radiovisfm.com, Banyuwangi - Pemkab berharap, melalui ajang pemilihan Jebeng Thulik bisa memunculkan jiwa Entrepreneurship terhadap para duta daerah untuk ikut serta mengembangkan potensi Banyuwangi.

Hal ini disampaikan Kepala Dinas Perikanan dan Pangan (Disperipangan) Banyuwangi, Hary Cahyo Purnomo usai menerima para finalis Jebeng Thulik di kantornya, Rabu (16/1).

Total ada 18 pasang atau sekitar 36 finalis yang di pastikan akan menjadi duta daerah. Selama 1 jam lebih, mereka mendapat pemaparan dari Kepala Disperipangan tentang luasan panjang pantai di Banyuwangi yang mencapai 175,8 KM dengan berbagai macam potensi di dalamnya.

“Semuanya harus mempunyai daya tarik sehingga baik Kelompok Usaha Bersama (KUB) Nelatan maupun Pokmaswas harus bergerak secara optimal untuk memanfaatkan pengelolaan potensi local melalui konsep Gema Family Menuju Ekowisata,” papar Hary.

Disini kata Hary, peran para duta daerah tersebut adalah untuk lebih mempercepat dalam hal penginformasian dan keikut sertaan untuk lebih memiliki daya tarik terhadap potensi pantai tersebut.

“Ada 3 hal yang saya sampaikan untuk bisa mewujudkan percepatan itu yakni Fokus, Semangat dan Happy,” imbuhnya.

Oleh sebab itu, diharapkan muncul jiwa Entrepreneurship dari para duta daerah tersebut melalui berbagai kelompok yang sudah di bentuk Disperipangan, yakni jiwa kewirausahaan yang dibangun bertujuan untuk menjembatani antara ilmu dengan kemampuan pasar.

“Dengan branding itulah, mereka bisa melakukan suatu sikap untuk lebih menggarap potensi Banyuwangi hingga Go International melalui kaidah kaidah Entrepreneurship,” tutur Hary.

Untuk itulah, para duta daerah itupun di ajak turun ke Pantai Cemara agar melihat langsung potensi alam yang ada.

Hary menjelaskan, inilah bedanya Banyuwangi dengan kabupaten lain. Dimana, Banyuwangi lebih mengedepankan pada kepentingan rakyat melalui pemberdayaan masyarakat dengan memanfaatkan potensi potensi alam agar lebih sejahtera.

“Dengan keterlibatan para duta daerah itu sebagai pemacu sinergitas untuk lebih mengenalkan potensi Banyuwangi,” pungkas Hary.

Pembina Jebeng Thulik, Cornelis Mangisi menjelaskan, dari ke 18 pasang finalis tersebut nantinya akan dipilih 9 pasang duta daerah dan 9 pasang wakil duta. Selanjutnya, dari keseluruhan duta tersebut dipilih 3 pemenang yakni Jebeng Thulik 2019, Wakil satu dan Wakil dua.

“Pada Grand Final 25 Januari 2019, nantinya mereka akan di pilih sebagai Duta Pendidikan, Duta Pertanian, Duta Bahari, Duta Sumber Daya Air, Duta Pelayanan Publik, Duta Kesehatan, Duta Lingkungan Hidup, Duta Generasi Reproduksi dan Duta Pariwisata,” papar Cornelis.

 

radiovisfm.com, Banyuwangi - Untuk menggaet wisatawan dari negara jiran Malaysia, Pemkab Banyuwangi menggelar Product Briefing and Busines Matching Banyuwangi Destination dengan di fasilitasi Kementrian Pariwisata RI.

Acara yang dimulai pada Senin (14/1) ini diikuti 36 pelaku usaha wisata, terdiri atas 16 seller dari Banyuwangi dan 20 agen travel besar dan media travel dari Malaysia. Seller dari Banyuwangi antara lain dari hotel, tour operator, pusat oleh-oleh dan restoran.

