikan manfaat cepat dan bisa dilakukan dimana saja. 

“Sebagai daerah yang ramah teknologi, Banyuwangi juga tidak akan melewatkan manfaat alat transaksi elektronik tersebut. Apalagi OsingPay ini mengusung unsur kelokalan,” ujar Bupati Anas.

Hadir dalam acara Softlaunching tersebut Ustad Yusuf Mansur, Kepala Perwakilan Bank Indonesia Jember Hestu Wibowo dan Direktur Resiko Bisnis Bank Jatim Rizyana Mirda.

Berbeda dengan alat transaksi elektronik lainnya yang milik korporasi, OsingPay merupakan alat transaksi elektronik yang diusung oleh daerah. Nama OsingPay diambil dari kata Osing yang dikenal sebagai suku asli Banyuwangi. 

Bupati Anas menjelaskan, pada peluncuran Osingpay ini bukan nilai transaksinya yang di kejar, namun inilah langkah kecil Banyuwangi dalam menatap masa depan di tengah perkembangan teknologi dunia yang begitu pesat.

“Selain itu, value yang dimiliki OsingPay akan menjadi investasi dari warga Banyuwangi sendiri,” imbuhnya.

“Saya berharap, ini dapat mendorong inklusi keuangan di Banyuwangi, juga mendidik warga untuk melek keuangan,” tutur Bupati Anas.

Ke depan, OsingPay ini akan diaplikasikan di pedagang pasar tradisional Banyuwangi. Pengunjung pasar diharapkan akan terbiasa menggunakan pembayaran non tunai. 

Menurut Bupati Anas, ini sebagai upaya pemkab untuk menciptakan cashless society. Sehingga ibu-ibu akan terbiasa menggunakan dompet digital ini.

OsingPay menggandeng PT Veritra Sentosa Internasional (PayTren) dan Bank jatim untuk pengelolaan jasa keuangan tersebut.

“Kerja sama ini juga merupakan wujud dukungan kepada sistem pembayaran berbasis teknologi yang digerakkan oleh anak bangsa,” ungkapnya.

Bupati Anas menambahkan, PayTren sebagai perusahaan fintech yang benar-benar digerakkan anak bangsa.

“Bukan soal apa, ini hanya dukungan kecil dari Banyuwangi yang diharapkan bisa memudahkan masyarakat sekaligus mendukung kemandirian sistem pembayaran nasional,” pungkas Bupati Anas.

Komisaris Utama PayTren Ustaz Yusuf Mansur menambahkan, pihaknya memberikan apresiasi pada Banyuwangi yang telah menginisiasi kerjasama pembayaran elektronik berbasis lokal.

“Saya berharap langkah yang dilakukan oleh Banyuwangi ini bisa ditiru oleh daerah-daerah lainnya. Ini akan menggerakkan perekonomian lokal karena perputaran uang dan keuntungannya kembali lagi untuk daerah,” papar Yusuf Mansur.

Sehingga dianggap sangat baik untuk di duplikasi oleh daerah-daerah lainnya di Indonesia.

OsingPay bisa dimanfaatkan untuk pembayaran dan pembelian di berbagai merchant lokal seperti pusat oleh-oleh maupun berbagai layanan yang ada di aplikasi Osingpay. Misalnya untuk pembayaran pajak daerah, zakat ASN ke Badan Amil Zakat, PDAM, Listrik dan lain sebagainya. Aplikasi Osingpay sendiri bisa di unduh di play store.

 

radiovisfm.com, Banyuwangi - Dengan kompetisi E-sport yang di gelar pertama kalinya oleh Pemkab Banyuwangi, Bupati Abdullah Azwar Anas mendorong anak anak muda untuk menggeluti olah raga elektronik secara professional.

Kegiatan ini juga sebagai cara pemkab di dalam mengembangkan ekosistem gaming di Banyuwangi.

Hal itu dikatakan Bupati Anas saat menyaksikan pertandingan Banyuwangi e-sport competition, di Gedung Wanita Banyuwangi, Kamis sore (19/9/2019). Saat itu, Bupati Anas terlihat menyemangati para peserta yang memasuki babak final di hari kedua.

