radiovisfm.com, Banyuwangi - Saat bertemu dengan sejumlah Kepala Daerah se Indonesia, Presiden Joko Widodo menekankan berbagai hal penting mulai dari pengembangan  UMKM perdesaan, Dana Desa, Pelayanan Publik hingga Ekonomi Negara yang tumbuh stabil.

Sejumlah Kepala Daerah tersebut di terima Presiden Joko Widodo di Istana Merdeka, Jakarta, Senin (12/11).

Wakil Ketua Umum Asosiasi Pemerintah Kabupaten Seluruh Indonesia (Apkasi) yang juga merupakan Bupati Banyuwangi Abdullah Azwar Anas mengatakan, Presiden menekankan pentingnya pengembangan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) perdesaan.

“Itu telah dilakukan melalui beragam skema, mulai stimulus lewat dana desa, pemberdayaan UMKM, pembangunan infrastruktur perdesaan, hingga peningkatan kinerja pertanian,” ujar Bupati Anas.

“Dana Desa dalam empat tahun ini sebesar Rp187 triliun,” imbuhnya.

Dan Presiden Jokowi melakukan terobosan dengan mendorong semua pelaksanaan program dana desa itu sumbernya dari desa sendiri, sehingga uang berputar di desa tanpa tersedot ke kota.

“Ini dengan sendirinya juga menggerakkan UMKM desa karena permintaan barang pasti meningkat,” tutur Bupati Anas.

Dalam pertemuan ini, Bupati Anas mendampingi Ketua Umum Apkasi Mardani H Maming.

“Dihadapan para Kepala Daerah, Presiden Jokowi juga meminta untuk terus menggerakkan UMKM berbasis pertanian dengan mendorong tumbuhnya usaha olahan sektor pertanian. Berbagai kementerian telah mengintervensi program tersebut,” papar Bupati Anas.

Bahkan untuk menyiapkan SDM-nya, kata Bupati Anas, Presiden Jokowi menginginkan ada SMK dengan jurusan spesifik berbasis pertanian di desa, misalnya jurusan kopi.

Bupati Anas mengaku, para bupati menilai Presiden Jokowi sangat jeli melihat peluang tersebut, karena begitu komoditas pertanian itu disentuh dari hulu ke hilir maka penyerapan tenaga kerja dipastikan sangat banyak.

“Berkat kerja-kerja itulah, penurunan kemiskinan di desa akan lebih signifikan dibanding kota, meski memang secara keseluruhan jumlah penduduk miskin di desa masih lebih besar daripada kota,” ungkap Bupati Anas.

Dia menjelaskan, pada kesempatan ini, Presiden Jokowi juga menginginkan dana desa yang pada tahun 2019 sebesar Rp70 triliun, bisa dimanfaatkan untuk menumbuhkan kewirausahaan.

“Sehingga kekuatan ekonomi kreatif perdesaan berbasis pertanian dan berbagai potensi lain bakal lebih dahsyat, apalagi nanti dikolaborasikan dengan ekonomi digital yang digerakkan anak-anak muda,” imbuh Bupati Anas.

Oleh karena itulah, para bupati di minta untuk menyiapkan hal itu mengenai bagaimana membangun ekosistem ekonomi perdesaan yang relevan dengan tren revolusi industri 4.0.

Lebih lanjut Bupati Anas mengatakan, para bupati juga menyampaikan terima kasih kepada pemerintah pusat yang terus mendukung inovasi daerah serta mempercepat pembangunan infrastruktur.

Dan mereka mengaku merasa nyaman karena berbagai inovasi daerah terus di dukung, bahkan seperti Banyuwangi mendapat insentif dana pembangunan daerah karena terus melakukan inovasi pelayanan public.

“Para bupati itu juga menyampaikan manfaat pembangunan infrastruktur yang digarap pusat, seperti bupati dari Bengkulu dan Barito yang senang karena kini aksesnya mudah, sehingga ekonomi lokal bergerak,” pungkas Bupati Anas.

radiovisfm.com, Banyuwangi - Dari 3.178 pelamar Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) di Banyuwangi yang lolos administrasi, sebanyak 265 diantaranya dinyatakan lulus Passing Grade setelah mengikuti tes selama 12 hari.

Tes CPNS ini di gelar secara bertahap sejak tanggal 1 November hingga 12 November 2018 di Kantor Badan Kepegawaian Daerah (BKD) Banyuwangi.