Bupati Banyuwangi Abdullah Azwar Anas mengaku, ajang ini dinilai sebagai cara mengenalkan Banyuwangi kepada pelaku usaha wisata Malaysia.

“Kami mempertemukan mereka dengan pelaku usaha Banyuwangi dan juga di ajak merasakan langsung berwisata ke Banyuwangi, sehingga nantinya mereka bisa mengajak wisatawan untuk ke Banyuwangi,” ujar Bupati Anas.

“Program ini adalah tindak lanjut dari promosi paket wisata program Wonderful Banyuwangi Hot Deals yang didukung penuh oleh Kemenpar,” imbuhnya.

Paket ini diluncurkan sebagai bagian untuk mendongkrak kunjungan wisman ke Banyuwangi, khususnya saat low season seperti bulan Januari ini.

“Di awal awal tahun memang biasanya low season, makanya diluncurkan paket ini yang didukung para pelaku usaha wisata di Banyuwangi,” tutur Bupati Anas.

“Table Mart yang digelar ini adalah salah satu strategi untuk mempromosikan paket itu,” imbuhnya.

Dalam Wonderful Banyuwangi Hot Deals tersebut, wisatawan cukup membayar 995 MYR (Ringgit Malaysia) atau berkisar Rp 3,8 juta untuk paket wisata ke Banyuwangi, termasuk tiket pp Kuala Lumpur-Banyuwangi oleh Citilink, menginap dua malam di hotel berbintang di Banyuwangi, transportasi lokal, menikmati sejumlah destinasi wisata, hingga berkuliner.

“Untuk menggaet wisatawan Malaysia, kami juga mengagendakan kegiatan promosi lainnya, seperti famtrip untuk pelaku wisata,” kata Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata MY Bramuda.

Oleh sebab itulah, seiring adanya promo Wonderful Banyuwangi Hot Deals yang berlangsung hingga 31 Maret 2019 ini, pihaknya akan gencar membuat acara yang intinya menarik wisatawan Malaysia.

“Sebelumnya, pada Desember 2018 puluhan blogger dan media travel Malaysia telah diundang ke Banyuwangi yang difasilitasi Kemenpar,” ungkap MY Bramuda.

Para agen travel ini pun tampak antusias dengan promosi yang ditawarkan Banyuwangi bagi wisatawan asing. Salah satunya Ramsey Lewis, manajer operasional OTDIX Travel & Tours SDN BHD, Malaysia yang mengaku sangat tertarik dengan paket promo ini.

“Destinasi wisata Banyuwangi sangat laku dijual. Apalagi Kawah Ijen sangat bagus dengan blue firenya yang cantik,” ungkap Ramsey.

“Disana juga ada penambang belerang yang menjadi atraksi Ijen. Ini akan menjadi daya tarik tersendiri bagi turis,” imbuhnya.

Para agen travel tersebut juga diajak mengeksplore destinasi wisata selama enam hari mulai 13 – 18 Januari.

Antara lain mengunjungi perkebunan kopi Gombengsari, Kalipuro untuk melihat pengolahan kopi tradisional, Kawah Ijen, perkebunan Kalibaru, Pantai Pulau Merah, Taman Nasional Alas Purwo dan Bangsring Under Water.

“Banyuwangi kaya akan kearifan local dan bisa melihat orang bercocok tanam, menangkap ikan, juga cara menyimpan kopi tradisional,” kata Ramsey.

“Apalagi di Banyuwangi masih banyak industri kerajinan tangan yang tentunya akan menjadi daya tarik tersendiri bagi wisatawan,” pungkasnya.

 

 

radiovisfm.com, Banyuwangi - Pemerintah pusat berencana akan menempatkan dermaga eksekutif di lintas penyeberangan Ketapang-Gilimanuk, menyusul meningkatnya kecenderungan masyarakat yang mengendarai mobil pribadi saat berlibur, pasca di bukanya jalan tol Jakarta-Surabaya.