“Di ajang ini anak anak tidak hanya berkompetisi bermain games. Tapi juga untuk mengasah kemampuan bermain teknologi digital,” ungkap Bupati Anas.

“Ingat, jika sudah jago bermain diharapkan untuk terus meningkatkan kemampuannya supaya bisa ke tingkat yang lebih professional,” tuturnya.

Bupati Anas juga mengatakan, E-sport saat ini menjadi trend yang luar biasa di seluruh dunia dan menjadi trend anak-anak milineal.

E-sport bukan sekedar mainan biasa namun ada potensi ekonomi yang luar biasa dan sangat besar. Diakuinya, mungkin hal ini bagi sebagian orang melihat sesuatu yang biasa, namun sesungguhnya game online dan console ini adalah bagian dari industri 4.0 yang perlu diwadahi, selain juga value-nya yang sangat dahsyat.

“Karena itu, kami mengkompetesikan dengan harapan anak-anak muda bukan hanya bermain tapi nantinya juga ikut menciptakan permainan-permainan baru yang bisa bersaing dengan yang sudah ada,” papar Bupati Anas.

Banyuwangi E Sport Competition ini dilaksanakan selama dua hari, 18-19 September 2019. Pada hari kedua (19/09/2019) dilaksanakan final empat game yakni Mobile Legend, Arena of Valor (AOV), Counter Strike Global Offensive (CS:GO), Player Unknown’s Battleground (PUBG).

“Saat ini, E Sports juga sudah menjadi salah satu cabang olahraga yang masuk kualifikasi Pra Olimpiade. Ini menjadi kesempatan bagi anak-anak muda untuk mengembangkan hobinya ke level professional,” ujar Bupati Anas.

“Jika dikelola dengan positif dan profesional, eSport akan sama dengan olahraga dan industri lainnya yang menghasilkan peluang dan keuntungan,” imbuhnya.

Disisi lain, banyak bidang yang baru yang muncul seperti player, pelatih, manager, caster eSport, broadcasting e-sport dan lain sebagainya.

“Ajang ini juga untuk mencari bakat gamers yang nantinya bisa berkompetisi baik di level tingkat nasional bahkan dunia,” imbuh Bupati Anas.

Pada kesempatan itu, Menteri Komunikasi dan Informatika Rudiantara turut menyapa para peserta yang tengah berkompetisi.

Menteri Rudiantara memberikan ucapan selamat bertanding kepada para peserta E Sport Competition melalui video.

“e-Sport membuka banyak peluang bagi anak-anak muda Indonesia. Di antaranya adalah menjadi atlet e-sport yang bisa berlaga hingga ke tingkat dunia. Salah satunya e-sport dipertandingkan di Asian Games,” papar Menteri Rudiantara.

Dia mengaku senang dengan adanya kompetisi yang digelar oleh daerah seperti Banyuwangi ini yang dinilai bisa melahirkan atlet-atlet handal yang berprestasi dunia.

Selain menjadi atlet, peluang lain dari e-sport adalah menjadi developer. Rudiantara mencontohkan salah satu developer geme berbasis di Prancis, Gameloft, yang membangun aplikasinya adalah anak-anak yang bermukim di Jogjakarta.

“Potensi anak-anak muda daerah sangat besar dan semua peluangnya sama. Pemerintah juga mendorong, pembuatan game-game yang berkarakter nasional. Misalnya Gatot Kaca dan lainnya bahkan bisa juga karakter lokal daerah masing-masing,” papar Menteri Rudiantara.

Even yang juga di dukung perusahaan teknologi Dell ini diikuti 200 lebih gamer se-Banyuwangi yang telah terseleksi. Kompetisi mempertandingkan game-game  populer, yakni Mobile Legend, Arena of Alor (AOV), Counter Strike Global Offensive (CS:GO), Defense of the Anncienst (DOTA) 2, Player Unknown’s Battleground (PUBG) dan Free Fire. Pertandingan semakin meriah dengan adanya penampilan dari cosplayer PUBG yang menarik perhatian dari para pengunjung yang datang dengan aksinya

 

 

 

radiovisfm.com, Banyuwangi - Banyuwangi kembali menggelar Jazz Gunung Ijen di akhir pecan ini, yang menawarkan pemandangan berlatar belakang kawasan persawahan dengan ratusan patung terakota penari gandrung.