Sementara, ke 265 pelamar yang dinyatakan lulus tes CPNS tersebut terdiri dari tenaga guru K2 sebanyak 54 orang, Tenaga Guru umum 39 orang, Tenaga Kesehatan umum 47 orang dan tehnis lainnya 125 orang. Sementara kebutuhan PNS di Banyuwangi sendiri sejumlah 600 orang.

Kepala BKD Banyuwangi, Nafiul Huda mengatakan, tercatat hanya 8,34 persen CPNS yang lulus tes dari kebutuhan yang ada, sehingga masih banyak formasi yang kosong.

“Contohnya, untuk formasi Tenaga Guru K2 yang kebutuhannya 176 orang, hanya terpenuhi 54 orang dan tenaga Guru umum 171 terpenuhi 39 orang,” ujar Huda.

“Sedangkan formasi kebutuhan Tenaga Kesehatan K2 hanya 1 orang, dalam tes CPNS kali ini tidak terpenuhi. Sementara kebutuhan Tenaga Kesehatan umum 188, hanya terpenuhi 125 orang,” imbuhnya.

Huda mengaku, dari kebutuhan tehnis lainnya yang sebanyak 64, justru terpenuhi 125 orang. Sehingga, mereka harus kembali mengikuti tes Seleksi Kompetensi Bidang (SKB) sesuai dengan bidang yang diikuti.

“Terkait dengan masih banyaknya kekurangan formasi itu, Pemkab Banyuwangi telah mengusulkan 2 opsi kepada Presiden Jokowi,” kata Huda.

Pertama adalah dirangking dari total nilai Seleksi Kompetensi Dasar (SKD).

“Sehingga bagi para pelamar yang nilainya cukup tinggi tapi tidak lulus, maka direkomendasikan untuk bisa masuk CPNS,” ungkap Huda.

Opsi kedua, penurunan Passing Grade seperti yang sudah ditetapkan Permenpan RB nomor 37 tahun 2018 tentang nilai ambang batas seleksi kompetisi dasar CPNS tahun 2018.

Adapun yang di maksud nilai ambang batas Seleksi Kompetisi Dasar (SKD) adalah nilai minimal yang harus dipenuhi oleh setiap peserta seleksi CPNS.

“Dengan adanya 2 opsi ini bisa dilakukan penunjukan Passing Grade melalui Panitia Seleksi Nasional (Panselnas) sehingga terpenuhi kekurangan formasi PNS di Banyuwangi,” pungkas Huda.

Sebelumnya, tercatat ada 5.122 pendaftar CPNS di Banyuwangi. Dan yang di nyatakan lolos seleksi administrasi sebanyak 3.178 orang, untuk selanjutnya mengikuti Seleksi Kompetensi Dasar (SKD) dan Seleksi Kompetensi Bidang (SKB).

Pihak Badan Kepegawaian dan Diklat (BKD) Banyuwangi menyiapkan 66 perangkat komputer lengkap jaringan internet untuk digunakan SKD dan SKB para pelamar CPNS. Sebanyak 6 komputer di antaranya merupakan unit cadangan.

Sementara, skor nilai mereka bisa langsung terpantau di layar monitor yang terpasang di beberapa titik. Ini merupakan system Computer Assisted Test (CAT) yang diterapkan oleh Pemkab Banyuwangi dalam tes CPNS secara online sejak 5 tahun lalu, yang tersambung dengan jaringan internet, menggantikan system Lembar Jawaban Komputer (LJK).

 

radiovisfm.com, Banyuwangi - Kementrian Pariwisata (Kemenpar) kembali mempromosikan Banyuwangi ke manca negara.

Kali ini, bertepatan dengan pameran wisata terbesar di dunia, World Travel Mart di London, Inggris sejumlah branding Banyuwangi menghiasi taksi kota di London. 

Bupati Banyuwangi Abdullah Azwar Anas berterima kasih atas dukungan Kemenpar yang terus mempromosikan Banyuwangi di kancah internasional.

Berbagai branding mulai Tarian Gandrung dan Taman Wisata Alam (TWA) Ijen saat ini berseliweran di London. 

“Saya bangga dapat kiriman foto Menteri Pariwisata Arief Yahya pose di depan Black Cab Taxi yang berlatar penari Gandrung dan Kawah Ijen,” ungkap Bupati Anas.

Hal itu bukti bahwa promosi ini sebagai bentuk dukungan Kemenpar terkait pariwisata Banyuwangi.

“Saya juga berterima kasih pada pemerintah pusat yang selalu mendukung Banyuwangi,” kata Bupati Anas.

