radiovisfm.com, Banyuwangi - Guna meningkatkan pendidikan yang lebih berkualitas, Pemkab Banyuwangi kembali membagikan paket bimbingan belajar (bimbel) online gratis "Ruangguru" bagi ratusan pelajar desa.

Ada 800 pelajar tingkat SD dan SMP se-Banyuwangi yang tinggal di wilayah pedesaan yang bakal mendapat paket ini.

Bupati Banyuwangi Abdullah Azwar Anas mengatakan, banyak siswa yang telah merasakan manfaat dari program ini semenjak dirilis pada Februari 2018 lalu. Pada tahun lalu, pemkab membagikan paket bimbel online ini kepada 200 siswa.

“Sekarang ditambah empat kali lipat supaya lebih banyak siswa yang mendapatkan manfaat program ini,” kata Bupati Anas.

“Mengingat, siswa yang mendapatkan paket bimbel itu "wajib" sharing dengan empat kawan lainnya yang kurang mampu. Sehingga pemkab bisa mengoptimalkan program tersebut hingga 4 ribu siswa,” paparnya.

Bupati Anas menambahkan kolaborasi dengan startup teknologi pendidikan "Ruangguru" ini merupakan upaya pemerataan pendidikan yang berkualitas di Banyuwangi.

Kolaborasi yang telah dikerjakan sejak 2018 lalu tersebut, bertujuan untuk membuka akses seluas mungkin bagi pelajar di desa, terutama yang kurang mampu untuk mendapatkan berbagai pembelajaran berbasis digital secara gratis.

“Dengan adanya Ruangguru, saat ini semua siswa bisa mendapatkan pelajaran tambahan,” tutur Bupati Anas.

“Di Banyuwangi, pemkab memfasilitasi siswa yang kurang mampu untuk mengakses program ini. Sehingga anak mampu dan tidak mampu sekarang bisa menikmati bimbingan pelajaran tambahan,” imbuhnya.

Metode belajar Ruangguru yang berbasis digital yang sangat efektif dan efisien ini dinilai sangat mudah diikuti. Ruangguru merupakan perusahaan teknologi berbasis pendidikan yang didirikan pada tahun 2014. Startup ini berkembang sangat pesat, dan menjadi bimbingan belajar (bimbel) berbasis online yang terbesar di Indonesia dengan lebih dari 6 juta pengguna dari seluruh Indonesia.

Kini Ruangguru menjadi partner belajar para millennials. Ruangguru didirikan oleh anak muda Indonesia berbakat, yakni Belva Devara dan Iman Usman. Belva Devara kini menjadi staf khusus Presiden Jokowi dari kalangan milenial.

“Tahun ini ada 800 paket bimbel yang dibagikan kepada pelajar tingkat SD dan SMP, masing-masing 400 paket secara gratis,” ujar Plt Kepala Dinas Pendidikan Banyuwangi, Suratno.

“Tahun ini meningkat dari tahun sebelumnya yang hanya 200 paket per jenjang,” imbuhnya.

Sasarannya diutamakan anak-anak yang masih terkendala dalam mengakses sumber belajar. Yakni pelajar miskin dan pelajar yang berada di pedesaan.

Dari aplikasi ini, Suratno berharap, pelajar akan mendapatkan kemudahan dalam mengakses konten pembelajaran seperti video edukasi dan buku. Selain itu, juga ada menu private bimbel (les privat) yang akan semakin memudahkan siswa dalam belajar.

“Untuk siswa kelas 4 dan 5, bisa mengakses konten video dan buku. Sedangkan untuk kelas 6 SD dan 7-9 SMP ditambah dengan menu les private melalui aplikasi whatsapp maupun video call sehingga akan sangat membantu mereka dalam belajar,” papar Suratno.

Diakui Suratno, dengan fasilitas ini, pihaknya berharap gairah belajar siswa Banyuwangi akan semakin meningkat.

 

radiovisfm.com, Banyuwangi - Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Banyuwangi mengidentifikasi, memasuki musim penghujan ada 26 desa di 10 kecamatan yang masuk daerah rawan banjir.

