radiovisfm.com, Banyuwangi - Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Darmin Nasution menggelar rapat di Banyuwangi, karena ingin merasakan suasana yang berbeda.

Sebanyak 57 pejabat eselon 1 di Kementrian Koordinator Bidang Perekonomian menggelar rapat yang bertajuk Leader Offsite Meeting (LOM) selama dua hari di pinggir Pantai Solong, Banyuwangi, Kamis-Jumat (18-19/7).

Darmin mengaku sengaja menghelat rapat tahunan tersebut di Banyuwangi.

“Saya ingin merasakan suasana yang berbeda karena biasanya di gelar di kantor. Dan kali ini di laksanakan di pinggir pantai,” ungkapnya.

Banyuwangi yang berada di ujung timur Pulau Jawa memang memiliki garis pantai cukup panjang. Tidak kurang dari 170 KM garis pantai yang dimiliki oleh daerah bekas Kerajaan Blambangan tersebut.

Salah satu spot pantai yang banyak dijadikan jujugan adalah Pantai Solong. Pantai yang menyajikan pemandangan Gunung Agung dan Selat Bali di seberang itu dilengkapi hotel, vila, dan resor yang cocok untuk menggelar acara berbalut nuansa liburan.

Di lokasi tersebut, Ibu Negara Ny Iriana Joko Widodo, Ny Mufidah Jusuf Kalla, dan para istri menteri pernah beristirahat dan makan siang saat kunjungan ke Banyuwangi.

Mantan Gubernur Bank Indonesia (BI) tersebut mengaku senang menggelar rapat di tempat tersebut.

“Ditambah waktunya bersamaan dengan angin selatan Australia, sehingga semakin sejuk,” ujar Darmin.

Di sela-sela rapat, Darmin mengamati suasana Villa Solong yang dikelilingi pohon kelapa. Dia menyarankan ke pengelola untuk membudidayakan anggrek di batang pohon kelapa.

“Tinggal mengatur cahaya matahari dan air, anggrek bisa tumbuh dengan cantik di tempat ini,” tutur Darmin.

Dia memaparkan, kementeriannya menggelar rapat di Banyuwangi karena pesatnya perkembangan daerah tersebut.

“Banyuwangi sedang maju termasuk sektor wisatanya sehingga kami ingin men-support hal ini,” kata Darmin.

Sementara, merasakan suasana rapat yang tenang di pinggir pantai dan jauh dari hiruk-pikuk kota, meninggalkan kesan tersendiri bagi Darmin.

“Dalam suasana ini pikiran jadi rileks. Pemikiran dan gagasan mengalir, sehingga rapat berjalan dinamis dan menghasilkan inovasi kebijakan,” tutur Darmin.

Karena terkesan itulah, Darmin berjanji menyarankan lembaga-lembaga lain melaksanakan rapat di Banyuwangi karena dinilai cocok untuk tempat rapat sekaligus berliburan.

Sementara itu, Bupati Banyuwangi Abdullah Azwar Anas berterima kasih kepada Kemenko Perekonomian yang memilih Banyuwangi sebagai tempat rapat. Banyuwangi memang sedang mendorong tumbuhnya wisata MICE (meetings, incentives, conference, exhibition).

“Wisata MICE menghasilkan dampak turunan yang besar, karena belanja pengunjungnya lebih besar dibanding wisatawan biasa,” kata Bupati Anas.

“Selama ini, pasar terbesar MICE ada di Jakarta, Surabaya, dan Bali. Kini kami mulai menggaetnya ke Banyuwangi,” imbuhnya.

Bupati Anas mengatakan, selain dilengkapi hotel-hotel berbintang dengan ballroom yang mampu menampung ribuan orang, keunggulan Banyuwangi terletak pada harganya yang lebih kompetitif.

“Saya bersyukur, berbagai kementerian, swasta, dan BUMN, bahkan komunitas-komunitas sudah semakin sering membuat wisata MICE di Banyuwangi,” pungkas Bupati Anas.

