Sajian Makanan PKK Sempu dan Wongsorejo Juarai Lomba Cipta Menu

Pemerintahan
Typography

radiovisfm.com, Banyuwangi - PKK Kecamatan Sempu dan Wongsorejo menjadi tim terbaik dalam Lomba Cipta Menu Festival Pangan Lokal (B2SA) Beragam, Bergizi dan Aman berbasis sumberdaya local tahun 2019 yang di gelar Pemkab Banyuwangi.

Pesertanya adalah 25 Tim Penggerak PKK Kecamatan se Kabupaten Banyuwangi yang terbagi dalam 2 kategori lomba yakni paket Lunchbox B2SA atau makan siang kotak dan Produk Olahan Pangan Lokal Komersial.

Untuk Kategori Paket Lunchbox B2SA di menangkan TP PKK Kecamatan Sempu, kedua TP PKK Kecamatan Licin dan ketiga TP PKK Kecamatan Genteng. Sedangkan kategori Produk Olahan Pangan Lokal Komersial di menangkan TP PKK Kecamatan Wongsorejo, kedua TP PKK Kecamatan Genteng dan juara ketiga TP PKK Kecamatan Sempu.

Ketua Tim Penggerak PKK Kabupaten Banyuwangi, Ipuk Fiestiandani mengatakan, lomba cipta menu ini merupakan agenda tahunan yang di gelar Pemkab Banyuwangi sesuai instruksi dari Pemerintah Provinsi Jawa Timur dengan program Ketahanan pangan. Sehingga untuk para pemenangnya tersebut, nantinya akan mengikuti lomba tingkat provinsi.

“Untuk kali ini, tema yang diangkat adalah makanan berbahan local non beras. Dimana, setiap peserta di minta untuk bisa kreatif dan inovatif menggunakan bahan local non beras menjadi makanan yang enak dan menarik,” papar Istri dari Bupati Abdullah Azwar Anas tersebut.

“Kegiatan di tahun ini dinilai berbeda dibanding tahun sebelumnya. Diantaranya, di tahun 2019 ini dilibatkan juri dari Persatuan Ahli Gizi Provinsi Jawa Timur, yakni Sri Handajani,” ujarnya.

Sementara 2 orang juri lainnya dari Persatuan Chef Profesional Indonesia dan SMK Sritanjung Banyuwangi.

Ipuk memaparkan, dengan dilibatkannya para juri professional tersebut juga bisa memberikan pengetahuan kepada para peserta dalam hal penyajian makanan.

“Pada penyajian makanan yang beragam itu harus seimbang dari komposisi karbohidrat, protein, serat serta cara memasaknya,” kata Ipuk.

Menurutnya, terkadang ibu ibu dalam memasak ikan, tahu dan tempe harus di goreng, sedangkan sayuran di tumis. Dan hal itu di proses berulang ulang.

“Seharusnya, di dalam memasak makanan yang sehat tidak harus di goreng seluruhnya. Ada yang hanya di rebus saja dan sebagainya,” imbuh Ipuk.

Untuk itu kata Ipuk, banyak ilmu yang di dapat oleh para peserta yang di harapkan bisa di kembangkan di dalam kehidupannya sehari hari.

Bahkan di harapkan juga, mereka bisa menciptakan usaha baru dari ilmu yang di berikan oleh para juri tersebut.

Sementara itu, kegiatan ini digelar Pemkab Banyuwangi melalui Dinas Perikanan dan Pangan di setiap tahunnya.

Kepala Dinas Perikanan dan Pangan Banyuwangi, Hary Cahyo Purnomo mengatakan, dari kegiatan ini telah tercipta semangat interpreneur dari ibu ibu PKK di masing masing kecamatan di dalam upaya peningkatan gizi sekaligus menjadi daya tarik dan edukasi.

“Kami harap, ke depan kegiatan ini bisa menjadi festival pangan berbasis sumber daya local dengan berbagai macam event,” ujar Hary.

Dalam kegiatan ini juga di laksanakan sosialisasi Gemar Makan Ikan sekaligus pengurangan pemakaian plastic.

 

BLOG COMMENTS POWERED BY DISQUS