Untuk memastikan hal itu, Direktur Jenderal Perhubungan Darat Kementrian Perhubungan, Budi Setiyadi meninjau langsung dermaga di Pelabuhan Gilimanuk Bali dan Pelabuhan Ketapang Banyuwangi didalam mengantisipasi peningkatan volume penumpang kapal di saat liburan Lebaran 2019 mendatang.

“Karena saat angkutan Natal dan Tahun Baru 2019 lalu rupanya masyarakat yang menyeberang ke Pulau Bali meningkat segnifikan,” ujar Budo.

“Ini pengaruh dengan telah dibukanya jalan tol Jakarta-Surabaya, terhadap kecenderungan perilaku masyarakat yang lebih senang mengendarai kendaraan pribadi dari pada angkutan umum, seperti Bus, kereta api maupun pesawat yang capaian angkanya mengalami penurunan,” paparnya.

Budi mengaku, justru yang meningkat adalah transportasi kapal laut utamanya di lintas Ketapang-Gilimanuk karena banyak wisatawan domestic maupun manca negara yang memilih Pulau Bali untuk menghabiskan liburan Natal dan Tahun Baru 2019 lalu.

“Saya juga telah mendapat pemaparan dari General Manager PT ASDP Ketapang-Gilimanuk, Pak Solikin mengenai kecenderungan peningkatan volume penumpang kapal di masa liburan panjang serta potensi membeludaknya pengguna jasa penyeberangan di saat angkutan Lebaran 2019,” tutur Budi.

Oleh sebab itulah kata Budi, pihaknya telah berdiskusi dengan GM ASDP tentang rencana adanya dermaga eksekutif di lintas Ketapang-Gilimanuk seperti yang sudah ada di lintas Merak-Bakauhuni.

Budi beralasan, saat ini Banyuwangi sudah menjadi daerah jujugan wisata dan banyak wisatawan asing juga datang ke Banyuwangi.

“Sehingga, semua sarana prasarana di pelabuhan harus segera di perbaiki terutama dari aspek transportasinya,” ungkap Budi.

Dia menambahkan, pada masa liburan Natal dan Tahun Baru 2019 lalu, pengguna jalan mobil pribadi yang melintas di Jalan Tol Jakarta-Cikampek atau dari Cawang ke Cikampek meningkat hingga 50 persen, yang dihari biasa berkisar 5000 unit meningkat menjadi 10000 an unit perhari.

“Sebelum angkutan Lebaran 2019 mendatang, jalur tol LPT dari Cikampek hingga ke KM 46 di perkirakan sudah selesai pembangunannya, sehingga akan menjadi magnet bagi masyarakat untuk mengendarai mobil pribadi saat mudik dengan melintas di jalan tol itu,” pungkas Budi.

radiovisfm.com, Banyuwangi - Sebagai bagian dari pemerataan kualitas pelayanan public, Pemkab Banyuwangi bakal membangun “Pasar Pelayanan Publik” di kompleks pasar tradisional.

Salah satunya di Pasar Genteng Wetan Kecamatan Genteng, yang berada di wilayah Banyuwangi Selatan dan kondisi bangunannya masih asli di beberapa area.

Saat mengecek Pasar Genteng Wetan, Senin (15/1), Bupati Banyuwangi Abdullah Azwar Anas mengatakan, Pasar Pelayanan Publik tersebut sama dengan Mal Pelayanan Publik yang sebelumnya telah berdiri di pusat kota Banyuwangi.

“Banyuwangi adalah kabupaten terluas di Pulau Jawa. Sementara, jarak daerah di wilayah selatan ke pusat kota bisa ditempuh selama dua jam perjalanan,” ujar Bupati Anas.

“Setelah Mal Pelayanan Publik berdiri di pusat kota, kini kami membuat layanan terintegrasi serupa di kawasan selatan Banyuwangi,” imbuhnya.

Hal ini dinilai sebagai bagian dari pemerataan kualitas pelayanan publik, sehingga warga yang jauh dari pusat kota bisa merasakan layanan dalam standar yang sama dengan warga di kota.