 

 

radiovisfm.com, Banyuwangi - Dengan di dukung Lembaga Kesehatan International Nutrition International (NI), Kabupaten Banyuwangi menggaungkan pemenuhan nutrisi kesehatan pada remaja putri dengan menggelar Kampanye Bebas Anemia.

Kegiatan ini di gelar di SMKN 1 Banyuwangi yang di ikuti ratusan remaja putri dari sekolahan setempat, Kamis (18/7/2019).

Hadir dalam kampanye tersebut Presiden Direktur & CEO Nutrition International Joel Spicer, Wakil Duta besar Australia untuk Indonesia Allaster Cox, dan Ketua TP PKK Banyuwangi Ipuk Fiestiandani yang merupakan istri Bupati Banyuwangi Abdullah Azwar Anas.

“Anemia masih menjadi momok menakutkan terutama bagi para wanita,” ujar Joel.

“Sebanyak 600 juta perempuan di dunia harus menderita anemia. Padahal, PBB menargetkan pada tahun 2025, harus diupayakan penurunan angka tersebut sebesar 50 persen. Adapun angka anemia di Indonesia sebesar 40 persen,” paparnya.

Menurut Joel, status gizi remaja putri dan ibu hamil saling berkaitan. Apabila remaja putri gizinya kurang baik dan hamil lalu punya anak, maka bayinya berisiko lahir dengan berat badan rendah.

“Kami semua harus memberikan nutrisi yang baik pada remaja putri agar mereka bisa menggapai cita-citanya. Kekurangan anemia dan nutrisi bisa menyebabkan mereka tidak fokus dan ini mengganggu perkembangan mereka,” ujar Joel.

Dia mengaku, pihaknya ingin membantu masalah ini agar remaja putri bisa tercukupi nutrisinya hingga mereka memasuki masa melahirkan kelak.

Dalam kesempatan itu, Joel mengaku sangat senang bisa mendukung program kesehatan yang telah berjalan di Banyuwangi.

“Banyuwangi sendiri sebagai salah satu daerah yang mempunyai perhatian tinggi pada kesehatan warganya khususnya remaja putri dan Ibu hamil, sehingga pihaknya menggelar kampanye di Banyuwangi,” tutur Joel.

Dukungan yang diberikan oleh Nutrition International (NI) di antaranya memberikan asistensi teknis dan pelatihan kepada tenaga kesehatan tentang pencegahan anemia dan memastikan program tersebut berjalan. Juga memberi pengetahuan tentang gizi berimbang bagi remaja dan kaum ibu.

Sementara itu, Ipuk Fiestiandani menjelaskan bahwa Banyuwangi telah memberi perhatian lebih pada pemenuhan nutrisi bagi kesehatan remaja putri. Hal ini dilakukan mengingat pentingnya hal tersebut.

“Kecukupan nutrisi sangat penting bagi perempuan mengingat peranan mereka yang semakin besar seiring dengan perjalanan hidupnya. Mulai menjadi pelajar hingga kelak saat berumah tangga,” papar Istri Bupati Anas yang biasa disapa Dani tersebut.

Dia menjelaskan bahwa kampanye tentang pemenuhan nutrisi bagi remaja putri telah dilakukan Banyuwangi sejak 2016.

“Tidak hanya pada masalah pemenuhan zat besi, namun mulai yodium hingga nutrisi secara menyeluruh,” ungkap Dani.

Dani lalu mencontohkan program Anak Tokcer, Si Jari Merah (Generasi Remaja Putri Merdeka dari Kurang Darah) hingga program pemenuhan garam yodium yang didistribusikan lewat penjual sayur.

“Saya bersyukur, progressnya menunjukkan hasil yang positif,” imbuh Dani.

Menurut data Dinas Kesehatan Banyuwangi, sudah ada penurunan 10 – 12 persen bagi remaja yang mengalami anemia.

Ditambahkan Country Director Indonesia Nutrition International Sri Kusyuniati, program ini sebenarnya sudah berjalan selama dua tahun.