Seperti di Kecamatan Wongsorejo yang berada di wilayah Banyuwangi paling utara, khususnya di Desa Bajulmati. Juga di Kecamatan Kalipuro ada di Desa Ketapang, Kecamatan Banyuwangi kota mulai Kelurahan Lateng hingga Pakis, utamanya yang ada di area tepi pantai berdekatan dengan muara sungai.

Kecamatan Kabat di 3 desa, serta 4 desa di Kecamatan Rogojampi, 2 desa di Kecamatan Blimbingsari, 6 desa di Kecamatan Muncar, 1 desa di Kecamatan Purwoharjo, 4 desa di Kecamatan Pesanggaran serta 2 desa di Kecamatan Singojuruh yakni Benelan Kidul dan Alas Malang yang pernah terjadi banjir bandang di tahun 2018 lalu.

Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik pada BPBD Banyuwangi, Eka Muharram mengatakan, selain rawan banjir, pihaknya juga mengidentifikasi 13 kecamatan yang masuk daerah rawan longsor.

“Diantaranya Kecamatan Wongsorejo, Kalipuro, Giri, Glagah, Licin, Songgon, Sempu, Singojuruh. Glenmore, Kalibaru. Pesanggaran dan Bangorejo,” ungkap Eka.

“Sejumlah kawasan yang masuk rawan banjir itu hampir seluruhnya berada di pinggir pantai dan berdekatan dengan muara sungai. Sedangkan yang rawan longsor berada di area pegunungan,” paparnya.

Untuk itulah, diharapkan masyarakat yang berada di sejumlah lokasi tersebut segera melapor ke pihak pihak terkait jika terjadi bencana alam supaya bisa segera ditindak lanjuti dengan cepat.

Eka menjelaskan, potensi ancaman banjir di Banyuwangi progresnya terus meningkat di setiap tahun. Apalagi ancaman tersebut semakin meningkat dengan adanya lahan dan hutan di kawasan Gunung Ijen Banyuwangi yang setelah terbakar beberapa waktu lalu.

“Disini, ada 1000 hekar lahan terbuka yang pepohonannya terbakar akibat musim kemarau panjang,” kata Eka.

“Sehingga disaat terjadi hujan dengan intensitas lebat dan durasi cukup lama, maka dikhawatirkan akan terjadi banjir bandang dan longsor karena banyaknya material bekas kebakaran seperti batang pohon yang terbawa air ke aliran sungai,” ujarnya.

Kondisi ini akan menyebabkan penyempitan dan penyumbatan aliran sungai sehingga akan meluber ke luar palung hingga menyebabkan banjir.

Hingga saat ini, pemkab Banyuwangi telah melakukan berbagai upaya untuk meminimalisir terjadinya luapan banjir. Seperti pembersihan saluran air di perkotaan dan desa serta normalisasi puluhan sungai yang tersebar di 25 kecamatan se Banyuwangi.

radiovisfm.com, Banyuwangi - Telah dilakukan Ground Breaking Banyuwangi Theme Park di bawah naungan Jawa Timur Park Group, dan pembangunannya siap di mulai pada minggu ini.

Peletakan batu pertama ini dilakukan langsung oleh Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM), Bahlil Lahadalia bersama Bupati Banyuwangi Abdullah Azwar Anas, Jum’at (03/01/2020).

Hadir pula Kepala Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu Provinsi Jawa Timur, Aris Mukiyono beserta Direktur Insani Bangun Persada, Enggartiasto Lukita, selaku investor yang berinvestasi dalam pembangunan Banyuwangi Theme Park tersebut. Juga Direktur Jatimpark, Rio Imam Sendjojo.

Lokasi pembangunnya berada di kawasan jalan Raya Jember Desa Dadapan Kecamatan Kabat Banyuwangi, tepatnya di sisi selatan el Royal Hotel di atas lahan seluas 8,9 hektar beserta seluruh fasilitas pendukungnya. Dengan rincian, luasan pembangunan Theme Park 3,29 hektar, Landbank 2,87 meter2 dan area parkir seluas 2,31 hektar.

Beragam wahana akan dibangun mulai dari Science Center, Education Corner dengan tema Banyuwangi Dahsyat juga edukasi pelestarian penyu, wahana Ijen lengkap dengan panorama blue fire serta wahana Sukomade juga kolam renang bergelombang terbesar di Indonesia.