Mal Pelayanan Publik Banyuwangi yang beroperasi sejak 2017, kini telah melayani 200 izin/dokumen dalam satu tempat. Banyuwangi termasuk kabupaten pertama di Tanah Air yang mengembangkan mal pelayanan publik.

Bupati Anas menjelaskan, Pasar Pelayanan Publik yang langsung menyatu dengan pasar tradisional ini juga dimaksudkan untuk memudahkan warga dalam mengurus dokumen atau perizinan.

“Pasar tradisional adalah tempat berkumpulnya orang. Nanti warga yang berbelanja kebutuhan rumah tangga ke pasar, bisa langsung mengurus surat-surat yang dibutuhkan. Mereka tidak harus lagi datang ke kantor kecamatan,” papar Bupati Anas.

Diakui Bupati Anas, nantinya kondisi Pasar Pelayanan Publik ini akan dibuat nyaman dengan ruangan sejuk dan penataan rapi serta terkomputerisasi.

Dalam tahap awal, dokumen/izin yang bisa dilayani di Pasar Pelayanan Publik tersebut adalah yang dalam otoritas pemerintah kabupaten, seperti administrasi kependudukan dan perizinan usaha. 

“Ini semacam Mal Pelayanan Publik namun dalam unit kecil,” ungkap Bupati Anas.

Karena jika di Mal Pelayanan Publik ada layanan dari BPOM, kepolisian, BPN, Kementerian Agama, PLN, BPJS, Ditjen Keimigrasian, dan sebagainya. Ke depan secara bertahap, layanan dari instansi non-pemerintah kabupaten juga akan dibawa ke Pasar Pelayanan Publik tersebut.

“Kami targetkan Pasar Pelayanan Publik itu beroperasi pada tahun 2019 ini dan berbagai kesiapan kini tengah di lakukan pemerintah daerah,” kata Bupati Anas.

Dipilihnya Pasar Genteng Wetan bukan tanpa alasan. Pasar tersebut merupakan salah satu pasar terbesar di wilayah selatan Banyuwangi yang luasnya 10.510 meter persegi. Disetiap hari, di Pasar Genteng Wetan ini paling ramai dikunjungi warga Banyuwangi kawasan selatan.

“Sehingga dengan dibukanya Pasar Pelayanan Publik tersebut di harapkan bisa dimanfaatkan banyak orang,” pungkas Bupati Anas.

 

radiovisfm.com, Banyuwangi - Rencana pembangunan Trase Jalan Tol Probolinggo-Banyuwangi (Probowangi) saat ini sudah dalam tahap pembebasan lahan.

Jika kelak sudah sempurna terbangun, Tol Probowangi yang merupakan titik akhir dari jaringan Tol Trans-Jawa ini akan menjadi tol terpanjang di Indonesia dengan panjang 171,90 kilometer, lebih panjang 56,15 kilometer dari Jalan Tol Cikopo-Palimanan (Cipali) milik PT Lintas Marga Sedaya yang membentang 116,75 kilometer.

Selain terpanjang, dari sisi investasi pun, tol yang dikelola PT Jasamarga Probolinggo Banyuwangi (JPB) ini juga mencatat rekor baru yakni senilai Rp 23,391 triliun.

Direktur Jenderal Perhubungan Darat Kementrian Perhubungan, Budi Setiyadi mengatakan, saat ini tahap pembangunan Tol Probowangi tersebut dalam proses pembebasan lahan.

“Itu adalah kewenangan Kementrian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR),” ujar Budi.

Terkait dengan perubahan trase Tol Probowangi yang semula direncanakan melintasi wilayah Banyuwangi utara dan di geser melewati Banyuwangi Selatan, Budi mengaku tidak mengetahuinya.

Sementara itu, Trase Jalan Tol Probolinggo-Banyuwangi ini merupakan bagian terakhir dari jaringan Tol Trans-Jawa.

Dan jika mengalami perubahan rute, maka berdampak pada pergeseran penentuan lokasi (penlok) pada Seksi I. Meski demikian tetap melalui Probolinggo, Situbondo, dan Banyuwangi sehingga tidak sampai melalui Jember.