“Kami sangat gembira dengan kerjasama ini karena Banyuwangi sangat peduli dan kreatif dalam program-program yang dijalankan,” ungkap Kusyuniati.

Dia memastikan bahwa program pemerintah dalam mewujudkan kesehatan perempuan berjalan dengan baik.

“Selain masalah kesehatan anemia, kami juga konsen pada pencegahan stunting lewat kecukupan yodium pada ibu hamil,” pungkas Kusyiniati.

 

radiovisfm.com, Banyuwangi - Pemkab Banyuwangi membagikan tas belanja kepada masyarakat sebagai kampanye pengurangan sampah plastic di wilayah setempat.

Dan kampanye tersebut di lakukan oleh Ketua TP PKK Banyuwangi, Ipuk Fiestiandani setelah digelar festival daur ulang kreatif.

Istri Bupati Banyuwangi Abdullah Azwar Anas yang biasa disapa Dani tersebut menyusuri pasar tradisional dengan di dampingi Kepala Dinas Lingkungan Hidup, Husnul Chotimah.

Setibanya di sana, Dani langsung mendatangi pengunjung pasar satu persatu sembari memberi tas keranjang belanja.

“Ibu-ibu, tasnya dipakai terus ya pas belanja di pasar dan jangan lagi pakai kresek,” ujar Dani kepada para pengunjung pasar.

Aksi Dani tersebut langsung disambut dengan gembira para pengunjung pasar yang mayoritas perempuan. Mereka langsung berebut meminta tas keranjang yang dibawa Dani bersama anggota PKK lainnya.

“Gunakan terus ya tas keranjangnya. Jangan cuma dipakai sekali supaya produksi sampah plastik bisa di kurangi bersama-sama,” pesan Dani.

Di pasar tersebut, Dani membagikan 500 tas keranjang belanja.

Dani menjelaskan bahwa sampah plastik telah menjadi perhatian besar bangsa Indonesia. Dampak dan bahaya yang dihasilkan sangat mengganggu lingkungan dan kehidupan bangsa ini ke depan.

“Untuk menghindarinya, Pemkab Banyuwangi akan terus menggaungkan kampanye untuk mengurangi penggunaan plastic,” ungkap Dani.

Karena menurutnya, bahaya yang paling ringan adalah sampah plastik juga bisa menyebabkan sumbatan digot atau selokan, sehingga mengakibatkan banjir.

“Sementara yang terbawa ke laut, bisa mencemari dan mengganggu kehidupan di laut. Bahkan jika ada ikan yang terpapar plastik, bila dikonsumsi ibu hamil terus menerus akan menyebabkan kekerdilan bayi yang dilahirkan,” papar Dani.

Sementara itu, Kepala Dinas Lingkungan Hidup, Husnul Chotimah menjelaskan bahwa pihaknya telah membagikan 1.500 tas belanja secara rutin. Ribuan tas tersebut disebar di berbagai pasar di kawasan kota.

“Ada yang disebar di pusat perbelanjaan, pasar-pasar tradisional di Banyuwangi, hingga Pasar Rogojampi,” kata Husnul.

“Ini sebagai bentuk kampanye edukasi pengurangan sampah plastic,” imbuhnya.

Husnul menambahkan, Pemkab Banyuwangi telah memulai langkah tersebut dengan tidak lagi menggunakan plastik di setiap rapat dan event yang digelar.

“Atas inisiatif itu dan sejumlah upaya lain yang sudah dilakukan, Banyuwangi pun diundang di forum Bank Dunia untuk berbicara tentang sampah,” pungkas Husnul.

 

radiovisfm.com, Banyuwangi - Pemkab Banyuwangi mendapat penghargaan Parasamya Purnakarya Nugraha dari Presiden RI. Penghargaan tersebut diserahkan Wakil Presiden Jusuf Kalla (JK) kepada Bupati Banyuwangi Abdullah Azwar Anas di Jakarta, Rabu (17/7/2019). 