Disini juga akan dibangun Mini Farm dan Petting Zoo, Indoor Kids Playground, Cute Themed café with Unique and Instagrammable snack, Indoor Theatre dan Haunted House atau rumah hantu.

Kepala BKPM, Bahlil Lahadalia mengatakan, apa yang di gagas oleh Jatim Park untuk membuat Banyuwangi Theme Park ini dinilainya sebagai sebuah langkah tepat untuk menjadikan Banyuwangi sebagai kota tujuan wisata yang kooperensif.

“Karena salah satu indicator untuk menarik orang datang berwisata ke satu tempat jika berbagai fasilitasnya terpenuhi,” ungkap Bahlil.

“Saat ini Banyuwangi terkenal dengan wisata alamnya, sedangkan wisata modernnya belum di garap secara baik,” imbuhnya.

Untuk itulah menurut Bahlil, dengan adanya Banyuwangi Theme Park ini akan semakin mendorong pertumbuhan ekonomi daerah setempat seiring dengan adanya multi player effect. Dimana, UMKM nya semakin tumbuh serta wisatawannya banyak berdatangan yang dipastikan jumlah hotel berbintang nantinya juga akan bertambah. Selain itu, PAD Banyuwangi juga akan meningkat.

“Dengan banyaknya wisatawan yang datang maka secara otomatis devisa untuk negara semakin besar,” kata Bahlil.

“Disaat bersamaan, saat ini ekspor Indonesia sedang lemah karena ekonomi global tidak cukup menggembirakan maka berbagai potensi sumber pendapatan negara yang bisa cepat mendatangkan devisa adalah wisata,” paparnya.

Untuk itulah ke depan, di harapkan tujuan utama wisatawan tidak lagi hanya Bali namun juga Banyuwangi dan beberapa kota lainnya.

Sementara itu, Enggartiasto Lukito mengaku pembangunan Banyuwangi Theme Park ini segera dilaksanakan pada Minggu ini namun dengan beberapa syarat.

“Perijinan di permudah serta tidak diganggu dengan adanya banyaknya laporan ke pihak kepolisian yang akan menganggu jalannya proses investasi,” ujar Mantan Menteri Perdagangan tersebut.

“Kami targetkan proses pembangunan selesai pada akhir tahun 2020. Tapi dari pihak Pemkab Banyuwangi sendiri meminta bisa selesai pada Mei 2020,” kata Enggar.

Enggar menjelaskan, untuk tahap awal pembangunan ini pihaknya mengucurkan investasi senilai Rp 150 Miliar dan angka tersebut akan terus berkembang seiring dengan pertumbuhannya ke depan.

“Keberanian kami untuk segera melakukan investasi ini karena kami percaya terhadap Bupati Anas yang menjanjikan untuk tidak memperlambat segala proses perijinan agar lebih cepat,” tutur Enggar.

Bahkan berulang kali Presiden Jokowi menekankan agar setiap investasi untuk di kawal sendiri, khususnya diperintahkan kepada Kepala BKPM yang diminta untuk mengawal langsung.

“Saya merasakan sendiri, adanya saling keterkaitan perijinan satu sama lain dan saling membelenggu, yang menyebabkan prosesnya cukup lama,” imbuh Enggar.

Bupati Abdullah Azwar Anas menambahkan, keberadaan Banyuwangi Theme Park ini dinilai melengkapi berbagai event yang di gelar di Banyuwangi Festival dan untuk di tahun 2020 ini ada 123 event.

“Kekuatan Jatim Park ini juga akan bersenyawa dengan tema tema local yang di usung Banyuwangi Festival,” kata Bupati Anas.

“Kami juga meminta agar di area Banyuwangi Theme Park di lengkapi dengan Mal Pelayanan Publik untuk mempermudah masyarakat di dalam mengurus berbagai surat surat administrasi sambil menikmati berbagai wahana yang ada,” paparnya.

Bupati Anas juga menilai, keberadaan Banyuwangi Theme Park ini menyempurnakan berbagai destinasi wisata dan seni budaya yang ada di Banyuwangi karena selama 9 tahun terakhir pemerintah daerah menjual wisata alam.