World Travel Mart (WTM) adalah momentum saat semua pelaku industri pariwisata dunia berkumpul. Kali ini, Kota London dipilih menjadi tuan rumahnya. Momen ini dimanfaatkan Kementerian Pariwisata untuk menebar branding. 

“Imbas dari promosi Kemenpar, kunjungan wisatawan ke Banyuwangi terus mengalami peningkatan,” ujar Bupati Anas.

Per 2017, ada 98 ribu wisatawan asing yang berkunjung ke daerah berjuluk The Sunrise of Java tersebut. Adapun total wisatawan nusantara mencapai 4,9 juta.

Diakui pula, hasil yang di dapat Banyuwangi sangat signifikan ketika pihaknya memilih pariwisata sebagai gerak kemajuan daerah. Diantaranya, perekonomian terdongkrak, transportasi berjalan lancar dan agen wisata berkembang. Mulai hotel sampai homestay mendapatkan imbas. Bahkan, UMKM dan kuliner juga mendapatkan semuanya.

“Kementerian Pariwisata selalu jeli memilih cara untuk memperkenalkan pariwisata Indonesia ke mancanegara,” tutur Bupati Anas.

Dalam artian, momentum yang diambil dinilai selalu tepat, seperti promosi saat perhelatan World Travel Mart di London, Inggris saat ini yang di anggap sangat membantu daerah mendatangkan wisatawan ke Banyuwangi, sehingga target kunjungan wisatawan dari Presiden Jokowi bisa tercapai.

Secara terpisah, Deputi Bidang Pengembangan Pemasaran II Kementerian Pariwisata, Nia Niscaya mengatakan bahwa strategi pemasaran pariwisata harus dilakukan dengan tepat.

“Promosi yang dipersiapkan dengan baik, akan mendapatkan impact yang positif juga,” kata Nia.

“Untuk itu kami selalu menyiapkan strategi untuk memperkenalkan Wonderful Indonesia ke mancanegara. Salah satunya dengan branding di Black Cab Taxi,” tutur Nia.

Dia menjelaskan, Black Cab Taxi memiliki mobilitas yang tinggi. Dengan demikian, branding yang dilakukan menjadi tepat. Karena, Wonderful Indonesia tidak hanya dilihat warga London, tapi juga wisatawan dan pelaku industri pariwisata dari berbagai belahan dunia yang hadir di WTM London 2018 tersebut.

Menurut Nia, ada 3 Open Great Bus yang dibalut full wrap selama November ini. Lalu ada branding Gandrung Banyuwangi di Open Great Bus yang dibungkus Mega Rear. Ada juga 350 taksi yang berbalut full wrap. Sedangkan 2 unit Open Great Bus dibungkus Wonderful Indonesia selama 5 minggu.

“Strategi branding Banyuwangi di manca negara ini bukan yang pertama dilakukan Kementerian Pariwisata. Ini sudah dilakukan di London sejak 2016, 2017,” papar Nia.

Dia mengaku, momen akbar Piala Dunia 2018 di Rusia juga tidak dilewatkan Kemenpar. Ada dua kota besar di Rusia yang ditebar brand Wonderful Indonesia, termasuk Kawah Ijen dan penari Gandrung.

Dalam keterangan tertulis, Menteri Pariwisata Arief Yahya sangat mendukung branding yang ditebar di World Travel Mart London.

“Brand Wonderful Indonesia sudah mendunia dan sudah banyak dikenal di mancanegara. Tapi kami tetap harus promosi dengan mengenalkan hal-hal baru dan menarik kepada wisatawan,” ujar Menpar Arie.

“Kami buat mereka penasaran dengan Wonderful Indonesia. Tujuannya, agar mereka mau datang ke Indonesia,” pungkasnya.

 

radiovisfm.com, Banyuwangi - Disepanjang bulan November ini, Banyuwangi dipenuhi beragam event menarik.

Setidaknya, ada delapan event yang bisa dikunjungi wisatawan. Mulai dari Festival Ngopi Sepuluh Ewu, Banyuwangi Batik Festival (BBF), Festival Dalang Cilik dan Wayang Kreatif hinga Festival Sholawat.

Pada akhir pekan ini, tepatnya Sabtu malam (10/11) digelar Festival Ngopi Sepuluh Ewu di desa wisata Kemiren, Kecamatan Glagah Banyuwangi. Ribuan cangkir kopi dengan motif yang sama terhidang di sepanjang jalan utama Desa Kemiren. Kopi yang terhidang itu perlambang sambutan hangat warga Kemiren kepada tamu pengunjung.

Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Banyuwangi, MY Bramuda mengatakan, Ngopi ini sudah menjadi budaya di Desa Kemiren.

“Minum kopi, bagi mereka salah satu cara mempererat persaudaraan,” ujar Bramuda.

Mereka menyebutnya, Sak Corot Dadi Sak Duluran - Sekali Seduh, Kita Bersaudara. Di sepanjang jalan Desa Kemiren berubah menjadi ruang tamu "dadakan". Deretan meja dan kursi di depan rumah warga tersaji cangkir dan kopi. Lengkap dengan jajanan khas Banyuwangi. 

“Siapapun yang datang ke Kemiren bebas menikmati kopi dan jajanan itu,” tutur Bramuda.

Puas di sini wisatawan bisa turun ke Gedung Wanita untuk melihat pameran seni yang bertajuk Banyuwangi Painting and Photography Exhibition, yang berlangsung 3-11 November 2018.

“Pekan depan pada 17 November digelar Banyuwangi Batik Festival di Gesibu Blambangan,” ungkap Bramuda.

Event ini akan menampilkan bermacam busana batik karya para desainer ternama Indonesia. Di antaranya ada Ali Charisma founder Indonesia Fashion Chambers (IFC) dan Milo Miglieavacca, desainer asal Italia.

“Para desainer ini telah menyiapkan desain-desain terbarunya yang berbahan dasar batik motif gedegan. Mereka akan berkolaborasi dengan UMKM batik dan desainer lokal Banyuwangi,” papar Bramuda.

Kegiatan akan diiringi serangkaian event, mulai dari Festival Canting Sewu hingga fashion on the pedestrian. 

Masih di bulan November yang bertepatan dengan bulan Maulud Nabi, Pemkab Banyuwangi juga akan menggelar festival endhog-endhogan di depan kantor pemkab, Selasa pagi (20/11). 

“Endog-endogan ini adalah tradisi warga Banyuwangi dalam memperingati kelahiran Nabi Muhammad SAW. Dan warga akan mengarak ratusan telur untuk berkeliling kota,” kata Bramuda.

Di pekan terakhir, tepatnya 24 November akan digelar Festival Dalang Cilik dan Kreatif. Juga akan ada Festival Sholawat dengan menghadirkan Habib Syech Abdul Qodir Assegaf pada Senin (26/11).

“Habib Syech akan memimpin doa dan sholawat bersama untuk Banyuwangi dan Indonesia, di Stadion Diponegoro,” pungkas Bramuda.

 

radiovisfm.com, Banyuwangi - Pemkab Sumedang Jawa Barat berkunjung ke Banyuwangi untuk melakukan sharing inovasi pelayanan public.

Bupati Sumedang, Dony Ahmad Munir membawa Wakil Bupati dan 60 jajaran Aparatur Sipil Negara (ASN) untuk melihat berbagai praktek pelayanan publik di kabupaten ujung Timur Pulau Jawa.

“Benchmarking ke Banyuwangi ini bukan kali pertama,” ujar Dony.

Sebelumnya di 2014, Sumedang pernah datang ke Banyuwangi belajar program Lahir Procot Pulang Bawa Akta. 

Saat bertemu dengan Bupati Banyuwangi Abdullah Azwar Anas di Pendopo Banyuwangi, Selasa (13/11), Dony mengatakan program percepatan akta tersebut sudah di duplikasi didaerahnya dan berjalan dengan baik.

“Ternyata Banyuwangi terus menelurkan banyak inovasi, sehingga kami kembali datang untuk mencontoh inovasi yang lain,” tutur Dony.

Salah satu inovasi yang kini paling menonjol, kata Dony, adalah Mal Pelayanan Publik.

Mal Pelayanan Publik mampu mengintegrasikan 199 layanan perijinan lintas sektoral di satu tempat. Mulai dari pengurusan surat yang dikeluarkan pemkab, kepolisian, Kementrian Agama, Badan Pertanahan Nasional, BPJS, hingga Kantor Pajak Pratama. 

“Inilah yang kembali menjadikan Banyuwangi unggul. Mal pelayanan publik ini mempercepat, mempermudah dan mempermurah pelayanan kepada masyarakat,” papar Dony.

Selain Mal Pelayanan Publik, Dony juga menyebut penanganan Banyuwangi terhadap masalah sosial juga menarik direplikasi. Mulai dari program Rantang Kasih, pemberian makanan gratis setiap hari kepada lansia miskin, pengantaran obat dari RSUD ke rumah warga miskin yang menggandeng ojek online, GOJEK. 