Kegiatan ini di helat pada Sabtu (21/9/2019) di Amphiteater Taman Gandrung Terakota, di kawasan Jiwa Jawa Resort Kecamatan Licin Banyuwangi di ketingggian 600 mdpl, dengan bintang tamu Tompi danYura Yunita.

Jazz Gunung Ijen ini digelar oleh Jazz Gunung Indonesia selaku promotor, yang siap kembali dengan rangkaian gelaran jazz gunung series-nya.

Dikatakan Bupati Banyuwangi Abdullah Azwar Anas, Jazz Gunung Ijen telah menjadi rangkaian festival musik jazz yang rutin digelar Banyuwangi. Even ini turut mewarnai beragamnya atraksi pariwisata di Banyuwangi.

“Banyuwangi mempunyai destinasi wisata yang lengkap, ada pantai, hutan dan gunung. Jazz Pantai sudah di gelar Agustus lalu dan sekarang saatnya Jazz gunung Ijen yang melengkapi atraksi wisata di kawasan pegunungan di Banyuwangi,” papar Bupati Anas.

Musisi jazz nasional seperti Tompi dan Yura Yunita siap menghibur para penikmat jazz. Tidak lupa Djaduk Ferianto’s Ring of Fire Project juga akan tampil.

Jazz Gunung Ijen akan menjadi salah satu pagelaran musik yang spesial, mengingat kapasitas pengunjung hanya 800 orang membuat suasana acara ini menjadi lebih intim dan hangat akan interaksi antara penampil dengan penonton yang hadir. Terlebih lagi, Jazz Gunung Ijen juga menjadi bagian kalender wisata Majestic Banyuwangi Festival 2019.

Pengelola Jiwa Jawa Ijen, Bagas Pramono, mengatakan jazz gunung hadir dengan energi yang sama yakni “Jazz Bersaksi Untuk Ibu Pertiwi”.

Dimana, Jazz Gunung Ijen melanjutkan pesan bahwa musik jazz sebagai sebuah simbol kebebasan berekspresi, menyuarakan perlawanan, hingga semangat perubahan, ialah sedikit dari banyaknya makna jazz dikehidupan manusia.

“Menariknya, jazz juga hadir sebagai harmonisasi dari segala perbedaan yang ada,” ungkap Bagas.

Pada tahun ini, Jazz Gunung Ijen turut dimeriahkan oleh musisi-musisi idola tanah air, di antaranya adalah Djaduk Ferianto’s Ring of Fire Project feat. Endah Laras dan Ricad Hutapea menampilkan repertoar lagu-lagu Didi Kempot; serta Tompi yang siap membawakan tembang- tembang populernya.

Juga ada Yura Yunita seorang penyanyi muda berbakat yang baru saja merilis album keduanya bertajuk Merakit, serta Parkdrive band acid-jazz, soul, funk, rnb yang baru saja kembali bersama album terbarunya setelah satu dekade hiatus dari dunia permusikan, dan MLD Jazz Project Season 4.

Dan tidak lupa, Bintang Mencari Bintang yang merupakan proyek pemain bass Bintang Indrianto dalam mencari talenta-talenta anyar dari muda-mudi Banyuwangi untuk tampil di jazz Gunung Ijen 2019.

“Sagasan proyek Bintang Mencari Bintang dicetuskan oleh Sigit Pramono sebagai rangkaian pra-acara Road to Jazz Gunung Ijen 2019, dengan tujuan agar menghasilkan regenerasi musisi jazz lokal sehingga tercipta ekosistem yang baik bagi kancah musik jazz tanah air,” papar Bintang Indrianto.

Selain pertunjukan musik, di Taman Terakota Gandrung pengunjung juga dapat menikmati santap makanan dari beberapa gerai yang tersedia di area Jiwa Jawa Resort Ijen, di antaranya Roemah Tjoklat, Java Banana Ijen, Warung Sabin, dan pemilik makanan lainnya.

Amfiteater Taman Gandrung Terakota telah menjadi situs wisata budaya yang wajib dikunjungi apabila berkunjung ke kawasan kaki gunung Ijen.