Alasan berubahnya trase jalan bebas hambatan ini adalah terkait kawasan strategis milik TNI Angkatan Laut. Dilokasi tersebut atau tepatnya di sisi utara Banyuwangi terdapat tempat latihan menembak TNI AL. Dan dari hasil koordinasi Badan Pengatur Jalan Tol (BPJT) dengan Mabes TNI bahwa tempat latihan militer tidak bisa serta merta di pindah, sehingga harus merubah rute jalan tol Probowangi tersebut.

Dengan perubahan trase, Tol Probowangi ini akan menghubungkan empat kabupaten yakni Probolinggo, Situbondo, Jember, dan Banyuwangi. Posisinya yang berada di ujung timur Pulau Jawa menjadi sangat strategis sebagai gerbang distribusi logistik, barang, jasa, dan manusia dari timur ke barat.

radiovisfm.com, Banyuwangi - Kementrian Perhubungan mendukung pembangunan Terminal Wisata Terpadu Banyuwangi.

Hal itu di sampaikan Direktur Jendral Perhubungan Darat (Ditjen Hubdar) Kementerian Perhubungan Budi Setiyadi dalam kunjungan kerjanya ke Banyuwangi, salah satunya meninjau terminal terpadu pariwisata, Selasa (15/1).

“Kami siap mendukung terminal wisata terpadu Banyuwangi ini,” ungkap Budi. 

Inovasi Pemda Banyuwangi untuk menyiapkan sarana transportasi wisata yang terintegrasi dengan hotel, pusat jajanan dan oleh-oleh tersebut, mendapat apresiasi langsung dari Budi.

“Langkah inovatif ini sangat penting,” kata Budi.

“Di Kemenhub, kami mengenal konsep terminal itu hanya terminal kelas A, B atau C dan terminal Barang. Sehingga belum terpikir sampai ada terminal wisata terpadu seperti di Banyuwangi ini, yang sangat penting dan inovatif,” paparnya.

Terminal wisata yang berada di lahan seluas satu hektar tersebut terletak di lokasi yang strategis, pintu masuk kota Banyuwangi. Terminal wisata dulunya adalah pasar rakyat yang kini direvitalisasi menjadi pasar pariwisata dan terminal terpadu.

Terminal wisata terpadu ini, nantinya menjadi pusat aktivitas pariwisata Banyuwangi. Di sini akan dilengkapi Tourist Information Centre (TIC), kios oleh-oleh, terminal pusat transportasi untuk menuju ke tempat-tempat pariwisata. Juga ada dormitory, kios dan los pasar, serta nantinya juga dibangun kafe, musala, counter agen perjalanan wisata.

“Inovasi ini layak untuk direplikasi ke berbagai daerah yang sedang mengembangkan sektor wisata, karena dianggap sebagai lingkungan yang saling sinergis,” ujar Budi.

“Saya akan mencoba untuk membicarakannya di pusat,” imbuhnya.

Dan Inovasi ini dinilainya penting untuk diterapkan di daerah wisata, seperti halnya di danau Toba.

Budi pun menyatakan siap mendukung pengoperasian terminal wisata terpadu ini.  Misalnya bila Banyuwangi membutuhkan kendaraan bus untuk angkutan wisata di terminal tersebut. 

“Minimal ada Damri untuk support mengangkut wisatawan,” pungkas Budi.

Sementara itu, Bupati Banyuwangi Abdullah Azwar Anas berharap adanya sinergitas yang bisa dikembangkan lebih lanjut bersama Kementrian Perhubungan.

“Saya berharap Ditjen Hubdar yang memiliki kewenangan dalam penanganan transportasi darat, bisa turut mengembangkan terminal terpadu ini,” ungkap Bupati Anas.

Pasalnya, Pemkab Banyuwangi memiliki keterbatasan di dalam mengelola terminal ini. Untuk itu, ke depannya, semua pihak, terlebih dari Ditjen Hubdar bisa ikut serta berkolaborasi mengembangkan daerah.