“Baru diitahun ke 10 saat ini, kami mengijinkan adanya pembangunan Banyuwangi Theme Park sebagai wahana wisata modern,” pungkas Bupati Anas.

 

 

radiovisfm.com, Banyuwangi - Badan Pusat Statistik (BPD) mencatat, selama Desember 2019 di Banyuwangi terjadi inflasi sebesar 0,29 persen dibanding November 2019 terendah kedua se Jawa Timur.

Selama bulan Desember tersebut, Banyuwangi menunjukkan adanya kenaikan harga di sebagian besar komoditas, terutama Bawang Merah dan Kacang Panjang sehingga memicu terjadinya inflasi atau kenaikan Indeks Harga Konsumen (IHK) dari 131,28 persen pada bulan November 2019 menjadi 131,95 pada bulan Desember 2019.

Selain Bawang merah dan Kacang Panjang, pemicu inflasi di Banyuwangi adalah Telur Ayam Ras, Tomat Sayur, Ikan Lemuru, Kangkung, tarip Kereta Api, Rokok Kretek Filter, Tahu Mentah dan Angkutan Udara.

Kepala BPS Banyuwangi, Tri Erwandi mengatakan, penyebab inflasi di Banyuwangi itu di mungkinkan karena banyaknya kebutuhan masyarakat terhadap telur ayam ras saat Maulid Nabi juga perayaan Natal dan Tahun Baru.

“Di 8 kota IHK di Jawa Timur mengalami inflasi di bulan Desember 2019. Tertinggi terjadi di Surabaya sebesar 0,60 persen di susul Jember sebesar 0,54 persen. Inflasi terendah terjadi di kota Probolinggo sebesar 0,28 persen di susul kota Banyuwangi sebesar 0,29 persen,” papar Erwandi.

Sementara inflasi Jawa Timur sebesar 0,53 persen berada di atas inflasi Nasional yang sebesar 0,34 persen. Sedangkan inflasi Banyuwangi berada di bawah Jawa Timur dan Nasional.

Erwandi menjelaskan, inflasi tertinggi berasal dari kelompok makanan jadi, minuman, rokok dan tembakau sebesar 0,58 persen, disusul kelompok transportasi, komunikasi dan jasa keuangan sebesar 0,52 persen, kelompok bahan makanan sebesar 0,35 persen, kelompok kesehatan sebesar 0,29 persen, kelompok perumahan, air, listrik, gas dan bahan bakar sebesar 0,01 persen, kelompok sandang sebesar -0,01 persen dan kelompok pendidikan, rekreasi dan olah raga sebesar -0,07 persen.

“Inflasi bulan Desember 2019 terutama di picu oleh kenaikan harga Bawang Merah sebesar 29,79 persen dan memberikan sumbangan atau andil inflasi sebesar 0,08 persen,” kata Erwandi.

Sementara itu, Kabag Perekonomian Setda Kabupaten Banyuwangi, Heni Soemito memaparkan, dalam tiga bulan terakhir (Oktober-Desember) komoditas bawang merah mengalami kenaikan harga dan tertinggi pada bulan Desember 2019 sebesar 29,79 persen, berturut-turut pada bulan Oktober sebesar 6,57 persen dan November 23,54 persen.

“Penunjang inflasi berikutnya adalah komoditas Kacang Panjang dengan kenaikan harga 16,88 persen dengan sumbangan inflasi sebesar 0,07 persen. Telur ayam ras sebesar 16,27 persen dengan sumbangan inflasi 0,06 persen. Tomat sayur 69,48 persen dengan sumbangan inflasi 0,05 persen,” papar Heni.

Ditambahkan Henny, selain itu ikan lemuru juga sebagai salah satu penunjang inflasi di Banyuwangi sebesar 8,969 persen, kangkung 12,04 persen, tarip kereta api 6,6 persen, rokok kretek filter 1,59 persen, tahu mentah 3,15 persen dan angkutan udara 4,69 persen.

“Komoditas Telur Ayam Ras turut menopang inflasi Desember dengan memberi andil inflasi sebesar 0,07 persen,” tutur Heni.

