Efisiensi Anggaran, Banyuwangi Kurangi 1000 Orang THL

Bupati Anas Saat Tinjau Pasar Banyuwangi

Pemerintahan
Typography

radiovisfm.com, Banyuwangi - Pemkab Banyuwangi akan menyeleksi ulang para Tenaga Harian Lepas (THL) yang ada di seluruh Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD), untuk di lakukan pengurangan hingga 1000 orang.

Hal ini juga untuk mendapatkan kualitas THL yang sesuai keperluan.

Bupati Banyuwangi Abdullah Azwar Anas mengatakan, selain itu, pengurangan ini juga untuk efisiensi honor yang dikeluarkan untuk para THL, yang mencapai Rp 56 Miliar pertahun.

“Dengan adanya seleksi ulang itu di harapkan bisa mendapatkan THL yang memang berkualitas dan tenaganya sangat di perlukan,” ungkap Bupati Anas.

“Namun ada di beberapa SKPD yang memang membutuhkan THL dengan jumlah yang cukup banyak, seperti THL kebersihan,” ujar Bupati Anas.

Mereka bertugas menjaga kebersihan Banyuwangi dan itu dinilai membutuhkan tenaga yang cukup banyak.

Bupati Anas mengaku, jika masyarakat Banyuwangi telah sadar untuk menjaga kebersihan di sekitar, di pastikan THL kebersihan tersebut tidak membutuhkan tenaga yang banyak.

Dicontohkan, selama 2 jam saja para THL kebersihan tidak menjalankan aktifitasnya maka bisa di pastikan kondisi jalanan Banyuwangi akan kotor, utamanya di seputaran alun alun Taman Blambangan. Bahkan, di sejumlah titik aliran sungai juga di temukan banyak sampah.

“Dari sini, masyarakat masih belum memiliki kesadaran untuk ikut serta menjaga kebersihan dan masih membuang sampah sembarangan,” tutur Bupati Anas.

“Padahal di beberapa negara dan daerah, jarang di temukan tempat sampah di jalanan karena memang masyarakatnya perduli terhadap kebersihan,” pungkasnya.

Sementara itu, Kepala Badan Kepegawaian dan Diklat (BKD) Banyuwangi, Nafiul Huda mengatakan, jumlah THL di Banyuwangi yang tersebar di seluruh SKPD tercatat ada 3.255 orang dan yang terbanyak di Kantor Lingkungan Hidup, utamanya THL Kebersihan serta di Dinas Pengairan, khususnya THL yang menjaga pintu pintu air.

“Pengurangan jumlah THL ini disesuaikan dengan Analisa Jabatan (Anjab) dan Analisa Beban Kerja (ABK) yang sudah di susun,” kata Nafiul.

Sebenarnya, untuk kebutuhan pegawai baik Apatur Sipil Negara (ASN) maupun THL, di nilai harus mengacu pada Anjab tersebut.

“Kini kebutuhan THL di rasionalisasikan dengan Anjab apakah sudah sesuai ataukah tidak,” tutur Nafiul.

Jika dinilai belum sesuai dengan Anjab, maka para THL akan di kualifikasikan melalui tes. Sedangkan bagi yang sudah sesuai, maka akan di teruskan.

Nafiul menjelaskan, untuk honor THL di setiap bulannya berkisar antara Rp 1.250.000 hingga Rp 1.500.000 per orang.

“Bahkan untuk THL khusus, honornya bisa mencapai Rp 1.700.000 per bulan,” pungkasnya.

 

 

BLOG COMMENTS POWERED BY DISQUS
Sign up via our free email subscription service to receive notifications when new information is available.