Parasamya Purnakarya Nugraha adalah tanda kehormatan tertinggi pelaksanaan pembangunan. Penghargaan ini diraih Banyuwangi berdasarkan hasil evaluasi kinerja penyelenggaraan pemerintahan daerah antara 2015 sampai 2017. 

Melalui sambungan selulernya, Bupati Anas mengaku bersyukur telah mendapatkan penghargaan tertinggi dari presiden dalam prestasi pembangunan, yaitu Parasamya Purnakarya Nugraha.

“Ini adalah kado buat seluruh warga Banyuwangi. Secara bertahap, hasil evaluasi kinerja penyelenggaraan pemerintahan Banyuwangi terus menanjak,” papar Bupati Anas.

Pada 2018 lalu, Banyuwangi meraih peringkat keempat, naik dari tahun sebelumnya di peringkat enam, dari lebih 400 kabupaten se-Indonesia.

Bupati Anas mengatakan, setiap tahun peringkat kinerja Banyuwangi terus meningkat.

Pada tahun 2010 di posisi 156, meningkat ke posisi 20 pada 2015. Lalu tahun 2016 di posisi 16, 2017 di posisi ke-6, hingga tahun 2018 lalu di rangking 4.

“Ini menunjukkan kinerja pemerintah daerah yang terus meningkat. Program yang disusun tidak hanya berkutat pada rutinitas, tapi juga inovasi dengan kinerja yang terukur,” ungkap Bupati Anas.

Penilaian Parasamya Purnakarya Nugraha meliputi urusan wajib pemerintah hingga skala prioritas pembangunan. Dari situ, tim penilai melihat apakah kemudian pembangunan yang dilakukan mengarah pada kesejahteraan rakyat atau malah tidak bedampak.

“Tim menilai dampak program pembangunan terhadap perekonomian warga Banyuwangi yang cukup positif. Kemiskinan berhasil diturunkan ke level 7,8 persen, padahal sebelumnya selalu di atas dua digit,” kata Bupati Anas.

“Pendapatan per kapita warga juga melonjak menjadi Rp 48 juta per orang per tahun dibanding awalnya Rp20 juta,” imbuhnya.

Bupati Anas menambahkan, penilaian penghargaan itu juga mengukur program pelayanan berbasis peningkatan kesejahteraan masyarakat. Di Banyuwangi, Pemkab berkolaborasi dengan banyak pihak untuk menjalankan fungsi pelayanan publik.

“Misalnya dengan Go-Jek, berkolaborasi mengantarkan obat ke rumah pasien kurang mampu,” jelas Bupati Anas.

Dengan startup Warung Pintar, pemerintah daerah mengedukasi para pemilik warung rakyat di Banyuwangi bisa beradaptasi dengan digitalisasi. Bahkan, di Banyuwangi anggota kepolisian turut berperan dalam upaya peningkatan kesehatan ibu hamil dan melahirkan.

“Selain itu, kunci untuk meningkatkan pelayanan publik yang lebih baik adalah dengan inovasi,” tuturnya.

Bupati Anas menambahkan, berbagai inovasi muaranya adalah untuk meningkatkan kesejahteraan sosial-ekonomi masyarakat. Untuk itu pihaknya mendorong berbagai inovasi, mulai tingkat kabupaten hingga desa.

“Pada tahun 2019 ini ada lima inovasi dari Banyuwangi yang masuk jajaran Top 99 Inovasi Pelayanan Publik Kemenpan RB dari total 3.000 inovasi se-Indonesia,” pungkas Bupati Anas.

 

 

radiovisfm.com, Banyuwangi - Guna memberikan wadah kepada para desainer local untuk menampilkan karyanya, Pemerintah Daerah menggelar perhelatan Banyuwangi Fashion Festival (BFF) 2019.

Sebanyak 11 desainer fashion daerah menampilkan 80 koleksi busananya yang menawan bertema tradisi lokal di panggung Gedung Seni Budaya (Gesibu) Blambangan, Rabu malam, (17/07/2019). 

