Lagi, SAKIP 2018 Banyuwangi Dapat Nilai A

Pemerintahan
Typography

radiovisfm.com, Banyuwangi - Sistem Akuntabilitas Kinerja Pemerintah (SAKIP) 2018 Pemkab Banyuwangi kembali meraih nilai A dari Kementrian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (Kemenpan RB).

Dua tahun berturut-turut sebelumnya, 2016 dan 2017, Banyuwangi adalah kabupaten pertama dan satu-satunya di Indonesia yang meraih SAKIP A.

Penilaian tersebut diberikan langsung oleh Menteri PAN-RB, Syafruddin kepada Bupati Banyuwangi Abdullah Azwar Anas di Banjarmasin, Rabu (6/2).

“Ini bukan nilainya yang penting, tapi lebih kepada spirit perbaikan layanannya karena SAKIP itu evaluasinya ketat dengan berbagai indicator,” ujar Bupati Anas.

“Keberhasilan Banyuwangi dalam mempertahankan nilai A untuk SAKIP selama tiga tahun berturut-turut merupakan hasil kolaborasi banyak elemen,” imbuhnya.

Dalam beberapa tahun ini, Banyuwangi menjalin kolaborasi antarorganisasi perangkat daerah dengan menghapus Ego dinas serta meninggalkan ego sectoral.

“Yang ada adalah ego daerah, yaitu bagaimana membuat Banyuwangi bertambah maju,” tutur Bupati Anas.

Dia menambahkan, dalam SAKIP, yang menjadi fokus adalah target kinerja, bukan siapa dinas pelaksananya. Pasalnya, satu target itu dikeroyok banyak pelaksana, banyak dinas serta banyak badan.

“Contohnya upaya memuliakan warga lanjut usia (lansia) lewat program “Rantang Kasih” yang mendistribusikan makanan bergizi gratis setiap hari ke ribuan lansia di Banyuwangi. Pelaksananya tidak hanya Dinas Sosial, melainkan lintas dinas,” papar Bupati Anas.

Misalnya Dinas Kesehatan, menyupervisi gizi makanan yang disediakan oleh warung-warung rakyat yang menjadi rekanan program. Sehingga, satu program seperti untuk warga lansia dikeroyok banyak pihak.

“Dengan skema ini, yang menjadi fokus adalah target, yaitu lansia,” ungkapnya.

Diakui Bupati Anas, tidak peduli siapa yang mendukung program ini, yang terpenting target sasaran dibantu maksimal.

“Itulah proses bisnis yang dikembangkan Pemkab Banyuwangi,” pungkas Bupati Anas.

Sementara, Keberhasilan Banyuwangi mempertahankan SAKIP A mendapat apresiasi Deputi Bidang Reformasi Birokrasi, Akuntabilitas Aparatur dan Pengawasan Kementerian PAN-RB, M. Yusuf Ateh.

“Banyuwangi tidak hanya mampu mempertahankan nilai, tapi juga jadi rujukan untuk mendorong kabupaten lain mendapat nilai yang sama,” ungkap Ateh.

Dia pun berterima kasih kepada Banyuwangi yang dinilai tidak hanya bisa mempertahankan kualitasnya, namun juga mampu menginspirasi daerah lain untuk berbenah.

“Hampir semua kabupaten yang nilai SAKIP-nya naik pernah belajar dengan berkunjung langsung ke Banyuwangi,” kata Ateh.

Kepala Badan Perencanaan dan Pembangunan Daerah (Bappeda) Suyanto Waspotondo menambahkan, konsep integrasi pembangunan itulah yang terus coba diterapkan, sehingga tim fokus ke tujuan, bukan ke sarana/kendaraan untuk mencapai tujuan. 

“Contohnya, jika kemiskinan turun, berarti tujuan pembangunan berhasil,” kata Suyanto yang biasa di sapa Yayan tersebut.

“Jadi ukuran keberhasilan bukan terlaksananya program, tapi terwujudnya tujuan,” tuturnya.

Suyanto mengaku bersyukur, kemiskinan Banyuwangi berhasil diturunkan ke 7,8 persen dari sebelumnya selalu di atas dua digit.

 

 

BLOG COMMENTS POWERED BY DISQUS
Sign up via our free email subscription service to receive notifications when new information is available.