Memasuki 2019, Penderita HIV Aids di Banyuwangi Tembus 3.902 Orang

Pemerintahan
Typography

radiovisfm.com, Banyuwangi - Hingga memasuki awal 2019, angka penderita HIV Aids di Banyuwangi masih tembus 3.902 orang. Dari jumlah tersebut, sekitar 70 persennya adalah usia produktif. Sedangkan sisanya merambah mulai bayi, balita hingga orang dewasa bahkan lansia.

Sekretaris Komisi Penanggulangan Aids (KPA) Banyuwangi, Waluyo mengatakan, dari angka 70 persen itulah yang kini tengah di garap pihaknya bersama sama dengan seluruh kekuatan yang ada termasuk beberapa stakeholder terkait, untuk mencegah penularan lebih meluas karena di akuinya generasi muda Banyuwangi tidak boleh terserang HIV Aids.

“Untuk yang sudah terlanjur dinyatakan positif terjangkit HIV Aids, akan di lakukan pengobatan dengan rutin,” ungkap Waluyo.

“Termasuk juga di berikan dukungan social dan psikososial,” imbuhnya.

Bahkan dalam 2 tahun terakhir ini ada dukungan spiritual dari para penyuluh agama islam yang tersebar di 25 Kecamatan se Banyuwangi.

Waluyo menjelaskan, dimasing masing kecamatan terdapat seorang penyuluh agama islam yang memberikan pencerahan tentang bahayanya HIV Aids serta menghindari berbagai tindakan yang mengarah pada penularan penyakit mematikan tersebut dengan menggunakan Bahasa agama.

“Mereka sudah bersinergi dengan KPA Banyuwangi, termasuk terus melakukan koordinasi jika menemukan adanya berbagai perkembangan di lapangan,” ujar Waluyo.

Dia memaparkan, kini Pemkab Banyuwangi melalui KPA terus melakukan Three Zero yakni menekan angka penularan kasus HIV Aids baru juga menekan diskriminasi dan stigma serta menekan kematian ODHA.

“Karena dalam jangka panjang Indonesia termasuk Banyuwangi akan menuju eleminisasi HIV Aids. Artinya, tidak ada lagi orang terjangkit HIV Aids dengan kriteria Three Zero itu,” papar Waluyo.

“Gerakan ini terus di lakukan pihaknya secara berkelanjutan dengan semakin memperkuat sinergitas ke semua pihak yang terkait,” ungkapnya.

Dicontohkan, di tingkat sekolah dan masyarakat umum, akan terus menerus di lakukan penyuluhan karena hingga saat ini masih di temukan diskriminasi stigma terhadap ODHA atau orang yang positif penderita HIV Aids.

“Artinya, pemahaman masyarakat luas masih belum seperti yang kami harapkan karena mereka mengetahuinya secara sepintas dan belum meluas,” kata Waluyo.

Dia mengaku, masih ada orang takut saat makan bersama dengan penderita ODHA. Ini membuktikan bahwa mereka masih belum sepenuhnya memahami tentang HIV Aids, sementara untuk penularan virus HIV Aids sendiri terbilang sangat sulit.

“Penularan tertinggi virus mematikan ini adalah melalui hubungan seks beresiko, salah satunya bergonta ganti pasangan serta menggunakan jarum suntik narkoba bergantian,” pungkas Waluyo.

Sementara itu, dari angka 3.902 tersebut menempatkan Banyuwangi di posisi ke 4 dengan jumlah penderita HIV Aids terbanyak di Jawa Timur.

Untuk urutan pertama adalah Surabaya, kedua Jember dan ketiga adalah Malang. Sedangkan sebelumnya, Banyuwangi menduduki urutan kedua di Jawa Timur.

 

BLOG COMMENTS POWERED BY DISQUS
Sign up via our free email subscription service to receive notifications when new information is available.