Tingkatkan PAD, Banyuwangi Naikkan Retribusi di Pasar Tradisional

Pusat Kuliner di Pasar Induk Banyuwangi

Pemerintahan
Typography

radiovisfm.com, Banyuwangi - Pemerintah daerah akan menaikkan retribusi di seluruh pasar tradisional di Banyuwangi, menyusul Pendapatan Asli Daerah (PAD) dari pasar dinilai belum memenuhi target di tahun 2018 ini.

Sementara itu, dari Rp 11,5 Miliar yang di targetkan, pendapatan dari pasar baru mencapai Rp 5,8 Miliar hingga menjelang akhir tahun.

Bupati Banyuwangi Abdullah Azwar Anas mengaku sudah tidak lagi memberikan toleransi kepada para pedagang di pasar tradisional.

“Selama 7 tahun terakhir ini, mereka menjadikan lapak lapaknya sebagai gudang dan ke depan kondisi itu di harapkan sudah tidak ada lagi,” ungkap Bupati Anas.

“Sehingga seluruh lapak dimanfaatkan untuk berdagang supaya bisa menambah retribusi,” imbuhnya.

Bupati Anas meminta Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) selaku pihak yang menangani permasalahan pasar, agar menertibkan lapak lapak tersebut untuk di fungsikan sebagai tempat berjualan oleh para pedagang dan mereka di haruskan membayar sewa.

“DPRD sendiri menargetkan PAD terus bertambah dari tahun ke tahun,” kata Bupati Anas.

“Saya sudah berkoordinasi dengan para pedagang pasar terkait pemanfaatan lapak secara maksimal dan mereka menyetujuinya,” tuturnya.

Jika ini berjalan, Bupati Anas berjanji akan membangun pasar tradisional, utamanya pasar induk Banyuwangi.

Sementara itu, kini pemerintah daerah telah merevitalisasi pasar Induk Banyuwangi sebagai tempat yang nyaman bagi masyarakat dan wisatawan. Selain untuk memenuhi fungsi pasar sebagai tempat warga mendapat kebutuhan berharga murah, revitalisasi dimaksudkan agar pasar juga menjadi destinasi berkumpul dan berwisata.

Di pasar tersebut kini dilengkapi sentra kuliner. Ada 23 stan yang telah dipugar menjadi lebih nyaman dan menarik layaknya kafe-kafe.

Sentra kuliner di bagian belakang pasar didesain cantik menggunakan ukiran-ukiran kayu bermotif khas Banyuwangi. Lantainya memakai ubin klasik, sehingga berkesan heritage. 

Kesan pasar tradisional yang identik dengan tidak beraturan, kini hilang berubah menjadi tempat yang asyik untuk berkumpul bersama keluarga dan berwisata.

“Perbaikan dan pembenahan ini merupakan program pertama untuk pasar Banyuwangi sebagai daya tarik pengunjung,”  kata Kepala Pasar Induk Banyuwangi, Moh.Syafi’i.

Diakui Syafi’i sebelumnya pasar Banyuwangi agak sepi karena tidak ada daya tarik untuk pembeli.

“Untuk pedagang yang menempati stan itu adalah 90 persen mereka yang telah lama berjualan kuliner di lokasi setempat,” ujar Syafi’i.

Hanya 10 persen yang bukan pedagang kuliner, sehingga ke depan seluruhnya di dorong untuk berjualan makanan khas Banyuwangi.

Syafi’i menjelaskan, selama ini retribusi per stand sebesar Rp 4.000 per hari karena per meter di hargai Rp 800 sesuai perda yang ada.

“Ke depan, retribusi tersebut akan di naikkan guna meningkatkan Pendapatan Asli Daerah (PAD) Banyuwangi khususnya dari pasar,” pungkas Syafi’i.

 

 

BLOG COMMENTS POWERED BY DISQUS
Sign up via our free email subscription service to receive notifications when new information is available.