“Kami salut dengan berbagai program yang di gulirkan Pemkab Banyuwangi. Oleh karena itulah, kami membawa banyak SKPD untuk bisa menggali inspirasi dari Banyuwangi, seperti bagaimana menurunkan angka kemiskinan dan pertumbuhannya inklusif,” pungkas Dony.

Sementara itu, Bupati Anas mengatakan bahwa segala prestasi yang dilakukan Banyuwangi karena sejumlah hal. Salah satunya adalah kreativitas dalam mencari solusi.

“Di tengah keterbatasan anggaran, kami harus mencari banyak cara untuk meningkatkan kesejahteraan,” ungkap Bupati Anas.

Salah satunya dengan membuat Banyuwangi Festival yang berhasil menarik jutaan wisatawan. Event festival yang dibuat Banyuwangi pun sebagian besar langsung ditangani ASN, yang secara tidak langsung memicu kreativitas mereka.

“Saya banyak membuka diri dan berkolaborasi dengan banyak pihak. Ini adalah kunci dari keberhasilan yang di raih Banyuwangi selama ini,” papar  Bupati Anas.

Rombongan Pemkab Sumedang menghabiskan waktu selama tiga hari di Banyuwangi. Selain mengeksplor Kawah Ijen dan Bangsring Underwater, mereka juga akan berwisata kuliner khas Banyuwangi seperti rujak soto, kesrut, pecel rawon, nasi tempong, dan lain-lain.

 

 

radiovisfm.com, Banyuwangi - Pemkab Banyuwangi berkolaborasi dengan startup teknologi ritel “Warung Pintar” untuk mengangkat daya saing warung-warung kecil dan menumbuhkan iklim wirausaha di daerah.

Bupati Banyuwangi Abdullah Azwar Anas mengaku sudah bertemu dengan founder dan CEO Warung Pintar, Agung Bezharie dan Harya Putra. Mereka juga sudah ke Banyuwangi.

“Sebentar lagi sudah matang skema kolaborasinya,” ungkap Bupati Anas.

Bupati Anas baru saja menghadiri “Pesta Rakyat Pintar” yang digelar Warung Pintar.

Warung Pintar adalah perusahaan rintisan (startup) yang menggarap teknologi sektor ritel. Warung-warung kecil didigitalisasi dan dipermak sedemikian rupa untuk membuatnya berdaya saing saat harus berhadapan dengan ritel-ritel modern.

“Setidaknya terdapat dua skema yang bakal dijalankan,” tutur Bupati Anas.

Pertama, menempatkan Warung Pintar di ruang-ruang publik dan destinasi wisata. Ke depan, di harapkan yang memiliki warung pintar ini bukan orang per orang, namun komunitas.

“Misal di ruang publik daerah A, maka yang mengelola adalah komunitas warga di sana, bisa koperasi atau kelompok pengajian ibu-ibu dan anak-anak muda,” kata Bupati Anas.

“Sekaligus menggiatkan kewirausahaan, karena warga bisa berproduksi dan menjualnya di Warung Pintar,” imbuhnya.

Skema kedua, sambung Bupati Anas, mendorong warung-warung yang sudah ada untuk didigitalisasi melalui Warung Pintar, sehingga bisa lebih kompetitif saat harus berhadapan dengan ritel modern.

“Saat ini di Banyuwangi dilakukan pembatasan ketat pergerakan ritel modern,” ujar Bupati Anas.

Kalau di daerah lain jumlah ritel modern bisa ratusan unit, di Banyuwangi baru puluhan karena memang dibatasi supaya warung-warung tradisional tetap harus maju, sehingga perlu ditingkatkan sistemnya. Maka Warung Pintar dinilai bisa menjadi salah satu solusi.

“Ini adalah wujud inklusi ekonomi lewat teknologi. Teknologi tidak memakan yang kecil,” tutur Bupati Anas.

Di Warung Pintar, selain skema digitalisasi untuk manajemennya, yang ditawarkan antara lain desain yang lebih modern. Di antaranya dilengkapi infrastruktur perangkat lunak seperti charger station.

Berdasarkan riset, digitalisasi ala Warung Pintar mampu meningkatkan pendapatan bulanan warung-warung kecil sebesar 89 persen.

“Yang dibentuk oleh perusahaan teknologi di era Revolusi Industri 4.0 itu adalah ekosistemnya,” imbuh Bupati Anas.