“Kenaikan harga telur ayam ras rupanya tidak sinergis dengan harga komoditas daging ayam ras yang mengalami penurunan harga sebesar -5,81 persen dengan andil -00,08 persen,” imbuhnya.

Lebih lanjut Erwandi menambahkan, BPS mencatat, momen Natal dan menjelang Tahun Baru dinilai tidak mendongkrak harga daging ayam ras seperti kondisi tahun 2018 lalu yang mengalami inflasi sebesar 5,14 persen.

Selain itu, tariff angkutan udara dan kereta api mendongkrak inflasi Desember 2019 masing masing sebesar 4,69 persen dan 6,63 persen dengan andil sebesar 0,03 persen dan 0,04 persen.

“Adanya musim liburan Desember 2019 ternyata dimanfaatkan oleh keluarga untuk bepergian rekreasi atau acara silaturrahmi sehingga meningkatkan animo penumpang baik udara maupun darat,” pungkas Erwandi.

 

 

radiovisfm.com, Banyuwangi - Pemkab Banyuwangi melakukan Regrouping (Penggabungan) beberapa dinas guna mengefisiensi jumlah pegawai yang semakin berkurang, menyusul diberlakukannya Peraturan Daerah (Perda) Pembentukan dan Susunan Perangkat Daerah Banyuwangi.

Sebagaimana diketahui, DPRD Banyuwangi tengah mengesahkan Peraturan Daerah (Perda) Pembentukan dan Susunan Perangkat Daerah Banyuwangi. Bahkan, produk hukum yang merupakan Perubahan Kedua atas Perda Nomor 8 Tahun 2016 itu telah resmi diundangkan sebagai Perda Nomor 10 Tahun 2019 pada 12 Desember lalu.

Mengacu perda terbaru, ada tiga OPD yang dihapus dan kewenangannya dilebur ke sejumlah SKPD lain.

Tiga OPD yang dihapus tersebut meliputi Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman (DPKP), Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag), serta Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Keluarga Berencana (DPP-KB). 

Seperti Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) dipecah dan menjadi Dinas Tenaga Kerja, Transmigrasi dan Perindustrian. Sedangkan Perdagangan gabung dengan Dinas Koperasi, Usaha Mikro dan Perdagangan.

Selain itu, ada Dinas Pertanian dan Pangan, sedangkan Dinas Perikanan dan Pangan menjadi Dinas Perikanan. Sementara Dinas Perumahan dan Permukiman bergabung menjadi satu dengan Dinas Pekerjaan Umum Cipta Karya menjadi Dinas Pekerjaan Umum Cipta Karya, Perumahan dan Permukiman.

Serta Dinas Sosial berkembang menjadi Dinas Sosial, Pemberdayaan Perempuan dan Keluarga Berencana.

Untuk bagian Humas bergabung dengan Dinas Komunikasi, Informatika dan Persandian.

Sebanyak 238 pejabat yang menjalani mutasi dilantik oleh Bupati Banyuwangi Abdullah Azwar Anas di pendopo Sabha Swagatha Blambangan, Jum’at (03/01/2020).

Di antara 238 PNS yang terkena gelombang mutasi tersebut, sembilan orang berstatus eselon II/b. Selebihnya, sebanyak 14 orang merupakan pagawai eselon III/a, 36 orang eselon III/b, serta masing-masing 153 orang eselon IV/a dan 26 orang eselon IV/b.

Di tataran pejabat eselon II/b, terjadi pergeseran pada tiga pos Asisten Sekretariat Daerah (Setda). Sih Wahyudi yang sebelumnya menjabat Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan kini dipercaya menempati posisi Asisten Administrasi Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat (Kesra).

Selain itu, Guntur Priambodo yang sebelumnya menjabat Asisten Administrasi Umum dipindahtugaskan sebagai Asisten Perekonomian dan Pembangunan.

Satu jabatan Asisten Pemkab yang lain kini dijabat Choiril Ustadi Yudawanto. Sebelum mutasi kemarin, Ustadi menjabat sebagai Asisten Administrasi Pemerintahan.

Sementara itu, mutasi juga menimpa Suyanto Waspo Tondo Wicaksono. Pria yang akrab disapa Yayan ini pindah tugas dari Asisten Pembangunan dan Kesra menjadi Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda).

