Dipanggil KPPU Soal Rangkap Jabatan Direksi Penerbangan, Menteri Rini Enggan Komentar

Pemerintahan
Typography

radiovisfm.com, Banyuwangi - Menteri BUMN, Rini Soemarno mengaku belum bisa memastikan kehadirannya pada pemanggilan Komisi Pengawasan Persaingan Usaha (KPPU), terkait rangkap jabatan Direksi PT Garuda Indonesia (persero) dan PT Citilink Indonesia di jajaran komisaris PT Sriwijaya Air.

Pihak KPPU sudah mengirimkan undangan pemanggilan dengan tanggal 18 Juli 2019 yang ditujukan untuk Menteri Rini.

Pemanggil Menteri Rini adalah sebagai saksi setelah KPPU mendengar kesaksian dari Direktur Utama Garuda Indonesia Ari Askhara Danadiputra pada Senin pekan lalu. KPPU menduga bahwa peristiwa rangkap jabatan ini ada kaitannya dengan penugasan Kementerian BUMN.

Menanggapi hal ini, Menteri Rini mempersilahkan menjawab yang sebenarnya, jika seluruh direksi penerbangan di panggil dan di periksa untuk diminta menjelaskan.

“Ini hal yang normal saja dan saya rasa tidak ada persoalan persoalan yang serius,” ujar Menteri Rini.

Sementara terkait dengan hadir atau tidaknya di dalam memenuhi pemanggilan KPPU tersebut, Menteri Rini enggan memberikan komentar.

“Lihat saja besok ya (Rabu,18/7),” tutur Menteri Rini sambil berlalu.

Pihak KPPU masih menyematkan terlapor kepada tiga pihak, yakni Direktur Utama Garuda Indonesia Ari Askhara Danadiputra, Direktur Niaga Garuda Indonesia Pikri Ilham Kurniansyah, dan Direktur Utama Citilink Juliandra Nurtjahjo.

Diketahui, penyelidikan rangkap jabatan ini berlandaskan pada Undang-Undang (UU) Nomor 5 Tahun 1999 tentang Larangan Praktek Monopoli dan Persaingan Usaha Tidak Sehat.

Sementara, kehadiran Menteri BUMN Rini Soemarno di Banyuwangi tersebut adalah untuk meninjau progres pembangunan Workshop PT INKA (Persero) di Banyuwangi. Pabrik INKA kedua setelah Madiun tersebut di bangun di lahan seluas 83,49 hektare di kawasan Desa Ketapang Kecamatan Kalipuro Banyuwangi dengan nilai investasi sebesar Rp 1,6 triliun.

Workshop PT INKA di Banyuwangi tersebut nantinya digunakan untuk pengembangan kapasitas produksi PT INKA sebagai satu-satunya manufaktur sarana perkeretaapian di Asia Tenggara. Dengan kapasitas produksi sebanyak 1,5 kereta per hari atau 500 kereta dalam satu tahun.

Pasalnya, kapasitas produksi pabrik di Madiun sudah overload sedangkan pemesanan gerbong dan lokomotif kereta dari berbagai negara terus meningkat.

 

BLOG COMMENTS POWERED BY DISQUS