Ke 11 desainer local yang terlibat dalam event ini adalah Sanet Sabintang, Olis, Isyam Syamsi, Eko P, Amuzaki, Setya, Ridho, dan Rizkyesa. Ada juga Nirmala, Esy, Ocha serta Almira. Yang menarik dari event ini, para perancang tersebut sepakat mengangkat rancangan dengan tema pesona seni budaya Banyuwangi. Sehingga muncullah busana dengan tema Mystic of Gandrung Banyuwangi, Jaripah, Panjer Keling, The Secret of Jaran Goyang, Barong Sunar Udara, hingga Janger Banyuwangi.

Seperti disajikan desainer Ridho dari Batik Sisik Melik yang mengangkat tema “Puter Kayun”, sebuah tradisi napak tilas warga Kelurahan Boyolangu menaiki delman dari Boyolangu menuju Watu Dodol. Kekhasan budaya itulah yang diangkat Ridho dan diwujudkan dalam delapan busana Men’s Wear-nya.

Dalam rancangannya, Ridho banyak menggunakan kain katun dengan jenis “swade” warna coklat, yang diidentikkan dengan kuda. Tali-tali yang banyak dimunculkan di busananya diibaratkan tali delman yang mengikat kuda. Ridho mengaku tertarik mengangkat Puter Kayun untuk di implementasikan di koleksinya.

“Kuda yang identik dengan kegagahan cocok untuk koleksi busana pria,” ungkap Ridho.

“Sebelumnya saya riset sedikit tentang Puter Kayun,” imbuhnya.

Selain itu juga ada Almira yang mengangkat tema Kuntulan. Kuntulan yang berakar dari tradisi Islami warga Banyuwangi ini diterjemahkan Almira dalam balutan busana muslim hijab yang anggun, namun menampakkan ketegasan. Koleksinya yang diberi nama "evening gown" ini ditampilkan dengan nuansa putih dan soft purple.

Kepala Dinas Koperasi dan Usaha Mikro Banyuwangi, Alief Rahman Kartiono mengatakan, rancangan tema para desainer yang di usung tahun ini adalah budaya, setelah ditahun lalu lebih ke destinasi wisata.

“Disetiap tahun tema desain yang di usung dalam gelaran BFF ini selalu berbeda, sekaligus sebagai ajang mempromosikan wisata dan kebudayaan di Banyuwangi,” ujar Alief.

Dijelaskan Alief, kegiatan ini sengaja di gelar Pemkab Banyuwangi untuk memberikan wadah bagi para desainer local agar menunjukkan eksistensi dan kemampuannya di dalam merancang busana, sehingga tidak kalah dengan desainer desainer nasional.

“Ini terbukti, mereka berhasil mengaplikasikan karya karyanya ke dalam busana yang di tampilkan oleh para talent,” tutur Alief.

Sementara itu, Ketua Dekranasda Banyuwangi, Ipuk Fiestiandani yang hadir dalam kegiatan tersebut menyatakan sangat mengapresiasi karya para desainer Banyuwangi.

Menurut istri Bupati Banyuwangi Abdullah Azwar Anas yang biasa disapa Dani tersebut, semakin tahun kualitas desain para desainer lokal ini terus meningkat.

“Saya lihat ada peningkatan dari tahun ke tahun,” ungkapnya.

Dani mengaku bersyukur, panggung yang dibuat pemkab rutin di setiap tahun ini akhirnya mampu memicu kreativitas desain fesyen para desainer daerah.

“Saya bangga dengan karya mereka para desainer local Banyuwangi. Garis desain, warna, dan stylenya sangat beragam dan meningkat kualitasnya,” kata Dani.

Perhelatan BFF 2019 kali ini semakin meriah dengan hadirnya artis nasional Vidi Aldiano. Vidi yang baru pertama datang di Banyuwangi mengaku senang dengan keramahan kota Banyuwangi.

“Sejak turun dari bandara, saya seneng disambut masyarakat yang ramah,” kata Vidi.