Bukan itu saja, dua pejabat eselon II yang lain, yakni Wawan Yadmadi dan Zen Kostolani juga terkena gelombang mutasi di awal tahun ini. Wawan sebelumnya menjabat Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) kini dipercaya menjabat Kepala Dinas Penanaman Modal dan Perizinan Terpadu Satu Pintu (DPM-PTSP). Posisi kepala DPM-PTSP ini cukup lama kosong dan “hanya” diisi pejabat berstatus pelaksana tugas (Plt).

Sedangkan jabatan Kepala Dispora yang ditinggalkan Wawan kini dipercayakan kepada Zen Kostolani yang sebelumnya menjabat sebagai Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Keluarga Berencana (DPP-KB).

Masih di jajaran pejabat eselon II, ada tiga pejabat lain yang kemarin dilantik, namun pada dasarnya mereka tetap menduduki posisi yang sama. Mereka adalah Syaiful Alam Sudrajat, Arief Setiawan, dan Hary Cahyo Purnomo.

Alam yang sebelumnya menjabat Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans) dilantik sebagai Kepala Disnakertrans dan Perindustrian. Arief dilantik sebagai Kepala Dinas Pertanian dan Pangan setelah sebelumnya menjabat Kepala Dinas Pertanian. Pun demikian dengan Harry Cahyo, yang sebelumnya menjabat sebagai Kepala Dinas Perikanan dan Pangan, dilantik sebagai Kepala Dinas Perikanan.

Bupati Abdullah Azwar Anas mengatakan, pelantikan ini dilakukan menyusul penataan Organisasi Perangkat Daerah (OPD) dan struktur baru sebagaimana Keputusan Menteri Dalam Negeri (Mendagri). Sehingga ada beberapa pegawai yang dilantik ulang dan sebagian berubah ke posisi baru seiring penggabungan dinas-dinas.

“Regrouping ini merupakan strategi Pemkab Banyuwangi untuk mengefisiensikan jumlah pegawai yang semakin berkurang. Karena saat ini kurang lebih 160 pejabat structural kosong tidak ada orangnya,” ujar Bupati Anas.

Untuk itulah kata Bupati Anas, pihaknya menggabungkan beberapa dinas untuk mengefisiensikan pegawai, namun memang diakui ke depan beban pekerjaannya semakin banyak.

“Ini juga sebagai upaya Pemkab Banyuwangi untuk bisa mendapatkan nilai Sistem Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintah (Sakip) AA. Setelah sebelumnya, Banyuwangi menjadi satu satunya kabupaten di Indonesia yang mendapatkan nilai Sakip A,” papar Bupati Anas.

Sementara itu, sejumlah pejabat lainnnya yang menjalani mutasi seiring dengan SKPD nya mengalami perubahan tersebut diantaranya Yusdi Irawan Kepala Bagian Protokol dan Komunikasi Pimpinan, RR Ermi Soegiarti Sekretaris Dinas Kesehatan, Abin Hidayat Sekretaris pada Dinas Komunikasi, Informatika dan Persandian, Rahmawati Setyoardini Kabid Informasi dan Komunikasi pada Dinas Komunikasi, Informatika dan Persandian, RR Nanin Oktaviantie Sekretaris pada Dinas Koperasi, Usaha Mikro dan Perdagangan dan Indah Sri Lestari Direktur RSUD Blambangan.

 

 

radiovisfm.com, Banyuwangi - Memasuki musim penghujan, Pemkab Banyuwangi melakukan normalisasi puluhan sungai hingga membuat sodetan air baru, guna mengantisipasi terjadinya banjir. Dan hal ini secara bertahap telah dikerjakan.

Bupati Banyuwangi Abdullah Azwar Anas menjelaskan bahwa sejak bulan November 2019 lalu pihaknya telah menginstruksikan dinas-dinas terkait untuk melakukan upaya antisipasi banjir.

“Seperti normalisasi sungai sedang dan besar yang telah dilakukan sejak dua bulan lalu oleh Dinas PU Pengairan agar bisa menampung melimpahnya air saat hujan ekstrem datang sewaktu-waktu,” ungkap Bupati Anas.

