Kebudayaan Banyuwangi Tampil di Perhelatan Bergengsi di Malaysia

Pemerintahan
Typography

radiovisfm.com, Banyuwangi - Pelaku seni Banyuwangi tampil di 3 lokasi di Malaysia selama 10 hari, sekaligus untuk mempromosikan wisata dan budaya Banyuwangi hingga ke Asia.

Rombongan yang berangkat total ada 30 orang, yang terdiri dari 23 penari dan panjak serta 7 orang pendamping.

Diawali pada tanggal 15 hingga 17 Maret 2019, mereka tampil pada kegiatan pameran MATTA Fair Kuala Lumpur I di Putra World Trade Center (PWTC), Kuala Lumpur, Malaysia dengan mengangkat destinasi Banyuwangi sebagai Tema Utama pada Paviliun Indonesia.

Sementara, kesenian Banyuwangi sendiri bergabung di Indonesia New Destination Corner dan tampil pada acara Daily Performance di Main Stage MATTA.

Selanjutnya, di hari Senin dan Selasa, 18-19 Maret 2019, tim kesenian Banyuwangi tampil di Aula Hasanudin Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) Kuala Lumpur, Malaysia dalam penyelenggaraan Archipelago Exhibition (ARCHEX).

Kegiatan ini rutin di selenggarakan oleh KBRI sebagai sarana promosi potensi ekonomi Indonesia baik pariwisata, perdagangan dan investasi langsung kepada pelaku usaha dan masyarakat di Malaysia.

Dalam rangka mendukung pencapaian target kunjungan wisatawan mancanegara ke Indonesia sebanyak 20 juta orang pada tahun 2019, sector yang di pilih untuk penyelenggaraan ARCHEX 2019 adalah pariwisata dan pendidikan. Khusus pariwisata, focus yang diambil adalah promosi pariwisata di Banyuwangi dan Provinsi Jawa Timur pada umumnya.

Terakhir, tim kesenian Banyuwangi akan tampil di Departure Hall Anjungan Tinjau, Kuala Lumpur International Airport (KLIA) selama 5 hari sejak 20 hingga 24 Maret 2019.

Hal ini adalah sebagai upaya mempromosikan pariwisata Indonesia, khususnya Banyuwangi untuk wilayah pasar Malaysia, serta untuk mempertahankan keberlangsungan rute penerbangan langsung international Banyuwangi – Kuala Lumpur maupun sebaliknya yang telah di buka oleh Citilink sejak tanggal 19 Desember 2018 lalu.

Oleh sebab itu, Kementrian Pariwisata melaksanakan kegiatan yang juga bersinergi dengan Maskapai Citilink berupa Banyuwangi Cultural Week di KLIA tersebut.

Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Banyuwangi, MY Bramuda mengatakan, untuk di kegiatan MATTA Fair Kuala Lumpur I, duta Banyuwangi akan menampilkan 30 kesenian dengan 6 jenis tarian seperti Tari Jejer Gandrung, Tari Jaripah, Tari Rodath Siiran dan Sorote Lintang serta Tari Gandrung Kembang Menur dan Layar Kumendung.

“Disini, merupakan pamaran promosi wisata terbesar di Malaysia,” ujar Bramuda.

Sementara untuk di KBRI Kuala Lumpur ditampilkan 4 tarian dan lagu lagu using Banyuwangi. Dan direncanakan, Bupati Banyuwangi Abdullah Azwar Anas juga akan hadir di kegiatan tersebut.

“Untuk acara Banyuwangi Cultural Week di Kuala Lumpur International Airport, Banyuwangi akan menampilkan 6 jenis kesenian yang setiap harinya tampil selama 3 jam,” tutur Bramud.

“Disini juga disiapkan stand khusus untuk menampilkan produk produk UMKM Banyuwangi,” imbuhnya.

Bramuda menjelaskan, selain kesenian, pemerintah daerah juga akan berjualan paket paket wisata dengan melibatkan beberapa hotel dan Tour Travel Agen Banyuwangi, guna menjaring dan berjualan paket wisata dari Malaysia ke Banyuwangi maupun sebaliknya.

“Wisata yang dijual Banyuwangi tentu yang menjadi daya tarik wisatawan selama ini, seperti pegunungan, alam serta kebudayaan yang dinilai sebagai penguat,” paparnya.

Bramuda berharap, para Travel Agen yang di kirim ke berbagai acara tersebut bisa menjadi pioneer pembuka pintu masuknya hotel hotel di Banyuwangi untuk menarik perhatian masyarakat Malaysia, bahkan Asia.

“Karena di kegiatan pameran MATTA Fair Kuala Lumpur itu tidak hanya dihadiri masyarakat Malaysia saja, tapi juga Asia,” pungkas Bramuda.

 

 

 

BLOG COMMENTS POWERED BY DISQUS
Sign up via our free email subscription service to receive notifications when new information is available.