“Rupanya slogan “Ayo datang ke Banyuwangi anda pasti ingin kembali” adalah benar dan persis seperti yang saya rasakan sekarang,” ujarnya bangga.

Vidi berjanji akan kembali ke Banyuwangi bersama teman-teman trevellernya untuk ke Kawah Ijen.

radiovisfm.com, Banyuwangi - Seiring dengan di bangunnya pabrik kereta terbesar se Asia Tenggara di Banyuwangi, PT INKA bekerja sama dengan sejumlah SMK Vokasi untuk mencetak tenaga ahli perkereta apian.

Dengan didampingi Menteri BUMN, Rini Soemarno, Direktur Utama PT INKA (Persero) Budi Noviantoro melakukan penandatanganan kesepakatan kerjasama dengan 2 Kepala Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) di Banyuwangi, yakni SMKN 1 Glagah dan SMK Cordova, Rabu (17/7/2019).

Selain itu, PT INKA juga bekerja sama dengan SMK Ihya’ Ulumuddin, SMK Muhammadiyah Rogojampi, dan Politeknik Negeri Banyuwangi. 

Kerjasama tersebut berupa Pendampingan dan Pengembangan Sekolah Menengah Kejuruan sesuai Kebutuhan Industri (Link and Match).

Dalam sambutannya, Budi mengatakan, ruang lingkup perjanjian kerjasama tersebut meliputi penyelarasan kurikulum berbasis kompetensi sesuai kebutuhan industri manufaktur, penyediaan guru atau instruktur, pengembangan sarana prasarana praktikum, praktek kerja lapangan bagi siswa SMK dan pemagangan industri bagi guru.

Juga uji Kompetensi Keahlian/sertifikasi dan penyiapan sumber daya manusia untuk memenuhi kebutuhan industri manufaktur,” ungkap Budi.

Untuk di SMKN 1 Glagah akan di buka 2 kelas khusus industry kereta yang nantinya bisa berkembang jika peminatnya cukup banyak.

“Juga di buka kelas yang sama di sejumlah SMK itu,” imbuh Budi.

Sementara, Menteri BUMN Rini Soemarno mengatakan, dengan adanya pembangunan pabrik kereta PT INKA di Banyuwangi ini tentu harus juga disiapkan para tenaga ahlinya sejak awal.

“Sebab itu, saya meminta pihak INKA untuk melakukan kerja sama dengan sejumlah SMK di Banyuwangi dan sekitarnya, sehingga nantinya bisa terserap tenaga tenaga didik dari SMK yang berkwalitas,” papar Menteri Rini.

“Pemerintah membantu SMK untuk menjamin kelulusan anak didiknya bisa bekerja di pabrik INKA agar bisa beroperasi dengan cepat,” tuturnya.

Pabrik INKA di Banyuwangi setelah Madiun tersebut di bangun di lahan seluas 83,49 hektare di kawasan Desa Ketapang Kecamatan Kalipuro dengan nilai investasi sebesar Rp 1,6 triliun. Dengan kapasitas produksi sebanyak 1,5 kereta per hari atau 500 kereta dalam satu tahun. Yang nantinya digunakan untuk pengembangan kapasitas produksi PT INKA sebagai satu-satunya manufaktur sarana perkeretaapian di Asia Tenggara.

“Sehingga ke depan dibutuhkan tenaga kerja cukup banyak mencapai 2.000 an orang. Bahkan kalau para pelajar di Banyuwangi memiliki potensi, maka tidak menutup kemungkinan di sini akan di bangun Politehnik khusus perkereta apian,” papar Menteri Rini.

Dia menjelaskan, meski telah bekerja sama dengan sejumlah SMK, namun siswa siswi yang akan melamar ke pabrik PT INKA tentu akan menjalani testing terlebih dahulu.