Hingga saat ini, sudah ada 20 lebih sungai yang telah dinormalisasi. Diantaranya Sungai Setail di Kecamatan Sempu dan Sungai Garit di Desa Alas Malang Kecamatan Singojuruh.

“Disini diangkat sebagian besar endapannya sekaligus dibersihkan sampah-sampahnya,” tutur Bupati Anas.

Asisten Administrasi Umum Guntur Priambodo menambahkan, khusus Sungai Garit yang pernah meluber sehingga menyebabkan banjir bandang di Desa Alas Malang, Kecamatan Singojuruh pada tahun lalu, telah disiapsiagakan satu buah alat berat, excavator.

“Jika sewaktu-waktu ada air datang dari hulu membawa material endapan, maka sungai bisa segera dikeruk dan material dari atas yang turut hanyut bersama air bisa langsung diangkat,” ungkap Guntur yang juga Plt Kepala Dinas PU Pengairan Banyuwangi tersebut.

“Pemkab juga melakukan penyiagaan sejumlah pintu air (bendungan). Mesin yang menggerakkan pintu-pintu bendungan, selalu dipastikan dalam kondisi yang baik dan berfungsi optimal,” ujar Guntur.

Utamanya di bendungan-bendungan besar. Seperti, pintu Dam Karangdoro, Dam Kali Setail, Dam Blambangan, dan Dam ‘K’.

Guntur mengaku, para penjaga pintu bendungan diminta terus siaga, memantau debit sungai saat hujan ekstrem agar bisa meminimalkan bencana.

“Pohon-pohon yang sudah tua dan keropos, juga sudah di potong,” imbuh Guntur.

Sementara itu, Plt. Kepala Dinas PU Bina Marga dan Penataan Ruang Banyuwangi, Danang Hartanto menambahkan pemkab intensif melakukan normalisasi saluran-saluran air di seluruh wilayah Banyuwangi, utamanya di daerah yang berpotensi besar tergenang air.

“Normalisasi dilakukan mulai dari mengeruk sedimentasi (endapan), rehabilitasi dan revitalisasi saluran yang rusak, pemasangan screen untuk memperlancar aliran air, hingga merapikan pipa yang mengganggu saluran,” papar Danang.

“Ada 15 titik se-Banyuwangi,” imbuhnya.

Di antaranya di Jl. Banterang, Jl. Yos Sudarso, Jl. PB. Sudirman, dan Jl.Basuki Rahmad. Juga di luar perkotaan, seperti Kecamatan Rogojampi dan Sempu.

Pemkab juga membuat sodetan di 2 titik, yakni di Jalan Yos Sudarso dan Brawijaya, tepatnya di depan Terminal Brawijaya.

Sodetan adalah terusan untuk mengalirkan air ke saluran lain yang fungsinya untuk memperkecil hambatan. Sehingga, jika saluran air tidak mampu menampung air yang datang dalam jumlah besar, maka sodetan ini akan mengalirkan air ke saluran lain. Dengan demikian, air tidak sampai meluber ke jalanan.

“Pemkab juga melebarkan sejumlah saluran yang sudah eksisting serta membangun saluran-saluran baru yang mengarahkan air ke saluran yang lebih besar. Seperti di Kelurahan Kebalenan, Taman Baru, Kampung Mandar, dan Rogojampi,” papar Danang.

 

radiovisfm.com, Banyuwangi - Malam pergantian tahun di Kabupaten Banyuwangi di gelar dengan berselawat bersama Habib Syech Abdul Qadir Assegaf dan Ustaz Yusuf Mansur.

Ribuan orang berkumpul di alun-alun Taman Blambangan Banyuwangi untuk berselawat bersama, Selasa malam (31/12/2019).

Tanah lapang yang mampu menampung puluhan ribu massa itu pun terlihat sesak dengan jamaah. 

Meski beberapa kali tampil di Banyuwangi, namun baru kali ini Habib Syech hadir kala pergantian tahun. Hal tersebut, menurut Bupati Banyuwangi Abdullah Azwar Anas, sebagai bagian dari refleksi atas capaian Banyuwangi dan resolusi untuk tahun mendatang.

Saat membuka acara refleksi akhir tahun tersebut, Bupati Anas mengatakan, pembangunan Banyuwangi harus seperti kendang.