Mengingat telah hadirnya pagelaran sendratasi Meras Gandrung yang merupakan budaya tari asli Banyuwangi yang secara rutin terselenggara di tiap bulannya berkat komitmen bersama antara pihak swasta, seniman lokal, dan Pemkab Banyuwangi untuk ikhtiar melestarikan budaya dan memajukan pariwisata Banyuwangi.

Bagas menambahkan, untuk mendapatkan tiket Jazz Gunung Ijen, bisa didapatkan melalui website www.jazzgunung.com.

 

 

 

 

radiovisfm.com, Banyuwangi - Pimpinan DPRD Banyuwangi periode 2019-2024 resmi terbentuk. Empat anggota dewan dilantik sebagai pimpinan lembaga legislatif tersebut.

Politikus Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) I Made Cahyana Negara dilantik sebagai Ketua DPRD. Sementara itu, M. Ali Mahrus asal Partai Kebangkitan Bangsa (PKB), Michael Edy Hariyanto asal Partai Demokrat (PD), serta Ruliyono asal Golkar dilantik sebagai wakil ketua dewan.

Begitu dilantik, Made menyatakan siap membawa “gerbong” DPRD Banyuwangi untuk berkontribusi pada percepatan pembangunan Banyuwangi.

“Saya siap melaksanakan fungsi DPRD seoptimal mungkin. Baik fungsi pembuatan peraturan daerah (perda), fungsi anggaran (budgeting), maupun fungsi pengawasan,” papar Made.

Sementara itu, prosesi pelantikan pimpinan definitif DPRD Banyuwangi dilaksanakan dalam forum rapat paripurna yang dipimpin Ketua Sementara DPRD I Made Cahyana Negara, Kamis (19/9/2019).

Acara sakral tersebut dihadiri Bupati Abdullah Azwar Anas beserta segenap anggota Forum Pimpinan Daerah (Forpimda) Banyuwangi.

Hadir pula para anggota Komisi Pemilihan Umum (KPU) dan Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Banyuwangi.

Dalam kesempatan itu, Bupati Anas berharap agar kerjasama yang baik antara eksekutif dan legislatif yang terjalin selama ini terus ditingkatkan.

“Saya menganalogikan DPRD sebagai sebuah gerbong kereta api (KA) yang baru. Saya optimis dengan 4 pimpinan baru dan gerbong baru ini akan semakin membawa kemajuan bagi Banyuwangi,” ujar Bupati Anas.

Bupati Anas menambahkan, eksekutif tidak bermakna apa-apa jika legislatifnya tidak jalan, begitu juga sebaliknya.

“KA tidak akan bisa jalan jika relnya rusak. Karena itu antara legislative dan eksekutif harus lebur menjadi satu,” ungkapnya.

Bupati Anas mengajak semuanya meletakkan hiruk pikuk agenda politik agar tidak sampai mencederai agenda yang disepakati bersama, yakni berjuang demi kesejahteraan rakyat.

Empat pimpinan dewan yang dilantik tersebut merupakan “utusan” dari empat parpol peraih suara terbanyak pada Pemilihan Umum (Pemilu) 2019. Rinciannya, PDIP sebagai pemenang pemilu 2019 dan pemilik kursi terbanyak di DPRD, berhak atas kursi ketua DPRD.

Sedangkan tiga parpol lainnya berhak menduduki kursi wakil ketua DPRD.

 

 

radiovisfm.com, Banyuwangi - Ratusan botol Minuman Keras berbagai jenis berhasil diamankan personel Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Banyuwangi dari kawasan wisata Pulau Merah Kecamatan Pesanggaran.

Razia ini dilakukan di 9 warung milik para pedagang setempat dan di 2 homestay. Hasilnya, Satpol PP berhasil mengamankan 267 botol minuman keras berbagai jenis yang masing masing memiliki kadar alcohol 5 persen ke bawah.

Kasat Pol PP Banyuwangi, Anacleto Da Silva mengatakan, dari ratusan botol minuman keras yang disita pihaknya tersebut di dominasi jenis bir.