“Kami akan tambah peralatan untuk praktek para siswa agar disaat sudah lulus otomatis mereka telah menjadi tenaga didik yang di inginkan pihak INKA,” pungkas Menteri Rini.

radiovisfm.com, Banyuwangi - Pabrik INKA di Banyuwangi di bangun di lahan seluas 83,49 hektare di kawasan Desa Ketapang Kecamatan Kalipuro dengan nilai investasi dalam pembangunan workshop ini sebesar Rp 1,6 triliun.

Menteri BUMN Rini Soemarno saat meninjau progres pembangunan Workshop PT INKA (Persero) di Banyuwangi, Selasa (17/7/2019).

Dalam melakukan kunjungan kali ini Menteri BUMN didampingi oleh beberapa Deputi BUMN dan Direktur BUMN juga Wakil Bupati Banyuwangi Yusuf Widyatmoko. Kunjungan kali ini dalam rangka meninjau progres pembangunan workshop PT INKA (Persero) setelah dilakukan groundbreaking 31 Maret 2019 lalu.

Workshop ini nantinya digunakan untuk pengembangan kapasitas produksi PT INKA (Persero) sebagai satu-satunya manufaktur sarana perkeretaapian di Asia Tenggara,” ujar Menteri Rini.

Dan kapasitas produksi pabrik di Banyuwangi ini sebanyak 1,5 kereta per hari atau 500 kereta dalam satu tahun.

Untuk tahap pertama, workshop direncanakan selesai pada semester pertama tahun 2020 mendatang sebelum hari ulang tahun PT INKA di bulan Agustus,” paparnya.

Menteri Rini menjelaskan, pabrik PT INKA pertama yang ada di Madiun dinilai sudah tidak bisa menampung pesanan gerbong kereta dan lokomotif dari luar negeri yang terus meningkat.

Kini, juga tengah ditawarkan ke Laos, Philipina dan yang terbaru ke Madagaskar,” tutur Menteri Rini.

Untuk itu kata Menteri Rini, PT INKA membutuhkan pabrik yang lebih besar, yaitu yang dibangun di Banyuwangi tersebut.

Disini, juga dibangun track seluas 4 km karena pabrik kereta didunia yang besar harus ada tes track nya untuk digunakan testing gerbong maupun lokomotif,” imbuhnya.

“Selain itu, lokasi di Banyuwangi juga dekat dengan rel stasiun kereta api kurang lebih 600 meter,” kata Menteri Rini.

Dan Menteri Rini juga berharap, pabrik INKA kedua ini segera bisa terselesaikan guna memenuhi orderan lokomotif dan gerbong kereta yang cukup padat.

Pada kesempatan yang sama pula, PT INKA (Persero) juga menyerahkan bantuan Corporate Social Responsibility (CSR) ke penduduk setempat berupa pembangunan 15 unit fasilitas MCK senilai Rp 150 Juta, bantuan renovasi fasilitas umum di SDN Ketapang 6 Banyuwangi senilai Rp 100 Juta dan renovasi sarana tempat ibadah Pondok Pesantren Ketapang senilai Rp 150 Juta.

Bantuan ini sebagai wujud kepedulian dan tanggung jawab sosial PT INKA (Persero) kepada warga di sekitar area pembangunan workshop.

Selain itu, Direktur Utama PT INKA (Persero) Budi Noviantoro juga menandatangani kesepakatan kerjasama dengan 2 Kepala Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) di Banyuwangi, yakni SMKN 1 Glagah dan SMK Cordova.

Kerjasama tersebut berupa Pendampingan dan Pengembangan Sekolah Menengah Kejuruan sesuai Kebutuhan Industri (Link and Match) di SMK Cordova Banyuwangi.

Adapun ruang lingkup perjanjian kerjasama tersebut meliputi penyelarasan kurikulum berbasis kompetensi sesuai kebutuhan industri manufaktur, penyediaan guru atau instruktur, pengembangan sarana prasarana praktikum, praktek kerja lapangan bagi siswa SMK dan pemagangan industri bagi guru, uji Kompetensi Keahlian/sertifikasi dan penyiapan sumber daya manusia untuk memenuhi kebutuhan industri manufaktur.

 

More Articles ...