Tinjau Workshop INKA di Banyuwangi, Menteri Rini : Ini Manufaktur Perkeretapian di Asia Tenggara

Pemerintahan
Typography

radiovisfm.com, Banyuwangi - Pabrik INKA di Banyuwangi di bangun di lahan seluas 83,49 hektare di kawasan Desa Ketapang Kecamatan Kalipuro dengan nilai investasi dalam pembangunan workshop ini sebesar Rp 1,6 triliun.

Menteri BUMN Rini Soemarno saat meninjau progres pembangunan Workshop PT INKA (Persero) di Banyuwangi, Selasa (17/7/2019).

Dalam melakukan kunjungan kali ini Menteri BUMN didampingi oleh beberapa Deputi BUMN dan Direktur BUMN juga Wakil Bupati Banyuwangi Yusuf Widyatmoko. Kunjungan kali ini dalam rangka meninjau progres pembangunan workshop PT INKA (Persero) setelah dilakukan groundbreaking 31 Maret 2019 lalu.

Workshop ini nantinya digunakan untuk pengembangan kapasitas produksi PT INKA (Persero) sebagai satu-satunya manufaktur sarana perkeretaapian di Asia Tenggara,” ujar Menteri Rini.

Dan kapasitas produksi pabrik di Banyuwangi ini sebanyak 1,5 kereta per hari atau 500 kereta dalam satu tahun.

Untuk tahap pertama, workshop direncanakan selesai pada semester pertama tahun 2020 mendatang sebelum hari ulang tahun PT INKA di bulan Agustus,” paparnya.

Menteri Rini menjelaskan, pabrik PT INKA pertama yang ada di Madiun dinilai sudah tidak bisa menampung pesanan gerbong kereta dan lokomotif dari luar negeri yang terus meningkat.

Kini, juga tengah ditawarkan ke Laos, Philipina dan yang terbaru ke Madagaskar,” tutur Menteri Rini.

Untuk itu kata Menteri Rini, PT INKA membutuhkan pabrik yang lebih besar, yaitu yang dibangun di Banyuwangi tersebut.

Disini, juga dibangun track seluas 4 km karena pabrik kereta didunia yang besar harus ada tes track nya untuk digunakan testing gerbong maupun lokomotif,” imbuhnya.

“Selain itu, lokasi di Banyuwangi juga dekat dengan rel stasiun kereta api kurang lebih 600 meter,” kata Menteri Rini.

Dan Menteri Rini juga berharap, pabrik INKA kedua ini segera bisa terselesaikan guna memenuhi orderan lokomotif dan gerbong kereta yang cukup padat.

Pada kesempatan yang sama pula, PT INKA (Persero) juga menyerahkan bantuan Corporate Social Responsibility (CSR) ke penduduk setempat berupa pembangunan 15 unit fasilitas MCK senilai Rp 150 Juta, bantuan renovasi fasilitas umum di SDN Ketapang 6 Banyuwangi senilai Rp 100 Juta dan renovasi sarana tempat ibadah Pondok Pesantren Ketapang senilai Rp 150 Juta.

Bantuan ini sebagai wujud kepedulian dan tanggung jawab sosial PT INKA (Persero) kepada warga di sekitar area pembangunan workshop.

Selain itu, Direktur Utama PT INKA (Persero) Budi Noviantoro juga menandatangani kesepakatan kerjasama dengan 2 Kepala Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) di Banyuwangi, yakni SMKN 1 Glagah dan SMK Cordova.

Kerjasama tersebut berupa Pendampingan dan Pengembangan Sekolah Menengah Kejuruan sesuai Kebutuhan Industri (Link and Match) di SMK Cordova Banyuwangi.

Adapun ruang lingkup perjanjian kerjasama tersebut meliputi penyelarasan kurikulum berbasis kompetensi sesuai kebutuhan industri manufaktur, penyediaan guru atau instruktur, pengembangan sarana prasarana praktikum, praktek kerja lapangan bagi siswa SMK dan pemagangan industri bagi guru, uji Kompetensi Keahlian/sertifikasi dan penyiapan sumber daya manusia untuk memenuhi kebutuhan industri manufaktur.

 

BLOG COMMENTS POWERED BY DISQUS