2 Event Sport Tourism Siap Ramaikan Kebun Kakao di Banyuwangi

Pemerintahan
Typography

radiovisfm.com, Banyuwangi - Untuk memperkenalkan Kecamatan Glenmore sebagai salah satu penghasil kakao terbaik di dunia, Pemkab Banyuwangi menggelar 2 event Sport Tourism di area Perkebunan Kakao. Yakni event Chocolate Glenmore Run (16 Februari) dan Chocolate Happy Cycling (17 Februari).

Bupati Banyuwangi Abdullah Azwar Anas mengatakan, event yang dipusatkan di kawasan wisata Doesoen Kakao, perkebunan Kendeng Lembu, Kecamatan Glenmore tersebut juga dirangkai dengan Chocolate Jazz & Food Festival.

“Pemerintah daerah ingin memperkenalkan Glenmore sebagai salah satu penghasil kakao terbaik dunia,” ujar Bupati Anas.

Kakao dari perkebunan Glenmore Banyuwangi ini telah diekspor ke berbagai penjuru dunia dan menjadi bahan cokelat terbaik di dunia.

Para peserta akan diajak menyusuri hamparan areal perkebunan kakao dan karet seluas 1.500 hektar. Selain menjelajahi kebun kakao di sepanjang rute, para pelari dan pesepeda bisa menikmati kuliner berbahan cokelat yang diolah penduduk setempat.

“Untuk memeriahkan aksi lari dan sepeda tersebut digelar pula Chocolate Jazz and Food Festival di kawasan tersebut selama dua hari, 16 - 17 Februari,” tutur Bupati Anas.

“Yang di pasti akan jadi pengalaman yang unik menikmati musik jazz sembari menyesap kelezatan coklat tepat di tengah-tengah perkebunannya. Apalagi Glenmore merupakan kawasan perkebunan yang sejuk,” paparnya.

Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga Banyuwangi, Wawan Yadmadi menambahkan kompetisi lari ini akan melombakan dua kategori, yakni 5 kilometer dan 10 kilometer.

“Para wisatawan juga bisa mengikuti kompetisi sepeda menaklukkan lintasan menantang dalam Chocolate Happy Cycling,” tutur Wawan.

“Peserta akan melintasi rute sejauh 20,4 km dengan mengambil lokasi start dan finish yang sama, yaitu di Doesoen Kakao,” imbuhnya.

Wawan menjelaskan, lintasan yang akan dilalui peserta 80 persen offroad. Setelah melewati jalur mulus di jalan lintas selatan, mereka juga akan memasuki jalanan terjal dan berbatu di pinggiran perkebunan cokelat yang rimbun.

“Tantangan akan semakin berat pada 2 kilometer terakhir saat peserta harus menaklukkan rute menanjak dan beraspal yang licin,” ungkap Wawan.

Ajang ini terdiri atas 2 kategori lomba, yakni Racing (kompetisi) dan Gowes Happy. Untuk Racing, dibagi menjadi 4 kelompok, yaitu open (semua usia), Master A (usia 30-39 tahun), Master B (40-49 tahun), dan master C (50 tahun ke atas).

“Sementara Gowes Happy terbuka untuk segala usia,” pungkas Wawan.

 

 

BLOG COMMENTS POWERED BY DISQUS