“Diawali dengan baik dan ditutup pula dengan baik. Selawatan pada momentum pergantian tahun ini, adalah upaya untuk menutup tahun dengan baik dan mengawalinya dengan baik pula,” ujar Bupati Anas.

Dengan mengakhiri serta mengawali tahun dengan selawat serta munajat kepada Tuhan Yang Maha Esa, dinilainya memberikan keberkahan tersendiri bagi Banyuwangi. 

“Alhamdulillah, sepanjang tahun 2019 banyak sekali prestasi yang telah ditorehkan oleh masyarakat Banyuwangi. Mulai dari menurunnya angka kemiskinan hingga naiknya pendapatan masyarakat,” ungkap Bupati Anas.

“Saya berharap, segala prestasi yang telah ditorehkan bisa ditingkatkan pada tahun 2020, tahun yang cukup berat karena bersamaan dengan tahun politik. Serta hal-hal yang belum terealisasi, segera bisa diwujudkan,” paparnya.

Habib Syech sendiri merasa bahagia bisa melewati pergantian tahun di Banyuwangi. Bahkan, ia datang bersama keluarga besarnya sejak tiga hari lalu.

“Saya angsung siap saat ditawari pak Bupati untuk berselawat pada malam tahun baru di Banyuwangi,” kata Habib Syech.

Menurutnya, Banyuwangi telah menjadi rumah kedua bagi keluarga besarnya.

“Keramahan penduduknya serta keindahan alamnya menjadikan Banyuwangi menjadi pilihan liburan bagi keluarganya,” tutur Pimpinan grup selawat Ahbabul Mustofa tersebut.

Habib Syech mengungkapkan bahwa keluarganya selalu antusias ketika diajak ke Banyuwangi. Karena alamnya indah, orangnya ramah serta makanannya lezat.

Pagelaran selawat bersama Habib Syekh yang bertepatan dengan hari libur ini pun jadi berita baik bagi Syekhermania - julukan bagi penggemar Habib Syech.

Banyak pecinta selawat dari luar kota yang menyerbu Banyuwangi demi hadir pada acara tersebut. Tidak ayal hal ini semakin membuat ramai. Itu tampak dari bendera yang mereka bawa. Selain dari kabupaten tetangga di kawasan tapal kuda, juga tidak sedikit jamaah yang berasal dari Bali.

Mereka semua larut dengan lantunan selawat ulama asal Solo tersebut. Bait-bait selawatnya yang telah populer, semuanya diikuti oleh jamaah. 

Selawat "Man Anaa" yang dibawakan oleh Habib Syech bersama cucunya, Sayyid Muhammad Hadi Assegaf, langsung membius pengunjung. Mereka bersama-sama melantunkannya dengan iringan musik hadrah al-banjar. Begitu pula dengan tembang selawat lainnya.

Tidak hanya berselawat, mereka juga diajak bermanfaat dan berefleksi di akhir tahun ini bersama Ustaz Yusuf Mansur. Pengasuh Pesantren Darul Quran yang memiliki cabang di berbagai daerah di nusantara itu, mengajak warga Banyuwangi untuk merenungkan faidah selawat.

“Dengan berselawat, segala hajat bisa terkabul dan segala persoalan pun bisa terselesaikan,” kata Yusuf Mansyur.

Ia menceritakan kisah nyata seorang anak muda dari pelosok yang ingin kuliah di Madinah. Berkah mendawamkan selawat tiap usai salat, doanya terkabul lewat jalur yang tidak disangka-sangka. Begitu juga dengan kisah polisi yang promosi berkat selawat.

“Jika ada yang masih mempunyai masalah dan mempunyai hajat di tahun 2019 belum selesai, bisa membaca selawat tiap waktu. Dengan ijin Allah, saya yakin di 2020 semuanya akan selesai,” papar Yuusf Mansyur.

Dalam kesempatan tersebut juga dihadiri sejumlah kiai, habaib dan pimpinan ormas Islam di Banyuwangi. Tampak di antaranya KH. Zainullah Marwan, KH. Muwafiq Amir, Habib Sholeh, KH. Ali Makki, KH. Thoha Muntaha dan sederet kiai Banyuwangi lainnya.

 

More Articles ...