Ponsel peserta Gombengsari Plantation Run terjatuh. Ini yang Dilakukan Warga Setempat.

Pemerintahan
Typography

radiovisfm.com, Banyuwangi - Apa yang dilakukan Suyono warga Kelurahan Gombengsari Kecamatan Kalipuro Banyuwangi ini perlu menjadi contoh bagi seluruh masyarakat luas. Pasalnya, laki laki berusia 35 tahun tersebut menyerahkan ponsel milik salah satu peserta lomba lari Gombengsari Plantation Run kepada pihak panitia, setelah melihatnya terjatuh di jalanan rute yang dilalui para peserta.

Ponsel tersebut adalah milik Natalija, peserta asal Serbia yang ikut berpatisipasi dalam kegiatan yang baru pertama kali di gelar Pemkab Banyuwangi tersebut.

Mengambil start dan finish di area Wisata Sumber Manis Gombengsari, sebanyak 1200 peserta yang sebagian besar adalah siswa siswi dari tingkat SD, SMP dan SMA di Banyuwangi itu harus menempuh rute sejauh 5 KM dengan melewati pemandangan alam cukup menakjubkan. Karena selain olah raga, kegiatan ini juga untuk mempromosikan wisata di Kelurahan Gombengsari yang kaya akan potensi perkebunan dan hutan, seperti kopi, coklat, cengkeh dan aneka buah, berbagai tanaman kayu hingga potensi peternakan kambing etawa. Desa ini juga memiliki destinasi wisata hutan pinus yang berhawa sejuk dengan pemandangan indah yang dikenal dengan Puncak Asmoro. Puncak Asmoro menawarkan keindahan pemandangan tiga gunung yang ada di banyuwangi yakni Gunung Ijen, Raung dan Meranti. Dari puncak ini juga terlihat pemandangan eksotis perairan selat Bali.

“Saya berterima kasih kepada warga sini, yang mau rela menyerahkan ponsel saya,” ujar Natalija.

Natalija sendiri merupakan salah satu dari 12 mahasiswa yang mengikuti program Beasiswa Seni dan Budaya Indonesia (BSBI) yang di gulir Kementrian Luar Negeri. Ke 12 mahasiswa dari 12 negara tersebut belajar seni dan budaya Banyuwangi sejak 4 Mei hingga 16 Agustus 2019 mendatang. Mereka dari Laos, Kamboja, Suriname, Cina, Kiribati, Kepulauan Solomon, Republik Ceko, Spanyol, Serbia, Australia, Bangladesh dan Papua.

Sementara, ponsel Natalija tersebut terjatuh sekira 1 KM dari garis start. Saat itu, dia baru saja menerima telfon dari mamanya lalu memasukkan kembali ke dalam tasnya. Namun diduga menutupnya kurang rapat, sehingga tas Natalija terbuka dan ponselnya terjatuh.

Mendapati hal ini, Suyono mengambilnya dan berusaha mengamankan kemudian di serahkan kepada pihak panitia.

Setelah mendengar pengumuman adanya penemuan ponsel melalui pembawa acara, Natalija langsung berlari ke arah panggung sesampainya di garis finish.

“Saya tidak bisa membayangkan, jika ponsel saya tidak ketemu. Sekali lagi saya ucapkan terima kasih,” ungkap Natalija yang bernomor punggung 3059 tersebut.

Selain Natalija, seluruh mahasiswa BSBI juga ikut berpartisipasi dalam lomba lari Gombengsari Plantation Run tersebut. Dan Natalija berhasil menjadi juara 3 di kategori umum putri dengan catatan waktu 28 menit. Sementara di posisi pertama diraih Zara yang juga merupakan peserta BSBI asal Republik Ceko, dengan catatan waktu 24 menit 21 detik. Sedangkan di posisi kedua di raih Nety dari Humas Protokol Pemkab Banyuwangi, dengan raihan waktu 26 menit 47 detik.

Untuk para pemenang Gombengsari Plantation Run ini terbagi dalam kategori SD putra putri, SMP putra putri, SMA putra putri dan Umum putra putri, yang masing masing juara 1 hingga 3.

Sementara itu, Bupati Banyuwangi Abdullah Azwar Anas dalam sambutannya mengapresiasi upaya yang dilakukan oleh Suyono tersebut.

“Saya apresiasi tadi. HP yang hilang langsung dikembalikan. Tepuk tangan untuk masyarakat gombeng,” ungkap Bupati Anas yang disambut tepuk tangan gemuruh dari para peserta dan penonton.

“Kegiatan tidak harus besar, tapi harus membahagiakan. Kegiatan ini mungkin tidak membahagiakan banyak orang di kecamatan kecamatan lain, tapi setidaknya kegiatan ini membahagiakan orang di kampung ini,” papar Bupati Anas.

 

 

 

BLOG COMMENTS POWERED BY DISQUS