“Seperti halnya mempersiapkan operasional kendaraannya,” kata Bupati Anas.

Terminal yang didesain oleh arsitektur kenamaan tanah air Andra Matin tersebut, dibangun menjadi pasar moderen dengan konsep go green. Terminal ini digarap sejak 2017, dan ditargetkan akhir 2019 pembangunannya telah tuntas.

Selain mengunjungi terminal terpadu, Ditjen Hubdar juga berkunjung ke Mall Pelayanan Publik yang dikembangkan Banyuwangi. Di mall tersebut, semua pelayanan dapat diakses dalam satu atap.

Bupati Anas juga mengajak Ditjen Hubdar untuk bisa membuka pelayanan yang berkaitan dengan kendaraan dalam Mall Pelayanan Publik. Seperti layanan uji remisi kendaraan bermotor.

 

 

radiovisfm.com, Banyuwangi - Tarif transportasi penerbangan di Bandara International Banyuwangi mengalami penurunan, menyusul adanya keputusan Asosiasi Perusahaan Penerbangan Nasional Indonesia (Indonesia National Carriers Association/INACA) yang menurunkan tarif tiket penerbangan domestic.

Seperti rute Jakarta-Banyuwangi dan Surabaya-Banyuwangi maupun sebaliknya. Juga rute Kuala Lumpur-Banyuwangi yang kini dilayani di Bandara International Banyuwangi.

District Sales Manager Citilink Banyuwangi, Dadang Teguh Setiawan, mengatakan, harga tiket Citilink rute Banyuwangi-Jakarta turun di kisaran Rp800 ribu per Senin (14/1) dari sebelumnya di atas Rp1 juta.

“Untuk rute lainnya bisa jadi lebih tinggi dari rute Banyuwangi, melihat lama durasi perjalanannya,” ungkapnya.

Dadang memperkirakan, penurunan harga tiket ini akan berdampak pada peningkatan okupansi penumpang menuju Banyuwangi di masa low season yang selalu terjadi saat awal tahun, yang  menyebabkan pariwisata tidak bergeliat.

“Dengan pemotongan tarif ini, saya yakin bisa menarik minat orang untuk ke Banyuwangi. Dengan pertimbangan biaya yang hampir sama, wisatawan akan memilih pesawat daripada jalur darat yang memakan waktu lebih lama,” papar Dadang.

Demikian halnya dengan maskapai Nam Air yang juga melakukan penyesuaian tarif tiket dengan penurunan harga hingga 30 persen sejak awal Januari. Tariff rute Jakarta-Banyuwangi yang semula Rp1,4 juta saat ini turun menjadi Rp775 ribu per tiket.

Bupati Banyuwangi Abdullah Azwar Anas menyambut positif keputusan sejumlah maskapai yang mulai menurunkan harga tiketnya.

“Bagi saya, harga tiket juga menjadi salah satu pertimbangan bagi penumpang, khususnya bagi wisatawan yang akan mengunjungi suatu daerah,” tutur Bupati Anas.

“Ini akan memberikan kesempatan bagi para wisatawan yang ingin menikmati penerbangan seru ke Banyuwangi dengan ongkos yang hemat,” imbuhnya.

Dengan demikian, kunjungan wisatawan ke Banyuwangi diharapkan tetap terjaga. Khususnya bisa membantu di masa low season.

“Dengan berbagai atraksi yang telah disiapkan Pemkab Banyuwangi serta dengan tawaran tarif tiket murah ini, diharapkan orang tetap terdorong untuk ke Banyuwangi,” papar Bupati Anas.

Selain tarif tiket domestik, tiket Kuala Lumpur Malaysia-Banyuwangi juga mengalami penurunan. Dari semula tarif di kisaran Rp1,2 juta, kini ada tarif promo sebesar Rp 800 ribu berlaku sejak 8 Januari 2019 hingga 3 bulan ke depan.

 

More Articles ...