Ke depan di harapkan Banyuwangi bisa membangun ekosistem ritel kecil yang terdigitalisasi, yang mempunyai management kuat ke komunitas di sekitarnya sekaligus bisa menyejahterakan masyarakat, yang dimulai dari kolaborasi ini.

Selain menjadi upaya meningkatkan kinerja warung-warung kecil dan mengajak warga berbisnis, Warung Pintar juga menjadi jendela promosi wisata daerah.

“Di Banyuwangi nantinya di setiap Warung Pintar ada perangkat promosi wisata,” pungkas Bupati Anas.

 

radiovisfm.com, Banyuwangi - Bupati Banyuwangi Abdullah Azwar Anas yang memaknai Hari Pahlawan sebagai spirit bagi generasi muda, untuk mengisi kemerdekaan dengan cara-cara kekinian sesuai dengan era revolusi 4.0 saat ini.

“Di era baru seperti sekarang ini, semangat kepahlawanan juga harus dirumuskan dengan pandangan yang baru,” ujar Bupati Anas.

“Senjata yang digunakan untuk melakoni bukan lagi hunusan senjata, tapi dibutuhkan kreativitas dan inovasi untuk meningkatkan daya saing bangsa,” imbuhnya.

Saat bertemu dengan belasan veteran dan puluhan mahasiswa usai Upacara Peringatan Hari Pahlawan di Pendopo, Sabtu (10/11), Bupati Anas mengatakan, anak-anak muda tidak perlu berjuang dengan mengangkat senjata. Cukup melakukan hal-hal hebat dan kreatif untuk bangsa ini dengan memanfaatkan teknologi.

“Jika dulu berperang menggunakan senjata, tapi pada generasi milenial saat ini cukup menggunakan teknologi informasi dan internet,” kata Bupati Anas.

Namun demikian, dia juga meminta agar generasi muda tetap bijak memanfaatkan teknologi hanya menggunakannya untuk hal-hal yang baik dan bermanfaat.

Misalnya, sosmed untuk membantu promosi Banyuwangi dengan memposting setiap event dan destinasi wisata di Banyuwangi dan di harapkan tidak menggunakan untuk menyebarkan hoax atau hal negatif lainnya.

“Saya harap juga bisa menggunakan sosmed untuk menyebar inspirasi kebaikan,” ungkap Bupati Anas.

Dicontohkan Bupati Anas, jika ada sampah, dipungut dan dimasukkan ke tempat sampah. Ada tetangga butuh bantuan, laporkan ke desa, camat, atau Pemkab Banyuwangi. Sehingga dalam hal ini mendorong kepedulian sosial lewat medsos.

Bupati Anas juga berpesan agar memanfaatkan internet untuk menambah pengetahuan dan untuk berwirausaha.

“Internet memberi banyak pintu, tinggal masyarakat bisa memanfaatkannya dengan baik,” tuturnya.

Bupati Anas pun memastikan, saat ini Banyuwangi telah memasang lebih dari 1.000 titik wifi gratis di ruang-ruang publik yang bisa diakses dengan mudah oleh seluruh warga Banyuwangi.

“Selain itu, Banyuwangi juga telah menjalankan program Smart Kampung yang mendorong masuknya Teknologi Informasi (TI) hingga ke desa-desa,” paparnya.

Bupati Anas mengaku, kini sudah ada 172 desa di Banyuwangi yang teraliri fiber optic. Hal ini semakin memudahkan anak-anak muda untuk berperan aktif membangun daerah dengan bantuan teknologi.

“Saya minta mahasiswa untuk membantu UMKM meningkatkan kualitas dan pemasarannya. Juga bisa mengajari anak sekolah yang ada di sekitar mereka,” pungkas Bupati Anas.

Sementara itu, salah seorang veteran Soekri mengatakan sangat gembira dengan pertemuan hangat ini. Berkumpulnya para veteran dengan anak muda yang dijembatani oleh Bupati Anas ini sangat menarik bagi dia. 

“Kami sering diundang dalam berbagai acara tapi tidak seperti saat ini yang dikumpulkan dengan generasi muda,” ujar Soekri.

Dia mengucapkan terima kasihnya kepada pemerintah daerah yang dinilai tidak melupakan para veteran.

“Untuk anak muda, saya berpesan agar terus mengisi kemerdekaan serta menghargai perjuangan para pahlawan buat bangsa ini lebih hebat,” papar Soekri.

 

More Articles ...