“Dari hasil investigasi kami, para pemilik warung dan homestay mengaku sengaja berjualan minuman keras tersebut karena untuk melayani permintaan para wisatawan, utamanya wisatawan asing,” ujar Anacleto.

Seluruh warung yang dirazia tersebut berada di kawasan pinggir pantai Pulau Merah.

“Silahkan kalau para pemilik warung dan homestay berjualan minuman alcohol, tapi yang terpenting ada ijin dari pemerintah provinsi Jawa Timur. Sedangkan tehnis perijinannya juga ada keterlibatan dari Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Kabupaten Banyuwangi,” papar Anacleto.

Diakui Anacleto, meski alasannya untuk konsumsi turis bukan berarti tidak ada ijinnya. Semua minuman keras golongan A dalam bentuk apapun di wajibkan ada ijin dari Propinsi.

Lebih lanjut Anacleto mengatakan, razia ini dilakukan setelah pihaknya mendapat laporan dari masyarakat. Dan setelah di datangi ke lokasi, rupanya memang benar sejumlah warung menjual minuman keras tersebut.

“Awalnya, satu warung di razia dan pemiliknya merasa tidak terima sehingga menunjukkan kepada petugas bahwa beberapa warung lainnya juga menjual minuman keras yang sama,”  kata Ancaleto.

Hingga akhirnya, razia pun di lakukan di beberapa warung tersebut dan berhasil disita ratusan botol minuman keras.

Setelah diamankan, seluruh minuman keras berbagai jenis tersebut diamankan di Mako Satpol PP Kabupaten Banyuwangi untuk dilakukan proses lebih lanjut.

 

 

radiovisfm.com, Banyuwangi - Setelah 9 tahun menjabat sebagai Kabag Humas dan Protokol, kini Juang Pribadi dilantik menjadi Kepala Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Dispendukcapil) Banyuwangi definitif.

Pengangkatan ini berdasarkan keputusan Menteri Dalam Negeri nomor 821.224038 tahun 2019 tentang pengangkatan dan jabatan pimpinan tinggi pratama selaku Kepala Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil Banyuwangi.

Pelantikan dan pengambilan sumpah jabatan di laksanakan di ruang Rempeg Jogopati Kantor Pemkab Banyuwangi, Kamis malam (19/9/2019) dengan dipimpin langsung Bupati Abdullah Azwar Anas.

Bersamaan dengan itu, juga di lantik Budi Sarwoto menjadi Lurah Banjarsari Kecamatan Glagah, yang sebelumnya sebagai Kasi Tata Pemerintahan dan Ketertiban Umum Kecamatan Kalipuro.

Serta Fransiska Sudarmi menjadi Kabag Tata Usaha RSUD Genteng, setelah sebelumnya menjabat sebagai Kabid Penagihan dan Pemeriksaan Bapenda Banyuwangi.

Dan Kepala Dinas Sosial, Edy Supriyono dalam jabatan barunya sebagai Staf Ahli Bidang Hukum, Pemerintahan dan Pembangunan.

Bupati Anas menyampaikan bahwa, pelantikan Kepala Dispendukcapil ini harus segera dilaksanakan setelah ada putusan dari Menteri Dalam Negeri.

“Karena jika tidak, maka Pemkab Banyuwangi akan mendapat teguran sehingga saya harus segera melantik,” ungkap Bupati Anas.

Dengan diangkatnya Juang Pribadi menduduki posisi Kepala Dispendukcapil tersebut diharapkan bisa menyelesaikan permasalahan KTP yang dinilainya sudah sangat jelas.

“Tinggal jemput bola, mengidentifikasi, berkomunikasi dan berkoordinasi untuk meningkatkan pelayanan pada masyarakat,” kata Bupati Anas.

“Saya optimis pak Juang bisa mengatasi permasalahan itu, karena sudah 9 tahun mengayomi dan membangun komunikasi di secretariat daerah,” ujarnya.

Bupati Anas menambahkan, keberadaan Fransiska Sudarmi tersebut juga diharapkan bisa melakukan pembenahan di RSUD Genteng agar ikut menyempurnakan optimalisasi pelayanan. Mengingat Fransiska dinilai cukup ahli dalam hal keuangan.

