Kemenperin Minta Banyuwangi Wajibkan Hotel Sediakan Kopi Using

Pemerintahan
Typography

radiovisfm.com, Banyuwangi - Pemerintah pusat meminta Pemkab Banyuwangi untuk mewajibkan seluruh hotel agar menyiapkan kopi asli daerah setempat di setiap kamar, guna meningkatkan perekonomian para Industri Kecil dan Menengah (IKM).

Hal ini disampaikan oleh Dirjen Industri Kecil, Menengah dan Aneka (IKMA) Kementrian Perindustrian, Gati Wibawaningsih usai membuka Bimtek wirausaha IKM sector perbengkelan Las di Banyuwangi.

“Saya sangat menyayangkan saat menemukan adanya kopi kemasan sachet di dalam kamar hotel berbintang tempat saya menginap. Bukan kopi asli Banyuwangi sendiri yang dikenal dengan Kopi Using,” papar Gati.

Padahal kata Gati, kopi produksi Banyuwangi cukup enak dan dinilai pantas untuk di pasarkan ke luar daerah. Namun bisa di awali dengan promosi di seluruh hotel dan penginapan di Banyuwangi dengan menyediakan kopi asli Banyuwangi tersebut.

“Ini sebagai upaya daerah untuk lebih meningkatkan perekonomian para IKM,” kata Gati.

Oleh sebab itu, dia meminta Pemkab Banyuwangi untuk mewajibkan para pemilik hotel menyediakan Kopi Using yang bisa ditindak lanjuti melalui Surat Edaran.

“Karena jika Kopi Using ini laku maka yang di untungkan juga Pemkab Banyuwangi sendiri karena jumlah IKM kopinya terus meningkat,” ungkap Gati.

Sementara itu, Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Banyuwangi, Sih Wahyudi mengatakan, pihaknya sudah berkoordinasi dengan Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) dalam hal ini meminta Hotel dan Restaurant untuk menyediakan kopi sachet dengan brand Kopi Banyuwangi agar lebih dikenal.

“Tapi sampai saat ini masih belum ketemu harganya untuk kopi kemasan sachet,” ungkap Sih Wahyudi.

“Karena di tingkat petani harga kopi sachet berkisar antara Rp 1000 hingga Rp 1500,” imbuhnya.

Dan pihak hotel maupun restorant meminta harganya disamakan dengan ditingkat petani tersebut. Tentu saja hal ini tidak sebanding dengan biaya kemasan maupun pemasarannya.

“Dari permintaan itulah yang menyebabkan belum ketemunya harga per sachet kopi Banyuwangi tersebut,” pungkas Sih Wahyudi.

 

BLOG COMMENTS POWERED BY DISQUS