“Saya mengapresiasi kondisi RSUD Genteng yang saat ini sudah bersih dan pelayanannya cukup bagus. Karena selama ini, kesannya yang mendapat perhatian hanyalah di wilayah utara. Tapi kini mulai menyeluruh ke berbagai sector termasuk di wilayah selatan,” papar Bupati Anas.

Sementara itu, Juang Pribadi mengaku akan terus berinovasi agar kualitas layanan pada masyarakat yang di berikan Dispendukcapil terus meningkat.

“Saya akan berkolaborasi dan berkoordinasi dengan instansi lain, untuk bersama sama menyukseskan berbagai program Pemkab Banyuwangi,” pungkas Juang.

 

radiovisfm.com, Banyuwangi - Pemkab Banyuwangi menggelar kompetisi Elektronik Sport (e-Sport) guna mewadahi minat dan bakat generasi muda di wilayah setempat.

Event yang di gelar untuk pertama kalinya ini berlangsung selama dua hari, 18-19 September 2019 yang diikuti oleh 217 peserta dari tingkat SMA dan mahasiswa se-kabupaten.

Bupati Banyuwangi Abdullah Azwar Anas mengatakan ajang perlombaan e-Sport tersebut untuk menyalurkan minat dan bakat generasi muda di bidang ini. Karena di era saat ini eSport dinilai telah menjadi trend hobi generasi milenial.

“Kami tidak dapat membendung trend yang terus berkembang dan yang bisa dilakukan pemda adalah mengarahkan agar tidak melampaui batas,” ujar Bupati Anas.

“Saat ini e-Sports juga sudah menjadi salah satu cabang olahraga yang masuk kualifikasi Pra Olimpiade,” imbuhnya.

Sehingga ini menjadi kesempatan bagi anak-anak muda untuk mengembangkan hobinya ke level profesional. Jika dikelola dengan positif dan profesional, eSport akan sama dengan olahraga dan industri lainnya yang menghasilkan peluang dan keuntungan. Sehingga banyak bidang baru yang muncul seperti player, pelatih, manager, caster eSport, broadcasting e-sport dan lain sebagainya.

“Selain itu, ajang ini juga untuk mencari bakat gamers yang nantinya bisa berkompetisi baik di level tingkat nasional bahkan dunia,” tutur Bupati Anas.

Pelaksana tugas (Plt) Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Budi Santoso menambahkan, animo peserta kompetisi ini sangat besar. Saat pendaftaran jumlahnya mencapai 2000 orang.

“Kompetisi ini telah dimulai dengan babak penyisihan sejak satu bulan lalu,” kata Budi.

“Untuk even pertama ini dibatasi, karena fasilitas pendukungya masih terbatas. Namun ke depan akan lebih ditingkatkan,” tuturnya.

Esport ini juga sebagai pengembangan kabupaten Banyuwangi sebagai daerah yang telah bertransformasi sebagai daerah yang maju dalam bidang teknologi informasi.

Sebanyak 1000 titik wifi tersedia di seantero kabupaten. Bahkan jaringan fiber optik juga telah mengaliri 189 desa se Banyuwangi.

Even yang juga di dukung perusahaan teknologi Dell ini mempertandingkan game-game populer. Seperti Mobile Legend, Arena of Alor (AOV), Counter Strike Global Offensive (CS:GO), Defense of the Anncienst (DOTA), Player Unknown’s Battleground (PUBG) dan Free Fire.

Ditambahkan perwakilan Dell Jawa Timur, Sugeng Sumarto, eSport telah menjadi sebuah dunia baru yang menjanjikan. Bahkan penjualan notebook khusus gaming telah mengalahkan penjualan notebook konvensional.

Dell sendiri telah mengeluarkan seri notebook gaming G3 dan G7.

“Dua tahun ini perkembangan eSport luar biasa. Hadiah eSport bahkan mengalahkan pertandingan olahraga konvensional,” kata Sugeng.

Menurutnya, ini juga berkorelasi pada penjualan notebook, pertumbuhan notebook gaming  bisa 10 persen secara nasional.

“Sementara notebook konvensional justru stagnan karena sudah terconvert ke smartphone dan tablet,” pungkas Sugeng.

More Articles ...